
Sebelum aku pergi dari pintu ruangannya Galih , aku sedikit mendengar kalau Galih masih ingin memperjuangkan aku dan ingin membatalkan pertunangannya. Namun Yeselin begitu marah , hingga dia menampar Galih.
Prakkkkk......!!!!
Mendengar itu semua aku langsung pergi dari tempat itu , Namun apesnya aku. Aku malah menyenggol vas bunga yang ada diujung lorong ruangan Galih.
Aku terkejut dan langsung menaiki lift. turun ke dapur kantor.
Galih dan Yeselin , mendengar itu langsung terdiam. Yeselin melihatnya keluar ruangan namun tidak ada siapa-siapa. Yeselin hanya melihat vas bunga yang hancur.
" Pasti tadi Nazwa ada disini , dan dia juga pasti mendengar pembicaraan aku dengan Galih. " Gumam Yeselin dalam hati.
Yeselin masuk keruangan Galih lagi , dan memperingatkan Galih untuk tetap menjalankan rencana kedua orangtua nya. Yang ingin Galih dan Yeselin bertunangan , jika tidak Galih juga keluarganya harus menanggung akibatnya.
Setelah Yeselin dan Galih bertengkar , dan Yeselin mengancam Galih. Yeselin langsung meninggalkan Galih sendirian diruangannya.
Galih yang mendengar ancaman Yeselin , menjadi semakin marah , dan kebingungan.
" Sekarang saya harus bagaimana.. ??? " Ucap Galih berteriak dan tangannya meninju tembok.
Dan ternyata sebelum Yeselin meninggalkan kantor Galih. Yeselin menghampiri Nazwa didapur kantor.
Brakkk... !!!! membuka pintu dapur.
" Nazwa ... !!! " Ucap Yeselin dengan marah.
Aku terkejut mendengar dan melihat Yeselin masuk ke dapur kantor.
" Tadi Lo kan yang jatuhin vas bunga didekat ruangan Galih. Dan Lo juga denger apa yang Gue bicarain sama Galih hah... ??? Denger ya , Gue bakalan dapetin Galih apapun caranya. Ngertii.... !!! " Ucap Yeselin sembari menatap wajahku dengan tajam.
" Denger ya Yeselin , Lo gak akan dapetin yang Lo mau kalau dengan sifat Lo yang hanya bisa kasar. Lo juga dengerkan apa yang Galih bilang kalau dia akan tetap perjuangin Gue. " Jawabku.
__ADS_1
" Lo bakalan nyesel Nazwa , Lo salah berhadapan dengan Gue. " Lanjut Yeselin. Dan pergi meninggalkan aku di dapur kantor.
Setelah Yeselin pergi dari dapur, aku langsung terduduk lemas tak berdaya , ketika Yeselin mengancamku lagi.
Aku hanya bisa melamun dan memikirkan semua perkataan Yeselin.
Hingga akhirnya waktu jam pulang. Aku mengganti pakaianku dan lekas pulang sendirian.
Namun baru sampai depan gerbang , Galih mengajakku menaiki mobilnya dan mengantarkan aku pulang.
Ketika dijalan Galih menceritakan kalau Yeselin datang ke kantornya.
" Tadi Yeselin datang ke kantor , kamu tahukan? " Tanya Galih.
Aku hanya menganggukkan kepala.
Galih menceritakan apa yang terjadi diruangannya saat bersama Yeselin. Galih bertengkar dengan Yeselin tentang masalah perjodohan dan pertunangan ini.
Namun ternyata salh dugaanku , Yeselin mengancam Galih dan akan menghancurkan keluarganya jika Galih tetap menolak keinginannya.
Aku kaget mendengar cerita Galih , bahwa Yeselin mengancam Galih juga. Aku semakin was-was dengan ancaman-ancaman Yeselin.
...****************...
Tak lama kita berdua mengobrol , tak terasa kita sudah sampai di jalan gang rumahku.
Aku turun dari mobil Galih , dan mengajak Galih untuk kerumahku. Namun Galih menolaknya , yang dia bilang akan mengurus Yeselin.
Tak lama Galih pun pergi dari jalan ini. Aku berbalik dan melangkah menuju gang ke rumah.
Aku berjalan dengan melamun , membayangkan nasib orang-orang yang disekeliling ki dan Galih akan hancur jika kita berdua tetap egois.
__ADS_1
Namun ketika aku sampai didepan rumah , barang-barangku sudah ada diluar rumah semuanya.
" Apa yang terjadi , kenapa barang-barangku diluar semua.? " Jawabku yang terkejut.
Muncul pemilik kontrakan dari dalam rumah.
" Nazwa , kamu pergi dari rumah ini. Karena rumah ini akan dikontrakan lagi oleh orang yang berani membayar lebih. " Ucap pemilik kontrakan.
" Siapa bu , saya kan baru bayar kemarin untuk bulan ini. Dan saya juga gak telat bayar kok bu.? " Tanya Nazwa lagi.
" Nih uang kontrakan mu bulan sekarang , dan sekarang juga kamu harus pergi. " Jawabnya dengan memberikan uang kontrakan yang aku vayar kemarin.
Aku hanya bisa menangis dengan segala cobaan yang bertubi-tubi ini. Sebelum aku mengenal Galih , hidupku damai , tentram , ya walau terkadang serba kekurangan.
" Aku harus kemana sekarang , tidak ada tempat yang bisa menjadi tujuanku. " Gumamku.
Aku pergi dari rumah kontrakkan itu. Dengan membawa tas ransel besar.
Namun ketika aku sudah berada diujung gang , aku coba untuk ke rumah Dewi meminta bantuannya.
Tok , tok , tok... !!!!
Dewi membukakan pintu.
" Nazwa , kamu mau kemana.. ? " Tanya Dewi yang melihatku membawa banyak tas.
" Aku diusir sama yang punya kontrakan , tapi aku gak tahu harus kemana. Aku kesini untuk meminta bantuanmu. " Jawabku.
Namun dugaanku salah , Dewi tak bisa membantuku dengan alasan masih kecewa dengan ku yang telah mengorbankan Dewi demi bersama Galih. Dewi langsung masuk ke dalam rumah nya , pergi meninggalkanku di depan rumahnya.
Mendengar alasan Dewi aku tak marah , karna memang saat ini aku mengorbankan segalanya hanya demi cinta butaku pada Galih.
__ADS_1
...****************...