Terpaksa Menikahi Mafia 2

Terpaksa Menikahi Mafia 2
MUSIM 2 part 18 : Jalan-jalan Sore


__ADS_3

Selesai mengerjakan pekerjaannya dan Dave juga sudah pulang, Sean masuk kedalam kamar dan menemukan Andrea sudah rapi sekali. Cantik, walau hanya menggunakan polesan yang sederhana tetap saja istrinya ini terlihat sangat cantik.


“kamu siap-siap, aku mau jalan-jalan sore disekitar komplek” ujar Andrea membuat Sean tersenyum lalu menganggukan kepalanya dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan badannya terlebih dahulu.


Seperginya Sean untuk mandi Andrea menyiapkan kaos santai serta celana pendek untuk Sean, Andrea sengaja mengajak Sean untuk berkeliling karena Andrea ingin tahu jalanan dikomplek mereka dan berkenalan dengan tetangga. Ya, walaupun tidak semua tetangga setidaknya Andrea mengenal satu dua tetangga mereka.


Setelah Sean mengganti pakaian santai yang telah ia siapkan, Andrea membantu Sean untuk mengeringkan rambutnya. Dengan telaten Andrea mengeringkan rambut Sean membuat senyum Sean tidak kunjung hilang dari wajahnya.


“came on baby” ujar Andrea setelah mengeringkan rambut Sean, Sean tersenyum lalu bangkit dari duduknya dan memeluk pinggang ramping Andrea dengan posesif.


“ayo sayang”


Jalan-jalan sore benar-benar membuat Andrea lelah tapi ia tidak bisa mengeluh karena Andrea sedang malas untuk mengeluh sekarang.


“sayang capek?” tanya Sean, beruntunglah Sean ini adalah pria yang peka terhadap wanita apalagi terhadap Andrea, istrinya.


Andrea menganggukan membuat Sean terkekeh lalu berjongkok didepan Andrea, Andrea yang sadar dengan tindakan Sean langsung menaik kepunggung Sean.


Andrea dan Sean sudah menyapa tetangga mereka dengan Andrea yang masih digendongan Sean, mata cantik Andrea menatap taman komplek.

__ADS_1


“sayang ketaman yuk” bisik Andrea tepat ditelinga Sean, membuat Sean menganggukan kepalanya lalu meneratkan pegangannya agar Andrea tidak terjatuh


“duduk disini sayang?” tanya Sean mendudukan Andrea dikursi taman,


“mau kemana?” tanya Sean ketika Andrea bangkit dari duduknya membuat Sean langsung menghampiri Andrea yang berjalan lebih dulu.


“mau makan ini” ujar Andrea sambil menyengir kuda dan menunjuk penjual es krim rasa rujak.


“pak, satu” ujar Sean membuat pedagang itu menganggukan kepala dan membuatkan untuk Andrea


Andrea membawa Sean kembali duduk dikursi taman sambil melihat anak-anak yang sedang bermain bola dilapangan.


“apa rasanya sayang?”


“unik, es krimnya kayak rujak gitu”


“kan rasa nya rujak sayang”


“eh, iya ya. Mau coba?” tanya Andrea sambil menyengir kuda lalu menyodorkan sendok es krim rujak kemulut Sean. Walaupun tidak merasakan apapun, Sean tetap memakannya seperti Andrea yang menikmati es krim rujaknya.

__ADS_1


“HEI! KALIAN! UNCLE INI KATANYA MAU IKUTAN MAU BOLA! BOLEH TIDAK!” teriak Andrea membuat anak-anak yang tadinya fokus bermain bola menoleh pada Andrea dan Sean.


“sayang!” panggil Sean pelan membuat Andrea mengedip-ngedipkan matanya.


“apa?” tanya Andrea seperti tidak ada yang terjadi.


“kamu memang yang tebaik, hitung-hitungkan belajar jadi ayah yang baik” ujar Sean membuat Andrea menatap Sean tidak percaya.


“UNCLE JADI APA ENGGA!” teriak salah satu dari mereka membuat Sean melambaikan tangannya.


“JADI, SEBENTAR!”


“sayang, aku kesana dulu ya. Kamu lihat betapa jago nya suami kamu bermain bola!” ujar Sean sambil tersenyum pada Andrea membuat Andrea menganggukan kepalanya.


Sean sudah menghampiri anak-anak dilapangan, mereka berunding untuk menentukan grup mereka. Mereka sudah mulai bermain bola, Andrea menatap suami nya dan anak-anak yang sedang bermain bola sekarang. Peandangan yang indah sekali yang sayang sekali untuk dilewatkan.


AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!


To be continue,

__ADS_1


__ADS_2