
Dimalam yang sesunyi ini , aku sendiri tiada yang menemani. Meratapi kisahku , yang kandas karena dijodohkan. Tak ada bahu tempat ku bersandar , tiada teman tempatku mengeluh. Yang kini hanya ada kesedihan yang mendalam.
Masih terbayang saat-saat indah bersamanya , yang tak mudah aku lupakan. Menangis diri ini , menangis hati ini.
" Jika akhirnya akan tetap seperti ini , lebih baik dari dulu aku meninggalkannya , menjauhinya sebelum tercipta semua kenangan indah. " Gumamku dengan tersedu-sedu.
Saat aku sedang bersedih , tiba-tiba terdengar ketukan pintu di depan kamarku.
Tok , tok , tok... !!!
Aku membukakan pintu , dan ternyata Dewi datang menemuiku.
" Dewi? Dari mana kamu tahu alamat baru ku.? " Tanyaku.
" Aku tahu dari Galih , dia menyuruhku kesini. mungkin karena dia tahu pasti kamu sangat terpukul dengan keputusannya. " Jawab Dewi.
Aku mempersilahkan Dewi masuk ke dalam kamarku.
Aku pun bertanya kembali. " Kenapa Galih menyuruhmu kemari , bukan kah dia sudah tak pedulikan ku lagi.? " Tanyaku.
" Aku gak tau , yang penting sekarang aku sudah bersama kamu. " Jawab Dewi dengan memelukku.
Dewi menenangkan Nazwa. Saat Dewi memeluk Nazwa , Nazwa malah menangis kembali , sembari menceritakan semuanya.
" Kamu benar wi , tentang semuanya. Pengorbananku akan sia-sia saja. " Gumamku dengan menangis.
" Yasudah , semua sudah terjadi. Kini kamu buka kembali lembaran baru. Dengan secara perlahan , walaupun sulit untukmu saat ini. " Jawab Dewi.
Kini rasa sedihku tercurahkan dengan adanya seorang teman , yang mau mendengarkan ceritaku. Dan memberikan semangat untukku.
" Terima kasih , kamu sudah ada disini bersamaku. Jangan pernah tinggalkan aku seperti kemarin ya.. ? " Ucapku dengan menangis tersenyum.
Dewi menganggukan kepalanya , aku memeluknya lagi. ~~
Waktu tak terasa begitu cepat.
" Dewi , menginaplah disini bersamaku temani aku malam ini. ? " Tanyaku.
" Iyah , aku bakalan tidur disini malam ini. " Jawabnya , dengan mencubit pipiku.
Aku merasa tenang malam ini , karena aku tak akan berlarut-larut dalam kesedihanku. Walaupun hati ini masih terasa sakit , namun aku bisa menyembunyikan dan melupakannya secara perlahan.
__ADS_1
...****************...
Galih dan Yeselin mempersiapkan acara pertunangannya yang akan segera dilaksanakan. Mulai dari Gaun , jas , cincin tunangan dan semuanya.
Hingga hari-H pertunangan Galih dan Yeselin pun diselenggarakan.
Aku melihat Galih dengan tampan dan gagahnya memakai jas warna Putih. Dan Yeselin memakai gaun yang berwarna senada dengan Galih. Membuat mereka semakin cocok.
Galih dengan senyuman , dan tatapan yang berbinar-binar memasangkan cincin dijari manis Yeselin.
Namun ketika Galih dan Yeselin akan berciuman , aku terbangun dari tidurku. Dengan keringat dingin disekujur tubuhku.
" Ya Tuhan , itu hanyalah mimpi. Mimpi yang buruk untukku. Aku gak akan kuat jika melihat mereka bersama. " Gumamku.
Terbangunnya aku , membuat Dewi juga bangun dari tidurnya.
" Kamu kenapa , kok bangun. Kan masih tengah malam , kamu mimpi yah.? " Tanya Dewi.
" Iyah wi , aku mimpi Galih dan Yeselin bertunangan. Dan aku melihat Galih begitu bahagia , seakan-akan tak merasa bersalah karna meninggalkanku. " Jawabku.
" Itu hanya lah bunga mimpi , karna kamu terlalu memikirkannya. Yaudah sekarang kita tidur lagi yah. Karena ini masih tengah malam. " Lanjut Dewi mengajak aku untuk tidur kembali.
Hingga pagi , aku tak tidur kembali. Karena aku masih takut memimpikan , mimpi buruk itu lagi.
Dewi pun terbangun dan masih melihatku duduk disampingnya.
" Kamu gak tidur.? " Tanya Dewi , yang masih mengedipkan mata.
" Iyah wi , aku takut mimpi itu lagi. "
" Ya ampun... " Jawabnya dengan menepuk jidat.
Aku hanya tersenyum melihat Dewi seperti itu. Dewi pun beranjak dari tempat tidur , dan pergi ke kamar mandi.
Saat keluar dari kamar mandi Dewi berkata " Udah lah kamu jangan pikirin dia lagi , mending hari ini kita senang-senang. Ke taman bermain , ke kebun binatang ,kemana aja. Yang penting kamu bisa melupakan sejenak tentang semua ini. " Mengajakku.
" Tapi kamu gak kerja gitu.? " Tanyaku.
" Enggak ah , aku mau liburan dulu. sudah lama aku gak liburan. " Jawabnya dengan senyum.
Aku pun menganggukkan kepala , mengiyakan ajakan Dewi. Aku bergegas ke kamar mandi , membersihkan diri dan berganti pakaian.
__ADS_1
Setelah semuanya selesai aku dan Dewi keluar dari kamar. dan mengunci pintunya terlebih dahulu.
" Tapi , kita belum sarapan wi. ? "
" Sarapan bisa dimana aja tau. " Sambil berjalan ditangga.
Aku tersenyum , melihat Dewi begitu bersemangat mengajakku pergi.
Berawal dari taman bunga ditengah kota , mengihirup udara segar di pagi hari. Aku dan Dewi duduk bersama , sembari menikmati sarapan Roti isi dan susu. Yang Dewi beli di pedang asongan.
Serasa nikmat sarapan pagi ini , dilengkapi dengan tertawa terbahak-bahak menceritakan awal aku dan Dewi bertemu dikantor.
Tak sampai disitu , aku dan Dewi pergi ke kebun binatang. Melihat berbagai macam satwa , dan melihat pertunjukan hewan seperti lumba-lumba , gajah , monyet dan banyak yang lainnya.
Tak terasa waktu begitu singkat. ~~
" Nazwa , aku lapar. Kita makan siang dulu yuk. " Ucap Dewi mengajakku makan siang.
" Yuk , karna aku juga lapar. " Jawabku.
Aku dan Dewi pergi ke sebuah warung makan pinggir jalan.
" Kita makan disini aja yah , meminimal lisir keuangan. Wkwkwk.... " Ucap Dewi dengan tertawa.
Aku dan Dewi masuk kedalam warung , dan memesan makanan.
...****************...
Namun dari kejauhan ada sebuah mobil , yang sedang mengikuti mereka berdua. Mobil itu dari sejak pagi mereka berdua keluar kosan , sampai siang ini mengikuti mereka.
Saat membukakan kaca mobilnya , di dalam mobil itu adalah Galih yang mengikuti Nazwa.
Sebenarnya Galih khawatir pada Nazwa , dia takut Nazwa berlarut-larut dalam kesedihannya.
" Aku lega melihat kamu , tersenyun , tertawa , walau itu bukan bersamaku. tapi seenggak nya , aku tahu kamu bahagia. Maaf kan aku , tapi yang harus kamu tahu aku akan selalu menyayangimu. " Gumam Galih.
Galih pun pergi meninggalkan tempat itu , saat sudah melihat Nazwa baik-baik saja.
Namun , kehadiran Galih membuat hati perasaan Nazwa merasakan kehadiran Galih.
...****************...
__ADS_1