
Keesokan paginya , aku sudah membersihkan apartemen dan bersiap-siap menunggu jemputan dari Galih.
Saat aku menunggu pelayan datang ke kamarku , mengantarkan sarapan pagi.
Dan tak lama Galih pun datang.
Tok , tok , tok... !!!
" Nazwa ... "
" Iyah , tunggu sebentar. "
Aku membukakan pintu. ~
Galih pun masuk ke dalam apartemen.
" Kamu udah sarapan belum.? " Tanyaku pada Galih.
" Belum , kan kamu bilang pagi-pagi. " Jawab Galih.
" Yaudah , sarapan dulu yuk. Barusan pelayan baru nagnterin sarapan pagi. " Lanjutku.
Aku dan Galih sarapan terlebih dahulu. Sesudah itu aku dan Galih membawa tas , bersiap keluar dari apartemen.
" Semua nya udah kan , gak ada yang ketinggalan.? " Tanya Galih.
" Udah kok , semuanya udah aku masukin ke tas. "
" Yaudah sekarang kita berangkat. " Lanjut Galih.
Aku dan Galih keluar dari apartemen , aku menunggu Galih di halaman parkir sementara Galih mengurus sesuatu terlebih dahulu di lobi.
Tak lama Galih pun keluar , dan menghampiriku di dekat mobilnya.
Galih memasukan tas ku kebagasi belakang , setelah semuanya masuk. Kami berdua berangkat menuju Kos-kosan yang kemarin.
Disepanjang perjalanan , aku melihat mimik muka Galih yang seperti memikirkan sesuatu.
" Kamu kenapa , kok kayak yang lagi ada masalah.? " Tanyaku.
" Enggak , gak ada apa-apa kok. " Jawabnya menyembunyikan sesuatu.
__ADS_1
Setelah beberapa menit kemudian , aku dan Galih sampai didepan kosan yang kemarin.
Galih dan aku keluar dari dalam mobil. Aku menghampiri Ibu pemilik kos , sedangkan Galih mengambilkan tasku yang didalam bagasi.
Tak lama Galih menyusul dengan membawa tas , kami bertiga dengan Ibu pemilik kos pergi ke kamar yang aku mau kemarin. Kamar yang ku pilih berada dilantai 2 , ditengah tengah kamar kos yang lain.
" Ini neng kamarnya , dan ini kuncinya. Semoga nyaman dan betah ya dikosan ini. " Ucap ibu kos , sembari memberikan kunci kamar kos. Kemudian ibu kos pergi meninggalkan aku dan Galih.
Aku membukakan pintu , setelah dibuka kamarnya sudah dibereskan oleh ibu kos.
Aku dan Galih masuk , Galih meletakkan tas ku diatas kasur.
" Yakin , kamu bakaln nyaman di tempat ini.? " Tamua Galih.
" Aku bakalan nyaman dan betah dikosan ini u karena aku sudah terbiasa dirumah petak. Tak seperti diapartemen mu yang mewah dan lega. " Jawabku dengan tersenyum padanya.
Aku dan Galih mengeluarkan barang-barangku dan merapikannya dikamar.
Namun selesai merapikannya , Galih mengajakku keluar.
" Ikut aku sebentar yuk , aku mau ngomong sesuatu sama kamu. " Ajak Galih.
" Kenapa harus diluar sih , kan disini juga bisa. " Jawabku.
Aku mengiyakan ajakan Galih , Aku dan Galih turun dari kamar menuju taman didepan kos-kosan.
Aku dan Galih duduk dibangku taman.
" Kamu mau ngomong apa sih , kok kayak yang penting banget. " Tanyaku yang penasaran.
" Sebenarnya , aku mau ngomong sama kamu kalau aku menerima perjodohan dan pertunangan bersama Yeselin. Karena aku gak mau kamu terus berkorban dan kehilangan semuanya demi aku. Mungkin ini yang terbaik buat kamu , dan buat aku. Maaf aku yang belum bisa bahagiain kamu , dan maaf juga aku gak bisa nempati janji aku sama kamu. " Ucap Galih , yang langsung meninggalkan ku sendiri duduk dibangku taman.
Aku terkejut dengan perkataan Galih , sakit sesakit sakitnya hingga air mataku tak mampu keluar. Aku terkejut sampai tak berdaya , karna yang ku lakukan selama ini hanyalah fatamorgana. Hanyalah mimpi belaka ,yang dibalut kehidupan.
...****************...
Galih yang langsung berlari pergi meninggalkan Nazwa sendirian dibangku taman. Dia berlari menuju mobilnya dan pergi. Dengan rasa bersalah pada Nazwa yang telah memberikannya harapan palsu , dan kini dia juga yang harus menanggung kesedihan lagi.
Walau pun Galih juga , sama-sama dberkorbam kali ini. Tapi semuanya tak akan sebanding yang dilalui Nazwa.
Ditengah perjalanan , Galih menelpon Yeselin.
__ADS_1
Tutt... Tutt... Tutt... !!!
" Halo sayang.. " Diangkat Yeselin.
" Kita harus ketemu sekarang , aku tunggu kamu di caffe house garden. Sekarang.. " Ucap Galih yang langsung menutup telponnya kembali.
" Ok , berarti kamu sudah siapkan jawabannya. " Gumam Yeselin.
Yeselin langsung menuju caffe tersebut yang tak jauh dari perumahan elite Yeselin.
Tak butuh waktu lama , Yeselin sampai di cafee tersebut. Dan Galih pun sudah sampai di caffe , Galih menunggu dibangku samping.
Yeselin menghampiri Galih.~
" Hayy , sayang. Udah lama nunggunya. " Tanya Yeselin sembari duduk dihadapannya.
" Enggak juga kok. " Jawabnya dengan wajah yang masih beraut sedih.
" Gimana jawabannya sayang , kamu akan tetap memilih Nazwa , atau aku.? " Tanya Yeselin dengan PeDenya.
" Iyah , aku akan setuju dengan perjodohan ini , dan aku mau bertunangan dengan kamu. Asal kan kamu juga tepati janji kamu , agar tidak mengganggu lagi Nazwa. " Jawab Galih.
" Ok sayang aku janji. Karna aku tahu kamu akan selalu milik aku sampai kapanpun. " Sahut Yeselin.
Beralih pada Nazwa.~~
Aku yang masih terdiam dibangku tersebut , masih memikirkan tentang keputusan Galih. Yang memilih meninggalkan aku , setelah sekian lama aku perjuangkan hanya sia-sia. Semuanya menjadi kenangan yang pahit untukku.
Aku berdiri dan berjalan menuju kamar kosanku , Langkahku terasa hampa dan melayang. Serasa tidak ada gairah hidup.
Tak lama begitu aku akan membuka pintu kamar , tiba-tiba Dewi menelponku.
Kringgg.... !!!!
" Iyah Halo Dewi.. " Jawabku.
" Kamu dimana.? " Dewi menanyakan keberadaanku.
" Aku di tempat tinggalku yang baru , ada apa kamu menanyakannya. Bukankah kamu masih marah padaku? " Tanya ku.
" Sebenarnya , aku diancam oleh Yeselin agar tidak mendekati kamu Nazwa. Memang awalnya aku merasa marah padamu , karna kamu telah mengorbankan aku temanmu demi laki-laki yang baru kamu kenal. Tapi setelah kejadian kemarin aku sadar , cinta memang selalu membuat orang menjadi buta. Maafkan aku Nazwa. " Jawab Dewi.
__ADS_1
Namun kali ini aku langsung menutup telponnya , karna saat ini aku butuh waktu untuk sendiri dulu.
...****************...