Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )

Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )
Direktur Gantengku


__ADS_3

Sesampainya dirumah aku membersih badanku yang berkeringat setelah seharian bekerja. Setelah mandi aku keluar membeli nasi padang untuk makan malam ku. Sesudah itu aku pun pulang kerumah dan langsung memakannya.


Mandi sudah , makan sudah aku langsung beristirahat merebahkan badanku diatas kasur.


Sembari beristirahat, aku masih saja memikirkan Pak Galih. Ketampanan nya buat terbayang bayang dipikiranku.


" Kalau Pak Galih jadi suamiku , pasti aku bahagia banget "guman ku dalam hati.


Memikirkan hal yang tak mungkin terjadi , hingga membuat ku tertidur malam itu.


Ke esokan nya aku terbangun di pagi hari mandi lekas sarapan. Seusai sarapan aku langsung bersiap berangkat bekerja. Aku keluar rumah dan mengunci pintu rumah. Aku berjalan menuju kantor. Di gang jalan Dewi memanggilku, kami berdua berangkat bersama.


Saat kami sedang berjalan , kami melihat mobil sport milik Pak Galih yang menuju kantor. Kami berdua panik karna tak biasanya Direktur datang sepagi ini. Kami berdua berlarian agar segera sampai.


Kami berdua pun sampai dengan nafas yang terengah engah. Kami berdua masuk ke dapur kantor berganti pakaian yang ada diloker.


Saat Aku berganti baju, Bu Hilda memanggilku untuk keluar.


" Nazwa!!! kesini cepat " Bu Hilda memanggil.


" Iyah sebentar bu saya ganti pakaian dulu " sahutku didalam ruang ganti.


Aku langsung terburu buru keluar dan menghampiri Bu Hilda yang sudah menugguku.


Aku bertanya " Ada apa bu panggil saya?. "


" Cepat bawakan Pak Galih kopi , karna dia pengen kopi buatan kamu seperti yang kemarin. " Sahut Bu Hilda.


Mendengar Pak Galih menyuruhku membuatkan kopi membuat aku semakin jatuh hati padanya.


Langsung aku buatkan kopi dan mengantarkan nya ke ruangan Pak Galih.


Saat didepan ruangan nya , aku mengetuk pintu terlebih dahulu. Agar tidak mengejutkannya.


" Tok , tok , tok Permisi pak saya mau anterin kopinya. " Membukakan pintu dan berjalan masuk kedalam ruangannya.


" Silahkan masuk, simpan kopinya diatas meja. " jawabnya.


Aku menaruh kopi dimejanya dengan jantung yang berdegup kencang melihat mukanya.


Dia berpakaian rapih , memakai jas hitam menambahkan karisma ketampanannya.


Setelah itu aku pergi dari ruangan , namun dia memanggilku.


" Tunggu dulu! "

__ADS_1


" Iyah Pak , ada lagi yang bisa saya bantu? . " jawabku. Sambil berbalik menghadapnya mukanya kembali.


" Namamu siapa?. " Tanya nya padaku.


" Nama saya Nazwa pak. " Dengan hati yang senang tak karuan dia menanyakan namaku.


" Oh nama mu Nazwa. Yaudah terima kasih kopinya, kamu boleh keluar. "


" Iyah , sama sama pak " sahutku.


Setelah keluar dari ruangan Pak Galih aku senyum kegirangan, karna Pak Galih menanyakan namaku. Aku kembali ke dapur kantor dengan senyuman.


Dewi yang tengah berada disana sedang membuatkan teh dan kopi untuk karyawan.


Dewi mengejekku " Ciyeee !!! kayak nya udah dapet jackpot nih dari ruangan Pak Galih "


Aku hanya tersenyum saja, karna bibirku seakan akan tak bisa berkata apa-apa saat sudah melihat Pak Galih.


...****************...


Setelah itu aku bekerja kembali seperti biasanya , sekarang bagianku membersihkan ruangan meeting. Aku pergi keruangan itu dengan membawa sapu dan alat pel.


Aku masuk keruangan itu memulai dari menyapu terlebih dahulu sambil mengelap meja. Seusai itu aku pun mengepel lantai , namun saat aku sedang mengepel tiba tiba Pak Galih masuk kedalam ruangan itu.


Aku terkejut dengan kedatangan nya. Dan dia juga terkejut melihat ku berada diruangan itu.


Jawabku dengan polos " Saya lagi kerja pak , beres beres ruangan ini. "


" Oh gitu. Yaudah lanjutin aja beres-beresnya " sahutnya kembali.


Pak Galih pun berjalan keluar ruangan , namun letika dia sudah berada diluar ruangn. Dia kembali dengan wajah yang ketakutan.


Aku pun bertanya " Kenapa pak , kok kayak orang takut?. "


Dia hanya menjawab " Sembunyikan aku. " Dan aku menyuruh dia bersembunyi dibelakang pintu ruangan itu.


Dan ternyata yang datang adalah pacarnya Yeselin yang super protektif banget sama dia.


Yeselin masuk kedalam ruang meeting , mencari Pak Galih.


" Hey OB! Lo lihat pacar gue Galih gak?. " Tanyanya.


" Enggak bu, saya dari tadi beres-beres disini gak ada siapa siapa kok. " jawabku dengan polos.


Yeselin pergi dari ruangan itu , dan mencari lagi dimana keberadaan Pak Galih.

__ADS_1


" Pak , boleh keluar sekarang dia sudah pergi. " Ucapku menyuruh dia keluar dari tempat sembunyinya.


Pak Galih pun keluar " Terima kasih kamu sudah bantu aku sembunyi darinya. "


Pak Galih duduk dikursi dengan muka yang ketakutan ketahuan bersembunyi.


Aku yang melihat nya lebih dekat disebuah ruangan berdua saja. membuat hati ku semakin dagdigdug serr!!!!.


Ingin rasanya aku bisa terus bersamanya setiap hari begini.


" Kamu udah belum beresin ruangannya? " tanya Pak Galih.


" Sudah Pak "


" Bawakan saya es teh manis yah , saya haus. " Ucapnya.


Aku pun bergegas ke dapur kantor , membuat es teh manis datang Dewi ke dapur.


" Lagi buat apa?. " tanya Dewi.


" Lagi buat es teh manis buat Pak Galih. " sahutku.


" Bukannya Pak Galih udah pulang ya, tadi pacarnya Pak Galih Nona Yeselin kemari dan mencarinya. Namun Pak Galih gak ada dimana-mana. " Lanjutnya.


" Nanti aku jelasinnya ya sepulang kerja dijalan. Aku buru-buru soalnya. " jawabku sambil berjalan keluar dapur.


Aku bergegas mengantarkan minuman untyk Pak Galih ke ruangan meeting tadi.


" Nih pak es teh manisnya. " Sembari meletakan minuman diatas meja.


" Ya terima kasih. " Jawabnya sambil meminum es teh tersebut.


Aku melihat dia yang minum seperti kehausan sungguh sangat menggodaku. Semakin terpoesona aku padanya.


Aku pun keluar ruangan dan pergi ke dapur kantor lagi untuk beristirahat.


...****************...


Dewi dan OB yang lain pun sudah berada disana beristirahat. Saat aku masuk Dewi melirikku.


Dewi bertanya " Gimana cerita yang tadi? "


" Nanti ya, pulang dari kantor " jawabku sambil melirik ke sekitar ruangan.


Dewi pun mengangguk , mengerti apa yang di maksud aku yang sambil melirik ke semua orang.

__ADS_1


Waktu bekerja pun berakhir , aku dan Dewi langsung pulang tidak berganti baju. Karena besok libur jadi besok bisa mencuci pakaian kerjanya.


...****************...


__ADS_2