Terpaksa Menikahi Mafia 2

Terpaksa Menikahi Mafia 2
MUSIM 2 part 12 : Memasak bersama


__ADS_3

Sean dan Andrea berbelanja bersama karena hari ini hari minggu dan Sean sedang tidak bekerja jadilah mereka pergi berbelanja dekat komplek rumah.


Sebenarnya bukan hari libur juga Sean dengan senang hati jika diajak Andrea pergi berbelanja bulanan seperti ini.


Sean mengamati dua buah pembalut dengan sangat teliti, ia dan Andrea terpisah sebentar karena Andrea berjalan duluan didepannya ketika melihat ada diskon. Sean bingung sekarang, yang mana yang bagus untuk Andrea karena bulan kemarin Andrea mengamuk padanya karena pembalut yang ia belikan membuat kulit nya gatal. Sekarang Sean sedang fokus melihat bahan pembuatan pembalut lalu membandingkan keduanya.


Andrea yang menyadari Sean tidak lagi disampingnya lalu menyusul Sean lagi, kening Andrea berkerut ketika melihat Sean berada dirak khusus pembalut.


“sayang?” panggil Andrea membuat Sean langsung menoleh pada Andrea.


“serius sekali” ujar Andrea lagi yang kini sudah disamping Sean.


“sayang, sepertinya kamu harus memakai yang ini karena ditulis ini terbuat dari bahan harbal” ujar Sean memasukan pembalut dengan kemasan besar kedalam keranjang.

__ADS_1


“tapi aku biasanya bukan pakai yang itu, tapi yang ini” ujar Andrea menunjuk salah satu merek pembalut.


“tidak baik sayang, mengandung pewangi. Bisa iritasi kulit kamu nanti” ujar Sean membuat Andrea membelak kan matanya, bagaimana Sean bisa tahu seditel itu dirinya saja tidak tahu. Yang penting bisa digunakan dan tidak gatal bagi Andrea sudah cukup, tapi lihat suaminya ini. Andrea hanya menganggukan kepalanya membiarkan Sean memilihkan pembalut untuk nya. Pria yang penuh pertimbangan dan mau mencari tahu tentang pembalut memang sangat langkah contohnya suaminya ini.


Sekarang Sean memilih untuk bahan-bahan untuk dapurnya sedangkan Sean mendorong keranjang, Andrea menggarut kepalanya yang tidak gatal. Andrea sangat ingin mengambil bahan untuk membuat soup, dan yang anehnya Andrea mengambil beberapa sayur juga. Andrea tidak suka sayur tapi kenapa ia ingin bukan sangat ingin memakan soup dengan banyak sayur.


Andrea menggelengkan kepalanya lalu memasukan bahan-bahanya kedalam keranjang,


“tidak sayang” jawab Andrea sambil tersenyum, lalu mereka berjalan kearah kasir untuk membayar. Tentu saja Sean yang membayar.


Sesampainya dirumah Sean membantu Andrea menyusun sayur mayur didalam kulkas sementara Andrea mencuci bahan-bahan untuk membuat soup ayam.


“sayang kamu baik-baik saja kan?” tanya Sean ketika Andrea sedang mengiris sayur, Andrea menatap Sean sambil mengerutkan alisnya.

__ADS_1


“iya” jawab Andrea sambil menganggukan kepalanya.


“ini kenapa banyak sayurnya? Bukannya kamu tidak suka? Jangan-jangan kamu mau aku yang memakannya?” tebak Sean membuat Andrea menggelengkan kepalanya.


“tidak sayang, entah kenapa aku sangat ingin memakan sayur hari ini” jawab Andrea membuat Sean menganggukan kepalanya.


“bagus sekali sayang, memang seharusnya kamu makan sayur biar sehat” ujar Sean membuat Andrea menerbitkan senyumnya.


Sean dan Andrea memasak bersama, ya walaupun Sean hanya membantu mengiris bahan-bahan. Sean mengambil alih tugasnya bagian mengiris karena Sean takut nantinya Andrea terluka. Berlebihan? Tapi entah mengapa Andrea menyukainya, sekecil apapun perhatian Sean berikan berhasil membuat jantung nya bekerja dua kali lipat.


AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!


To be continue,

__ADS_1


__ADS_2