Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )

Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )
Penantian part 2 ( Menanti namun sia - sia )


__ADS_3

Hari berganti minggu , minggu berganti bulan , Aku dan Galih tak berkomunikasi lagi. Kami berdua seperti orang asing yang tak pernah memiliki perasaan satu sama lain.


Aku bekerja seperti biasa sebelum dia ada , tak pernah memikirkan tentang perasaan-perasaan yang membuat aku sakit seperti kemarin. Kini aku merasa lebih tenang , walau dalam hati ini sebenarnya aku masih terpesona , dan mengagumi dia.


Galih pun seperti itu , dia mulai berdamai dengan kenyataan yang dijodohkan dengan Yeselin. Karena sebagai tanda terima kasih telah menolong Ayahnya. Walau yang dia jalani bertentangan dengan yang dia rasakan , yaitu bersama dengan Aku.


Semenjak aku memutuskan menjauh darinya , aku tak pernah lagi bicara secara intim dengannya.


Kadang aku bicara dengan nya hanya sebatas karyawan dan bos , tak lebih dari itu.


Suatu hari di kantor , Yeselin memanggil para karyawan di lobi.


" Untuk para karyawan , OB yang bekerja disini tolong semuanya berkumpul sebentar. " Ucap Yeselin.


Aku , Dewi , teman OB yang lain , dan karyawan berkumpul disana.


" Dengerin yah , minggu depan aku dan Galih akan bertunangan. Bagi yang mau datang silahkan , karna kami berdua ingin berbagi kebahagian bersama kalian semua. " Lanjut Yeselin dengan senyum kebahagian di wajahnya.


Aku terkejut dengan yang diumumkan oleh Yeselin , karena yang aku tahu Galih ingin memperjuangkan aku. Namun aku berpura-pura tersenyum dibalik rasa sakit dihati ini.


Namun tak lama Galih datang.


" Yeselin , apa maksud kamu menyuruh para karyawan disini. " Ucap Galih , namun matanya mengarah padaku.


" Sayang , aku mau karyawan kamu tahu kalau kita bakalan tunangan. Dan aku juga mengundang , mereka semua kok. " Sambil memeluk Galih.

__ADS_1


" Tapi , gak gini juga Yeselin. Semuanya bubar dan kembali bekerja. " Dengan sedikit emosi , menyeret tangan Yeselin agar naik keruangannya.


Aku dan Dewi pergi halaman belakang , aku duduk disana dengan air mata yang ingin mulai terjatuh.


" Nazwa !!! Sudah lah selama ini kan kamu sudah mulai mengubur perasaanmu padanya. Jangan kau hirau kan lagi dia. " Ucap Dewi menenangkan ku.


" Tapi dew , kamu juga tahu aku memang menjauhi darinya tapi hati ini belum seutuhnya menerima. " Jawabku dengan mengusap air mata.


Namun tak lama kemudian , Galih datang menemuiku.


" Dewi , tolong biarkan saya bicara pada Nazwa. "


Dewi pergi kedalam kantor , sedangkan aku masih terduduk disini.


" Kenapa kamu kesini , nanti Yeselin memarahi ku?. " Tanyaku tanpa melihat padanya.


" Mohon maafkan aku , tapi jujur dalam lubuk hatiku yang terdalam. Aku masih menginginkanmu. " Lanjutnya lagi.


Aku terdiam mendengar semua penjelasan dia.


...****************...


Aku tak kunjung menjawab permintaan maafnya , hingga Galih bersujud didepanku.


" Tolong Galih , jangan lakukan itu. Aku tak mau dilihat oleh yang lain. Aku maafkan kamu. Tapi aku sungguh kecewa , karna kamu tak bisa memperjuangkan perasaanmu padaku. Yang aku inginkan dan yang aku tunggu selama ini sia-sia saja , jika semuanya tetap berakhir seperti ini. " Jawabku.

__ADS_1


Aku langsung meninggalkan Galih disana sendirian. Namun yang tak aku ketahui , ternyata Yeselin melihatku dari ruangan Galih diatas.


Ketika aku sampai di dapur kantor dan duduk disana. Tiba-tiba Yeselin menghampiriku dengan emosi.


" Hey , ternyata Lo dan Galih mempunyai hubungan dibelakang gue? Pantas saja Galih , selalu menentang perjodohan ini sama gue dan itu semua gara-gara Lo. Dasar cewek perebut!!!


Sekarang Lo jauhin Galih , dan Lo gak boleh bertemu lagi dengan Galih. Ngerti!!! " Ucap Yeselin dengan marah padaku.


Yeselin pun pergi dari dapur kantor ,aku hanya bisa menangis sendirian disana. Dan tak tahu apa yang sekarang aku harus perbuat.


Ketika aku sedang menangis , Dewi menghampiriku lagi.


" Kenapa kamu? " Tanya Dewi.


Tapi aku tak ingin menjawabnya , dan aku tak ingin Dewi tahu kalau tadi Yeselin datang memarahiku.


Namun diamnya aku , Dewi pun tahu semua itu karna Galih. Dewi hanya memelukku , menenangkan aku , Hingga aku tenang.


" Sebentar lagi jam kerja berakhir , kamu disini yah tenangin diri kamu dulu. Aku bereskan dulu pekerjaanku yah. " Ucap Dewi.


Dewi pergi ke luar dapur , dan melanjutkan pekerjaannya terlebih dahulu.


Namun aku masih memikirkan semua kejadian hari ini , hingga aku berpikir sesuatu.


Aku mengganti pakaianku , dan aku izin pulang lebih dahulu pada Bu Hilda. Dengan alasan ada keperluan yang mendadak.

__ADS_1


Aku keluar dari kantor dan menuju halte bis. Setelah beberapa menit kemudian , aku meminta sopir bis berhenti. aku pun keluar dari bis itu , dan sampailah aku ditempat yang pernah aku datangi dengan Galih waktu lalu.


...****************...


__ADS_2