Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )

Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )
Malam Yang Indah


__ADS_3

Setelah mengendarai mobil cukup lama , tiba lah disuatu tempat di pesisir pantai.


Aku dan Galih keluar dari mobil.


" Sudah sampai , indahkan tempatnya?. " Ucapnya.


" Iyah indah banget , suasana nya pun sejuk. Aku baru pertama kali jalan-jalan ke tempat indah kayak gini , biasanya aku hanya berkutit dengan pekerjaan ku sehari-hari. " Sahut ku dengan tersenyum.


" Kesana Yuk! "Lanjutnya sambil memegang tanganku.


Aku hanya bisa terdiam ketika dia memegang tanganku , aku mengikuti dia sampai kepinggiran laut. Kami berdua duduk berdua menghadap laut , beralaskan pasir putih , dan ditemani bintang-bintang bertaburan dilangit.


" Galih aku masih penasaran , kenapa kamu bawa aku kesini.? " Tanyaku.


" Hm , kalo saya lagi mumet banyak pikiran , masalah saya selalu tenangi hati saya disini. Dan ini pertama kalinya aku bawa teman kesini , biasanya sendiri. " Jawabnya memandangku sambil tersenyum.


" Memang nya kamu kenapa , cerita aja sama aku. " Sahutku menenangkannya.


" Enggak kok , gapapa. " Jawabnya lagi sambil menggaruk garuk kepala tak gatal.


" Yaudah kalo gak mau cerita sekarang gak apa-apa kok , tapi kalo kamu butuh teman aku siap kok dengerin nya. " Balasku.


Galih hanya tersenyum menatapku dengan tatapan yang tak biasa. Aku membuang muka ke arah lain , karna tatapan itu membuat jantungku kembali berdegup kencang.


" Ya Tuhan , kenapa jantungku berdegup kembali. Jangan sampai aku terjatuh lagi , karna perkataan yang tadi pun masih terngiang ditelinga ku. " Gumamku dalam hati.


Kami berdua melalui malam ini bersama , dan tak terasa jam sudah menunjukan hampir tengah malam. Aku mengajaknya untuk pulang karna sudah terlalu malam.


" Pulang yuk!. " Ajak ku sambil berdiri


" Ayo!. " Sahut nya.


Kami berdua pun berjalan ke arah mobil yang terparkir di pinggir jalan. Aku dan dia masuk kedalam mobil. Dan tak lama kita pun pergi meninggalkan tempat ini.


Saat di dalam mobil , diperjalanan pulang aku dan Galih sama sekali tak bicara sedikit pun. Hingga aku pun tertidur di dalam mobil.


" Aku gak nyangka ternyata dia cantik juga ya kalo tidur." Gumam Galih dalam hati , sambil menatap wajah Nazwa yang tertidur.


" Hey! bangun sudah sampai di jalan gang rumah mu. " Membangunkan ku. Aku pun terbangun , menggesek gesek mata agar segera sadar.


" Hm , terima kasih yah udah ajak aku jalan malam ini. " Ucapku dengan tersenyum.


Aku pun keluar dari mobil Galih.


" Hati hati di jalan yah!! Dahhh!!!. " Lanjutku melambaikan tangan.

__ADS_1


Galih akhirnya pergi , aku berjalan dengan setengah sadar karna baru terbangun. Beberapa menit kemudian tiba lah aku dirumah.


Aku langsung masuk , menggantungkan jaket dan langsung membantingkan badan ku ke arah kasur.


Aku masih penasaran dengan apa yang terjadi padanya, dan masalah apa yang sedang dia hadapi.


Aku memikirkan dan terus memikirkannya hingga tertidur.


...****************...


Beralih di kediaman Galih , Galih yang terbangun di pagi hari dan masih memikirkan kejadian semalam yang terasa seperti mimpi.


" Baru kali ini aku merasa nyaman dengan wanita , biasa nya tak seperti ini. " Gumam nya dalam hati.


Galih pun bergegas mandi bersiap-siap ke kantor. Setelah semuanya selesai , Galih keluar dan turun dari kamar.


" Nak , sarapan dulu yah bareng sama Papah dan Mamah. " Ucap Ibunya.


" Gak mah , aku mau langsung pergi ke kantor aja. Nanti aja makan diluar. Aku pergi dulu yah. "Sambil mencium tangan Ibunya , dan berjalan keluar rumah.


Ibunya kembali ke meja makan menghampiri Ayah Galih yang menunggu.


" Mana Galih Mah?. "


" Dasar anak itu , gak tau diri banget. Gara gara dia terlalu lama di Luar Negeri , jadi anaknya ngelunjak. " Ucap Ayah nya dengan marah.


Ibunya hanya terdiam dan memulai untuk makan.


Beralih ke Nazwa.


Aku yang baru sampai kantor , langsung mengganti pakaian kerja dan mulai bekerja seperti biasanya.


Saat aku sedang membersihkan ruangan karyawan , tak lama Galih melewat masuk kedalam ruangan nya. Dia baru sampai dikantor.


" Dia kenapa , kok wajah nya kayak yang lagi ada masalah, yasudah nanti juga dia bicara. " Gumamku sambil melanjutkan pekerjaan ku.


Setelah selesai saat aku akan kembali ke dapur , Bu Hilda menyuruhku membuatkan kopi untuk Pak Galih.


Aku bergegas ke dapur kantor dan menyiapkan kopi. aku langsung mengantarkan kopinya ke ruangan dia.


Tok,tok,tok!!!


" Permisi pak , saya mau nganterin kopi. " Ucapku masuk kedalam ruangannya.


Setelah meletakan kopi diatas meja , aku bertanya " Kenapa kok , wajah kamu lesu gitu kayak lagi ada masalah.? "

__ADS_1


" Enggak kok , aku biasa saja. " Jawabnya dengan sedikit menutupi.


" Yaudah nanti kalo kamu butuh teman untuk bercerita aku siap kok. Yaudah aku kerja lagi yah. " Sahut ku , kembali keluar ruangannya.


Aku merasa ada yang aneh dengan sikapnya yang sekarang berbeda , namun itu tak begitu dipikirkan.


Saat aku sedang berjalan kembali ke dapur , aku berselingan dengan Nona Yeselin yang terburu buru menghampiri Pak Galih di ruangan nya.


Aku hanya melihat nya memasuki ruangan itu , tapi aku tak mampu melihat mereka berdua. Hatiku akan terasa sakit.


Aku tak tahu apa yang mereka bicarakan , aku hanya bisa menunggunya diluar ruangan. Namun tak lama Nona Yeselin keluar ruangan itu seperti marah. Saat aku hendak kembali ke ruangan itu , hatiku terhenti tak jadi melihat keadaan Pak Galih.


Entah kenapa perasaan itu ketika aku melihat dengan wanita lain membuat ku sakit sekali.


Aku berlari menjauh dari ruangan itu , dan pergi ke dapur kantor.


Aku menenangkan hati dan pikiranku yang sedang bercampur aduk. Entah apa yang kini ku rasakan , namun itu membuat ku merasa tak enak.


Tiba-tiba Dewi datang memanggilku , dan mengibas-ibaskan tangan nya diwajahku.


" Nazwa , Nazwa , hey kamu kenapa?. " Panggilnya.


Aku terkejut , aku langsung memeluk Dewi menangis dipundaknya.


" Kamu kenapa kok nangis , ada masalah?." Tanya Dewi sambil memelukku.


Aku tak bisa berkata apa-apa pada Dewi , saat ini aku hanya bisa menangis sejadi-jadinya.


Dewi mencoba menenangkan aku , hingga aku mulai berhenti menangis.


Tiba-tiba Bu Hilda masuk dapur kantor , dia melihatku seperti ini.


" Kamu kenapa Nazwa , gak enak badan?. " Tanya Bu Hilda menghampiriku.


" Iyah bu , Nazwa sakit. " Sahut Dewi.


" Enggak kok bu , aku baik. " Balasku dengan mengusap air mata.


" Kalo sakit kamu pulang aja hari ini , istirahatkan di rumah. " Ucap Bu Hilda meninggalkan dapur kantor.


Aku pun berganti pakaian dan pulang lebih awal. Aku berjalan pulang sendiri , dan masih memikirkan perasaan ku yang tak karuan ini.


Hingga akhirnya aku sampai di rumah , aku langsung merebahakan badanku di kasur. Dan masih memikirkan semuanya ini sambil menangis.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2