Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )

Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )
PDKT part 2


__ADS_3

Pak Galih yang terus melihatku membuat jantungku berdegup dengan kencang. Tak bisa menahan ini aku segera keluar dari ruangan itu. Pak Galih memanggilku ketika aku berlari keluar , aku menghirau kan nya karna tak kuasa menahan perasaan yang tak karuan ini.


Aku berlari hingga tempat parkir dengan engah-engah. Aku masih tak percaya dengan keadaan yang seperti ini. Dulu aku selalu melamunkan dirinya dan bisa berdekatan dengannya. Semua itu seakan-akam menjadi nyata.


" Ya Tuhan!! , ini semuanya seperti mimpi. Jangan buat aku terjatuh terlalu dalam perasaanku. Bangunkan aku Tuhan!!!. " Gumam ku dalam hati.


Tiba- tiba telpon ku berdering.


Kringg!!!! , Kringg!!!!


Dan ternyata Pak Galih menelpon ku , ingin rasanya aku tak ingin mengangkat telpon ini. Tapi aku harus profesional dalam bekerja.


" Ya halo Pak. " Ucap ku dengan gemetar.


Pak Galih bertanya " Kenapa kamu lari dari ruangan saya?. "


" Perut saya mules pak , jadi saya keluar buru-buru. Udah dulu ya pak saya mau ke toilet dulu. "


Jawabku


Aku langsung menutup telponnya , rasa-rasanya ingin aku berteriak sekencang-kencangnya. Mengadu pada dunia apakah semua ini nyata.


Setelah itu aku masuk ke dalam dapur kantor untuk membuat secangkir teh , agar bisa membuat aku lebih tenang. Saat aku duduk terdiam memikirkan semuanya , Teman OB ku datang.


" Hey!! lagi ngapain kamu?. " tanya dia.

__ADS_1


" Aku lagi istirahat aja. " Jawabku.


" Tadi kamu lari dari ruangan Pak Galih? Sekarang Dewi loh yang gantiin kamu disana. " Lanjutnya lagi.


" Tadi perut aku mules , jadi aku buru-buru pergi ke toilet. "


" Oh gitu " sahutnya.


Dia pun keluar lagi mengantarkan kop untuk karyawan. Aku juga lupa bertanya kenapa Dewi yang bisa gantiin aku di ruangan Pak Galih.


" Oh iyah , tadi kan dia bilang Dewi yang gantiin aku diruang Pak Galih. Tapi kenapa bisa dia yang gantiin aku?. " Gumam ku dalam hati.


Setelah meminum teh , aku kembali bekerja seperia biasanya dan aku bekerja tanpa kendala sama sekali. Walau hati dan pikiran ku yang tak tenang.


Waktu jam kerja pun berakhir , aku segera mengganti baju dan menyimpan seragam kerja ku diloker. Setelah itu Dewi mengajak ku pulang bersama , namun aku menolaknya dengan alasan ingin membeli obat sakit perut.


Setelah semua nya pulang , aku lekas menuju caffe disebrang kantorku.


Aku memasuki caffe tersebut dan mencari tempat duduk. Aku memilih tempat duduk di sudut belakang dekat kaca.


...****************...


Setelah menunggu lama , Pak Galih akhirnya datang ke caffe tersebut.


" Maaf telat yah , kira saya kamu gak bakalan datang kesini. " Ucapnya sambil duduk didepanku.

__ADS_1


" Iyah gapapa kok , aku bakalan datang karna aku udah janji tadi sama kamu. "


" Tadi kamu kenapa, kok lari dari ruangan saya padahal saya mau liatin kamu terus. " Tanya nya lagi.


" Perut aku mules jadi aku buru-buru ke toilet. " Jawabku.


Aku memberanikan diri bertanya tentang perilakunya yang berbeda akhir ini. Apa lagi saat dia menyuruhku ke ruangannya dan hanya ingin melihat ku dari dekat.


" Galih , kenapa akhir-akhir ini kamu berubah banget. tiba-tiba kamu baik sama aku , perhatian , dan ngajak ketemu kayak gini?. " Tanyaku yang masih penasaran.


Dia hanya tersenyum tipis , tidak berkata apa-apa.


" Kok malah senyum sih , jawab dong biar aku tak memikirkan perubahanmu itu?. " Tanyaku lagi.


" Ya , sebenarnya saat kamu menolong saya dari Yeselin waktu itu. membuat saya kagum , kamu mau menyembunyikan saya hingga tak ketahuan Yeselin. Kamu malah berbohong untuk menutupinya. Dari situ lah saya suka sama sikap kamu , karna kamu tipe wanita yang mau menolong siapa pun. Dan ketika aku mengajak mu makan , kamu menolaknya kamu juga tipe wanita tanpa pamrih. " Jawabnya.


Aku pun tertegun mendengar penjelasannya , yang rupanya dia hanya ingin berteman saja denganku. Sebenarnya penjelasan dia tidak sesuai ekspetasiku, yang sebenarnya dalam pikiran ku dia akan menembakku untuk jadi pacarnya. Tetapi ternyata dugaan ku salah tentang perubahan sikap dia.


Setelah kami berdua berbincang lama , dan selesai makan. Kami berdua memutuskan untuk pulang , dia yang ingin mengantarkan ku lagi aku tolak , karna aku ingin sendiri saat ini.


Kami berdua berpisah di depan caffe , dia masuk menaiki mobilnya dan aku berjalan sendirian. Aku masih memikirkan alasan perubahan dia selama ini padaku , yang hanya karna aku menolongnya saja.


Aku berjalan pulang , langkah ku terasa hampa. Aku yang terlalu berharap padanya membuat aku terjatuh di lubang yang dalam dengan lamunanku.


Sesampainya aku di depan rumah , aku membersihkan badan dan membantingkan badanku ke kasur. Sembari memikirkannya kembali hingga tertidur.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2