Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )

Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )
Maju atau Mundur.


__ADS_3

Sesudah aku bertemu dengan Galih , aku kembali ke kantor dengan berlari. Namun ketika digerbang luar kantor , aku bertabrakan dengan lakilaki.


Brakkk... !!!!


" Auwww.... !!! " Terjatuh kebelakang.


Laki-laki itu menyodorkan tangannya untuk membantuku berdiri , namun ketika aku berdiri dia berbisik.


" Jika kamu tetap berusaha mendekati Galih , bukan hanya kamu tapi semua orang yang dekat denganmu akan menerima akibatnya. " Ucapnya di telingaku.


Dia pergi seolah-olah tak sengaja menabrakku.


Aku sedikit khawatir , jika menyangkut dengan orang disekelilingku. Aku berjalan ke dalam kantor , dengan raut muka yang bingung dan ketakutan akan akibatnya bagi orang lain. Jika aku tetap bersikukuh.


Aku berjalan hingga ke halaman belakang , duduk disana sendirian.


" Apa aku harus tetap pada pendirianku di awal , atau harus berakhir sampai disini. Karna aku takut orang disekelilingku juga akan menanggung ke egoisanku. " Gumamku dalam hati.


Ketika aku sedang melamun , Dewi datang menghampiriku , menepuk pundakku.


" Hayohhh... !!! pasti kamu lagi ngelamun yah.. " Ucap Dewi menggodaku.


" Enggak juga kok , aku lagi duduk aja. Dew aku boleh minta saran kamu gak?. " Lanjutku.


" Boleh kok , emangnya saran apa?. "


" Jika kamu menginginkan sesuatu , tapi kamu harus mengorbankan sesuatu. Apa kamu akan terus menginginkannya atau melupakannya? " Tanyaku.


" Jika aku harus berkorban demi kepuasanku semata , aku terlalu egois sampai tidak memikirkan orang yang aku korbankan. Aku lebih baik memilih melupakannya , karna jika sudah ke hendak Tuhan. Pasti nanti juga aku miliki , tapi mungkin bukan sekarang. " Jawab Dewi dengan sepenuh hati.


Mendengar saran dan pencerahan dari Dewi. Kini aku mengerti sekarang , aku harus melupakannya dari pada kehilangan orang disekililingku yang selama ini baik , dekat , denganku. Karna tak akan ada yang sama dengan yang lainnya.


Aku peluk Dewi dengan erat.

__ADS_1


" Terima kasih Dew , kamu selalu ada disaat aku butuh kamu. Kamu memang sahabat terbaikku. " Saling berpelukan dan tertawa bersama.


" Jika bersedihnua sudah selesai , kita lanjut lagi yah kerjanya. Jangan sampai Bu Hilda , melihat kita berduaan. Nanti disangka pacaran. " Ucap Dewi dengan tertawa


Aku pun tertawa mendenarnya , aku dan Dewi bergegas masuk kedalam dapur kantor. Dan Mendapatkan tugas masing-masing.


...****************...


Ketika aku sedang bekerja , tak lama jam kerja pun berkahir. Aku kembali ke dapur kantor , dan segera mengganti baju.


Aku menunggu Dewi saat itu , namun Dewi tak kunjung keluar dari ruang ganti. Aku menggedor-gedor pintunya namun tak ada respon. Aku mencoba mendobrak pintunya tapi tetap saja tidak bisa.


Aku meminta tolong , mencari teman OB yang lain untuk mendobrak pintunya. Beberapa menit kemudian pintu ruang ganti terbuka , dan saat aku memeriksanya Dewi sudah tergeletak pingsan disana. Aku menyuruh mereka untuk menelpon ambulan rumah sakit.


Aku mencoba menyadarkan Dewi , tapi terap saja tidak terbangun. Setelah menunggu lama , ambulan pun datang ke kantor dan membawa Dewi ke rumah sakit. Aku ikut masuk kedalam ambulan.


Galih yang melihat aku dan Dewi masuk ke dalam ambulan , Galih mengikutinya dari belakang.


Ketika Dewi masuk ruang UGD aku menunggunya diluar. Dan tak lama Galih datang dan menanyakan keadaan Dewi didalam.


" Gimana keadaan Dewi? apa yang terjadi. " Tanya Galih.


" Aku juga gak tau , tiba-tiba dia sudah seperti itu. " Jawabku dengan cemas.


Tak lama Dokter pun keluar dari ruangan UGD.


" Nazwa.. Siapa yang bernama Nazwa , Pasien sudah sadar dan ingin bertemu. " Ucap Dokter.


" Aku pak , Aku Nazwa. " Jawabku.


" Silahkan masuk. "


Aku masuk kedalam ruangan UGD , dengan khawatir dan gemetar.

__ADS_1


Aku menghampiri Dewi yang terbaring , masih lemah.


" Dew , kamu sudah siuman , apa yang kamu rasain sekarang? Dan apa yang terjadi sama kamu? "


" Iyah , aku cuma merasa pusing sekarang. Tadi setelah aku berganti baju ketika aku mau keluar , ada seseorang yang mendorong pintu dengan keras, hingga aku terbentur pintu dan jatuh ke lantai. " Jawab Dewi.


" Kamu lihat yang lakuinnya siapa? " Tanyaku lagi.


" Sebelum aku pingsan , aku cuma lihat dia cowok tapi dengan samar. " Jawab Dewi.


Aku kaget dengan kejadian ini , ternyata ancaman itu benar-benar dilakukan.


Bahwa itu bisa mengancam keselamatan orang disekelilingku.


" Yaudah , sekarang kamu istirahat dulu yah. Aku tunggu kamu diluar , jika perlu sesuatu panggil aku aja. " Ucapku dengan senyum dan meninggalkan Dewi didalam ruangan.


Aku keluar dari ruangan itu , dengan memikirkan kejadian ini. Bila mana aku tetap bersikukuh mempertahankan Galih , dia pasti lakuin apaun bahkan lebih parah.


Galih yang ada didepan ruangan menanyakan keadaan Dewi.


" Gimana Dewi? " Tanya Galih.


Aku masih terdiam saat itu , sampai duduk dikursi tunggu.


" Nazwa , bagaimana keadaan Dewi? " Tanya Galih dengan keras.


" Hahh ... Dewi sudah siuman. Dan sekarang dia istirahat dulu sebentar sebelum pulang. " Jawabku.


" Bagus lah , saya pergi dulu untuk membayar. Karna dia masih berada di wilayah kerja. "


Aku hanya menganggukkan kepala , karna msih syok dengan peristiwa ini. Ancaman itu sungguh ada , dan benar-benar akan dilakukan jika aku tetap bersamanya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2