
Pulang dari Sumatra Andrea dan Sean langsung kerumah Mami, karena Andrea tiba-tiba merindukan Sandra, maminya.
Dan lihatlah sekarang Andrea tidak lepas dari pelukan Sandra dan mengabaikan Sean yang sedang mengobrol mengenai pekerjaan dengan Vino.
Alex? Jangan ditanya ia merasa terganggu dengan kehadiran kakaknya itu. Walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa Alex juga merindukan kakaknya itu.
“tinggal saja disini kak” ujar Alex membuka suara membuat Andrea membelakan matanya.
“tidak mau!” jawab Andrea membuat Alex mengerutkan keningnya.
“kenapa? Bukannya kakak sering rindu mami?”
“karena ada kau!” jawab Andrea dengan nada bercanda namun berhasil membuat Alex cemberut.
“SPADA! SELAMAT SORE! ADA CESSA CANTIK! MAMI! PAPI! ALEX! CINTAKU!” teriak Cessa membuat Alex langsung naik keatas membuat seisi ruang tengah tertawa.
“sore mami, papi eh ada kak Dhea sama kak Sean” sapa Cessa hangat membuat Andrea menganggukan kepalanya.
“Cessa bawain martabak spesial tanpa kacang untuk semuanya, btw Alex cintaku dimana?”
“kenapa ga pakai kacang?” tanya papi membuat pandangan Cessa teralih pada Papi.
__ADS_1
“biar ga capek pi”
“capek kenapa?”
“soalnya dikacangin itu capek dan butuh tenaga” jawab Cessa sambil mencari sosok yang membuatnya datang kemari.
“hahaha” tawa mami dan Andrea namun tidak dengan Sean.
“cari Alex? Ada diatas, semperin sana!” ujar Sandra membuat Cessa menggelengkan kepalanya.
“kapan-kapan aja deh mi, kalau ga besok. Hari ini Cessa harus dirumah soalnya daddy pulang. Salamin sama Alex ya mi. Pi, mi, kak Dhe, kak Sean. Cessa pulang”
“hati-hati lho Cess, makasih martabak nya. Salam ke Daddy dirumah!”
Setelah Cessa pergi Alex turun kebawah kembali duduk bersama mami dan kakaknya.
“kalau ga suka bilang ga suka! Jangan seperti pria pengecut!” ujar papi membuat Alex cemberut kesal.
“udah Alex tolak pi, dasar anaknya aja yang susah dibilangin” jawab Alex melirik sekilas martabak yang dibawakan oleh Cessa.
“mau? Ambil aja” ujar Andrea membuat Alex menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
“kamu harus tegas jadi pria Lex! Kalau tidak suka langsung katakan! Jangan buat cewek menangis karena mu! Papi tidak pernah mengajarkan mu untuk menjadi pria pengecut!”nasehat Vino membuat Alex menganggukan kepalanya.
“lagian kamu kenapa ga mau sama Cessa, cantik kan ya pi? Pinter, keburu diambil orang baru tahu” ujar Sandra yang langsung diangguki oleh Vino.
“sok jual mahal, jual murah aja ga laku Lex” sahut Andrea membuatnya mendapat pelototan tajam dari Alex.
Andrea menguap karena masih mengantuk, Sean yang melihat Andrea menguap langsung sigap menghampiri Andrea.
“istirahat sayang?” tanya Sean membuat Andrea menganggukan kepalanya.
“mi, pi, aku antar Andrea kekamar sebentar” ujar Sean membuat Sandra dan Vano menganggukan kepala mereka.
“awas, jangan menyesal kalau Cessa benar-benar diambil orang!” ujar Sean ikut angkat suara sebelum masuk kedalam kamar.
Alex diam merenung sebentar detik kemudian ia menggeleng-geleng kepalanya.
“tidak bakal” ujar Alex membuat Sandra geleng-geleng kepala.
“Alex keatas mi, pi mau ngegame” pamit Alex, hanya game yang sekarang ada dikepala Alex dan lupakan Cessa.
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA
__ADS_1
To be continue,