
Malam ini restaurant tutup lebih awal , karena manager ada acara lain yang mendadak. Mengharuskan dia menyuruh semua pelayan untuk segera membereskan dan menutup restaurant. Dia menyerahkan tanggung jawab kunci restaurant pada Radit.
" Saya mau keluar lebih dulu , jadi saya mau kamu bertanggung jawab memegang kunci restaurant dan menutupnya. " Ucap manager pada Radit.
" Iyah pak , saya akan jaga amanah kepercayaannya. " Jawab Radit.
Setelah menyerahkan kunci , manager langsung pergi meninggalkan restaurant tersebut.
Radit kembali bekerja membereskan meja , dan menatanya kembali.
Nazwa menghampiri Radit , yang sedang membereskan meja di depan.
" Radit , kamu kenapa sih jadi cuek sama aku.? " Tanya Nazwa , sembari membantu membereskan kursinya.
" Enggak , aku gak cuek sama kamu. Kamu nya aja yang ngerasa aku cuek. " Jawab Radit dengan ketus.
" Tuh kan kamu gitu ngomongnya. " Lanjut Nazwa mencontohkan.
Radit berhenti sejenak , " Nazwa , aku lagi kerja. Bos mau kita menutup restaurant lebih awal. Jadi ,kita harus beres-beres lebih awal. " Ujar Radit, menjelaskan pada Nazwa.
" Iyah deh , tapi pulang aku ikut kamu yah. " Tanya Nazwa lagi.
Radit menganggukan kepala " Hemmm ... " .
Nazwa dan Radit dengan segera membereskan meja dan kursi merapikannya kembali.
...----------------...
Beralih pada Galih.~~
Yang sedari pagi , mengantarkan undangan ke setiap teman , kolega kerjanya dan keluarga dari masing-masing.
" Masih banyak gak nih , undangan yang harus dianterinnya. " Tanya Galih yang mulai lelah.
Yeselin melihat dan mengitung berapa lagi undangan yang harus diantar. " Sedikit lagi kok yank. " Jawab Yeselin.
Galih yang sudah kesal dan merasa cape " Yaudah ayo , tapi sekarang kita makan lagi di restaurant yang kemarin yah. Soalnya , makanannya enak. " Sebenarnya Galih sedang mencari alasan untuk bertemu Nazwa.
" Iyah deh kalo begitu. " Ucap Yeselin mengiyakan ajakan Galih.
Mereka berdua pun langsung bergegas ke mall , tempat restaurant itu berada.
Nazwa , Radit dan pelayan lain sudah keluar dari restaurant. Semua pekerja di restaurant , saling berpencar. Ada yang hangout terlebih dahulu, ada yang langsung pulang juga.
Nazwa mengajak Radit untuk bermain terlebih dahulu di mall.
" Dit , kita main dulu yuk. " Ucap Nazwa , memegang tangan Radit dengan manja mengajaknya bermain.
" Mending kita pulang wa , lumayan loh kita bisa istrirahat lebih awal. " Jawab Radit.
" Ayo lah dit , ini kan baru jam 8 malam. kita main dulu yah. " Lanjut Nazwa , dengan senyuman manja dan mata genitnya dilihatkan pada Radit.
__ADS_1
Radit yang melihatnya pun , mengiyakan ajakan Nazwa. " Iyah , ayo. " Ucap Radit , yang kalah akan rayuan Nazwa.
Nazwa yang senang langsung berlari , memegang tangan Radit. " Pelan-pelan dong Nazwa.. " Ucap Radit , yang terseret tangan Nazwa.
Nazwa tak menghiraukan ucapan Radit , dia masih terus berlari dan menuruni eskalator ke tempat bermain game.
...****************...
Sesampainya di mall , Galih memarkirkan mobilnya. Setelah itu terburu-buru keluar dari mobil dan berjalan meninggalkan Yeselin.
" Galih.... !!! Tungguin aku. " Ucap Yeselin yang berjalan lambat.
Galih berbalik " Cepetan dong , kamu lambat banget sih. " Menunggu Yeselin.
Yeselin berjalan menghampiri , menggandeng tangan Galih. Dan berjalan bersama ke dalam mall.
Mereka menaiki eskalator menuju lantai 3 , tapi sesampainya disana Galih terkejut melihat restaurant yang sudah tutup.
" Kok , restaurant nya tutup sih.? " Ucap Galih berjalan menghampiri restaurant.
"Ya mungkin , mereka ada acara lain yank. Makanya restaurant nya sudah tutup. Coba kamu tanyain ke toko sebelah."
Galih mencoba menanyakan ke caffe disebelahnya. " Maaf saya mau tanya , kenapa restuarant yang disampingnya sudah tutup yah.? " Tanya Galih pada Satpam yang berjaga dicaffe samping.
" Saya kurang tahu pak alasannya kenapa , cuma mereka baru saja tutup 15 menit yang lalu. " Jawab Satpamnya.
Dengan sedikit kecewa , Galih menundukan kepalanya " Kenapa Nazwa gak bilang sama aku , kalo restaurant nya tutup lebih cepat. " Gumamnya dalam hati.
" Yaudah yank , kita makan di restaurant yang lain aja yah. Mumpung kita disini. " Ajak Yeselin , menghibur Galih.
Galih dan Yeselin berkeliling mencari restaurant lain. Dan mereka berdua masuk kedalam resturant Jepang ke sukaan Yeselin.
" Kita makan disini aja yah , disini banyak sushi yang rasanya enak-enak lho.. " Ucap Yeselin.
Galih hanya terdiam , menuruti kemauan Yeselin.
" Aku mau ke depan , pesanin makanan yang enak buat kamu dan aku yah. Kamu tunggu disini jangan kemana-mana. " Ucap Yeselin , meninggalkan Galih dimeja makan sendirian.
Galih yang melihat Yeselin ke depan , menjadi kesempatan untuk menelpon Nazwa.
" Aku harus cepat telpon Nazwa. " Ucapnya sambil mengeluarkan hp.
Tutt...
Tutt...
Tutt... !!!
Nazwa yang tengah bermain bersama Radit tak mendengar suara hp nya berbunyi. Karena ruangan tersebut begitu nyaring dengan semua permainan. Dan juga Nazwa begitu menikmati bermain bersama Radit dan tertawa bersama.
Radit pun melupakan semua rasa cemburunya pada Nazwa karena kejadian pagi tadi.
__ADS_1
" Aku bisa buat Nazwa jatuh cinta dan melupakan laki-laki yang sudah menkhianatinya. " Gumam Radit dalam hati.
Galih yang cemas karena telponnya gak diangkat-angkat oleh Nazwa.
" Kemana dia , apa dia lagi di jalan sama teman kerjanya yang kemarin.? " Gumamnya dalam hati.
Melihat Yeselin kembali dengan membawa makanan sushi nya , Galih langsung menyimpan Hpnya.
" Ini yank makanannya , aku pilihin yang paling enak lho.. " Ucap Yeselin , menyimpan makanan diatas meja.
" Makasih yah.. " Ujar Galih dengan nada bete.
Yeselin menyuapi makanannya pada Galih dengan tersenyum.
Sesudah makan Galih dan Yeselin pergi dari mall itu , dan melanjutkan mengantarkan undangan yang tinggal sedikit.
...****************...
Setelah Galih dan Yeselin pergi dari mall , beberapa menit kemudian Radit dan Nazwa pun pergi meninggalkan mall.
" Seru banget yah dit , lain kali kita main kayak gitu lagi yah... " Ucap Nazwa dengan bahagia.
" Iyah , nanti kapan-kapan. Sekarang kita pulang dulu aja , besok kan kerja seperti biasa lagi. " Jawab Radit sembari menaiki motor.
Tak lama Nazwa pun ikut menaiki motor , dan mulai pergi meninggalkan mall.
Ditengah perjalanan , Nazwa mulai merasa mengantuk menguap sepanjang jalan.
Radit yang juga melihat Nazwa menguap dari kaca spionnya.
" Rupanya dia sudah mengantuk." Gumam Radit dalam hati.
Radit menyarankan Nazwa untuk berpegangan tangan padanya. " Wa , kamu ngantuk yah. Pegangan aja , takutnya kamu ketiduran. " Ucap Radit memegang tangan Nazwa dan memindahkan ke pinggangnya.
Nazwa hanya terdiam ketika Radit memegang tangannya , dan memindahkan ke pinggang nya seperti memeluk.
Nazwa mulai merasa kenyamanan , dan kehangatan dari Radit. Begitu pun Radit , merasakan kehangatan ditangan Nazwa.
Selama perjalanan menjadi canggung , tak ada obrolan hanya saling berdiam diri.
Tak terasa Radit dan Nazwa telah sampai di depan kosan Nazwa.
" Kamu langsung istirahat yah , agar besok bangun tidur badanmu terasa lebih segar. " Ucap Radit.
" Iyah , makasih yah untuk malam ini. Aku sungguh merasa bahagia. " Jawab Nazwa , dan ucapan terima kasih.
Radit hanya tersenyum pada Nazwa. Tak begitu lama mereka mengobrol , Radit berpamitan pulang.
" Aku pulang dulu yah , sampai jumpa besok. " Ucap Galih meninggalkan Nazwa.
Setelah Radit pergi , Nazwa pun pergi ke kamar kos nya. Menaiki tangga , dan sampai tiba di depan kamar. Nazwa langsung menyimpan tas ,
__ADS_1
Membersihkab diri terlebih dahulu , ketika semua nya sudah selesai. Nazwa langsung Merebahkah badanya , dan langsung tertidur.
...****************...