Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )

Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )
Penantian.


__ADS_3

Ke esokan hari nya aku bangun pagi , bersiap-siap untuk bekerja kembali. Melakukan aktivitas yang biasa aku lakukan sebelum berangkat kerja.


Setelah semuanya selesai , aku keluar rumah mengunci pintu dan berjalan. Langkah pertama aku ucapkan Bismillah , agar mulai hari ini aku bebaskan hatiku dari dia.


Saat aku berjalan tak lama Dewi menghampiriku.


" Heyy , kamu sudah sehat? Dan siap untuk bekerja hari ini.? " Tanya Dewi.


" Insyallah Dew , aku siap. " Jawabku dengan tersenyum tipis.


Aku berjalan bersamaan dengan Dewi. sepanjang jalan Dewi menceritakan kejadian-kejadian dikantor selama aku tidak bekerja.


Tak terasa aku sudah berada di halaman kantor , aku masuk ke dalam kantor seperti pegawai baru. Yang malu dengan suasana dikantor.


" Nazwa , apa kabar? kamu sudah sehat?. " Tanya Bu Hilda menghampiri ku di lobi.


" Iyah bu , alhamdulillah saya sudah sehat. "


" Kalo begitu selamat bekerja kembali. " Lanjut Bu Hilda memberi semangat padaku.


Aku tersenyum tersipu malu , dan melanjutkan ke dapur kantor untuk berganti pakaian.


Di dalam dapur kantor , semua teman OB yang lain menanyakan kabarku yang lama tak masuk. Dan mereka memberiku semangat kembali.


Aku merasa senang karna mereka semua begitu peduli padaku. Setelah berganti pakaian , aku bergegas membawa peralatan bersih-bersih ke ruang karyawan.


Ketika aku sedang menyapu , ada salah satu karyawan menyapaku.


" Hey , kamu baru keliatan lagi. Kemana aja? " Tanya seorang karyawan laki-laki.


" Iyah , saya baru masuk lagi hari ini. Karna beberapa hari kemarin sakit. " Jawabku.


" Oh begitu. " Sahutnya lagi.


Aku melanjutkan lagi bekerja , menyapu , mengepel ruangan dan mengelap kaca disana.


Setelah membersihkan ruang karyawan , ketika akan pindah tempat Bu Hilda memanggilku.


" Nazwa , Nazwa !!! " Panggil Bu Hilda. Sambil menghampiriku.


" Iyah bu , ada apa.? " Jawabku.


" Pak Galih ingin dibuatkan kopi sama kamu , dan dia pengen kamu juga yang mengantarnya. "

__ADS_1


" Iyah bu. " Jawabku dengan terpaksa.


Aku berjalan ke dapur kantor untuk membuatkan kopi untuknya.


" Apakah aku siap untuk bertemu dia lagi , setelah kemarin aku memutuskan untuk menjauhinya. " Gumamku dalam hati.


Setelah membuat kopi , aku mengantarkan ke ruangannya.


Saat berada di depan pintunya , aku menarik napas dengan panjang menenangkan hatiku agar tidak gugup.


Tok , tok , tok!!!!


Dengan membuka pintu ruangannya.


" Saya mau nganterin kopi. " Ucapku sambil meletakkan kopi diatas mejanya.


Galih yang terdiam duduk di kursinya , berdiri dan memegang tanganku.


" Nazwa , aku mohon beri aku waktu untuk menyelesaikan masalah ku. jangan kau jauhi ku seperti ini. " Ucapnya dengan wajah memelas.


Aku melepaskan tangannya , dan melangkah pergi keluar ruangan.


Aku tak ingin menjawab , karna jika aku menjawabnya perasaan itu tidak akan hilang.


Namun tak lama Dewi datang menghampiriku.


Dewi berkata sambil menepuk pundakku. " Sudah lah Nazwa , jangan kau pikirkan lagi dia buang saja perasaan mu. Jika kamu masih terus memaksakannya akan lebih sakit yang kamu rasakan. "


" Keinginanmu bersama nya hanyalah sebuah mimpi buruk bagimu , karena semua itu tak mungkin. Walaupun itu mungkin akan butuh waktu lama untuk memahami keadaan dia diatas. Kamu harus pahami kita ini berbeda kasta. " Lanjut Dewi meneruskan.


...****************...


Aku hanya terdiam mendengar semua yang Dewi bicarakan semua nya benar. Semua ini hanya akan membuat ku terluka saja. Aku harus kubur perasaan dan harapan bersamanya.


Dewi duduk disampingku , dan memeluk karna Dewi tau jika aku butuh sandaran teman untuk berbagi keluh ,kesahku.


" Terima kasih Dew , kamu sudah mau jadi teman baikku. Disaat senang maupun susah. " Ucapku dengan tersenyum padanya.


" Sudah lah , kita itu sudah berteman lama. Aku mengenal seperti apa kamu. Aku anggap kita keluarga , maka berbagilah keluh , kesahmu padaku. " Jawabnya.


Aku dan Dewi saling menguatkan satu sama lain.


" Yasudah jangan nangis lagi , mendingan kita lanjut lagi kerja takut Bu Hilda nanti marah. " Ajak Dewi.

__ADS_1


Aku mengangguk , dan bergegas ke dalam kantor melanjutkan pekerjaan ku yang tertunda tadi.


Aku melanjutkan pekerjaan ku , hingga jam kerja ku selesai. Setelah itu aku bergegas mengganti bajuku dan pergi keluar kantor pulang bersama Dewi.


Galih hanya bisa melihatnya dari kejauhan , karna dia tak ingin melukai perasaan Nazwa lagi. Galih bertekad dia akan segera menyelesaikan masalahnya.


Galih keluar kantor , setelah melihat Nazwa keluar dan pulang. Galih memikirkan cara agar perjodohan itu dibatalkan.


" Apa aku bicara aja sama Mamah , buat bujuk Papah batalkan perjodohan ini? Aku harus coba?. " Gumam Galih dalam hati.


Galih pulang , namun ketika di jalan dia melihat Nazwa dan Dewi yang baru sampai dijalan gang rumah mereka. Galih pelankan laju mobilnya , agar bisa melihat Nazwa walaupun sekejap. Karna saat ini melihatnya dari kejauhan yang bisa dilakukan.


Setelah Nazwa masuk gang rumahnya , laju mobil Galih di percepat lagi agar segera sampai ke rumah. Dan bicara pada Ibunya tentang recanannya.


Sesampainya dirumah , Galih masuk dan langsung mencari Ibunya. Galih mencari ke dapur dan bertanya pada Bi Inah.


" Bi , lihat Mamah gak? " Tanya Galih dengan terburu buru.


" Nyonya pergi sama Tuan Den , mungkin sebentar lagi mereka dateng karna sudah dari tadi. " Jawab Bi Inah.


Dengan sedikit karna Ibunya tidak ada , akhirnya Galih memutuskan untuk menunggu Ibunya datang. Galih pergi ke kamarnya , membersihkan badan dan berganti baju.


Setelah beberapa menit Ibunya menemui Galih dikamar , karna Bi Inah langsung menceritakan jika Galih mencarinya.


" Galih , boleh Mamah masuk? " Ketuk Mamahnya di depan kamar Galih.


" Masuk aja Mah. " Jawab Galih.


Ibunya pun masuk ke dalam kamar , dan bertanya kenapa Galih mencarinya. Galih langsung membicarakan apa yang Galih inginkan , namun Ibunya sedikit terkejut dengan permintaan Galih tersebut.


Ibunya berkata " Nak , Mamah gak bisa lakuin itu karna Mamah takut Papah kenapa-kenapa"


" Tapi Mah , Galih gak mau dijodohkan sama Yeselin. " Jawab Galih dengan sedikit memelas.


Ibunya Galih menjelaskan alasan kenapa Galih di jodohkan dengan Yeselin. Karna dulu sewaktu Papahnya masih menjadi Direktur diperusahan itu , pernah mengalami ke bangkrutan dan mempunyai hutang yang begitu banyak pada Bank. Hingga akhirnya Perusahaan yang dimiliki Ayah Yeselin membantunya dari masalah besar.


Maka dari itu lah , pada saat Papah tau Galih pernah mempunyai hubungan dengan Yeselin. Papahnya berniat menjodohkanmu dengan Yeselin karna rasa terima kasih pada Ayahnya.


" Apa Mah....??? " Jawab Galih mendengar penjelasan Ibunya.


Galih terkejut mendengar semuanya , dan alasan Papahnya yang kekeuh ingin menjodohkan Galih.


Galih merasa begitu kecewa pada dirinya sendiri , karena harapannya untuk memperjuangkan Nazwa akan berakhir pilu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2