Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )

Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )
Perjuangan Nazwa


__ADS_3

Keesokan harinya , aku pergi bekerja seperti biasanya. Ditengah Jalan Dewi menghampiriku.


"Nazwa , kemarin kamu kemana aku khawatir aku cari kami ke seluruh kantor tapi gak ada. Sampai akhirnya aku minta tolong sama Pak Galih untuk bantu cari kamu. " Tanya Dewi.


" Kemarin aku pergi keluar Dew , Aku minta maaf yah udah bikin kamu khawatir. Dan aku juga tau kok kamu nyariin aku , karna kemarin malam yang mengantarkan aku pulang Galih. " Dengan sedikit senyum.


" Ohh , kalian berdua udah baikkan lagi nihh. " Ucap Dewi sedikit menggodaku.


Aku hanya tersenyum tak bicara apapun tentang kejadian kemarin bersama Galih.


Aku dan Dewi berjalan menuju kantor , tak berapa lama kemudian kami berdua sampai didepan kantor.


Ketika aku dan Dewi masuk , di lobi kantor Yeselin sudah menungguku.


" Dew , kamu duluan aja yah. Aku ada urusan dulu. " Ucapku menyuruh Dewi masuk ke dapur terlebih dahulu.


" Nazwa...!!! " Panggil Yeselin dengan marah.


" Beraninya Lo , menyuruh Galih membatalkan pertunangan gue dengannya. Ayahnya Galih sudah setuju dengan perjodohan ini. Dan Lo malah menghasut Galih. Dasar perempuan licik. " Lanjut Yeselin.


" Dengar ya Yeselin , aku sama Galih tuh saling cinta , kemarin aku berdiam karna aku ingin Galih yang perjuangkan perasaannya terlebih dahulu. Namun , wanita yang Galih hadapi ternyata sama Liciknya denganku. Kini aku yang akan perjuangkan Galih. " Dengan tatapan tajam , jawabku.


Seketika Yeselin nenamparku di hadapan semua orang di lobi.


Prakkk.... !!!!


" Beraninya kamu bilang mau perjuangkan Galih , lihat aja kamu akan menyesal Nazwa. " Ucap Yeselin dengan mengancamku.

__ADS_1


Aku hanya terdiam saja , ketika Yeselin menamparku. Dan seketika Adegan Yeselin dan aku dikantor menjadi perbincangan para karyawan tentang , baik buruknya aku , dan baik buruknya Yeselin.


Setelah itu aku berganti pakaian , dan memulai untuk bekerja.


Tak lama Bu Hilda memanggilku keruangan nya.


" Iyah bu ada apa.? " Tanya ku.


" Ibu dengar dari beberapa karyawan sedangkan bicarakan antara kamu , Yeselin dan Galih.


" Apa yang kamu perbuat dengan Nona Yeselin. "


Aku hanya berdiam sejenak , bagaimana aku harus menjelaskannya pada Bu Hilda.


...****************...


Sedangkan Ayah Yeselin adalah , Pemilik setengah saham di kantor ini. Dan Perusahan Ayah Yeselin juga perusahan terbesar di Jakarta , dari setengah perusahaan yang berdiri di Jakarta. Pasti mendapat suntikan dana dari Perusahaan Ayah Yeselin.


Setelah mendengar penjelasan Bu Hilda , tentang kekuatan Yeselin dan keluarga nya aku sedikit gentar. Namun ini sudah keputusanku sejak awal , aku harus menerima kosekuensinya.


" Iyah bu , terima kasih ibu sudah memberitahu saya tentang Yeselin. " Jawabku dengan senyum.


" Ibu harap kamu , menikirkannya lagi tentang masalahmu dengan Mereka berdua yah. " Lanjut Bu Hilda.


Aku keluar dari ruangan Bu Hilda dengan sedikit wajah yang khawatir pada Galih , jika dia tetap bersikukuh membatalkan pertunangannya. Maka apa yang akan terjadi pada Perusahaan nya , terutama Ayahnya.


Aku mencari Galih keruangannya , namun ruangan itu kosong. Aku bertanya pada seketarisnya , kata seketarisnya Galih tidak masuk kekantor hari ini.

__ADS_1


Mendengar itu , aku semakin khawatir pada Galih.


" Gimana keadaan Galih sekarang yah? Hm , aku coba telpon dia aja. " Gumamku dalam hati.


Membuka hp , mencari no nya , dan langsung menelpon.


Tuttt... Tuttt...


" Hallo Galih... " Ucapku sedikit senang.


" Iyah Nazwa ada apa ? " Tanya Galih.


" Kamu kenapa gak masuk kantor hari ini , aku khawatir sama kamu. "


" Enggak kok , gak apa-apa. Aku cuma ingin libur aja hari ini karna masih terasa bekas bibirmu semalam. " Jawab Galih mengalihkan pertanyaanku.


" Ahhh... kamu masih aja ingat itu. Yaudah kalo kamu gak apa-apa , tapi kalo kamu ada masalah cerita yah sama aku. " Ucapku.


" Iyah , Nazwa.. Selamat bekerja. Byee... !!! " Lanjut Galih dengan menutup telpon..


" Bye... !!! " Menutup telpon juga.


Setelah menelpon Galih , aku cukup merasa tenang dengan keadaannya. Namun , aku juga memikirkan nasibku ini.


Galih dirumah ternyata , masih berseteru dengan Ayahnya. Yamg keinginan Ayah nya pertunangan ini segera dilaksanakam , namun Galih yang tetap tidak mau pertunangan ini dilakukan.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2