Terpaksa Menikahi Mafia 2

Terpaksa Menikahi Mafia 2
MUSIM 2 part 22 : Sean Bau


__ADS_3

Andrea menjauhkan dirinya dari Sean ketika Sean mendatanginya dan ingin memeluknya, Sean mengerutkan kening mulusnya.


“jangan dekat-dekat, kamu bau!” ujar Andrea menutup hidung nya sambil mengusir Sean agar menjauh darinya. Sean mencium badannya sendiri, tidak bau. Sean bahkan baru saja habis mandi.


“morning kiss, sayang” ujar Sean kembali mencoba mendekat namun Andrea menggelengkan kepalanya dan mengangkat jari telunjuknya kedepan.


“tidak ada morning kiss! Kau bau, aku jadi mual” ujar Andrea membuat Sean menghela nafasnya, apa lagi salahnya.


“sayang, serius?” tanya Sean memastikan membuat Andrea menganggukan kepalanya,


Sean mengacak rambutnya frustasi lalu masuk kedalam kamar mandi lagi,


“mau ngapain?”


“mandi lagi!”


Andrea merasa bersalah pada suaminya yang sekarang mandi lagi, bagaimana lagi Andrea merasa mual dengan bau badan Sean. Andrea sangat ingin memberi Sean morning kiss tapi kondisinya sekarang tidak memungkinkan.


Sean telah selesai dengan mandi kedua nya dan menghampiri Andrea, Andrea tersenyum lalu kambali menjauh dari Sean.


“masih bau?” tanya Sean tidak percaya, Sean sudah menggosok badannya dengan benar agar bau yang tidak ia ketahui segera hilang. Andrea menganggukan kepalanya membuat Sean menganggukan kepalanya pasrah, sepertinya hari ini ia tidak akan mendapatkan pelukan dari istrinya.


“maaf” cicit Andrea pelan membuat Sean menganggukan kepalanya,

__ADS_1


“tidak apa-apa sayang, aku rapat sebentar”


Andrea menganggukan kepalanya dan membiarkan Sean pergi bekerja, seperginya Sean. Andrea kembali menidurkan dirinya, pagi-pagi seperti ini membuat nya mengantuk dan benar saja tidak membutuhkan waktu lama Andrea sudah kembali tertidur pulas.


Sean melonggarkan dasinya ketika ada yang mengganjal dari presentasi pegawainya, kening mulus nya berkerut tanda ia sedang berpikir keras sekarang.


“meeting selesai, kalian bisa kembali kekantor. Ah, panggil manager keuangan untuk menghadap Dave!” perintah Sean membuat Dave langsung menolah pada Sean. Sean memberikan berkas pada Dave, Dave memperhatikan berkas yang diberikan Sean.


“urus dia, pecat bila perlu!”


“laksanakan bos”


“bagaimana keadaan kantor?”


“aman terkendali bos,”


“iya bos Sean” jawab Dave menggoda Sean, Sean hanya memutar bola matanya dengan malas.


“terserah saja” kata Sean langsung berdiri dari duduknya, ia sudah merindukan istrinya sekarang.


Sean menemukan Andrea sedang menyiapkan makan siang, Andrea tersenyum pada Sean membuat Sean menghampiri Andrea.


“Dave mana?” tanya Andrea membuat Sean menggelengkan kepalanya,

__ADS_1


“sudah kembali kekantor mungkin” jawab Sean


“kenapa tidak dicegah agar bisa makan siang bersama” kata Andrea lagi


“dikantor ada urusan sayang” jawab Sean membuat Andrea menganggukan kepalanya.


“miss you” ujar Sean mengecup sekilas bibir Andrea, Andrea hanya bisa memutar bola matanya dengan malas. Tolong, ya mereka baru saja bertemu dan setiap hari bertemu dirumah.


“hm” jawab Andrea sambil menyiapkan piring makan siang Sean.


“terima kasih sayang”


“makan yang banyak”


“kamu juga sayang”


“iya”


Setelah makan siang Sean mencuci piring karena hari ini asisten rumah tangga mereka sedang cuti 2 hari karena cucu nya sedang sakit.


“sayang perlu bantuan?” tanya Andrea membuat Sean menggelengkan kepalanya,


“tidak perlu sayang, cukup dengan melihat ku saja”

__ADS_1


AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!


To be continue,


__ADS_2