Terpaksa Menikahi Mafia 2

Terpaksa Menikahi Mafia 2
MUSIM 2 Part 30 : Why?


__ADS_3

Andrea menyiram taman bunga dikebun belakang dibantu oleh Sean, Andrea cemberut ketika mendapati bunga mawar yang layu dan hampiri mati.


“kenapa sayang?” tanya Sean khawatir ketika melihat Andrea cemberut.


“mawarnya layu sebentar lagi mati” jawab Andrea membuat Sean paham kenapa istrinya menjadi cemberut.


“beli lagi sayang”


“beli? Rasa nya beda, kan udah 3 bulanan aku rawat terus tiba-tiba mau mati gini, aku seperti tidak bisa merawat bunga”


Sean menghela nafas lalu mengelus punggung Andrea, Sean tidak tahu kalau Andrea akan begini. Sean mengambil pot lain dan memindahkan bunga mawar ke pot yang baru saja ia ambil.


“sayang, ini potnya belum dilubangi. Pantas saja layu” ujar Sean membuat Andrea melihat pot lama mawar.


“kamu benar, sepertinya aku tidak sengaja memasukan mawarnya ke pot itu”


“sekarang, tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Mawar yang kamu tanam pasti kembali subur lagii” ujar Sean membuat senyum Andrea terbit.


“terima kasih”


“iya sayang”


Andrea menyiram mawar yang baru saja Sean pindahkan kedalam pot baru, Andrea menatap Sean lembut.


“aku merindukan Koki Yun” ujar Andrea membuat Sean menatap Andrea dan tersenyum.


“rindu masakan koki Yun, sayang” ujar Andrea lagi membuat Sean menganggukan kepalanya. Sean mengambil ponselnya dari saku celananya lalu mengirimkan pesan pada koki Yun.


“yang memasak makan malam nanti koko Yun, bagaimana sayang?”


“jadi tambah sayang sama kamu” ujar Andrea mencium bibir Sean berkali-kali karena gemas pada Sean, suaminya ini benar-benar idaman sekali.


Kapan perkataan Sean tidak ditepati, lihatlah sekarang koki Yun benar-benar dirumah mereka. Tepat pukul 5 sore koki Yun sampai dan langsung mengeluarkan bahan-bahan memasaknya. Koki Yun menjadi kepala Koki di hotel utama perusahaan Sean.


Andrea tidak membantu ia hanya melihat cara masak koki Yun yang menurut Andrea sangat keren, memasak dengan api didalam wajan sama sekali belum terbayang dikepala cantik Andrea. setelah puas melihat koki Yun, Andrea menghampiri Sean yang sedang menonton televisi.

__ADS_1


“sayang” panggil Andrea membuat Sean menoleh pada Andrea dan tersenyum


“kenapa sayang?”


“besok kita dekor kamar baby ya” pinta Andrea membuat Sean menganggukan kepalanya,


“oke sayang”jawab Sean sambil mengelus sayang kepala Andrea, peralatan bayi sudah mereka beli seminggu lalu tapi belum mereka buka dari plastiknya karena Sean dan Andrea belum menemukan waktu yang tepat.


Makan malam telah tersaji dimeja makan, Andrea memakan masakan koki Yun dengan sangat lahab, sebenarnya masakan siapapun Andrea selalu makan lahab sehingga badannya membengkak seperti sekarang. Setelah memasak koki Yun langsung kembali ke hotel karena dia masih bekerja sekarang. Sean sudah menyuruh koki Yun pulang namun koki Yun menolak karena ia mencintai pekerjaannya dengan kata lain koki Yun adalah penggila kerja.


“pelan-pelan sayang”ujar Sean geleng-geleng kepala sambil mengelap sudut bibir Andrea yang belepotan.


“enak sekali sayang, aku lapar. Hehe”


Seperti biasa Sean hanya makan secukupnya saja, mengingat perutnya tidak terbiasa memakan makanan yang berlebihan tidak baik untuk lambung dan perutnya.


Andrea dibantu Sean mereka mencuci piring bersama, Andrea yang mencuci sedangkan Sean yang membilas. Tidak banyak yang Andrea mau dalam berumah tangga, seperti ini saja sudah membuatnya senang.


Setelah mencuci piring Andrea dan Sean duduk dibioskop rumah menonton film romantis rekomendasi dari papinya Andrea, Alvino.


Andrea bersandar didada bidang milik Sean sambil memakan popcorn nya sedangkan matanya berfokus didepannya sekarang.


Ditengah menonton Andrea tiba-tiba menangis membuat Sean menjadi cemas dibuatnya, Sean langsung menyingkirkan popcorn yang dipegang oleh Andrea tadi.


“sayang kenapa?” tanya Sean panik tapi tangis Andrea terus mengalir, Sean tidak bisa menggapai tisu langsung mengelap air mata Andrea menggukan kaosnya.


“sayang, katakan jangan membuatku cemas” ujar Sean lagi,


“kepalamu, kamu menghalangiku”ujar Andrea membuat Sean memundurkan kepalanya yang menutupi Andrea menonton.


“kenapa cinta mereka harus serumit itu” komentar Andrea mengelap air matanya dan menumpahkan ingusnya dikaos milik Sean. Sean tidak marah ia malah lega karena Andrea menangis karena menonton sama seperti dulu. Sean kembali membawa Andrea kedalam pangkuannya dan memberikan popcorn nya lagi pada Andrea.


“terima kasih sayang” ujar Andrea memakan popcornnya dengan mata menatap lurus kedepan.


“kalau membuatmu menangis jangan ditonton, bisa hancur satu bioskop ini kalau kamu menangis sekali lagi” ujar Sean membuat pandangan Andrea langsung berubah dan menatap Sean tajam.

__ADS_1


“jangan, aku suka filmnya. Ini film rekomendasi papi”


“tidak menangis, bagaimana”


“tidak janji”


“sayang kamu akan melihat isi bioskop ini hancur”


“tidak”


“melihatmu menangis membuat jantungku rasanya berhenti berdetak, menangis bahagiapun rasanya aku tidak rela air matamu turun sayang. Tidak boleh satu tetes air jatuh dari matamu, semakin banyak air mata yang keluar semakin lama jantungku berhenti berdetak rasa nya aku berada diambang kematian. Jadi sayang, jangan menangis lagi karena dengan cara apapun aku akan membuatmu bahagia”


Andrea terdiam seribu bahasa mendengar penuturan dari Sean, katakan siapa yang tidak tersentuh dengan punuturan Sean. Andrea sampai luluh karenanya.


Andrea bangkit dari duduknya membuat Sean mengerutkan keningnya, Andrea mengalurkan tangannya untuk membantu Sean berdiri.


“mau ke kamar kecil sayang?” tanya Sean membuat Andrea menggelengkan kepalanya/.


“sudah tidak minat lagi menonton” jawab Andrea membuat Sean tidak mengerti


“kenapa?”


“aku ngantu mau tidur, efek menangis aku jadi ngantuk” jawab Andrea membuat Sean menganggukan kepalanya.


Andrea sengaja mengatakan jika ia mengantuk karena ia takut menangis ketika menonton ending filmnya, ganre nya saja romantis sedih. Bayangkan saja jika Andrea manangis, bukan karena Andrea takut bioskop mini dirumah mereka rusak dan hancur berantakan hanya saja Andrea tidak mau membuat jantung Sean terasa berhenti berdetak karena melihat dirinya menangis. bila orang lain mendengar penuturan Sean tadi mungkin orang lain akan beranggapan Sean lebay, alay atau apalah sebutannnya tapi bagi Andrea itu adalah kalimat paling mengharukan yang pernah ia dengar.


“filmnya bagaimana sayang?” tanya Sean lagi membuat Andrea mengangkat kedua bahunya.


“biarkan saja sayang, sudah tidak minat lagi menontonnya. Besok kita nonton horor saja biar aku bisa tertawa”


“kalau bisa membuatmu tertawa, apapun itu sayang”


AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!


To be continue,

__ADS_1


__ADS_2