Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )

Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )
Epd 32


__ADS_3

...Setelah mendengar perkataan manager , Radit hanya menundukkan kepala dan mengheula nafas panjang....


" Gimana yah , keadaan Nazwa sekarang.? Aku masih saja khawatir. " Gumam Radit sambil berjalan melanjutkan lagi pekerjaan lainnya.


Beralih ke Nazwa dan Dewi yang masih di klinik tempat Nazwa dirawat. Nazwa menanyakan bagaimana perkembangan Galih dan Yeselin yang akan segera menikah. Nazwa juga ingin tahu bagaimana sikap Galih semenjak dia gak tidak lagi bekerja disana.


" Coba dew , kamu ceritakan bagaimana persiapan pertunangan Galih Yeselin , dan ceritakan juga bagaimana sikap dia selama aku tak lagi bekerja disana.? " Tanya Nazwa yang penasaran.


Dewi akhirnya menceritakan semua yang ingin di dengar Nazwa , dan semua yang di ingin tahu Nazwa tentang kehidupan Galih tanpa dia disisinya.


Mendengar cerita Dewi yang panjang lebar tentang Galih dan pertunangannya , Nazwa hanya mengheula nafas karena pertunangan itu akan segera diselenggarakan lusa.


" Kamu bisa datang kok , karena itu akan menjadi pesta pertunangan terbuka. " Ucap Dewi.


" Tapi , apakah aku bakalan sanggup lihat Galih bertukar cincin dengan wanita lain. " Jawabnya dengan melamun.


" Kamu pasti kuat hadapinya. Hem , bawa aja Radit ke pesta itu sebagai pemdampingmu. " Cetus Dewi pada Nazwa.


Mendengar saran Dewi untuk mengajak Radit , Nazwa langsung berpikir tentang Radit.


" Bener juga sih kata Dewi , aku ajak Radit aja yah. " Gumamnya.


Setelah mereka berdua membicara semua hal , Dewi keluar dari ruang perawatan untuk mencari makan malam untuk Nazwa dan dirinya.


" Aku keluar dulu , cari makan malam buat aku sama kamu. " Ucap Dewi.


Nazwa hanya menganggukan kepala , Dewi pun langsung pergi keluar ruang perawatan dan keluar klinik mencari restoran terdekat.


Saat Dewi pergi, Nazwa beristirahat dan tertidur lagi sambil menunggu Dewi kembali.


Dewi yang baru saja keluar klinik , dia di kagetnan dengan seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang. Dewi berbalik dan ternyata itu Galih yang sudah berada disana. Setelah perginya Yeselin dari kantornya , Galih langsung bergegas ke klinik karna dia takut jika menghubungi Dewi , Nazwa akan penasaran dan menanyakan semuanya.


" Pak Galih. ? " Ucap Dewi dengan mata melotot yang kaget.


" Sutttt.... !!! jangan kencang nanti Nazwa denger. " Jawab Galih menutup bibir Dewi dengan satu tangan.


Melihat tangan Galih yang ada di bibirnya u Deei hanya terdiam malu pada Galih.


" Enggak kok pak , Nazwa gak akan denger juga. Kan ini jauh dari kamarnya. " Ujar Dewi.


" Eh , iyah yah. Maaf , maaf. " Ucap Galih.


" Kamu mau kemana.? " Tanya Galih lagi.

__ADS_1


" Saya mau cari makan pak. " Jawab Dewi dengan gugup.


" Gak usah , ini saya bawa makanan untuk kamu dan Nazwa. " Sambil memberikan paperbag pada Dewi.


" Terima kasih pak. " Jawab Dewi dengan tersenyum.


Galih menanyakan keadaan Nazwa sekarang pada Dewi. Dewi memberitahu bahwa keadaan Nazwa sekarang mulai berangsur baik , Dewi juga bilang kalo tadi Nazwa menanyakan persiapan pertunangannya Galih.


Mendengar Dewi bicara seperti itu sontak membuat Galih marah.


" Kenapa kamu bilang sama dia sih. " Ujar Galih dengan geram.


" Maaf pak , karna Nazwa memaksa untuk menceritakan semuanya. " Jawab Dewi dengan menundukan kepala.


" Kamu dapat informasi tentang siapa Radit , dan kenapa mereka bisa sedekat itu.? " Tanya Galih.


Ternyata Galih menyuruh Dewi untuk menggali informasi tentang siapa Radit. Dewi juga bercerita jika Nazwa dan Radit tak memiliki hubungan dan hanyalah sebagai teman kerja biasa.


Mendengar seperti itu membuat Galih sedikit bernafas lega , namun dia juga mesti berhati-hati pada Radit yang bisa saja dia akan mengambil hati Nazwa.


Selepas mbicarakan semuanya , Galih menyuruh Dewi untuk kembali ke kamar Nazwa dan menemaninya. Dan Galih juga bergegas pergi meninggalkan klinik dan langsung kembali ke kantornya.


Karna jika di tak kembali ke kantor , dia takut jika Yeselin akan kembali kesana.


...****************...


Radit pun di tegur oleh manager restaurant karna ke keliruannya salah memberikan minuman pesanan pada pelanggan.


" Kamu kenapa sih dit , dari tadi saya perhatikan kerjaan mu enggak beres semua. Sampai-sampai kerjaan yang sepela aja kamu salah. " Ujar manager dengan nada yang sedikit tinggi.


Radit hanya bisa menundukan kepalanya dan meminta maaf pada manager atas kesalahannya.


" Saya maafkan kamu untuk kali ini saja , saya gak mau lihat kinerja kamu yang buruk seperti ini karna bisa mengganggu pekerja yang lain. " Ujar manager nya lagi memberikan kesempatan pada Radit.


Manager berjalan pergi meninggalkan Radit yang masih berdiri di samping dalam restaurant. Memikirkan kesalahannya hari ini , karena dia terlalu memikirkan keadaan Nazwa yang berada di klinik.


Radit mengheula nafas panjang , memulai lagi pekerjaannya dengan teliti dan baik.


Galih yang masih dalam perjalanan menuju kantor , mendapat telpon dari Yeselin.


Kringg... !!


Kring... !!!

__ADS_1


Galih berhenti sejenak dan melihat handphonenya , dan mengankat telpon dulu.


" Iyah halo. " Ucap Galih.


" Kamu dimana , kok kamu gak ada di kantor.? " Ucap Yeselin menanyakan keberadaan Galih.


Ternyata benar dugaan Galih , Yeselin akan kembali ke kantor itu lagi.


" Aku lagi di jalan mau ke kantor , habis beli makan sama kopi. Mumet di kantor terus. " Jawab Galih mencari alasan.


" Oh gitu , yaudah aku tunggu kamu yah. " Ujar Yeselin , mematikan telponnya.


Galih melanjutkan lagi perjalanannya , agar Yeselin semakin tak curiga dengannya.


Ketika Galih sudah dekat dengan kantornya dia berhenti di depab Caffe tempat dia sering bertemu dengan Nazwa. Dia keluar dari mobil dan langsung masuk memesan satu kopi untuk dibawa ke kantor.


Setelah memesan kopi dia kembali ke mobilnya , dan melanjutkannya ke halaman parkir kantornya. Dia bergegas masuk ke dalam kantor dengan terburu-buru menuju ruangannya , dimana Yeselin sudah menunggunya disana.


Ketika didepan pintu ruangannya , dia berdandan sejenak agar tak membuat Yeselin curiga. Selepas itu dia masuk ke dalam ruangannya.


" Dari mana sayang , aku dari tadi nunggu kamu lho. " Ucap Yeselin dengan manja.


" Aku kelur beli kopi , karna mumet banyak pekerjaan. " Jawab Galih dengan sedikit gugup.


" Oh gitu. " Jawab Yeselin dengan senyum


Setelah itu Galih terduduk di kursinya dan melanjutkan lagi pekerjaan nya yang tadi di tinggalkan.


Yeselin menunggu nya lagi di sofa , sembari memerhatikan Galih yang sedang bekerja.


" Yank , kamu gak ada niatan gitu buat goda aku.? " Ucap Yeselin dengan tersenyum.


" Goda gimana maksudnya.? " Tanya Galih.


" Ya... bilang aku cantik gitu. " Jawab Yeselin tersenyum malu.


" Kenapa aku harus goda kamu ,memang kamu itu sudah cantik. " Jawab Galih memuji Yeselin.


Mendengar perkataan Galih , Yeselin menjadi semakin berbunga-bunga. Dan menjadi semakin terpincut pada Galih.


Padahal Galih mengatakan itu , hanya pura-pura agar Yeselin terdiam dan tak mengganggunya lagi.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2