Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )

Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )
Epd 33


__ADS_3

...Setelah beberapa hari di rawat , kini Nazwa diperbolehkan pulang dan beristirahat di kosannya. Dan selama Nazwa di rawat Dewi yang selalu menemaninya karna perintah dari Galih. Sedangkan Radit , terakhir berkunjung ke klinik hanya untuk melihat keadaannya dan memberikan tas dan handphone nya saja....


Akhirnya Nazwa dan Dewi sampai di depan kos-kosan Nazwa , mereka berdua pulang menaiki taksi karna tidak ada yang menjemput. Galih yang tengah sibuk mempersiapkan pertunangannya yang kini sudah di depan mata , jadi tak sempat menjemput Nazwa.


Nazwa dan Dewi masuk ke dalam kosan dan berjalan menuju kamar Nazwa. Sesampainya di atas di depan pintu kamar , Dewi meminta kunci kamar pada Nazwa untuk membuka pintu.


" Mana kuncinya.? " Ucap Dewi meminta.


" Oh iyah, nih.. " mengambil kunci di tas dan memberikannya pada Dewi.


Dewi mengambilnya dan langsung membuka kan pintu kamarnya. Sesudah itu mereka berdua masuk ke dalam kamar yang berdebu karna selama beberapa hari tak di tempati dan di bereskan.


" Kamu duduk aja , biar aku yang bereskan tempat ini. Kamu istirahat aja. " Ujar Dewi menyuruh Nazwa duduk di atas kursi.


" Makasih dew , kamu memang teman terbaikku. Lebih baik kamu juga istirahat biar aku saja yang bereskan nanti. Karna kontrakan kamu juga pasti berdebu karena beberapa hari bersamaku. " Jawab Nazwa menolak nya dengan senyum.


"T..tapi kalau nanti kamu aku tinggal dan membersihkan tempat ini sendirian , aku takut dengan kondisimu yang nanti drop lagi. " Sahutnya kembali.


" Beneran kok dew , aku udah sehat dan udah sembuh. Aku bosen dew , dari kemarin di klinik cuma tiduran aja. " Lanjutnya lagi meyakinkan Dewi.


" Iyah deh kalo gitu , tapi beneran yah gapapa. Yaudah aku pulang dulu yah , nanti kalo ada apa-apa kamu langsung hubungi aku aja. " Ucap Dewi percaya pada kondisi Nazwa.


Nazwa hanya mengangguk dan tersenyum pada Dewi , Dewi mengambil tasnya yang berisi baju kotornya dan pergi meninggalkan Nazwa di dalam kamarnya sendirian.


Melihat Dewi pergi , Nazwa hanya tersenyum dan melambaikan tangannya pada Dewi. Dewi yang begitu berat meninggalkan Nazwa sendirian , merasa kasihan. Namun dia juga ingin beristirahat , karna mungkin pekerjaanya di kontrakan sangat banyak karna di tinggalkan beberapa hari.


Setelah Dewi pergi meninggalkan kosannya , Nazwa berganti baju dan memulai membersihkan kamarnya dengan perlahan.


...Radit yang sedang bekerja baru teringat , jika hari ini Nazwa keluar dari Klinik....


" Hm , aku lupa kalo sekarang Nazwa pulang dari klinik. Apa aku telpon aja yah , sapa tau dia mau di jemput. " Gumamnya.


Radit mengeluarkan handphonenya dari saku celana dan langsung menelpon Nazwa.


Ttuttt....


Ttuttt...


Nazwa yang sedang membersihkan tempat tidurnya , mendengar handphone yang sedang di charger berbunyi.


Kringg...


Kringg...


Nazwa menghampiri handphonenya dan mengangkat telponnya.


" Hallo... " Nazwa mengangkat telpon.

__ADS_1


" Hallo! Nazwa kamu lagi dimana , sudah pulang belum , aku jemput kamu pulang yah.? " Pertanyaan Radit yang begitu banyak.


Nazwa tersenyum " Hmm , kamu telat dit telponnya dan telat juga jemputnya. Sekarang aku sudah pulang , dan ini juga aku ada di kosan. " Ucap Nazwa menggelengkan kepala.


" Yah , aku telat dong. Yaudah , sekarang aku kerja dulu nanti pulang kerja aku ke kosan mu yah.? " Lanjut Radit sedikit kecewa.


Nazwa hanya tersenyum. Setelah menanyakan hal itu , Radit dengan cepat menutup telponnya. Dia melanjutkan lagi pekerjaannya dengan hati yang senang karna tidak lama lagi Nazwa akan bekerja kembali. Nazwa pun menyimpan handphonenya kembali dan melanjutkan membereskan kamarnya.


...****************...


...Galih yang tengah bersama Yeselin , belum sempat untuk menelpon Nazwa untuk menanyakan kabarnya....


Galih yang disibukan dengan semua persiapan untuk besok , tak dapat melangkah keluar dan menghindari Yeselin. Dia hanya bisa menuruti dan mengikuti Yeselin dari belakangnya.


Yeselin yang antusias karna besok hari dimana dia tunggu-tunggu agar bisa memiliki Galih seutuhnya. Dia juga ingin pesta pertunangan nya berjalan dengan sempurna dan mewah.


Ketika Yeselin sedang sibuk berkutat dengan persiapannya , diam-diam Galih meninggalkannya keluar gedung. Yeselin yang terlalu sibuk , tak sadar jika Galih tidak ada di belakangnya.


" Akhirnya aku bisa keluar dan bisa menjauh dari Yeselin untuk beberapa saat. " Gumamnya.


" Apa aku telpon aja Nazwa , menanyakan kabarnya? Tapi... ? " Lanjutnya lagi.


Akhirnya Galih memutuskan untuk menelpon Dewi. Dia mengeluarkan handphonenya dari balik jasnya.


Tutt....


Ttuttt...


" Apa mungkin dia sedang bersama Nazwa , jadi dia tak mau angkat telponku.? " Gumamnya lagi.


Galih hanya berdiam memikirkan Nazwa.~


Nazwa yang sudah mulai selesai membersihkan kamarnya , dia beristirahat terlebih dahulu.


" Hm , selesai juga. Tinggal nyuci baju aja nih. " Gumamnya dengan merebahkan badannya di kasur.


Sesudah beristirahat , Nazwa lekas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu Nazwa segera makan siang sebelum meminum obat , setelah semuanya selesai di lakukan dari membersihkan kamar sampai membersihkan diri Nazwa berjalan keluar kamar menuju taman depan kosannya.


Semua penghuni kosan menanyai kabarnya dan semua begitu care padanya. Saat menuju taman , Nazwa bertemu dengan Ibu kosan.


" Nazwa , kamu sudah pulang.? " Tanya ibu kos menghampiri.


" Iyah bu tadi pagi. " Jawabnya dengan tersenyum.


" Syukur lah kalo kamu sudah pulang dan sehat , Jaga diri kamu baik-baik yah. " Lanjut ibu kos memberikan perhatian.


" Iyah bu , terima kasih sudah begitu baik padaku. " Ucap Nazwa memeluk bu kos yang baik.

__ADS_1


" Yasudah , ibu lanjut beberes lagi yah. Nanti kalo kamu perlu apa panggil aja ibu. " Ujar bu kos menepuk pundak dan meninggalkan Nazwa.


Nazwa menganggukan kepalanya tanda mengiyakan , dia meneruskan lagi langkah nya menuju taman. Sampai lah dia di taman , dia begitu senang melihat bunga bermekaran warna warni. Karena selama ini dia kurang menikmati hidup yang begitu indah dan malah sibuk dengan pekerjaannya saja.


Nazwa duduk di kursi taman dengan senyuman , menghirup udara segar hari itu. Sampai-sampai dia tertidur dengan posisi duduk di kursi taman.


...Tak terasa hari mulai gelap , Nazwa terbangun dari tidurnya. Betapa kagetnya dia , tak menyangka bahwa dia akan tertidur begitu pulasnya di kursi taman dan saat membuka mata hari yang cerah kini berubah gelap....


Nazwa pergi meninggalkan kursi taman itu dan berjalan menuju kamarnya lagi. Baru saja sampai depan pintu kamarnya , terdengar suara orang yang memanggilnya dari bawah.


" Nazwa... !!! Nazwa... !!! " Teriak dari bawah kosan Nazwa.


Nazwa melihat ke bawah dan ternyata yang memanggilnya adalah Radit. Radit yang baru pulang kerja mampir terlebih dahulu ke kosan Nazwa dengan membawa makanan dan buahan untuk Nazwa.


Nazwa yang melihatnya begitu senang , dia lekas turun kembali menuju Radit yang menunggunya dibawah.


Nazwa berlari dari tangga dan tak terasa dia langsung memeluk Radit karna begitu bahagianya. Radit yang di peluk Nazwa begitu kagetnya , Radit hanya terdiam dan merasakan hangatnya pelukan Nazwa.


Nazwa yang baru tersadar memeluk Radit , langsung melepaskan pelukannya dan tersipu malu.


" Maaf yah dit. " Ucap Nazwa dengan wajah yang malu.


" Iyah gapapa kok. " Jawab Radit yang malu juga.


Nazwa mengajak Radit untuk duduk di kursi taman , agar mereka dapat berbincang dengan nyaman.


" Kenapa kamu sudah pulang kerja? " Tanya Nazwa.


" Aku izin pulang lebih awal , karna aku mau ketemu sama kamu dulu. Oh yah , aku bawakan kamu makan dan buah-buahan. " Jawab Radit dan memberikan kantong plastik dan paper bag.


" Hmm , terima kasih dit. Kamu begitu baik padaku dan begitu perhatian. " Ujar Nazwa.


Mendengar hal itu , Radit begitu malu sampai pipinya merah merona. Mereka berdua berbincang cukup lama di taman. Hingga gelap malam yang semakin pekat , Radit memutuskan untuk pulang.


" Wa , aku pulang dulu yah. Kapan-kapan lagi aku mampir. " Ucap Radit berpamitan.


" Iyah dit. Eh, besok kamu jemput aku yah. Aku mau kerja besok gak enak soalnya baru masuk kerja udah banyak bolosnya. " Jawab Nazwa dan menyuruh menjemputnya.


" Memang nya kamu sudah merasa baik.? " Tanya Radit.


Nazwa menganggukan kepalanya , dia juga menjelaskan kondisinya yang sudah sembuh dan baik-baik saja. Nazwa yang sedikit memaksa pada Radit , akhirnya membuat Radit luluh dan mengiyakan untuk menjemputnya besok pagi.


Setelah semuanya di bicarakan , Radit akhir pergi dari kosan Nazwa dan pulang.


Nazwa melambaikan tangannya ke arah Radit yang melaju meninggalkannya.


Radit yang mulai tak terlihat , Nazwa pun kembali menuju kamanya dengan membawa makanan dan buah dari Radit tadi. Sesampainya di kamar , Nazwa langsung menyantap makanan nya dan memakan buah-buahannya.

__ADS_1


...Setelah makan malam dan memakan buah , Nazwa membersihkan bebas makanannya. Dan berlekas beristirahat agar besok bangun pagi kembali , memulai untuk beraktivitas seperti biasa....


...****************...


__ADS_2