
Pagi ini Nazwa terbangun kesiangan , dan
badannya pun terasa lemas. Namun , karna baru beberapa hari kerja. Nazwa tidak mau , kehadirannya di cap jelek.
Nazwa pun memaksakan untuk pergi berangkat kerja , dia berjalan dengan lambat ke depan kosan. Radit yang sudah menunggu Nazwa di depan kosan pun , melihat bahwa Nazwa tidak sedang baik-baik saja.
Radit bertanya " Kamu kenapa , kamu kayak yang lagi sakit. " Melihat wajah Nazwa yang pucat.
" Enggak kok , aku baik-baik aja. " Jawab Nazwa menyambunyikan rasa sakitnya.
Radit menyarankan Nazwa agar tak pergi bekerja.
" kamu gak usah masuk kerja dulu, kalo ngerasa gak sehat. " Ucap Radit.
Namun Nazwa membantahnya dan tetap ingin berangkat bekerja.
Radit pun mengiyakan alasan Nazwa yang ingin tetap berangkat kerja. Mereka pun berangkat , namun di sepanjang jalan dengan mata yang tersayu-sayu memegang pinggang Radit seperti akan terjatuh.
Radit pun merasakan ada yang beda saat membonceng Nazwa. " Nazwa , kamu kenapa.? " Tanya Radit melihat Nazwa ke kaca spion yang diarahkan ke Nazwa.
" Enggk kok , aku baik-baik aja. " Jawab Nazwa yang tetap ingin memaksakan. Lantas Radit menyuruh Nazwa untu berpegangan dengan erat.
Nazwa menurutinya dan memeluk Radit , agar pegangan nya tidak lepas. Radit yang dipeluk Nazwa menjadi canggung.
Setelah beberapa menit perjalanan , akhirnya mereka sampai di mall. Memarkirkan motor dan mulai berjalan ke dalam menuju lantai 3.
Radit merasa jika hari ini Nazwa tak seperti biasanya , yang ceria , bawel dan jika sedang berjalan pasti dia selalu sambil bernyanyi ria.
Tapi sekarang Nazwa hanya terdiam , entah apa yang dia rasakan sekarang.
Saat sedang bekerja pun , Nazwa terlihat sangat lemas. Radit yang melihat Nazwa seperti itu merasa cemas.
" Nazwa , kamu istirahat dulu aja biar kerjaan kamu aku yang hendel. " Ucap Radit menyuruh Nazwa untuk beistirahat.
Nazwa pun menuruti Radit untuk beristirahat ke belakang. Namun ketika Nazwa berjalan , tiba-tiba dia merasa pusing dan akhirnya terjatuh pingsan.
Semua teman pelayan lainnya panik , melihat Nazwa tergeletak. Mereka menghampiri dan mengerumunninya.
Radit berlari menghampiri Nazwa , Radit lansung menggendong Nazwa dan membawanya ke kilinik terdekat di mall. Setelah diperiksa dokter ternyata Nazwa pingsan karna kecapean dan telat makan.
Radit menunggu Nazwa diklinik sampai siuman , dia terus memegang tangan Nazwa. Hingga Nazwa tersadar.
" Aku dimana.? " Ucap Nazwa dengann memegang kepalanya.
" Sekarang kamu ada di klinik dekat mall , tadi waktu kamu berjalan ke belakang tiba-tiba kamu pingsan. " Jawab Radit.
" Kamu istirahat saja dulu disini , aku sudah izin ke pak manager." Lanjut Radit menyuruh Nazwa istirahat sejenak.
Nazwa pun berbaring kembali , karna msih terasa pusing. Radit dengan sabar menemani Nazwa , mengelus rambut Nazwa dan tak lepas memegang tangannya.
Nazwa yang merasa Radit begitu baik padanya , membuat hati Nazwa terbangun membuka hatinya untuk Radit.
...****************...
__ADS_1
Beralih ada Galih.~~~
Ketika dia sedang berada di kantor , tak terasa tangannya menjatuhkan gelas minum disisinya. Dia merasakan perasaan tak enak hati , entah itu apa. Namun tiba-tiba Galih teringat akan Nazwa yang sedari kemarin tidak menelponnya.
Galih membuka handphonenya dan menelpon Nazwa.
Tutt... !!!
Tuttt .... !!!
Namun telonnya tak kunjung diangkat Nazwa. Galih semakin cemas , dan memutuskan untuk pergi ke tempat bekerjanya.
Galih bergegas keluar ruangannya , menaiki lift , dan berlari ke tempat parkir.
Dewi yang sedang mengepel di lobi pun melihat Galih terburu.
" Pak Galih mau kemana yah? atau mau ketemu Nazwa. " Gumamnya dalam hati.
Namun Dewi tak terlalu memikirkannya , dia melanjutkan kembali pekerjaannya.
Galih yang sudah didalam mobilnya , langsung bergegas pergi dengan cepat. tapi sayang nya hari ini jalanan padat merayap. Galih tak bisa berbuat banyak , dia hanya bisa mengendarai mobilnya dengan pelan.
Galih yang sedang terburu-buru merasa kesal di dalam mobilnya. Hampir setengah jam dia di jalan , yang biasanya hanya 15 menit.
Sesampainya di mall , dia memarkirkan mobilnya dahulu dan langsung berlari ke dalam mall.
Menaiki eskalator sambil berlari , hingga sampailah dia di restaurant tempat Nazwa bekerja.
" Maaf tunggu sebentar , saya mau menayakan waiters yang bernama Nazwa kenapa dia gak ada.? " Tanya Galih.
" Oh Nazwa , dia dibawa ke kiinik dekat mall ini pak. Soalnya dia pingsan sewaktu bekerja. " jawab waiters itu.
Galih kaget ketika dia mendengar Nazwa pingsan.
" Teima kasih yah! " Ucap Galih yang masih terdiam.
" Iyah pak sama_sama. " Jawab waiters dan langsung meninggalkan Gali sendirian.
Galih pun bergegas pergi meninggalkan restaurant , menuju klinik yang di maksud.
Dia berlari tanpa lelah , menuruni eskalator dan pergi keluar mall. Dia berlari ke klinik itu yang tak begitu jauh dari mall , hinnga sampainya disana.
Galih menanyakan pada suster yang disana.~
" Maaf sus , saya mau tanya. apakah disini ada pasien yang bernama Nazwa.? " Tanya Galih dengan terengah-engah.
" Oh , barang kali pasien yang bapak cari ada diruangan IGD. " Jawab suster.
" Dimana ruangannya sus.? " Tanya Galih lagi.
" Bapak lurus aja , trus belok kiri ya pak. " Jawab suster sambil menunjukan arah.
" Terima kasih sus. " Ucap Galih.
__ADS_1
Suster itu menganggukkan kepalanya , Galih pun langsung berlari keruangan itu.
Baru saja dia membukakan pintunya , dia melihat Nazwa yang tertidur di temani laki-laki yang belum dia ketahui namanya dengan menggenggam tangan Nazwa. Dan laki-laki itu pun tertidur disamping Nazwa.
Galih hanya melihatnya di pintu , dia tak ingin mengganngu Nazwa yang tengah istirahat.
Walaupun di dalam hatinya dia , terbakar cemburu melihat laki-laki yang disampingnya. Dia juga merasa kecewa pada dirinya sendiri , yang tak bisa berada disampingnya ketika dia butuh.
Galih pun keluar dari ruangan itu , dan langsung menelpon Dewi agar dia yang bisa temani Nazwa disini.
Dewi yang tengah menyapu di halaman belakang terdiam ketika mendengar suara Handphone nya berbunyi.
Kringg.... !!!
Kringg.... !!!
Dewu mengangkat telpon itu.~
" Iyah halo pak. " Ucap Dewi.
" Dewi kamu sekarang ganti baju , dan cepat kesini. " Ucap Galih menyuruh Dewi menyusulnya.
" Kemana pak? " Tanya Dewi.
" Saya share lokasinya sma kamu , cepetan ya. " Lanjut Galih yang langsung mematikan telponnya.
Ketika Dewi mematikan telponnya , dia langsing melihat lokasi yang pak Galih kirim padanya.
" Lumayan jauh juga yah , apalagi sekarang lagi jam istirahat. Aku pesen go-jek ajalah biar cepet. " Guma Dewi.
Dewi pun langsung mengganti bajunya dan segera ke depan gerbang kantor menunggu go-jeknya.
Setelah menunggu akhirnya go-jek pun datang menjemputnya. Dewi langsung berangkat ketempat pak Galih berada.
" Kira-kira pak Galih , mau apa yah aku kok disuruh kesana.? " Gumamnya dalam hati.
Sembari menunggu Dewi datang ke klinik , Galih pergi ke tempat administrasi untuk membayar perawatan Nazwa.
Agar Nazwa bisa segera pindah keruangan kamar perawatan , dan menginap disini selama sehari lagi agar kesehatannya pulih dengan cepat.
Setelah menunggu lama di depan klinik , akhirnya Dewi sampai.
" Maaf pak , tadi di jalan agak macet. " Ucap Dewi meminta maaf.
" Iyah gapapa , saya nyuruh kaamu kesini karna ada sesuatu. "Ucap Galih
" Apa pak.? " Tanya Dewi lagi.
Galih membisikkan sesuatu ke Dewi , dan Dewi menganggukan kepalanya mengiyakan permintaan Galih.
Setelah itu Galih pun bergegas pergi , kembali ke kantornya. Dewi terdiam sejenak , dan mulai masuk kedalam klinik.
...****************...
__ADS_1