
...Dewi masuk ke dalam klinik dan berjalan menuju ruang IGD dimana Nazwa istirahat disana....
Dewi masuk ke dalam ruangan dan menghampiri Nazwa dan Radit yang tengah beristirahat.
" Nazwa.. !! " Ucap Dewi dengan lembut ditelinganya.
Nazwa terbangun dan betapa kagetnya dia , tak menyangka jika Dewi berada disini.
Radit pun ikut terbangun mendengar suara Nazwa.
" Ada apa Nazwa. ? " Tanya Radit.
Namun ketika Radit melihat Dewi , dia pun begitu kaget dengan kehadirannya. Radit hanya tersenyum pada Dewi.
" Kamu dew , kenapa kamu tahu aku disini.? " Tanya Nazwa.
Dewi menjelaskan kenapa dia bisa berada disini, namun dia tak memberitahu Nazwa jika dia tahu dari Galih.
Ketika Nazwa dan Dewi mengobrol , suster pun datang menghampiri.
" Maaf , untuk hari ini kata dokter mba Nazwa beristirahat disini sehari lagi. Dan sekarang kita pindah kamar. " Ucap Suster.
" Tapi suster , saya belum membayar administrasinya. " Tanya Nazwa.
Nazwa juga bertanya pada Radit siapa yang membayar administrasinya , Dewi pun tak mengetahuinya.
Akhirnya Nazwa pun pindah ke dalam ruang perawatan VIP. Ruangan perawatan tang sangat nyaman untuk Nazwa. Nazwa melihat-lihat ruangan itu , dan ruangan itu terbilang mewah diklinik ini.
" Kok ruangannya disini suster. ? " Tanya Nazwa dan Radit.
" Iyah mba , karna ruangan yang lain penuh jadi mba masuk keruangan ini. " Jawab suster yang langsung meninggalkan mereka didalamnya.
" Siapa yang bayar administrasinya.? Aku harus cari tahu. " Gumam Radit dalam hati.
Nazwa pun masih terheran kenapa dirinya bisa masuk ruang perawatan yang bagus , dan siapa yang membayarnya. Tapi dia , tak begitu memikirkannya saat ini.
Setelah itu Nazwa , memperkenalkan Radit pada Dewi.
" Oiya, Dewi ini Radit teman ditempat kerjaku yang baru. Dan ini Dewi sahabat di tempat kerjaku yang lama. " Ucap Nazwa memperkenalkan.
Radit dan Dewi saling bersalaman , memperkenalkan satu sama lain.
" Radit kalau kamu mau pergi kerja , pergi aja sekarang aku ada Dewi kok. " Ucap Nazwa.
" Tapi aku mau temani kamu disini. " Jawab Radit.
" Gak usah , ada aku kok. Kamu kerja aja biar aku yang jaga Nazwa. " Ucap Dewi menyela obrolan mereka.
Radit akhirnya mengiyakan permintaan Nazwa untuk kembali bekerja. Tapi , dia berjanji untuk kembali kesini dan menemaninya.
__ADS_1
Radit pun pergi meninggalkan Nazwa dan Dewi di dalam ruang perawatan.
Radit berjalan keluar klinik , tapi dia berpikir untuk menanyakan lagi siapa yang membayar administrasi Nazwa.
Dia berjalan terlebih dahulu menuju tempat Administrasi. Sesampainya disana dia menanyakan siapa yang membayar semuanya dengan atas nama pasien Nazwa.
Namun suster enggan memberitahu namanya , suster hanya memberi clue jika yang membayarnya adalah seorang laki-laki dengan memakai jas hitam.
Mendengar clue dari suster , Radit berpikiran jika yang membayarkan semuanya adalah Galih. Laki-laki yang selalu mengejar Nazwa.
Setelah mendengar dan tahu siapa yang telah membayarnya , Radit langsung pergi meninggalkan klinik dan kembali ke tempat kerjanya dengan berjalan kaki.
...****************...
...Beralih pada Galih yang sedang berada dikantornya.~~...
Galih hanya bisa melamun memikirkan keadaan Nazwa saat ini. Karena jika dia pergi kesana , takutnya Yeselin datang ke kantornya hari ini.
Dan ternyata Yeselin datang ke kantor Galih , dia masuk ke ruangan Galih mengagetkannya.
" Heyy , kamu ngelamun aja. " Tanya Yeselin.
" Hm , enggak kok. Aku cuma pusing aja banyak kerjaan yang menumpuk. " Jawab Galih.
Yeselin hanya tersenyum , dan memeluk Galih dari belakang. Galih yang sebenarnya risih dengan perlakuan Yeselin padanya.
" Aku kesini cuma kangen aja , dan aku udah gak sabar jadi tunangan kamu. Padahalkan tunangannya lusa tapi aku benar-benar sudah gak sabar. " Jawab Yeselin , dengan memeluk Galih makin erat.
" Aku kan lagi kerja , bisa gak kamu diam. Duduk aja di sofa. " Ucap Galih melepaskan pelukan Yeselin
Yeselin hanya tersenyum pada Galih dan dia duduk di sofa. Galih melanjutkan pekerjaannya , agar Yeselin percaya bahwa dia sedang sibuk.
Yeselin duduk di sofa , membaca majalah , bermain handphone. Galih hanya meliriknya dan membiarkannya agar dia bisa segera pergi.
Setelah duduk disofa yang hampir sejam , Yeselin mulai merasa bosan menunggu Galih yang bekerja. Yeselin memutuskan untuk keluar dari kantor , dan pergi ke salon.
Galih yang mendengar Yeselin akan keluar kantor , merasa lega dan tenang.
Yeselin meminta izin pada Galih , bahwa dia akan pergi. Galih mengiyakan ucapan Yeselin untuk pergi.
Akhirnya Yeselin keluar dari ruangan dan pergi dari kantor ini. Setelah Yeselin keluar , Galih berpikir untuk menelpon Dewi menanyakan keadaan Nazwa sekarang.
Tutt... !!!
Tutt... !!!
Telpon tersambung , tetapi Galih mematikannya lagi dan mengurungkan lagi niatnya menghubungi Dewi. Galih takut jika dia menelpon , Nazwa akan tau jika aku sudah tau bahwa dia sedang sakit.
Dan Nazwa juga bisa tau , jika Galih yang membayar semua administrasinya.
__ADS_1
Galih memutuskan untuk mengirim pesan singkat pada Dewi agar Nazwa tak curiga pada Dewi.
" Dewi , gimana keadaan Nazwa sekarang? Ingat yah , jangan sampai Nazwa tau kalo saya yang menyuruh kamu kesana. " mengirim persan singkat.
📩📩📩📩📩📩
Ketika Nazwa sedang menceritakan tentang awa pertemuannya dengan Radit , tiba-tiba terdengar suara handphone Dewi berbunyi.
Dewi mengeluarkan handphone dari tasnya , dan melihat pesan dari Galih.
Dewi pun membalas peasan singkat terlebih dahulu.
" Iyah pak , Nazwa sekarang dia udah mulai membaik dan sekarang dia juga sudah berada di ruang perawatan yang dipilihkan Pak Galih. sebenarnya Nazwa curiga dengan siapa yaang sudah membayar semua perawatannya. "
Balasan pesan singkat dari Dewi..~~
📩📩📩📩📩📩
Setelah mengirim pesannya pada Galih , Dewi sedikit terkejut saat Nazwa meneuk pundaknya.
" Hey , siapa yang kirim pesan.? Pasti Galih ya , aku mohon sama kamu jangan biang ke Galih aku sakit yah.? " Ucapp Nazwa memohon.
" Enggak kok , dia cuma tanya kenapa aku gak masuk. Ya , aku balas aku lagi sakit aja. " Jawab Dewi menyembunyikannya dari Nazwa.
...****************...
...Radit yang sudah sampai di restaurant dan langsung bekerja lagi. Tetapi dia tetap merasa tak tenang dan pikirannya pun tak fokus untuk bekerja. Dia tetap memikirkan Nazwa , hingga manager restaurant melihatnya bekerja sambil melamun....
" Radit kerja yang bener , malah bengong aja." Ucap manager menegur Radit.
Radit hanya menundukkan kepala , dan lanjut bekerja dengan fokus agar tak di lihat manager dan ditegurnya lagi.
Setelah menyelesaikan pekerjaanya , Radit memberanikan diri untuk menelpon Nazwa.
Mengeluarkan handhone nya dan langsung menelpon Nazwa.
Tutt.... !!!
Tutt... !!!
Suara handphone Nazwa terdengar di dapur. Radit mencarinya , dan ternyata Handpohone nya ada di dalam Loker bersama dengan barang lainnya di dalam tas.
Dan sekarang Radit punya alasan untuk menengok lagi Nazwa di klinik. Radit berjalan memberanikan diri menghampiri manager untuk meminta izin pak manager dengan senyam-senyum.
" Pak boleh gak saya anterin tasnya Nazwa dulu. " Tanya Radit.
" Gak boleh , kamu kan baru saja mengantarkan Nazwa ke klinik. Dan sekarang kamu mau nganterin tas nya lagi. " Ucap Managernya.
...****************...
__ADS_1