
Sean tidak bisa menghilangkan senyum dijawahnya, kenapa? Karena Sean sangat bahagia sekarang. Iya sangat bahagia.
Sean tidak menyangka ulang tahun nya akan dirayakan, Andrea ingat ulang tahunnya saja Sean masih tidak menyangka sama sekali.
“hadiah dari Cessa kak” ujar Cessa memberikan kado pada Sean.
“walaupun tidak mahal, harus diterima kak” ujar Cessa lagi membuat Sean tersenyum lalu menganggukan kepalanya.
“terima kasih”
Alex, Lyin, Dave juga memberikan kado pada Sean, sebenarnya Sean tidak membutuhkan kado tapi entah kenapa hatinya merasa menghangat menerima hadiah dari orang terdekat nya.
Taman belakang sudah dihias indah sedemikian rupa, dan Andrea telah membuatkan nya kue ulang tahun serta yang lainnya juga memberikan kado untuknya.
“hadiah dari kak Dhea mana?” tanya Lyin membuat Andrea mengerutkan kening dan menghampiri Sean dan memeluk Sean erat.
“masih butuh kado dari ku sayang? Mereka sudah memberimu banyak kado padahal” ujar Andrea membuat Sean menggelengkan kepalanya, Sean tidak membutuhkan kado dari Andrea karena apa kehadiran Andrea sendiri sudah menjadi kado baginya.
“tapi tetap saja aku ingin memberikan mu kado sayang” ujar Andrea merenggangkan pelukan mereka dan mencium sekilas Sean.
__ADS_1
“hadiahnya aku, Dhea. Haha” ujar Andrea tertawa garing membuat Sean tertawa renyah.
Membuat Lyin, Alex, Cessa, dan Dave hanya geleng-geleng kepala namun Dave dan Lyin mengucap syukur karena melihat tawa renyah Sean yang selalu muncul ketika bersama Andrea. mereka benar-benar bersyukur atas itu.
“ah, salah. aku dan anak kita” ujar Andrea lagi lalu memeluk Sean lebih erat, Sean mencium rambut Andrea sayang.
“bagaimana sayang, kamu senang dengan hadiah yang aku berikan?” tanya Andrea membuat Sean menganggukan kepalanya.
“sangat senang sayang, terima kasih”
“aku mencintaimu”
Setelah pesta ulang tahun dan pemberian kado, sekarang taman belakang menjadi tempat bbq, iya Andrea sengaja melakukannya karena Andrea tidak sempat memasak makan malam.
Andrea menyuruh Sean untuk duduk menunggunya sementara Andrea yang memanggang daging, tentu saja dibantu oleh Lyin dan Cessa.
Andrea menyajikan daging yang sudah ia panggang diatas meja, lalu duduk disamping Sean.
“nasi gorengmu sayang” ujar Sean membuat Andrea menepuk kepalanya pelan, benar sekali Andrea melupakan nasi goreng seafoodnya.
__ADS_1
“aku ambilkan sebentar” ujar Sean mengambil nasi goreng yang tadi ia beli di Sumatra yang berada didapur.
Andrea tersenyum menatap Sean yang menghampirinya dengan membawa nasi goreng yang sudah Sean salin kedalam piring.
Andrea memakan nasi goreng yang dibawakan Sean dengan lahap, walaupun sudah dingin Andrea tetap menikmatinya. Benar, suaminya sudah jauh-jauh membelinya maka Andrea harus menghabiskannya.
“enak kak?” tanya Alex menatap Andrea dan yakinlah Alex sekarang sudah mengiler melihat nasi goreng yang dimakan oleh Andrea.
“tentu saja, suami tercintaku membelinya” jawab Andrea membuat Alex berekting seakan-akan ingin muntah.
“kamu mau Lex, nanti Cessa belikan” ujar Cessa membuat Alex menggelengkan kepalanya.
“ga jadi”
“cinta jangan ditolak Lex, apalagi cuek-cuek. Diambil orang gimana. Benar ga sayang?” ujar Lyin membuat Alex menggelengkan kepalanya. Dave hanya menganggukan kepalanya, benar apa yang dikatakan Lyin.
“ga akan!”
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA
__ADS_1
To be continue,