Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )

Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )
Perasaan Galih


__ADS_3

Galih yang baru sampai rumah langsung masuk dan menuju kamarnya. Menghiraukan Pak Hartanto ayah nya yang memanggil dia diruang keluarga


"Galih , Galih !!! Dasar anak itu gak tau diri dipanggil malah nyelonong aja. "


Galih yang sudah di dalam kamar membuka jasnya , dan menggantungkannya. Galih memikirkan perkataan nya tadi pada Nazwa.


" Tadi omongan aku salah gak yah sama Nazwa , takutnya dia salah paham. " Gumam ku dalam hati.


Beberapa saat kemudian , ada suara yang mengetuk pintu.


Tok , tok , tok!!!!


" Den, makan dulu Tuan sudah menunggunya di meja makan. " Ucap Bi Tuti pembantu dirumah itu.


" Jangan tunggu aku , makan aja duluan bi. " Jawab Galih dalam kamar.


Bi Tuti meninggalkan kamar Galih , dan pergi ke bawah kembali. Bi Tuti menghampiri orang tua Galih yang sudah menunggu.


" Tuan , kata Den Galih duluan aja katanya belum lapar. " Ucap Bi tuti.


" Yaudah , Pah kita makan aja. Biarin aja Galih istirahat dulu. " Sahut Bu Rossa , Mamah Galih.


Orang tuanya pun melanjutkan makan dan menikmatinya hingga selesai.


Galih yang masih terus memikirkan perkataannya , memutuskan untuk menelpon Nazwa. Namun , setelah beberapa menit tak kunjung diangkat.


" Apa mungkin dia marah , atau dia sudah tidur? kok gak diangkat-angkat." Gumamku dalam hati.


" Yaudah lah , nanti aku telpon dia lagi. " Lanjut nya dalam hati.


Dan ketika Galih sedang beristirahat , terdengar ketukan pintu lagi.

__ADS_1


Tok, tok ,tok!!!


" Den ,di ruang tamu ada Non Yeselin. " Ucap bi tuti.


Ternyata Yeselin datang ke rumah Galih , karna sudah beberapa hari ini Galih tidak pernah menelpon atau menemuinya.


Galih yang mendengar Yeselin datang enggan bertemu , namun jika dia tidak menemuinya maka akan ada banyak masalah lagi.


Galih pun mengiyakan panggilan Bi Tuti.


Galih akhirnya keluar dari kamar dan berjalan ke bawah menuju ruang tamu.


"Ada apa kamu kesini?. " Tanya Galih dari arah tangga.


" Sayang! , kamu kemana aja beberapa hari ini gak pernah hubungi aku dan temui aku lagi?. " Tanya Yeselin.


Galih mendekati Yeselin dan berkata " Apa kamu lupa ,kita kan sudah putus. Aku gak mau dalam penjara peraturanmu terus. Aku udah cape sama kamu. " Dengan sedikit emosi.


" Kok kamu gitu sih sayang , aku gak mau putus dari kamu. " Dengan wajah memelas agar Galih kasihan padanya.


Galih masuk kedalam mobil , dan berangkat pergi meninggalkan Yeselin dirumah.


...****************...


Brummmm!!!!


Suara mobil Galih yang pergi keluar rumah , entah kemana.


" Sialan dia malah ninggalin gue dirumahnya ,tunggu aja Galih gue pasti buat Lo jatuh cinta dan kembali ke pelukan Gue. " Gumam Yeselin dalam hati.


Sembari keluar dari rumah Galih dan pergi.

__ADS_1


Dijalan Galih tidak tau harus kemana , namun disaat dia melihat gang rumah nazwa dia terhenti.


" Aku ke rumah nazwa aja. " Gumamnya.


Galih memarkirkan mobil nya di tepian jalan , dan mulai masuk kedalan gang. Yang sebenarnya dia juga tidak tahu rumah Nazwa. Dia bertanya pada semua orang diman rumah Nazwa , hingga sampai dia di depan rumah Nazwa.


Tok,tok,tok!!!!


Aku terbangun mendengar suara yang mengetuk pintu rumah. aku membersihkan wajah ku terlebih dahulu.


" Tunggu sebentar!. " Ucapku dalam rumah.


Aku berjalan membuka pintu, dan betapa kagetnya aku melihat siapa yang ada didepan rumahku itu.


" Hai !!! , aku ganggu gak?. " Ucap Galih dengan tersenyum.


" Kamu ngapain kesini , ini kah udah malem. " Tanya ku dengan tatapan tajam.


" Biasa aja kali , aku mau ngajak kamu keluar sebentar bisa?. "


" Ada apa lagi sih , yaudah tunggu sebentar aku ganti baju dulu. " Lanjutku sambil masuk ke dalam rumah untuk mengganti pakaian.


Sesudah mengganti pakaian , aku keluar rumah san mengunci pintu terlebih dahulu. Setelah itu aku pergi bersama dengannya.


Aku berjalan dengan dia sampai di tepian jalan raya dimana mobil Galih terparkir disana.


" Ayo masuk. " Ucap galih membuka kan pintu mobil.


Aku masuk dan tak lama dia pun masuk , mulai melajukan mobilnya.


" Mau kemana?. " Tanyaku dengan kebingungan.

__ADS_1


" Kemana aja , tar juga tahu sendiri. " Sahutnya sambil menyetie mobil.


...****************...


__ADS_2