
Andrea tengah menunggu Sean selesai meeting ada yang ingin Andrea sampai kan pada Sean dan itu penting. Tapi, sudah sampai jam 2 siang Sean belum juga keluar dari kantor. Andrea menatap malam televisi didepannya sekarang ini. bukannya Andrea yang menonton tv tapi tv lah yang menonton diri nya.
Andrea bangkit dari duduknya lalu beranjak menuju dapur, Andrea membuka kulkas dan mengambil es krim rasa mangga.
Sementara diluar Alex memencet bel berkali-kali namun tidak ada yang membukakan pintu untuknya, Alex menghela nafas kasar lalu membuka pintu begitu saja. Toh, Andrea kan kakaknya.
“kak” panggil Alex membuat Andrea terkejut sambil memagang dadanya, hampir saja es krim yang baru saja ia buka jatuh kelantai.
“mengejutkan saja” ujar Andrea menatap Alex kesal.
“maaf kak, hehe” jawab Alex menyengir kuda sambil menggaruk keningnya yang tidak gatal.
“dari mami kak” ujar Alex meletakan kotak besar diatas meja.
“susun saja didalam kulkas” kata Andrea duduk diatas kursi lalu memakan es krimnya. Alex hanya bisa menghela nafas lalu menyusun makanan kedalam kulkas. Alex sudah mengantar sampai disini dengan selamat dan Alex juga yang menyusun kedalam kulkas dan lihatlah kakaknya sekarang sangat santai sambil memakan es krimnya.
“kata mami kalau mau dimakan tinggal dipanaskan saja kak”
“iya tau”
Alex menghadap keatas lalu menarik nafas dalam-dalam, sabar’.
“sudah selesai kak, aku pulang” pamit Alex membuat Andrea menoleh pada Alex.
“oh, hati-hati Lex”
“iya kak”
“katakan sama mami, terima kasih”
__ADS_1
“hm”
Seperginya Alex, Andrea membuang stik es krimnya kedalam tong sampah. Andrea berjalan kekantor Sean tapi tidak ada tanda-tanda Sean dan pegawainya keluar dari dalam sana.
Andrea melihat jam dan sekarang sudah pukul 3 sore, Andrea menghela nafas lalu membuka pintu kantor Sean.
“sayang, masih kerja?” tanya Andrea sambil menyengir kuda dengan menongolkan setengah badannya. Sean tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.
“sudah selesai sayang, sebentar ya”
“oke, aku tunggu didepan”
“iya”
Andrea tersenyum lalu menutup kembali pintu, Sean mematikan laptopnya lalu berdiri.
“meeting dilanjutkan besok, kalian bisa pulang kerumah masing-masing tidak perlu kekantor lagi!” perintah Sean membuat pegawainya menganggukan kepala.
“sudah?” tanya Andrea membuat Sean menganggukan kepalanya,
“yas, kamu ga lupa sama janji kamu kan?” tanya Andrea lagi membuat Sean menggelengkan kepalanya
“ayo kita pergi sekarang” jawab Sean, Sean mana lupa dengan janji nya semalam. Semalam Andrea memintanya untuk belanja keperluan untuk bayi mereka.
Disinilah mereka sekarang di toko peralatan bayi, Andrea dan Sean sudah dua jam didalam toko dan sudah banyak peralatan bayi yang sudah mereka beli untuk kelahiran anak mereka nanti.
“bagus yang kuning atau yang merah, sayang?” tanya Andrea membuat Sean menoleh pada Andrea.
“yang merah sayang”
__ADS_1
“tapi aku suka nya yang kuning”
“oke kuning”
Mata Andrea melihat gantungan yang biasanya diletakan diatas kereta bayi, Andrea langsung menghamprinya. Andrea melihat gantungan itu dan memainkannya, tanpa sadar Andrea tertawa pelan karena senang.
“kalau suka diambil saja sayang” ujar Sean membuat Andrea menoleh pada Sean lalu mengembangkan senyumnya.
“terima kasih sayang” ujar Andrea senang membuat Sean mengembangkan senyumnya.
“iya cinta”
“cinta siapa?””
“hah?”
“iya cinta siapa? tadi kamu panggil aku cinta. Kamu selama ini sama cinta?”
“tidak sayang, maksud aku cinta itu kamu bukan cinta yang lain” ujar Sean mencoba menjelaskan pada Andrea yang sekarang sedang cemberut padanya.
“sayang, aku bersumpah. Tidak ada wanita lain selain dirimu”
“hahahaaha”
Mendengar tawa Andrea, Sean tersenyum lega karena istrinya hanya bercanda pada dirinya.
“astaga sayang”
“kamu lucu sekali sayangku, cintaku” ujar Andrea mencium gemas pipi kanan Sean.
__ADS_1
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!
To be continue,