
Hari ini Andrea dan Sean memutuskan untuk menanam bunga ditaman belakang, sengaja belum Sean letakan atau memerintahkan orang lain untuk menanam bunga karena Sean tahu Andrea ingin menanam bunga Sendiri.
“sayang ini letak kemana?” tanya Sean membuat Andrea menghampiri Sean,
“sebelah sini sepertinya bagus, sayang” jawab Andrea sambil tersenyum membuat Sean menganggukan kepalanya.
Karena susah memakai sarung tangan Andrea melepaskan sarung tangannya, Sean yang melihat itu langsung mendatangi Andrea dan ingin memasangkan kembali sarung tangan pada Andrea namun Andrea menggelengkan kepalanya.
“susah, tidak nyaman juga” ujar Andrea cemberut pada Sean
“nanti tanganmu terluka sayang,” ujar Sean tambah membuat Andrea cemberut.
“tidak akan! Benar”
“tetap saja sayang harus dikenakan! Satu saja bagaimana?” tawar Sean membuat Andrea menganggukan kepalanya lalu memasang sarung tangan nya kembali ditangan kanannya. Sean tersenyum lalu melepaskan sarung tangan sebelah kirinya lalu mengelus sayang kepala Andrea.
Kurang lebih 2 jaman mereka berada ditaman belakang sambil menanam bunga, Andrea berdiri disamping Sean ia meresa sangat puas dengan tataan bunga yang mereka tanam sendiri.
__ADS_1
“taman ini akan menjadi taman yang cantik sayang” ujar Sean membuat Andrea menganggukan kepalanya.
“Seperti dirimu” ujar Sean lagi membuat wajah Andrea langsung merona, padahal Sean sudah sering mengombal padanya tetap saja Andrea merasa blushing. Sean tersenyum melihat Andrea yang sekarang sedang memerah, lalu menoel dagu istrinya.
“istrinya siapa ini? menggemaskan sekali” ujar Sean membuat wajah Andrea bertambah merona, namun detik kemudian Andrea memberanikan menatap Sean.
“menggemaskan? Memangnya aku bayi?” tanya Andrea meninggalkan Sean sambil memegang kedua pipinya yang masih terasa panas.
Sean senyum-senyum tidak jelas, memang menggemaskan istrinya itu. Sean berlari mengejar Andrea dan masuk kedapur.
“apa saja sayang, kamu sudah cuci tangan?” jawab Andrea balik bertanya pada Sean.
“sudah sayang, jus tomat?” tanya Sean membuat Andrea menggelengkan kepalanya membuat Sean mengerutkan keningnya. Biasanya Andrea sangat menyukai yang berhubungan dengan tomat.
“lagi tidak mau minum tomat, susu es sayang” ujar Andrea setelah mencuci tangannya dengan bersih.
“susu es? es susu?”
__ADS_1
“iya maksudnya itu sayang, ish"
Sean hanya terkekeh geli lalu membuat kan es susu untuk Andrea. Sean tentu saja meminum air putih saja karena baginya sama saja.
“ini sayang”
“terima kasih sayang” ujar Andrea mencium pipi kanan Sean,
“habiskan sayang, aku tidak terima ucapan terima kasihmu” ujar Sean membuat Andrea mengerutkan keningnya. Walaupun tidak mengerti Andrea tetap menganggukan kepalanya lalu menghabiskan susunya.
“ap..” ucapan Andrea terpotong karena Sean langsung mencium bibirnya dengan lembut, Andrea mendapatkan ciuman mendadak langsung membalas ciuman lembut Sean. Andrea mengalungkan tanganya keleher Sean dan naik kegendongan Sean dengan kaki yang melingkar dipinggang Sean. Sean melepaskan ciuman mereka setelah keduanya kehabisan nafas. Sean menempelkan dahi mereka lalu tersenyum pada Andrea.
“sekarang terima kasih harus seperti itu sayang” ujar Sean membuat Andrea menganggukan kepalanya lalu Sean membawa Andrea masuk kedalam kamar melanjutkan aktifitas yang tertunda didapur. Dan kalian sudah bisa menebak itu,
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!
To be continue,
__ADS_1