
Sesudah aku bertemu dengan Galih , aku kembali ke kantor dengan berlari. Namun ketika digerbang luar kantor , aku bertabrakan dengan lakilaki.
Brakkk... !!!!
" Auwww.... !!! " Terjatuh kebelakang.
Laki-laki itu menyodorkan tangannya untuk membantuku berdiri , namun ketika aku berdiri dia berbisik.
" Jika kamu tetap berusaha mendekati Galih , bukan hanya kamu tapi semua orang yang dekat denganmu akan menerima akibatnya. " Ucapnya di telingaku.
Dia pergi seolah-olah tak sengaja menabrakku.
Aku sedikit khawatir , jika menyangkut dengan orang disekelilingku. Aku berjalan ke dalam kantor , dengan raut muka yang bingung dan ketakutan akan akibatnya bagi orang lain. Jika aku tetap bersikukuh.
Aku berjalan hingga ke halaman belakang , duduk disana sendirian.
" Apa aku harus tetap pada pendirianku di awal , atau harus berakhir sampai disini. Karna aku takut orang disekelilingku juga akan menanggung ke egoisanku. " Gumamku dalam hati.
Ketika aku sedang melamun , Dewi datang menghampiriku , menepuk pundakku.
" Hayohhh... !!! pasti kamu lagi ngelamun yah.. " Ucap Dewi menggodaku.
" Enggak juga kok , aku lagi duduk aja. Dew aku boleh minta saran kamu gak?. " Lanjutku.
" Boleh kok , emangnya saran apa?. "
" Jika kamu menginginkan sesuatu , tapi kamu harus mengorbankan sesuatu. Apa kamu akan terus menginginkannya atau melupakannya? " Tanyaku.
" Jika aku harus berkorban demi kepuasanku semata , aku terlalu egois sampai tidak memikirkan orang yang aku korbankan. Aku lebih baik memilih melupakannya , karna jika sudah ke hendak Tuhan. Pasti nanti juga aku miliki , tapi mungkin bukan sekarang. " Jawab Dewi dengan sepenuh hati.
Mendengar saran dan pencerahan dari Dewi. Kini aku mengerti sekarang , aku harus melupakannya dari pada kehilangan orang disekililingku yang selama ini baik , dekat , denganku. Karna tak akan ada yang sama dengan yang lainnya.
Aku peluk Dewi dengan erat.
__ADS_1
" Terima kasih Dew , kamu selalu ada disaat aku butuh kamu. Kamu memang sahabat terbaikku. " Saling berpelukan dan tertawa bersama.
" Jika bersedihnua sudah selesai , kita lanjut lagi yah kerjanya. Jangan sampai Bu Hilda , melihat kita berduaan. Nanti disangka pacaran. " Ucap Dewi dengan tertawa
Aku pun tertawa mendenarnya , aku dan Dewi bergegas masuk kedalam dapur kantor. Dan Mendapatkan tugas masing-masing.
...****************...
Ketika aku sedang bekerja , tak lama jam kerja pun berkahir. Aku kembali ke dapur kantor , dan segera mengganti baju.
Aku menunggu Dewi saat itu , namun Dewi tak kunjung keluar dari ruang ganti. Aku menggedor-gedor pintunya namun tak ada respon. Aku mencoba mendobrak pintunya tapi tetap saja tidak bisa.
Aku meminta tolong , mencari teman OB yang lain untuk mendobrak pintunya. Beberapa menit kemudian pintu ruang ganti terbuka , dan saat aku memeriksanya Dewi sudah tergeletak pingsan disana. Aku menyuruh mereka untuk menelpon ambulan rumah sakit.
Aku mencoba menyadarkan Dewi , tapi terap saja tidak terbangun. Setelah menunggu lama , ambulan pun datang ke kantor dan membawa Dewi ke rumah sakit. Aku ikut masuk kedalam ambulan.
Galih yang melihat aku dan Dewi masuk ke dalam ambulan , Galih mengikutinya dari belakang.
Ketika Dewi masuk ruang UGD aku menunggunya diluar. Dan tak lama Galih datang dan menanyakan keadaan Dewi didalam.
" Gimana keadaan Dewi? apa yang terjadi. " Tanya Galih.
" Aku juga gak tau , tiba-tiba dia sudah seperti itu. " Jawabku dengan cemas.
Tak lama Dokter pun keluar dari ruangan UGD.
" Nazwa.. Siapa yang bernama Nazwa , Pasien sudah sadar dan ingin bertemu. " Ucap Dokter.
" Aku pak , Aku Nazwa. " Jawabku.
" Silahkan masuk. "
Aku masuk kedalam ruangan UGD , dengan khawatir dan gemetar.
__ADS_1
Aku menghampiri Dewi yang terbaring , masih lemah.
" Dew , kamu sudah siuman , apa yang kamu rasain sekarang? Dan apa yang terjadi sama kamu? "
" Iyah , aku cuma merasa pusing sekarang. Tadi setelah aku berganti baju ketika aku mau keluar , ada seseorang yang mendorong pintu dengan keras, hingga aku terbentur pintu dan jatuh ke lantai. " Jawab Dewi.
" Kamu lihat yang lakuinnya siapa? " Tanyaku lagi.
" Sebelum aku pingsan , aku cuma lihat dia cowok tapi dengan samar. " Jawab Dewi.
Aku kaget dengan kejadian ini , ternyata ancaman itu benar-benar dilakukan.
Bahwa itu bisa mengancam keselamatan orang disekelilingku.
" Yaudah , sekarang kamu istirahat dulu yah. Aku tunggu kamu diluar , jika perlu sesuatu panggil aku aja. " Ucapku dengan senyum dan meninggalkan Dewi didalam ruangan.
Aku keluar dari ruangan itu , dengan memikirkan kejadian ini. Bila mana aku tetap bersikukuh mempertahankan Galih , dia pasti lakuin apaun bahkan lebih parah.
Galih yang ada didepan ruangan menanyakan keadaan Dewi.
" Gimana Dewi? " Tanya Galih.
Aku masih terdiam saat itu , sampai duduk dikursi tunggu.
" Nazwa , bagaimana keadaan Dewi? " Tanya Galih dengan keras.
" Hahh ... Dewi sudah siuman. Dan sekarang dia istirahat dulu sebentar sebelum pulang. " Jawabku.
" Bagus lah , saya pergi dulu untuk membayar. Karna dia masih berada di wilayah kerja. "
Aku hanya menganggukkan kepala , karna msih syok dengan peristiwa ini. Ancaman itu sungguh ada , dan benar-benar akan dilakukan jika aku tetap bersamanya.
...****************...
__ADS_1