
Jam kerja berakhir , aku dan Dewi segera beganti pakaian dan pulang bersama.
Ketika aku dan Dewi tengah berjalan pulang , tiba-tiba ada 2 buah motor menyegat kami berdua.
" Siapa yang diantara kalian bernama Nazwa? " Tanya pemotor itu.
" Saya! " mengangkat tangan.
" Ini hanya peringatan saja , jauhi Galih dan tinggalkan Galih. Pergi jauh dari kota ini , jika tidak kamu akan tau akibatnya. "
" Siapa yang menyuruhmu? " Tanyaku.
Namum mereka lekas pergi , dari pandanganku.
" Nazwa itu siapa , kok dia ngancam kamu sih dan tahu tentang Galih? " Tanya Dewi.
" Itu pasti suruhannya , Yeselin. " Jawabku.
Dewi berkata " Mending kamu dengerin aja , perkataannya mereka dari pada kamu kenapa-kenapa. " Lanjut Dewi.
Aku tak menjawab , namun ku sebenarnya bingung dengan keadaan saat ini. Aku sendiri takut , untuk menghadapinya sendirian.
Aku dan Dewi melanjutkan lagi , perjalanan menuju pulang. Hingga sampai di gang , aku dan Dewi berspisah menuju rumah masing-masing.
" Hati-hati yah Nazwa , jika ada apa-apa cepat hubungi aku. " Ucap Dewi melambaikan tangan , dan berjalan menjauhi ku.
Kini aku berjalan sendirian , di gang menuju rumahku. Ketika sampai , aku langsung masuk dan mengunci pintu rumah.
Aku langsung membersihkan badan , dan makan malam. Setelah semuanya selesai , aku merebahkan diri ini pada kasur.
Aku memikirkan kejadian di kantor , dan ketika ada orang yang mengancamku.
" Apa aku mundur saja , tapi walaupun aku belum memiliki status dengan Galih. Tapi aku dan dia sudah berkomitmen. " Gumamku.
Tiba-tiba ada yang melempar batu ke kaca rumahku.
Prakkkk..... !!!
Aku terbangun kaget saat itu , aku membuka pintu dan melihat 2 motor tadi yang melemparkan batu.
Dibatu itu ada sebuah tulisan , aku membukanya.
" WAKTU KAMU TIDAK BANYAK , CEPAT SEGERA PERGI DARI KOTA INI. JIKA TIDAK KAMU AKAN TAU AKIBATNYA. !!! " isi dalam surat batu itu.
Aku terkejut dengan semuanya , karena ini semuanya tak semudah di bayangkan olehku.
__ADS_1
Jika semuanya udah terlanjur , aku akan terus menghadapinya.
Aku menghampiri pemilik kontrakan , dan meminta gantikan kaca rumahku yang rusak.
...****************...
Keesokan paginya , aku berangkat kerja. Tapi sebelum itu pemilik kontrakan meminta uang untuk memperbaikinya. Aku memberikan sejumlah dan pergi bekerja.
Aku berjalan dengan sedikit sempoyongan , karena semalaman aku tidak tidur. Karena ancaman itu aku ketakutan dan berjaga sepanjang malam.
" Hoammm!!!! ngantuk sekali mata ini. " Gumamku dalam hati.
Tak terasa Dewi sudah berada di sampingku , saking aku merasa ngantuk sampai tak sadar dia sudah disini berasamaku.
" Kamu kenapa Nazwa , kayak orang yang kurang tidur aja?. " Tanya Dewi.
" Iyah , semalam aku begadang main game. " Jawabku berbohong , karena jika Dewi tahu dia akan khawatir.
" Baru denger kamu main game sampai begadang. " Sambil tertawa.
Aku pun ikut tertawa, agar Dewi tak curiga padaku. Bahwa semalam orang yang mengancamnya datang lagi kerumah.
Perjalanan menuju kantor terasa lama sekali , karna aku sungguh begitu ngantuk.
Sampailah aku di kantor , aku langsung menuju ruang ganti baju. Dan menyeduhkan kopi untukku agar saat bekerja tak begitu mengantuk.
Setelah itu , aku memulai kerja bersih-bersih segalanya.
Ketika aku bekerja , Galih menelponku.
Kringgg.....!!!!
" Hallo Nazwa ... "
" Iyah Galih , ada apa? "
" Kamu kerja hari ini? " Tanya Galih.
" Aku kerja kok , Kalau kamu gak kerja lagi.? " Tanyaku.
" Hm , kerja kok. Aku sekarang di ruangan aku. Boleh kita bertemu sebentar. " Ajaknya.
" Boleh , tapi nanti jam istirahat yah. di caffe depan aja. " Jawabku.
" Iyah boleh. Sampai jumpa nati. "
__ADS_1
" Sampai jumpa juga.." Menutup telponnya.
Aku melanjutkam bekerja seperti biasa , tak lama ketika aku sedang membersihkan kaca. Teman OB ku yang lain mengantarkan surat.
" Nazwa , nih ada surat untukmu. " Ucapnya.
" Dari siapa? " Tanyaku dengan melihat keluar kaca.
" Gak tau , tadi orang nya ada di depan gerbang luar. " Jawabnya dan pergi dari sini.
Aku membuka surat itu , dan ternyata surat ancaman lagi untukku.
"JANGAN COBA-COBA KAMU MENGADUKAN INI PADA GALIH " dalam isi surat itu.
Ternyata sekarang ada yang memata-mataiku di kantor. Aku harus lebih waspada sekarang.
Aku merobek surat itu , aku buang dan pergi dari tempat itu ke dapur kantor.
Jantungku terasa dagdigdug , setelah mendapat surat ancaman itu lagi.
...****************...
Jam istirahat pun tiba , aku segera pergi ke caffe di depan kantor dengan menggunakan jaket. Takutnya ada yang melihatku pergi.
Aku langsung masuk ke caffe tersebut , dan duduk di sudut dalam caffe.
Tak begitu lama menunggu , Galih datang ke caffe itu. Kini dia menghampiriku dan duduk di depanku.
" Kenapa duduknya disini , biasanya disana? " Menunjukan bangku yang biasa.
" Aku pengennya disini aja , takut nanti ada yang lihat jadi gak enak kan. " Jawabku dengan tersenyum.
" Ada apa , kenapa kita harus ketemu dijam kantor. " Tanyaku.
" Nazwa , aku masih belum bisa meluluhkan hati Ayahku agar bisa membatalkan pertunangan itu. Ayah ku tetap bersikeras dengan pendiriannya , jadi gimana sekarang dengan kamu? Aku dengar kemarin kamu ditam*par Yeselin?. " Tanya nya yang begitu banyak.
"Hm , apakah hanya itu yang bisa kamu lakukan tidak ada cara lain? Aku masih akan mempertahankan kamu ya walaupun aku tahu , kita tidak ada hubungan apa-apa. Tapi aku tahu kamu juga memiliki perasaan yang sama denganku. Iyah benar , kemarin aku ditam*par Yeselin. " Jawabku dengan sedikit kecewa.
Galih terus menanyakan kenapa aku dan Yeselin ribut sampai ditam*par. Aku jujur jika Yeselin menyalahkan aku tentang pertunangan yang Galih batalkan.
Galih terkejut karna Yeselin tau tentang hubungan Galih dan aku. Aku juga bilang jika dia tahu sejak Yeselin mengumumkan pertunangannya dilobi. Dia melihat kita berdua di halaman belakang dari ruanganmu diatas.
Kini Galih tahu , kenapa Yeselin bisa menampar Nazwa.
" Biar aku yang bicara dengan Yeselin , agar tidak melibatkanmu tentang batalnya pertunangan ini. " Jawab Galih menenangkan aku.
__ADS_1
Namun semuanya itu telat , karna kini Yeselin sudah menebar ancaman dan teror padaku.
...****************...