
Siang hari Andrea masih belum makan apapun, semua yang baru akan masuk kedalam perutnya langsung ia muntahkan. Sean tidak habis akan ia membuatkan salad buah untuk Andrea, jalan terakhir yang terlintas dikepala Sean.
“sayang dimakan dulu, dari tadi kamu belum makan apa-apa” ujar Sean lembuat membuat Andrea menggelengkan kepalanya lemah.
“sedikit saja, ah tidak dicoba dulu sayang. Kalau masih mual juga kamu boleh ga makan” ujar Sean membuat Andrea dengan amat terpaksa menuruti Sean untuk membuka mulutnya dan menerima suapan dari Sean.
Sean mengembakan senyum nya ketika Andrea sudah hampir menghabiskan salad buah buatannya, Andrea menggelengkan kepalanya ketika Sean kembali menyuapinya.
“sudah sayang” ujar Andrea membuat Sean menganggukan kepalanya, Sean mengembangkan senyumnya setidaknya Andrea memakan sesuatu.
“sekarang masih mual?” tanya Sean dengan lembut, ah siapapun pasti akan jatuh cinta pada sosok Sean ini.
“tidak, tapi aku mengantuk” jawab Andrea membuat Sean menganggukan kepalanya lalu meletakan mangkuk salad keatas meja.
“mau peluk” ujar Andrea lagi membuat Sean tersenyum, dengan senang hati Sean langsung tidur disebelah Andrea dan memeluknya dengan erat. Sean mencium wangi rambut Andrea dalam-dalam, Sean tidak membual tentang rambut Andrea yang wangi.
__ADS_1
Sean bangun dari tidur nya ketika memastikan Andrea sudah benar-benar terlelap, Sean mengambil laptopnya diruang kerja lalu membawanya kembali kekamar. Sean melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda. Sudah banyak sekali email dan pesan yang berasa dari Dave yang memintanya cepat menyelesaikan pekerjaannya.
Hanya butuh waktu 1 jam bagi Sean menyelesaikan pekerjaannya hingga benar-benar selesai, Sean meregangkan badannya lalu menutup laptopnya.
Sean mengambil buku panduan ibu hamil yang kemarin ia titipkan pada Dave, Dave misuh-misuk ketika Sean memintanya membelikan buku bumil.
Andrea membuka matanya ketika tidak merasakan pelukan hangat suaminya, ketika Andrea ingin bangkit dari tidurnya Andrea melihat Sean yang sedang duduk sambil membaca. Andrea mengurungkan niatnya untuk bangkit dari tidurnya lalu menatap Sean yang sangat tampan dengan kaca mata itu. Ah, suaminya benar-benar tampan bagaimana ini? Andrea semakin jatuh cinta pada sosok Sean.
Cukup lama Andrea menatap Sean yang sedang membaca buku yang Andrea tidak tahu buku apa, Andrea memutuskan untuk bangkit dari tidur nya lalu menghampiri Sean.
“ini panduan ibu hamil” jawab Sean sambil mengembangkan senyumnya membuat Andrea mengerutkan keningnya.
“kenapa?”
“kenapa apa sayang?” tanya Sean bingung
__ADS_1
“kenapa kamu baca ini?”
“kok malah ditanya, ini untuk kamu sayang. Jaga-jaga siapa tau ada yang perlu aku bantu untuk mengurus istri kesayangan aku” jawab Sean mengembangkan senyumnya membuat Andrea terharu jadinya. Tuhan benar-benar menciptakan Sean dengan sangat-sangat sempurna, jika Andrea dilahirkan kembali dikehidupan selanjutnya Andrea tetap ingin menjadi istri dari Sean Martadinata. Pria yang memiliki kasah sayang yang tulus serta tampan dan mapan. Semua wanita bahkan rela bertekuk lutut didepan Sean hanya untuk mendapatkan Sean.
“terima kasih”
“untuk?”
“semuanya” jawab Andrea membuat Sean mengembangkan senyumnya
“ucapan terima kasihnya yang benar sayang” ujar Sean membuat Andrea mengerutkan keningnya lalu detik kemudian ia tersadar lalu mencium Sean, Sean yang mendapat ciuman langsung membalas ciuman dari istrinya.
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!
To be continue,
__ADS_1