Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )

Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )
Mulai Mendekati


__ADS_3

Aku dan Dewi berjalan keluar kantor , namun saat di lobi Pak Galih menghentikanku terlebi dahulu.


" Hey! Nazwa. " Panggilnya.


" Ada apa pak?. " Jawabku dengan heran.


Pak Galih berkata " Boleh saya antar kamu pulang?. "


Aku kaget Pak Galih ingin mengantarkan ku pulang. Dewi pun sampai menyinggulku.


" Ini tanda terima kasih saya , karna kamu tadi sudah menolong saya " Lanjutnya kembali.


" Hm , gak usah pak rumah saya dekat kok dari sini. " Jawabku. Padahal dalam hati ingin rasanya aku mengiyakan ajakannya.


" Oh gitu yah, Yaudah deh kalo begitu. Tapi sekali lagi makasih ya!! Saya duluan. " Ucapnya kembali sembari tersenyum padaku.


Setelah itu Pak Galih pergi meninggalkan aku dan Dewi di lobi tadi. Aku masih kaget dengan ajakannya yang ingin mengantar aku pulang.


" Nazwa , kok kamu malah tolak sih ajakannya. padahal jarang loh dapat tumpangan mobil mewah ganteng lagi. " Ucap Dewi menyayangkan penolakan ku tadi.


" Gak apa-apa wi, mungkin bukan saatnya. " Jawabku dengan tertawa sambil melanjutkan langkah kakiku yang terhenti.


Selagi berjalan menuju arah rumah , Dewi masih penasaran dengan apa yang aku perbuat pada Pak Galih yang bisa membuat dia berterima kasih dan ingin mengantarkan aku pulang.


Aku menceritakan semua kejadian tadi siang diruang meeting, aku menolong dia bersembunyi menghindari Nona Yeselin saat itu.


Dewi tertawa mendengar ceritaan aku.


Kami pun berpisah disebuah jalan gang , sebelum sampai di rumah aku membeli nasi bungkus untuk makan malam nanti. Sesudah itu aku kembali melanjutkannya pulang ke rumah.


Sesampainya dirumah seperti biasa , aku membersihkan badan terlebih dahulu. Lalu makan dan terakhir rebahan.


...Aku terus mengingat kejadian siang itu , yang membuat aku bisa berdekatan dan berduan diruangan. Dan perkataan Pak Galih yang mengajak ku pulang bersama masih terngiang di telingaku. Ingin rasanya aku mengiyakan ajakan Pak Galih. Tapi aku terlalu takut dengan perkataan karyawaan disana, jika aku berani pulang bersama dirinya....


...****************...


Ke esokan paginya aku bangun tidur agak siangan , karna hari minggu libur bekerja.


Jika hari libur kegiatan ku di kantor pindah ke rumah Beres-beres , cuci baju , segalanya.


Saat aku ingin keluar membeli sarapan pagi , tiba tiba telepon ku berdering. Panggilan dengan nomor baru.

__ADS_1


" Halo! siapa yah?. " Ucap ku.


" Kamu lagi sibuk gak , bisa ketemu? " tanya nya.


Aku yang heran menjawab " Enggak kok , ketemu dimana?. "


" Di caffe depan kantor tempat kamu bekerja , jam 10 pagi. Saya tunggu "


Telepon ditutup oleh nya , aku yang masih kebingungan siapa dia. Suaranya sering aku dengar namun entah siapa.


Saat melihat jam ternyata sudah jam 9 , aku pun tak jadi membeli sarapan karna tak sempat. Aku langsung membersihkan diri dan bersiap pergi.


Jam 10 kurang aku keluar dan mengunci pintu rumah. Segera berjalan ke tempat yang telah di janjikan dengan si penelpon tadi. Aku berjalan dengan setengah lari ingin segera sampai ke caffe tersebut. Dan penasaran siapa yang mengajak ku pergi keluar dihari minggu ini.


Sesampai di depan caffe tersebut , aku langsung masuk dan menelpon balik nomor yang tadi menelpon ku. Suara dering telepon terdengar di sudut ruangan caffe. Seorang laki laki memakai jas duduk disana. Aku menghampiri dengan perlahan ke arah bunyi telepon itu.


Dan betapa kagetnya aku , dia adalah Pak Galih yang mengajak ku bertemu disini. Aku hanya terdiam saat dia menoleh ke arah ku sambil tersenyum.


" Hayy !! , Silahkan duduk. " Ucapnya menyuruhku duduk di depannya.


" Kok malah bengong sih, kaget yah saya telpon. " Lanjut ucapnya.


Aku hanya bisa terdiam sejenak dan masih tidak percaya. Aku memberanikan diri untuk bertanya.


" Aku tau dari data karyawan di kantor. " Jawabnya sambil tersenyum.


Aku tak menyangka dia akan mencari nomor telpon ku. Dan mengajak aku untuk bertemu.


Aku bertanya kembali " Maaf pak , ada apa yah Pak Galih telpon saya dan menyuruh saya kesini?. "


" Gak ada apa-apa kok, saya cuma mau kamu temenin saya hari ini. Oh iya satu lagi jangan panggil saya Pak Galih , panggil saya Galih aja "


Jawabanya yang membuat aku semakin bingung. Alasan apa dia ingin aku temani, dan untuk apa. Pertanyaan itu hanya bisa aku pendam dalam hati. Tapi di balik kebingungan itu aku merasa senang dan bahagia.


" Tapi Pak?. " Sahut ku.


" Gak usah tapi, tapi, Galih aja yah. " Lanjutnya kembali.


Galih memanggil pelayan dan menyuruhku memilih makanan apa yang aku mau. Setelah memilih makan dan tak lama pelayan itu pun kembali membawa makanan dan minuman yang kami berdua pesan.


" Ayo makan , gak usah malu kok. " Ucapnya padaku.

__ADS_1


Aku hanya bisa tersenyum mengiyakan ucapannya. Setelah beberapa menita kemuadian kami berdua selesai makan.


Aku dianjak mengobrol. Dia menceritakan banyak hal tentang kehidupannya, Aku hanya sebagi pendengar. Dan dia juga mencerita wanita yang kemarin siang mencarinya dikantor.


Yeselin memang pacarnya sejak 2tahun yang lalu, namun Yeselin super posesif padanya hingga dia merasa terkekang, dan merasa tak nyaman lagi dengannya. Dan Galih memutuskan hubungan dengan Yeselin tapi Yeselin menolak nya dan sekarang Galih berusaha menjauh darinya.


Aku terdiam mendengar cerita kehidupan pribadinya. Yang penuh dengan drama.


Galih berkata " Maaf yah , saya jadi curhat sama kamu. "


" Tidak apa-apa Pak Galih , jika butuh orang untuk menjadi pendengar hubungi saya lagi aja. Saya siap menjadi pendengar yang baik. " Jawabku sembari tersenyum.


" Kok panggilnya Pak lagi sih, saya bilang Galih aja. " Sahutnya sambil memandangku.


Aku pun tersipu malu saat memanggilnya dengan sebutan Pak Galih lagi.


" Terima kasih kamu sudah mau menemani saya hari ini , menjadi pendengar yang baik dan pemberi solusi yang tepat. " Lanjut dia memujiku.


Aku semakin melayang mendengar kata-katanya yang membuat hati ini semakin tergila gila padanya.


Setelah itu kami memutuskan untuk pulang. Kami berjalan berdua bersamaan keluar caffe.


" Saya antar kamu pulang yah?. " Ajak nya.


Aku hanya menganggukan kepala tanda mengiyakan ajakannya , yang kemari aku tolak.


Aku masuk kedalam mobilnya, dan tak lama mobil pun bergerak maju mengantarkan ku pulang.


Hanya beberapa menit , aku memberhentikan dia di depan jalan gang yang tak bisa dilalui mobil.


" Berhenti disini aja Galih. " Dengan gugup aku mengucapkan namanya.


" Kok disini sih " tanya dia.


"Jalan nya kecil gak bisa dilalui mobil. " Sahut ku. Sambil keluar dari mobil itu.


" Yaudah kalo begitu, sampai jumpa lagi yah. Dahhhh !!!. " Ucapnya , sambil melambaikam tangan di dalam mobil.


Galih pun pergi dengan cepatnya. Aku yang berjalan menuju rumah sambil melamunkan apa yang terjadi hari ini seperti mimpi di siang bolong.


Sesampainya di rumah , aku membuka kan kunci pintu rumah dan masuk kedalam.

__ADS_1


...Aku langsung berbaring di atas kasur , dan masih memikirkan kejadian hari ini. Sampai sampai aku terlelap tidur....


...****************...


__ADS_2