
Setelah menunggu beberapa jam , akhirnya Dewi dan aku pulang dari RS. Aku menghentikan taxi , untuk mengantarkan pulang hingga jalan depan gang.
Aku dan Dewi menaiki taxi tersebut , saat diperjalanan aku menanyakan lagi bagaimana kronologis di ruang ganti.
" Dew , coba kamu ceritakan lagi kejadian diruang ganti dikantor?. " Tanya ku yang masih penasaran.
Dewi menceritakan " Aku sedang berganti pakaian belum terjadi apa-apa , tapi ketika aku ingin keluar dari ruang ganti. Diluar pintu sudah ada bayangan kaki yang menunggu , ya aku kira teman OB yang lain. Tapi begitu aku ingin keluar , pintu itu terbuka dengan keras hingga aku pun terpental. Dan saat aku merasa pusing , aku melihat bayangan laki-laki memakai Hoodie dan setelah itu aku gak ingat apa-apa lagi. " Jawab Dewi.
Mendengar kronologis Dewi , Nazwa semakin yakin bahwa yang sudah membuka pintu dengan keras itu suruhannya Yeselin.
" Pasti itu suruhannya Yeselin lagi , berarti ancaman itu bukan hanya gretakkan semata. " Gumamku dalam hati.
Melihat aku melamun , Dewi seperti biasa selalu mengagetkanku.
" Nazwa!! kamu lamunin apa.? " Kejutnya Dewi.
" Enggak kok , gak lamunin apa-apa. Cuma aku penasaran aja , siapa yang lakuin itu?. " Jawabku mengalihkan pertanyaan Dewi.
Setelah beberapa menit kemudian , taxi berhenti jalan gang arah ke rumah kami berdua.
" Sudah sampai Non.? " Ucap supir taxi.
" Oh ya " Dewi keluar terlebih dahulu , aku belakangan karena membayar dulu taxi tersebut.
" Ini pak , terima kasih yah. " Ucapku sambil memberikan uang.
" Sama-sama non. " Jawab supir taxi.
Aku dan Dewi keluar dari taxi , dan melanjutkan perjalanan pulang dengan berjalan kaki.
" Dew , mau aku anterin pulang.? " Tawarku mengantarkan pulang.
" Gak usah wa , aku bisa sendiri kok. " Jawab Dewi.
" Yaudah hati-hati yah.. Kalo ada apa-apa telpon aku aja. Aku duluan yah.. "
Aku dan Nazwa berpisah , di depan gang yang berbeda. Tak berapa lama dari gang itu , dari kejauhan aku melihat ada orang yang menungguku didepan rumahku.
Aku segera menghampirinya.
" Kamu siapa.? " Tanyaku.
" Kamu gak perlu tahu siapa saya ,saya kesini cuma ingin memberitahukan. Jangan Anda dekati Galih lagi dan jangan ganggu hubungan Galih dengan Yeselin. Mengerti!!!!? Jika anda masih mendekati dan masih ikut campur urusan mereka , anda akan tahu akibatnya. " Jawabnya dengan tatapan tajam dan sinis.
Aku hanya bisa terdiam tak dapat berkata apa-apa. Dan setelah orang tersebut mengatakan itu , dia langsung pergi meninggalkan rumahku.
Setelah orang itu pergi , aku langsung masuk dan mengunci pintu rumah. Aku sedikit syok dengan segala kejadian , teror , yang akhir-akhir ini menghampiriku. Dan kini terjadi pada Dewi temanku sendiri.
" Aku harus bagaimana sekarang apa aku akan tetap memperjuangkan Galih atau aku harus berhenti? Kasih aku petunjuk mu Tuhan , aku harus bagaimana sekarang. " Gumamku.
...****************...
Galih yang masih berada dirumah sakit tidak tahu bahwa Nazwa dan Dewi sudah pulang dari RS tersebut.
__ADS_1
" Nazwa dan Dewi kemana yah , kok gak ada sih. " Gumam Galih.
Galih menanyakan pada suster Rs.
" Suster , lihat wanita yang tadi masuk UGD dan yang menunggunya diluar? " Tanya Galih.
" Mereka berdua sudah pada pulang pak dari tadi. " Jawab suster pergi meninggalkan Galih sendirian disana.
" Kok mereka gak beritahu saya sih. " Gumam Galih. Mengeluarkan Ponsel dari saku celananya.
Mencoba menelpon Nazwa.
Tutt... Tutt... Tutt...
" Kok gak diangkat sih , apa dia sudah tidur? "
Setelah beberapa kali panggilan , namun tak kunjung diangkat Nazwa.
Hingga akhirnya , Galih memutuskan untuk pergi dari Rumah Sakit dan pulang.
Galih keluar dari Rs tersebut menuju mobil. Dan pulang mengendarai mobilnya.
BruMmm....!!!!
Ke esokan harinya aku terbangun dan bersiap-siap untuk pergi bekerja. Sesudah itu aku melihat Hp dengan banyak sekali panggilan masuk dari Galih.
" Oh iyah , aku lupa.. Malam aku gak beritahu dia bahwa aku dan Dewi pulang , pasti dia nyariin aku.
Aku telpon aja dia , takutnya dia khawatir. " Ucapku dengan menepuk jidat.
" Halo Galih? "
" Iyah " Jawab Galih yang baru terbangun tidur.
" Maaf yah , semalam aku lupa beritahu kamu. Bahwa aku dan Dewi pulang , kamu nyariin aku yah? " Tanyaku , dan meminta maaf atas kejadian semalam.
" Yaiyah lah , saya nyariin kamu sama Dewi tapi gak ada. Aku tanya sama suster katanya kamu pulang. " Jawab Galih dengan sedikit kesal.
" Maaf yah ,maaf banget.!!! " Ucapku memohon.
" Hmmmm "
" Kok gitu sih , kalo kamu gak maafin aku nanti gantengnya hilang lho. " Godaku pada Galih.
Galih hanya tersenyum mendengar godaan Nazwa. Hingga akhirnya Galih memaafkan Nazwa.
" Saya maafin kamu kok. " Tersenyum kembali.
" Kamu baru bangunkan , sekarang mandi dulu supaya ganteng. Dan siap-siap berangkat ke kantor. Nanti ketemu deh dikantor Dahh.. !!! " Ucapku yang langsung mematikan telpon.
" Dasar Nazwa , selalu saja begitu mematikan telpon sekaligus. " Galih menggelengkan kepala.
Setelah telponan Galih , langsung ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor.
__ADS_1
Ketika Galih keluar dari kamar , Ibu Galih memanggilnya untuk sarapan bersama.
" Nak , sarapan dulu yah. Mamah udah siapin sarapannya dimeja makan. " Ucap Ibunya membujuk Galih agar mau sarapan bersama.
" Gak mah , aku sarapan diluar aja. "
" Galih , Mamah mohon yah kali ini aja kita sarapan bareng. " Memohon agar Galih mau makan bersama.
Galih menganggukan kepalanya , tak bisa menolak keinginan Ibunya.
Galih dan Ibunya , berjalan bersama menuju meja makan. Papahnya sudah menunggu dimeja makan.
Galih dan Ibunya duduk berdampingan.
Mereka bertiga memulai sarapan , namun suasana dimeja makan begitu dingin. Tidak ada kehangatan antara anak dan orang tuanya.
Hingga Papahnya memulai obrolan.
" Galih , Papah mau tanya siapa wanita yang kamu sukai itu dan dari kalangan mana? " Tanya Papahnya sambil makan.
" Dia Nazwa , OB diperusahan kita. " Jawab Galih sedikit memalingkan muka.
" Apa...? Kamu suka wanita seperti dia. Dia itu gak panted buat kamu , kamu itu pantesnya sama Yeselin. " Ucap Papahnya dengan marah.
" Kalo Papah cuma mau ngomongin itu aja , mendingan aku sarapan diluar aja. " Galih berdiri dari kursi dan meninggalkan meja makan.
" Galih , Papah belum selesai ngomong.!!! Dasar anak iti sekarang mulai gak punya sopan santun , karna sudah terlalu dekat dengan wanita miskin. " Ucap Papahnya yang marah.
Ibunya mengejar Galih yang pergi.
" Nak , nak , dengerin Mamah dulu sebentar. " Panggil Ibunya menghentikan Galih.
" Apa lagi Mah , aku gak mau ribut. " Ucap Galih berhenti sejenak.
" Mamah cuma pengen kamu mengerti keadaan Papah sekarang.. " Mencoba tenangkan Galih.
" Aku juga ingin dimengerti Mah , aku mohon jangan bahas ini lagi. " Jawab Galih meninggalkan Ibunya dan bergegas pergi ke kantor.
...****************...
Aku yang sampai ke kantor sendirian , karna hari ini Dewi tidak masuk kerja. Aku langsung berganti baju , dan langsung bekerja diruangan Karyawan.
" Kenapa Galih belum datang , biasanya barengan sama aku , atau Galih gak masuk kantor? " Gumamku dalam hati sambil membersihkan meja.
Dan tak lama Galih pun terlihat memasuki ruangannya , dan menyuruh asistennya memesankan sarapan.
Asistennya pun menghampiriku , dan menyuruhku untuk membelikan makanan untuk Galih di caffe depan. Aku mengiyakan asistennya untuk membelikan Galih makan , sembari pergi aku membawa alat kebersihanku dan menyimpanya di dapur kantor.
Setelah itu aku keluar dan pergi ke caffe di depan kantor. Aku masuk ke dalam caffe dan memesankan makanan yang sering Galih pesan jika makan bersamaku.
Pesanan makanan ku selesai , dan aku langsung membawanya keruangan Galih. Ketika aku didepan ruangan Galih , dengar samar aku mendengar Galih yang sedang marah-marah sendiri.
Aku pun yang mendengarnya , tak jadi masuk ke ruangannya. Dan memberikan makanan itu ke asistennya dengan alasan ada yang aku lakukan didapur kantor.
__ADS_1
Aku pergi dari depan ruangan Galih dan terburu-buru ke dapur kantor. Aku masuk ke dapur kantor , duduk disana. Aku memikirkan kenapa Galih marah-marah , dan apa alasannya dia marah.
...****************...