Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )

Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )
Penyelesaian.


__ADS_3

Aku melangkah masuk ke caffe tersebut , aku melihat ke sekeliling ruangan caffe mencari apakah Galih sudah datang atau belum.


Ternyata dia sudah datang , dan dia duduk di bangku yang sering kami tempati.


Selangkah demi langkah aku mendekatinya.


" Hayy , maaf nunggu lama. " Sapaku. Aku pun duduk berhadapan dengannya.


" Iyah gak apa-apa. Apa kabar.? " Tanya Galih.


" Alhamdulillah baik. Maaf beberapa hari ini gak bisa kerja. Karna ada yang harus aku tenangin. " Ucapku , dengan jantung yang berdebar.


" Iyah gak apa-apa aku ngerti kok. Hm , kamu bilang ada yang ingin dibicarakan tentang apa?. "


Aku jujur semuanya tentang perasaan ku selama ini padanya , dan ke baperan aku saat dia dekat denganku dan perhatian padaku. Aku bicarakan bahwa aku menyukainya , namun semua nya menjadi hancur ketika aku mendengar dia hanya menyukaiku hanya sebatas teman.


Dan aku juga bilang padanya , bahwa aku cemburu ketika melihat Yeselin masuk keruangan Galih. Padahal aku bukan lah siapa-siapa Galih.


Itulah awal keterpurukan ku , hingga saat ini karna hati dan pikiranku bercampur aduk.


Setelah aku ungkap kan semua nya , hatiku kini mulai menjadi tenang. Sedangkan Galih yang mendengarnya , ekspresinya berubah seperti merasa bersalah.


" Maaf kan saya Nazwa , saya tak tau kalo kamu mempunyai rasa yang lebih. Jika boleh jujur aku pun mempunyai perasaan yang sama sepertimu. Namun aku ingin menyelesaikan urusanku dengan Yeselin. " Ucapnya , dengan wajah sedih.


Aku pun terkejut ternyata dia juga memepunyai rasa yang sama sepertiku.


" Yasudah , selagi urusanmu dengan Yeselin belum selesai. Kita jaga jarak dulu , agar hatiku dan pikiranku pun tertata , terlebih dahulu. " Jawabku padanya.


Namun dia tak menerima dengan apa yang aku mau untuk berjaga jarak. Tapi , menurutku itu hal yang terbaik untuk saat ini.


Galih pun terdiam mendengar penjelasannku. Dan setelah Galih memikirkannya , dia menyetujui permintaanku.


" Terima kasih , kamu mau mengerti keadaanku saat ini. Aku pergi dulu. "Ucapku , sambil berdiri dari bangku. Dan langsung meninggalkannya Galih sendirian disana.


Setelah kejujuranku padanya , nembuat hati dan pikiranku tenang. Terasa lepas beban pikiranku yang selama akhir-akhir ini menekan batinku.


Galih yang masih duduk di caffe itu , masih merenung dan memikirkan semua masalah hati ini.


" Aku harus segera menyelesaikan urusanku dengan Yeselin , agar aku bisa menyukai Nazwa seutuhnya , dan agar ku tak menyakiti perasaanya lagi. " Gumam dalam hati.

__ADS_1


Galih pun mulai beranjak pergi dari caffe itu. Dia langsung menuju mobil nya , dan dia pun pulang.


...****************...


Tak lama Aku pun sampai di depan rumah , aku duduk sejenak di depan rumah.


" Aku harus bangkit dari keterpurukan yang aku buat sendiri. Jika aku terus begini bagaimana dengan kehidupanku. Aku harus kuat menghadapinya , besok aku akan mulai bekerja lagi. " Gumamku dalam hati sambil tersenyum , memberi semangat untuk diriku sendiri.


Aku berdiri dan lanjut masuk ke dalam rumah , aku beres-bereskan rumah yang beberapa hari ini sedikit terabaikan.


Galih yang ternyata pergi ke rumah Yeselin. Galih mengetuk pintu dan pembantu Yeselin yang membuka.


" Bi Yeselin ada dirumah?. " Tanya Galih masuk kedalam rumah.


" Ada , Den di kamarnya. karna dari kemarin Non Yeselin gak mau makan. " Jawab pembantunya.


Galih langsung pergi menghampiri kamar Yeselin yang ada lantai 2.


Tok,tok,tok!!!!!


" Yeselin bukain pintunya. " Galih memanggil Yeselin yang tak mau keluar kamar.


" Gak. " Sahut Yeselin dari dalam.


Tak lama Yeselin membukakan pintu kamarnya.


" Apa yang mau dibicarakan.? " Tanya Yeselin.


" Jangan disini , kita pergi keluar yah. " Merayu Yeselin.


Yeselin pun mau keluar , megikuti Galih.


Galih membukakan pintu mobilnya untu Yeselin. Dan tak lama mereka pun pergi ke suantu restoran.


Sesampainya disana , Galih dan Yeselin keluar mobil. Dan langsung masuk ke restoran tersebut.


Mereka berdua memilih tempat duduk.


Dan tak lama pelayan menghampiri mereka.

__ADS_1


" Mau pesan apa.? " Tanya pelayan emdengan menyodorkan menu.


" Saya mau daging steak 1 minuman nya jus orange. Kalo kamu sayang , mau pesan apa.? " Tanya Yeselin pada Galih.


" Saya Capucinno Latte 1. "


" Mohon ditunggu yah. " Ucap pelayannya sembari meninggalkan mereka berdua.


" Aku bicara tentang perjodohan kita. " Ucap Galih.


Ternyata Galih dan Yeselin di jodohkan Ayah Galih Pak Hartanto , agar perusahaan mereka semakin besar jika bisa bergabung dengan perusahaan dimiliki Ayah Yeselin Pak Wijaya.


Namun Galoh menolak perjodohan itu , maka dari itu kedekatan Pak Hartanto dan Galih menjadi jauh.


" Nanti aja ah , aku mau makan dulu mumpung sama kamu. " Yeselin mengulur waktu. Agar terasa lebih lama bersama Galih.


...****************...


Setelah menunggu cukup lama , makanan pesanan pun datang.


" Makan dulu yah , nanti bicaranya " Ucap Yeselin.


Galih hanya mengangguk kan kepalanya. Beberapa menit Yeselin masih menikmati makanannya. Galih yang sudah tak sabar untuk bicara.


" Yeselin , aku mohon kamu mau batalkan perjodohan ini. " Ucap Galih.


Yeselin langsung berhenti makan.


" Kenapa kamu mau membatalkan perjodohan ini , sedangkan itu yang kita impikan waktu dulu. "


" Maaf Yeselin , Setelah kamu berubah menjadi over posesif padaku. Perasaan itu telah hilang seiring berjalannya waktu. Dan kini Perasaan itu tidak ada lagi untukmu. " Lanjut Galih menjelaskan.


Mereka berdua cukup lama berdebat , hingga akhirnya Yeselin pergi dengan raut wajah yang marah. Yeselin keluar dari restoran itu dan pergi menaiki taksi.


" Taksi.. !!!! " Yeselin memanggil taksi.


Galih masih terdiam di dalam restoran. Dia mengacak-ngacak kepalanya, menahan amarah nya.


" Aku harus berbuat apa lagi sekarang , jika Yeselin tetap tidak mau membatalkannya. " Gumam Galih.

__ADS_1


Akhirnya Galih keluar dari restoran itu , dia langsung menuju mobil yang terparkir. Dan pergi dari tempat ini.


...****************...


__ADS_2