Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )

Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )
Dibalik Keindahan Tersimpan Kesedihan


__ADS_3

Dikantor saat jam makan siang , Galih mencari-cari Nazwa yang padahal dia telah pulang. Dia mencari ke tiap ruangan yang sering Nazwa bereskan , namun Galih tidak dapat menemukan Nazwa.


Saat Galih ke dapur kantor , dia juga tak menemukannya dan terpakasa Galih menanyakan keberadaan Nazwa pada OB yang lain.


Galih bertanya " Kalian semua ada yang lihat Nazwa.? "


" Enggak Pak , coba tanya sama Dewi mungkin dia tahu. " Jawab salah satu OB.


" Dimana Dewi sekarang?. " Sahut Galih.


" Dia ada di halaman belakang pak. "


Galih langsung mencari Dewi kehalaman belakang. Ketika sampai dihalaman belakang , Galih menghampiri Dewi yang sedang duduk beristirahat.


" Dewi! " Panggil Galih sambil menghampiri.


" A.... ada apa Pak?. " Tanya Dewi dengan gugup.


Galih berkata " Dewi kamu lihat Nazwa kemana? saya cari-cari dia gak ketemu. "


" Oh Nazwa , tadi dia pulang lebih awal pak. "


" Kenapa? " Tanya Galih lagi.


" Saya juga gak tau kenapa pak , soal nya saat saya lihat dia di dapur dia langsung nangis-nangis sama saya. Dia juga belum cerita kenapanya. " Sahut Dewi.


" Kenapa dia nangis , apa mungkin dia lihat Yeselin tadi? " Gumam Galih dalam hati.


Setelah mendengar cerita dari Dewi , Galih langsung meninggalkan Dewi dan keluar kantor. Dia pergi kerumah Nazwa.


Di saat perjalanan ke rumah Nazwa ,Galih terus menghubungi Nazwa namun tidak diangkat. Pesan singkat nya pun tidak dibuka sama sekali. Membuat Galih khawatir.


Setelah sampai di gang jalan arah ke rumah Nazwa , Galih memarkirkan mobilnya dan langsung bergegas pergi.

__ADS_1


Sesampai nya di rumah Nazwa , Galih mengetuk-ngetuk pintu rumahnya namun Nazwa tak kunjung keluar. Galih mencoba memanggil nya , namun tak ada jawaban juga.


Aku yang tertidur terbangun , mendengar suara yang mengetuk pintu dan memanggil-manggil namaku. Aku melihat dari sudut jendela , ternyata Galih sudah berada di depan rumahku.


Saat ini aku tak ingin menemuinya , hati dan pikiranku masih tercampur aduk tak bisa berpikir dengan jernih. Dari pada aku terluka terlalu dalam aku memutuskan untuk tak berkomunikasi , dan tak menemuinya lagi.


Aku yang melihat Galih dari dalam rumah , hanya dapat menangis karna aku juga tak sanggup melihat dia seperti ini.


Nazwa yang tak kunjung keluar rumah , membuat Galih merasa kecewa pada dirinya sendiri yang hanya memberikan harapan palsu padanya.


Dengan berat hati Galih pergi dari rumah Nazwa , langkah demi langkah dia berbalik melihat lagi ke arah rumah Nazwa. Namun tetap saja Nazwa tidak keluar dari rumahnya.


...****************...


Setelah beberapa hari aku tak lagi pergi kerja , karna tak ingin bertemu lagi dengan nya. Galih pu n tak henti-henti nya terus menghubungi aku , mengirim pesan singkat , dan datang ke rumah.


" Aku berpikir kenapa aku harus terua begini , karna bukan dia yang salah tapi aku yang selalu berharap padanya. Yand padahal aku tahu dia tak mungkin memiliki perasaan yang sama denganku " Gumam ku.


Ketika aku sedang berpikir dan memberanikan diri untuk menemui Galih. Tiba-tiba telpon berdering kembali.


Kringgg!!!! , Kringgg!!!!


Ternyata panggilan telpon tersebut dari Galih , yang masih terus menghubungiku.


Dengan sekuat hati aku mengangkat telponnya.


" Ha.....halo!. "


Galih yang kaget akhirnya Nazwa mengangkat telponku.


" Nazwa , apa kabar? " Tanyanya.


" Baik , Galih kita harus ketemu. " Ucapku dengan sedikit gemetar.

__ADS_1


" Boleh dimana.? " Sahutnya.


" Di tempat biasa yah , aku tunggu sepulang kantor. " Langsung menutup telpon.


Galih yang kaget karna telpon langsung dimatikan kembali oleh Nazwa.


" Tapi tak apa , yang penting sekarang dia mau mengangkat telponku. Dan sekarang mengajakku untuk bertemu. " Gumam Galih dalam hati.


Galih kembali melanjutkan kerja dengan pikiran yang cukup tenang.


Waktu jam kantor pun berakhir , Galih bersiap keluar kantor dan pergi menuju caffe yamg sudah di janjikan dengan Nazwa.


Aku mengganti pakaian ku , setelah itu aku pergi keluar rumah untu menemui Galih.


Aku berjalan dengan hati yang tak tenang , dan jantung ku pun berdegup dengan kencang.


Ketika di jalan aku berpapasan dengan Dewi yang baru pulang kerja.


" Hey , mau kemana kamu? Gimana keadaan kamu sekarang?. " Tanya Dewi.


" Hm , A....aku mau ke apotek beli obat. Sekarang udah lumayan mendingan. " Jawabku.


" Mau aku temenin?. "


" Enggak usah , kamu kan baru pulang kerja. Jadi cape mendingan kamu pulang aja. " Sahut ku kembali.


" Yaudah , tapi kalo ada apa-apa hubungi aja aku. Aku pulang dulu yah , Dahh!!!. " Dewi melambaikan tangan.


Aku melanjutkan langkahku yang terhenti. Hingga akhirnya aku sampai ditemat tujuanku.


Saat aku berada di depan pintu caffe , aku tetdiam sejenak menenangkan pikiran ku. Agar aku dapat berpikir jernih saat berhadapan dengannya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2