Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )

Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )
Epd 28


__ADS_3

Setelah cukup lama Nazwa dan Galih berpelukan , Galih mengucapkan janjinya.


" Aku janji walau ragaku tak bisa dimilikimu , namun bagiku hatiku hanya untukmu. Cinta , sayangku untukmu. Tapi aku mohon , mengerti lah keadaanku ini. Dan jangan pernah menjauhiku , karna itu sangat membuatku sakit. " Ucap Galih.


Nazwa yang mendengarnya mengangguk dan tersenyum.


" Aku akan mengerti keadaanmu , namun aku juga ingin kamu mengerti keadaanku yang tak bisa menunggu ragamu lebih lama lagi. " Jawab Nazwa.


" Baik lah jika begitu , aku akan berusaha agar semuanya cepat berlalu. Maka lalui lah semuanya dengan bersama. " Lanjut Galih , dengan menggenggam tangan Nazwa.


Radit yang masih memperhatikan mereka berdua dari kejauhan.~~


" Sekarang aku tahu kenapa , Nazwa saat melihat laki-laki itu bersama wanita lain dia menangis. Ternyata mereka telah menjalani hubungan , tapi kenapa laki-laki itu bersama wanita lain. Jika dia masih mencintai Nazwa.? " Gumam pertanyaan dalam pikirannya.


Radit pun meninggalkan mereka berdua.~~


Galih dan Nazwa pun berpisah , Galih pergi pulang meninggalkan Nazwa. Nazwa pun bergegas berjalan kedalam kosannya.


Nazwa berjalan kedalam kamarnya. Membukakan pintu , dan langsung merebahkan badannya.


" Ya ampun , hari pertama kerja sangat melelahkan. Karena biasa nya pergi pagi pulang sore. Sekarang , dari pagi sampe malem. Aduhhhh..." Gumam Nazwa


Nazwa bergegas ke kamar mandi , membersihkan badan terlebih dahulu.


Setelah keluar dari kamar mandi , dia pun langsung tertidur karna belum terbiasa dengan pekerjaannya yang sekarang.


Namun ketika Nazwa tertidur , ternyata telponnya berbunyi.


Kringg....!!!


Kringg.... !!!


Setelah lamanya berdering , akhirnya mati.


Dan ternyata Radit menelpon Nazwa.


" Kemana Nazwa , kok gak diangkat-angkat sih. Apa dia masih bersama laki-laki tadi.? " Gumam Radit.


Ternyata Radit pun kini mulai sering memikirkan Nazwa. Setelah pertemuannya diangkot , wajah , dan senyumannya selalu terbayang.


" Apa aku jatuh hati padanya.? " Gumam Radit dengan menggaruk-garuk kepala yang tak gatal.


Beralih pada Galih yang telah sampai dikediamannya.~~


Galih langsung berjalan bergegas menuju kamarnya , dan menghiraukan Papahnya yang memanggilnya di ruang tamu.


" Galih.. Galih.. Galih.. Dasar anak itu , tulinya mulai kumat lagi. " Gumam Papahnya.


" Mungkin dia kecapean pah , kan seharian bersama Yeselin. " Jawab mamahnya.


Saat berada didalam kamar , Galih kembali mengingat kebersamaannya bersama Nazwa. Dari pertama dekat , hingga malam tadi.


Semuanya sangat membekas direlung hati Galih.


Galih terus membayangkan Nazwa , hingga dia tersenyum-senyum sendiri.

__ADS_1


" Seandainya aku bisa memiliki Nazwa , tanpa ada halangan apapun. Mungkin sekarang aku sudah bahagia dengannya. " Gumam Galih dalam pikirannya.


Memikirkan semuanya , membuat Galih tertidur dengan sendirinya.


...****************...


Ke esokan harinya , Nazwa terbangun dan segera ke kamar mandi. Setelah itu Nazwa menyiapakan roti isi untuk sarapan , dan bekalnya bersama Radit. Namun ketika dia sedang memakan roti , dia mengambil telponnya. Yang ternyata banyak panggilan masuk dari Radit.


" Waduhhh , Radit semalam nelpon beberapa kali. " Kagetnya , dan langsung menelpon Radit.


Tutt.... Tutt... Tutt...


Telpon pun tersambung.~~


Kringg... !!!


Kringg.... !!!


Radit melihat hp dan mengangkat telponnya.~~


" Halo wa... !! "


" Halo dit , maaf yah , semalam aku langsung tidur. Jadi telpon kamu gak ke angkat. " Ucap Nazwa menjelaskan.


" Hm , gapapa kok. Aku cuma mau ngajak kamu bareng lagi aja. " Jawab Radit.


" Ok , jemput aja yah. Byeee... " Lanjut Nazwa , dan langsung mematikan telponnya.


Setelah merima telpon dari Nazwa , Radit bergegas berangkat untuk menjemput Nazwa terlebih dahulu. Karena jarak antara rumah Radit dan Nazwa lumayan jauh ,memakan waktu 20 menit.


...----------------...


Galih terburu-buru menuruni tangga , dan meminta izin pada mamahnya.


" Mah , aku berangkat duluan yah. " Mencium pipi mamahnya yang tengah berada didapur.


" Mau kemana dulu nak , masih pagi. " Tanya Mamahnya.


" Aku ada urusan dulu diluar. Dahhh.. " Jawabnya dengan berlari keluar rumah.


Galih langsung masuk kedalam mobil , dan melajukannya dengan cepat.


...----------------...


Nazwa yang sudah menunggu Radit , didepan halaman kosannya.


Namun ternyata Galih yang terlebih dahulu sampai didepan kosannya , Radit yang terlambat hanya melihatnya dari kejauhan.


" Galih , kamu kenapa disini.? " Kagetnya karena yang datang adalah Galih.


" Kejutan sayang. Aku pengen nganterin kamu kerja. " Ucap Galih dengan senyum dan membukakan pintu mobilnya.


Nazwa yang terlihat senangpun masuk kedalam mobil Galih. Radit yang melihatnya hanya bisa menundukkan kepala , dan melanjutkan lagi perjalanan ke tempat kerjanya sendirian.


" Aku hanya ingin meluangkan waktu untukmu Nazwa. " Ucap Galih dalam mobil.

__ADS_1


" Hm , yaudah ayo jalan. Aku takut nanti kesiangan. " Jawab Nazwa.


" Ok sayang. " Ujar Galih , menjalankan mobilnya dan berangkat dari tempat itu.


Dalam perjalanan menuju mall , Galih menghidupkan dvd mobilnya. Dan memutarkan lagu " Surat Cinta untuk Starla " , karena lagu itu seperti cerita cintanya pada Nazwa.


Nazwa hanya tersenyum saat mendengar lagu itu , dan mengingat lagi saat awal pertemuannya dengan Galih. Yang awalnya hanya bualan dan mimpi semata , kini menjadi kenyataan.


Dengan senyuman manis , menatap Galih yang sedang menyetir mobil. Galih pun , menggenggam tangan Nazwa , dan menciumnya.


Perjalanan menuju mall terasa begitu indah , dan terasa begitu sempurna.


Galih menyanyikan lirik lagu itu untuk Nazwa.~~


" Bila musim berganti , sampai waktu terhenti. Walau dunia membenci , ku kan tetapa disini. Untukmu... !!! "


Cuupp... !!!


Dengan perlahan mencium kening Nazwa.~~


Nazwa yang terpesona dengan perlakuan Galih padanya , serasa membuatnya semakin mencintai Galih.


Tak terasa perjalanan menuju tempat kerja Nazwa , begitu terasa lama dan berarti.


...****************...


Akhirnya Nazwa dan Galih sampai di mall tersebut. Galih menuju tempat parkir terlebih dahulu.


Saat di tempat parkir , sebelum kekuar dari mobil Galih mencium kening Nazwa.


" Selamat bekerja yah.. Maaf jika nanti aku gak bisa jemput kamu. Tapi , jika sempat aku jemput. " Ucap Galih.


" Iyah , gapapa kok aku ngerti. " Jawab Nazwa.


Nazwa pun keluar dari mobil , dan berjalan kedalam mall.


Galih pun , bergegas meninggalkan mall. Dan pergi menuju rumah Yeselin.


Saat sampai di restaurant , Nazwa melihat Radit yang sudah ada disana.


" Radit , katanya mau jemput. Kok , malah kamu duluan yang kesini. " Tanya Nazwa.


" Aku jemput kok , cuma aku lihat kamu sama laki-laki yang kemarin. Ya , aku duluan aja , karna aku gak mau ganggu kalian aja. " Jawab Radit , yang sedikit menyembunyikan rasa cemburunya.


" Hm , maaf yah. Aku juga gak tau dia bakalan jemput aku. " Ujar Nazwa.


" Yaudah , gapapa. " Ucap Galih , dan meninggalkan Nazwa.


Nazwa yang heran dengan sikap Radit hari ini , yang terlihat ketus padanya.


" Kok , Radit gitu sih jawabnya. Apa mungkin , dia marah.? Kalo marah gak mungkin kayak nya. Yaudah deh , nanti aku tanya lagi aja. " Gumam Nazwa dalam hati.


Nazwa menyimpan tasnya terlebih dahulu ke loker , dan mulai bekerja.


Nazwa yang mencoba mendekati Radit lagi , namun Radit sedikit menjauhinya.

__ADS_1


Menjauhnya Radit, membuat Naza semakin ke heranan dengan sikapa Radit hari ini.


...****************...


__ADS_2