
Setelah cukup lama Nazwa dan Galih berpelukan , Galih mengucapkan janjinya.
" Aku janji walau ragaku tak bisa dimilikimu , namun bagiku hatiku hanya untukmu. Cinta , sayangku untukmu. Tapi aku mohon , mengerti lah keadaanku ini. Dan jangan pernah menjauhiku , karna itu sangat membuatku sakit. " Ucap Galih.
Nazwa yang mendengarnya mengangguk dan tersenyum.
" Aku akan mengerti keadaanmu , namun aku juga ingin kamu mengerti keadaanku yang tak bisa menunggu ragamu lebih lama lagi. " Jawab Nazwa.
" Baik lah jika begitu , aku akan berusaha agar semuanya cepat berlalu. Maka lalui lah semuanya dengan bersama. " Lanjut Galih , dengan menggenggam tangan Nazwa.
Radit yang masih memperhatikan mereka berdua dari kejauhan.~~
" Sekarang aku tahu kenapa , Nazwa saat melihat laki-laki itu bersama wanita lain dia menangis. Ternyata mereka telah menjalani hubungan , tapi kenapa laki-laki itu bersama wanita lain. Jika dia masih mencintai Nazwa.? " Gumam pertanyaan dalam pikirannya.
Radit pun meninggalkan mereka berdua.~~
Galih dan Nazwa pun berpisah , Galih pergi pulang meninggalkan Nazwa. Nazwa pun bergegas berjalan kedalam kosannya.
Nazwa berjalan kedalam kamarnya. Membukakan pintu , dan langsung merebahkan badannya.
" Ya ampun , hari pertama kerja sangat melelahkan. Karena biasa nya pergi pagi pulang sore. Sekarang , dari pagi sampe malem. Aduhhhh..." Gumam Nazwa
Nazwa bergegas ke kamar mandi , membersihkan badan terlebih dahulu.
Setelah keluar dari kamar mandi , dia pun langsung tertidur karna belum terbiasa dengan pekerjaannya yang sekarang.
Namun ketika Nazwa tertidur , ternyata telponnya berbunyi.
Kringg....!!!
Kringg.... !!!
Setelah lamanya berdering , akhirnya mati.
Dan ternyata Radit menelpon Nazwa.
" Kemana Nazwa , kok gak diangkat-angkat sih. Apa dia masih bersama laki-laki tadi.? " Gumam Radit.
Ternyata Radit pun kini mulai sering memikirkan Nazwa. Setelah pertemuannya diangkot , wajah , dan senyumannya selalu terbayang.
" Apa aku jatuh hati padanya.? " Gumam Radit dengan menggaruk-garuk kepala yang tak gatal.
Beralih pada Galih yang telah sampai dikediamannya.~~
Galih langsung berjalan bergegas menuju kamarnya , dan menghiraukan Papahnya yang memanggilnya di ruang tamu.
" Galih.. Galih.. Galih.. Dasar anak itu , tulinya mulai kumat lagi. " Gumam Papahnya.
" Mungkin dia kecapean pah , kan seharian bersama Yeselin. " Jawab mamahnya.
Saat berada didalam kamar , Galih kembali mengingat kebersamaannya bersama Nazwa. Dari pertama dekat , hingga malam tadi.
Semuanya sangat membekas direlung hati Galih.
Galih terus membayangkan Nazwa , hingga dia tersenyum-senyum sendiri.
__ADS_1
" Seandainya aku bisa memiliki Nazwa , tanpa ada halangan apapun. Mungkin sekarang aku sudah bahagia dengannya. " Gumam Galih dalam pikirannya.
Memikirkan semuanya , membuat Galih tertidur dengan sendirinya.
...****************...
Ke esokan harinya , Nazwa terbangun dan segera ke kamar mandi. Setelah itu Nazwa menyiapakan roti isi untuk sarapan , dan bekalnya bersama Radit. Namun ketika dia sedang memakan roti , dia mengambil telponnya. Yang ternyata banyak panggilan masuk dari Radit.
" Waduhhh , Radit semalam nelpon beberapa kali. " Kagetnya , dan langsung menelpon Radit.
Tutt.... Tutt... Tutt...
Telpon pun tersambung.~~
Kringg... !!!
Kringg.... !!!
Radit melihat hp dan mengangkat telponnya.~~
" Halo wa... !! "
" Halo dit , maaf yah , semalam aku langsung tidur. Jadi telpon kamu gak ke angkat. " Ucap Nazwa menjelaskan.
" Hm , gapapa kok. Aku cuma mau ngajak kamu bareng lagi aja. " Jawab Radit.
" Ok , jemput aja yah. Byeee... " Lanjut Nazwa , dan langsung mematikan telponnya.
Setelah merima telpon dari Nazwa , Radit bergegas berangkat untuk menjemput Nazwa terlebih dahulu. Karena jarak antara rumah Radit dan Nazwa lumayan jauh ,memakan waktu 20 menit.
...----------------...
Galih terburu-buru menuruni tangga , dan meminta izin pada mamahnya.
" Mah , aku berangkat duluan yah. " Mencium pipi mamahnya yang tengah berada didapur.
" Mau kemana dulu nak , masih pagi. " Tanya Mamahnya.
" Aku ada urusan dulu diluar. Dahhh.. " Jawabnya dengan berlari keluar rumah.
Galih langsung masuk kedalam mobil , dan melajukannya dengan cepat.
...----------------...
Nazwa yang sudah menunggu Radit , didepan halaman kosannya.
Namun ternyata Galih yang terlebih dahulu sampai didepan kosannya , Radit yang terlambat hanya melihatnya dari kejauhan.
" Galih , kamu kenapa disini.? " Kagetnya karena yang datang adalah Galih.
" Kejutan sayang. Aku pengen nganterin kamu kerja. " Ucap Galih dengan senyum dan membukakan pintu mobilnya.
Nazwa yang terlihat senangpun masuk kedalam mobil Galih. Radit yang melihatnya hanya bisa menundukkan kepala , dan melanjutkan lagi perjalanan ke tempat kerjanya sendirian.
" Aku hanya ingin meluangkan waktu untukmu Nazwa. " Ucap Galih dalam mobil.
__ADS_1
" Hm , yaudah ayo jalan. Aku takut nanti kesiangan. " Jawab Nazwa.
" Ok sayang. " Ujar Galih , menjalankan mobilnya dan berangkat dari tempat itu.
Dalam perjalanan menuju mall , Galih menghidupkan dvd mobilnya. Dan memutarkan lagu " Surat Cinta untuk Starla " , karena lagu itu seperti cerita cintanya pada Nazwa.
Nazwa hanya tersenyum saat mendengar lagu itu , dan mengingat lagi saat awal pertemuannya dengan Galih. Yang awalnya hanya bualan dan mimpi semata , kini menjadi kenyataan.
Dengan senyuman manis , menatap Galih yang sedang menyetir mobil. Galih pun , menggenggam tangan Nazwa , dan menciumnya.
Perjalanan menuju mall terasa begitu indah , dan terasa begitu sempurna.
Galih menyanyikan lirik lagu itu untuk Nazwa.~~
" Bila musim berganti , sampai waktu terhenti. Walau dunia membenci , ku kan tetapa disini. Untukmu... !!! "
Cuupp... !!!
Dengan perlahan mencium kening Nazwa.~~
Nazwa yang terpesona dengan perlakuan Galih padanya , serasa membuatnya semakin mencintai Galih.
Tak terasa perjalanan menuju tempat kerja Nazwa , begitu terasa lama dan berarti.
...****************...
Akhirnya Nazwa dan Galih sampai di mall tersebut. Galih menuju tempat parkir terlebih dahulu.
Saat di tempat parkir , sebelum kekuar dari mobil Galih mencium kening Nazwa.
" Selamat bekerja yah.. Maaf jika nanti aku gak bisa jemput kamu. Tapi , jika sempat aku jemput. " Ucap Galih.
" Iyah , gapapa kok aku ngerti. " Jawab Nazwa.
Nazwa pun keluar dari mobil , dan berjalan kedalam mall.
Galih pun , bergegas meninggalkan mall. Dan pergi menuju rumah Yeselin.
Saat sampai di restaurant , Nazwa melihat Radit yang sudah ada disana.
" Radit , katanya mau jemput. Kok , malah kamu duluan yang kesini. " Tanya Nazwa.
" Aku jemput kok , cuma aku lihat kamu sama laki-laki yang kemarin. Ya , aku duluan aja , karna aku gak mau ganggu kalian aja. " Jawab Radit , yang sedikit menyembunyikan rasa cemburunya.
" Hm , maaf yah. Aku juga gak tau dia bakalan jemput aku. " Ujar Nazwa.
" Yaudah , gapapa. " Ucap Galih , dan meninggalkan Nazwa.
Nazwa yang heran dengan sikap Radit hari ini , yang terlihat ketus padanya.
" Kok , Radit gitu sih jawabnya. Apa mungkin , dia marah.? Kalo marah gak mungkin kayak nya. Yaudah deh , nanti aku tanya lagi aja. " Gumam Nazwa dalam hati.
Nazwa menyimpan tasnya terlebih dahulu ke loker , dan mulai bekerja.
Nazwa yang mencoba mendekati Radit lagi , namun Radit sedikit menjauhinya.
__ADS_1
Menjauhnya Radit, membuat Naza semakin ke heranan dengan sikapa Radit hari ini.
...****************...