
Nazwa yang meneteskan air mata , saat melihat Galih dan Yeselin pergi bersama bergandengan tangan. Dilihat juga oleh Radit , Radit menghampiri Nazwa yang sedang terdiam diujung meja kasir.
" Kamu kenapa , kok lihat mereka pergi malah nangis.? " Tanya Radit , yang mengusap air mata dipipinya.
Nazwa yang kaget dengan tangan Radit ketika menyentuh pipinya.
" Eh , enggak kok. Aku gapapa Dit , cuma kelilipan aja. Buat apa aku liatin orang yang pacaran. " Jawab Nazwa , menyembunyikan sesuatu dari Radit.
Nazwa pun pergi meninggalkan Radit disana.
" Aku yakin pasti ada yang disembunyikan oleh Nazwa , tentang dia dan laki-laki yang tadi. " Gumam Radit dalam hati.
Radit dan Nazwa pun kembali bekerja.~~
Galih dan Yeselin keluar dari mall itu , dan pergi meninggalkan mall. Tetapi , pikiran Galih masih berada di mall tersebut. Dia masih memikirkan laki-laki yang tadi bersama Nazwa , dan sekarang dia juga ada di restaurant yang barusan Galih dan Yeselin makan.
Dia melamun dan sampai tak fokus bahwa dia sedang mengendarai mobil , Galih hampir saja menanbrak pedangan rujak yang melintas.
" Awasss... !!! " Teriak Yeselin.
Galih langsung mengerem mendadak , hingang kepala Galih dan Yeselin terbentur.
" Auwww , sakit. " Ucap Yeselin.
" Aduhhh , maaf aku ngelamun. Ada yang sakit.? " Tanya Galih dengan menyentuh wajah Yeselin.
Yeselin merasa senang saat Galih menyentuh wajahnya dengan lembut. Karena pertama kalinya Galih memperlakukan Yeselin dengan baik.
" Woyy , kalo nyetir yang bener dong. " Ucap tukang rujak yang hampir tertabrak.
Galih yang mendengarnya , langsung memalingkan wajah dan keluar dari dalam mobil. Yeselin yang mendengarnya pun dibuat kesal.
" Dasar tukang rujak ganggu aja. " Gumam Yeselin dalam hati.
" Iyah , maaf pak. Saya gak sengaja. Sekali lagi minta maaf. " Jawab Galih.
Tukang rujak pun melanjutkan lagi perjalanannya berdagang. Setelah tukang rujak pergi , Galih masuk lagi kedalam mobil.
Galih mengusap kepalanya. Sambil bergumam " Aku harus cari tau hubungan Nazwa dan laki-laki itu. Biar aku gak penasaran , dan gak kepikiran. "
" Apa sih yang kamu pikirin hah.. " Tanya Yeselin dengan marah.
__ADS_1
" Enggak kok , aku cuma kecapean aja. Jadi besok aja yah kita anterin undangannya , aku anterin kamu pulang aja. " Jawab Galih dan menyela pertanyaan Yeselin
" Yaudah deh kalo begitu. " Jawab Yeselin dengan kesal.
Akhirnya Galih dan Yeselin , berputar arah kembali menuju rumah Yeselin.
" Bagus deh , hari ini aku akan cari informasi tentang mereka. " Gumam Galih.
Setelah mengantarkan Yeselin pulang ke rumahnya , Galih kembali lagi ke mall.
" Aku harus kesana lagi , apa benar dugaan ku jika Nazwa juga bekerja disana. " Gumam Galih dalam mobil.
Beberapa menit kemudian Galih sampai di mall itu , dan memarkir kan mobilnya terlebih dahulu.
Setelah itu , dia bergegas ke restaurant tempat tadi dia makan bersama Yeselin.
Namun saat didepan restaurant Galih , mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam. Karena jika dia masuk kedalam , pasti Nazwa bersembunyi dan enggan menemuinya.
" Aku akan menunggu nya disini saja , karna jika aku kedalam dia akan bersembunyi lagi. " Gumamnya dalam hati.
Galih menunggu seharian disana , karna restaurant itu tutup jam 10 malam.
Galih pun sampai tertidur di kursi yang ada diluar restaurant.
Sampai jam waktunya Nazwa dan Radit pulang. Galih segera bersembunyi dibalik tihang besar.
Dan benar saja dugaan Galih , Nazwa keluar dari restaurant itu. Dan pulang bersama laki-laki yang tadi melayaninya.
" Benar dugaan ku , Nazwa bekerja disini bersama laki-laki itu. " Gumam Galih dalam hati.
Galih mengikuti mereka berdua sampai ke parkiran motor. Saat mereka pergi pulang , Galih pun bergegas ke mobilnya. Dan mengikuti mereka berdua lagi.
Namun Radit yang sadar ada yang mengikutinya , karna terlihat dari kaca spion motornya.
" Itu mobil kok dari tadi ngikutin aku sama Nazwa.? Dari keluar parkir sampai sekarang , jangan-jangan itu laki-laki yaang tadi pagi bertemu Nazwa.? " Gumam Radit dalam hati.
Radit tak membicarakan pada Nazwa , karna dia juga ingin tahu apa hubungan mereka berdua.
...****************...
Sampai di depan kosan rumah Nazwa , Nazwa turun dari motor Radit.
__ADS_1
" Makasih yah dit , kamu udah baik sama aku. " Ucap Nazwa dengan tersenyum.
Melihat senyuman Nazwa yang manis , membuat laki-laki yang melihatnya akan terpesona.
" Iyah , besok aku jemput lagi yah. " Jawab Galih membalas senyum Nazwa.
Galih yang melihatnya dari kejauhan hanya menahan amarah dalam hati , sampai mengepalkan tangannya menahan amarah.
" Yaudah , aku pulang dulu yah. Istirahat yah , Sampai jumpa besok. " Radit meninggalkan Nazwa disana , Nazwa pun melambaikan tangannya ke Radit.
Setelah Radit pergi dan menjauh , Galih berlari mobilnya menghampiri Nazwa yang berjalan menuju kosan.
" Tunggu Nazwa.. " Panggil Galih dengan berteriak.
Nazwa yang mendengar Galih memanggilnya , lekas mempercepat jalannya.
Namun , tak secepat lari Galih yang kini memegang tangannya dan menahannya agar tak kedalam kosan.
" Aku mohon Nazwa , dengerin dulu penjelasan aku. " Ucap Galih memohon pada Nazwa.
" Penjelasan apa lagi , kamu yang bilang bahwa keputusan mu bersama Yeselin yang terbaik. Berati sama saja kamu , menyuruhku untuk menjauhi kamu. " Jawab Nazwa penuh dengan amarah terpendam.
" Iyah , memang aku bilang seperti itu sama kamu , karna aku gak mau lihat kamu menderita , dijauhi sahabatmu , hidupmu tak tenang. Itu alasanku. " Lanjut Galih menjelaskan lagi.
" Cukup Galih , Cukup , apapun alasanmu sekarang aku sudah gak mau dengar lagi. " Dengan menutup telinganya.
Galih juga menanyakan siapa laki-laki yang mengantar jemput mu bekerja. Nazwa bilang pada Galih di adalah laki-laki yang tengah dekat dengannya.
" Bohong , bohongg , aku tahu kamu masih menyimpan perasaanmu padaku. Gak segampang itu , kamu lupain aku. " Ujar Galih menyangkal omongan Nazwa.
Terlihat dari kejauhan ternyata Radit , belum pergi jauh dari kosan Nazwa.
" Jadi ternyata mereka pernah memiliki hubungan. " Gumam Radit.
Radit terus melihat dan memperhatikan mereka berdua berdebat.
Galih dan Nazwa , yang masih berdebat tentang hubungannya. Yang tak lama setelah meluapnya amarah Nazwa. Nazwa menangis dengan histeris , hingga dipeluk oleh Galih.
" Maafkan aku , yang aku lakukan hanya ingin melindungimu dari Yeselin. Tak lebih dari itu , kamu tahu janji ku saat makan malam dipesisir pantai. Walaupun ragaku tak dimilikimu , namun hatiku hanya untukmu. " Ucap Galih dengan memeluk dan mencium kening Nazwa.
Mendengar semua penjelasan Galih semuanya , Nazwa pun mulai luluh kembali. Karena begitu besar rasa cinta dan sayang pada Galih. Tak gampang membuangnya dengan cepat.
__ADS_1
Mereka terus bepelukan meluapkan rasa rindu yang selama ini dipendam. Galih mencium kening Nazwa tanpa henti , karna dia begitu mencintainya.
...****************...