
Setelah beberapa jam kemudian , akhirnya jam kerja pun berakhir. Aku langsung membereskan alat kerjaku , dan menyimpannya di dapur. Aku segera berganti pakian , dan langsung keluar kantor karna Galih dan aku akan mencari rumah kontrakan baru.
Galih yang sudah menungguku di parkiran mobil melambaikan tangannya , aku menghampirinya dan dia langsung membukakan pintu mobilnya. Aku masuk kedalam mobilnya , dan tak lama dia menyusul masuk. Setelah itu kami berdua pergi dari kantor.
" Kamu maunya yang kayak gimana kontrakannya.? " Tanya Galih.
" Aku sih maunya yang sederhana aja , dan gak terlalu jauh dari tempat kantor. " Jawabku.
Setelah beberapa menit mengemudi , aku tak sengaja melihat papan yang bertuliskan DiKONTRAKAN.
Kita berdua berhenti dan menanyakan pada pemilik rumah tersebut.
" Pak bener jika rumah ini dikontrakan.? " Tanyaku.
" Iyah , benar dikontrakan " Jawab pemilik rumah.
Namun ketika menanyakam harganya , aku kurang setuju karna harganya terlalu mahal untukku.
Aku dan Galih meninggalkan tempat itu , dan mencari lagi rumah. Tak jauh dari rumah yang tadi , aku melihat papan Ada Kos-Kosan Kosong.
Aku berhenti disana , dan turun bersama Galih.
Menanyakan harga kos-kosan tersebut , aku tergiur dengan harganya. Aku bersama Ibu pemilik kos melihat-lihat kamar kos yang nyaman untukku.
Setelah melihat beberapa kamar , aku setuju untuk mengisi kamar kos yang disana.
Aku menghampiri Galih , dan bilang padanya aku akan pindah ke kosan ini. Aku beritahu pada Ibu pemilik kos akan pindah kesini besok pagi.
Aku membayar terlebih dahulu untuk 2bulan kedepannya.
" Iyah besok , saya akan siapkan kamar yang kamu pilih yah. " Jawab Ibu pemilik kos.
Setelah lelah kami berdua memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu , sebelum pulang ke apartemen.
" Makan dulu yah , aku lapar... " Ucapku dengan manja.
__ADS_1
" Iyah , ayo.. " Jawab Galih.
Kami berangkat dari tempat kosan yang tadi , dan pergi mencari restaurant. Tak lama ternyata Galih mengajakku untuk makan malam di restaurant yang dipesisir pantai.
" Ayo keluar , kita makan disini yah.. " Ucap Galih , membukakan pintu mobil.
Aku keluar dan terkejut Galih mengajakku kesini lagi , tempat dimana aku dan Galih bersama kembali setelah berjauhan.
" Aku gak nyangka , kamu akan bawa aku kesini lagi. " Jawabku mengingat kejadian yang lalu.
Galih memegang tanganku , dan menuntunku ke meja makan. Kami berdua duduk dengan berhadapan. Galih yang enggan melepaskan tanganku , dan menatap wajahku dengan penuh rasa.
" Aku sayang banget sama kamu , meskipun hubungan kita ini tak pernah diresmikan. Namun , aku begitu mencintaimu dan menyayangimu. " Ucap Galih.
Aku hanya tersenyum mendengarnya , dan bahagia saat ini bisa bersamanya.
" Aku akan selalu sayang , meskipun ragaku tak bersamamu. " Lanjut Galih.
Mendengar ucapan Galih seperti itu , aku tak mengerti apa maksudnya. Namun aku tak ingin merusak suasana malam itu.
...****************...
Setelah memilih beberapa makanan dan minuman , pelayan itu pergi meninggalkan kami berdua lagi.
" Jangan pernah merubah untuk mencintaiku , aku pun kan selalu mencintaimu. Satu yang aku minta kau kan selalu setia. Setia selamanya denganku. " Ucapku dengan menggengam tangan Galih dengan erat.
Galih yang mendengar perkataan Nazwa , dia beranjak dari tempat duduknya , menghampiriku dan memelukku.
Seakan-akan itu adalah hal yang sulit untuk dia lakukan.
" Pasti , pasti , aku akan selalu mencintaimu. "
Cuppp..... !!!
Mencium keningku dengan penuh perasaan.
__ADS_1
Tak lama pelayan mengantarkan makan malam kita berdua yang sudah kita pesan tadi.
Galih pun duduk kembali , dan kami melanjutkan malam dengan penuh tawa da senyum. Menyuapi satu sama lain.
Sesudah makan kita memutuskan untuk pulang , Galih mengantarkan aku ke apartemen nya. Sepanjang perjalanan , aku terus memegang tangan Galih dan bersandar dibahunya.
Galih pun terus , mencium keningku. Serasa malam itu adalah kebahagian yang tiada akhirnya.
Sesampainya di lobi apartemen , aku turun dari mobilnya.
" Hati-hati dijalannya yah , jangan lupa kabari aku kalau sudah sampai rumah ya... " Ucapku.
" Iyah ... " Tersenyum , menutup jendela mobilnya dan pergi dari apartemen.
Aku pergi kedalam apartemen dan menaiki lift menuju kamarku. Aku masih merasa kalau ini hanyalah mimpi , namun semua itu kenyataan.
Aku hanya bisa tersenyum senyum mengingatnya. Setelah keluar dari lift aku berjalan dilorong apartemen dan tak lama aku membuka pintu dengan kunci Card.
Aku masuk dan merebahkan badanku dikasur , serasa ingin mengulangi kejadian barusan.
Setelah beberapa menit melamun , tersenyum sendiri. Aku terbangun dan membersihkan badanku terlebih dahulu.
Setelah membersihkan badan , aku teringat dengan perkataan Galih yang menyebutkan " Akan selalu mencintaiku walaupun raganya yang tak bisa bersamaku. Apa-apa maksudnya yah..? " Gumamku.
" Ah , mungkin itu hanyalah gombalannya semata. tak ada maksud tertentu. " Gumamku lagi.
Aku pun tak berprasangka buruk , dan melanjutkan untuk membereskan barang-barangku lagi. Agar besok pagi aku tak kerepotan membereskannya.
Setelah semuanya selesai , aku keluar kamar dan duduk dibalkon apartemen.
"Selamat tinggal dunia diatas langit , besok aku akan pergi dari sini kembali ke tempat asalku yang jauh dari langit.
Mungkin jika aku bisa terus bersamanya , aku akan selalu mengunjungimu. Aku akan titipkan mu padanya agar kau tidak merasa kesepian lagi. " Ucapku dengan menatap langit yang bertaburan bintang.
Aku pun bergegas kedalam apartemen lagi , merebahkan badanku yang seharian ini beraktivitas terlalu padat.
__ADS_1
Dengan sedikit senyum di ujung bibirku.
...****************...