Terpaksa Menikahi Mafia 2

Terpaksa Menikahi Mafia 2
MUSIM 2 Part 25 : 3 Bulan


__ADS_3

Andrea mengangkat baju tidurnya didepan cermin besar didepannya sambil memegang perutnya yang masih datar saja padahal kehamilan Andrea sudah menginjak bulan ke tiga. Andrea membolak balikan badannya sendiri lalu berputar beberapa kali. Dan pada detik kemudian Andrea menerbitkan senyumnya.


“tumbuh yang sehat ya sayang” ujar Andrea ingin mencium perutnya sendiri tapi ia tidak bisa melakukannya, Sean yang sedari tadi memperhatikan Andrea jadi ikut tersenyum.


Sean menghampiri Andrea lalu membungkuk dan mencium perut Andrea yang masih datar, setelah mencium perut Andrea, Sean menurunkan baju tidur istrinya.


“dingin, nanti masuk angin” ujar Sean memeluk Andrea erat.


“aku mencintaimu” ujar Andrea membuat Sean terkekeh.


“aku lebih mencintaimu”


Andrea dan Sean sekarang sedang berada di restoran untuk makan malam bersama, hari ini Andrea sangat malas untuk memasak. Bahkan untuk melihat dapur pun Andrea tidak mau, bukannya Andrea sengaja melakukannya hanya saja itu terjadi begitu saja dan Sean sama sekali tidak protes. Sean malah senang makan diluar bersama istri cantiknya.


“hujan” ujar Andrea pelan ketika melihat diluar restoran yang sekarang sudah mulai gerimis.


“jangan coba-coba untuk mandi hujan sayang!” peringat Sean membuat Andrea menyengir kuda pada Sean.


“hm” jawab Andrea cemberut, Sean tidak bermaksud buruk hanya saja untuk kesehatan dirinya dan juga calon anak mereka Andrea harus berpikir 3 kali untuk mandi hujan dimalam hari.

__ADS_1


Andrea suka hujan Sean tahu itu, mangkanya ketika Sean melihat Andrea melihat hujan membuatnya tahu apa jalan pikiran Andrea.


“Sean?” panggil seorang wanita cantik berpakain serba hitam seperti orang yang ingin melayat.


Sean mengerutkan keningnya karena Sean tidak mengenal wanita yang baru saja memanggil namanya dan sekarangg sedang berjalan menghampiri mereka yang sedang makan.


“siapa?” tanya Andrea membuat Sean menggelengkan kepalanya,


“tidak kenal” jawab Sean cuek tapi tetap tersenyum pada Andrea.


“apa kabar? Sudah kurang lebih 7 tahun akhirnya kita kembali bertemu”


“siapa? kekasih Sean?” tanya wanita itu membuat Andrea mendongakan kepalanya lalu menatap Sean.


“dia istriku, pergilah!” usir Sean merasa kesal karena makan malam mereka terganggu.


“kau masih sama saja, setiap wanita yang bersamamu kau katakan istri. Dulu adikmu, sekarang dia”


Andrea menggigit bibirnya sebentar lalu tersenyum dan mengangkat tangan kirinya.

__ADS_1


“Andrea, istri Sean” ujar Andrea menunjukan cincin mereka,


“ah, ternyata benar istrinya. Kau beruntung sekali mendapatkan pria tampan ini”


“terima kasih, omong-omong kau siapa? tampaknya suami ku tidak mengenalmu?”


“aku Dira teman satu kampusnya dulu sewaktu di LA dan kami dekat”


“dekat? aku bahkan tidak mengenalmu. Pergilah sebelum aku marah!” usir Sean meletakan sendoknya dan menatap wanita yang bernama Dira dengan tajam. Andrea tertawa mendengar penuturan Sean membuat Dira merengut kesal dan pergi begitu saja.


“kamu benar tidak mengenalnya?” tanya Andrea ketika Dira sudah pergi entah kemana


“iya” jawab Sean jujur, memang Sean tidak mengenal wanita tadi. Andrea tersenyum karena suaminya ini benar-benar menggemaskan sekali, wanita cantik seperti Dira saja ia tidak mengenalnya.


“kalau aku?”


“tentu saja aku sangat mengenalmu sayang, kamu istriku, cintaku, calon ibu dari anak-anakku”


AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!

__ADS_1


To be continue,


__ADS_2