Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )

Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )
Epd 24


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.~~


Aku tak pernah masuk ke kantor itu lagi , karna aku takut perasaan yang perlahan aku kubur kembali ada. Jika aku tetap disana , dan melihatnya setiap hari.


Tapi hari ini aku akan memberanikan diri untuk pergi bekerja ke kantor itu untuk terakhir kalinya. Karna aku ingin resain dari kantor itu , dan mencari pekerjaan lain.


Aku menaiki Ojek Online untuk pergi kesana , setelah beberapa menit sampailah aku di depan gerbang kantor itu.


" Eh , neng Nazwa. Baru masuk lagi ya neng.? " Tanya satpam yang berjaga.


" Iyah , pak. " Jawabku dengan tersenyum.


Aku melangkah kedalam halaman kantor , dan ketika aku berjalan ke dalam lobi. Semua memory kenangan pertamaku , melihatnya membuat aku sakit.


Aku terus berjalan dengan menutup mataku , hingga dapur kantor. Setelah didalam dapur , aku menelpon Dewi yamg sedang bekerja.


Tutt... Tutt... Tutt...


" Halo Dewi. "


" Aku ada di dapur kantor nih , kesini yah. " Ucapku.


" Iyah , aku kesana. Tunggu yah. " Jawab Dewi.


Dewi bergegas meninggalkan pekerjaannya , dan menghampiriku didapur.


Dewi pun masuk ke dapur kantor.


" Hayy , maaf yah nunggu sebentar. " Ucap Dewi.


" Enggak kok. "


" Oiya , kamu ngapain kesini.? " Tanya Dewi.


" Aku kesini mau pamitan sama Bu Hilda , dan teman OB yang lain. Aku mau resain dari kantor , seperti yang kamu bilang. Aku harus kubur masa laluku. " Jawabku dengan senyum.


" Tapi kamu kuat kan.? " Tanya Dewi lagi.


" Aku kuat kok , bu Hilda ada gak yah di ruangannya.? " Jawabku , dan menanyakn Bu Hilda.

__ADS_1


" Pasti ada lah. Aku anter yah. "


Aku menganggukkan kepala. Dewi mengantarku ke ruangan Bu Hilda.


Tok , tok , tok ... !!!


" Permisi bu , boleh saya masuk. " Ucapku. sembari masuk kedalam ruangannya.


Bu Hilda menatap wajahku , seakan akan tak percaya aku datang.


" Nazwa , kamu Nazwa.. ? " Tanya Bu Hilda.


" Iyah bu , saya Nazwa. " Jawabku mendekati mejanya.


" Masuk dan duduk lah disini. "


Aku dan Dewi duduk dikursi depan mejanya.


" Kamu apa kabar , beberapa hari kemarin kamu tak masuk. Namun , ketika aku menanyakannya pada Dewi. Dewi sudah menjelaskan semuanya , tentang kondisi kamu saat ini. " Ucap Bu Hilda , yang mengetahui bahwa hubunganku tak berjalan sempurna.


" Iyah bu , maaf yah. selama beberapa hari kemarin saya tak masuk. Tapi mulai hari ini juga , saya mengajukan resain bu dari kantor ini. " Jawab dan ucap ku yang meminta resain pada Bu Hilda.


" Kenapa kamu mau keluar Nazwa , pekerjaan kamu disini cukup bagus. " Jawab Bu Hilda dengan kaget.


Aku menjelaskan semuanya pada Bu Hilda , dan alasanku ingin resaim dari kantor ini.


Setelah menceritakan dalam beberapa menit , Bu Hilda menganggukan kepala mengerti dengan keadaanku saat ini.


" Yasudah , jika itu pemutusan kamu. Saya gak akan larang. karna saya tahu rasanya diposisi sepertimu. " Ucap Bu Hilda lagi.


Bu Hilda mengeluarkan amlop dari laci mejanya.


" Ini pesangonmu , yang minggu lalu. " Jawabnya.


" Terima kasih bu , ibu sudah baik sama saya selama saya bekerja disini. Saya pamit keluar. Permisi. " Ucapku. Sambil bersalaman dan keluar dari ruangan Bu Hilda.


...****************...


Aku pun keluar dari ruangan Bu Hilda , dan berpamitan dengan teman OB yang lainnya.

__ADS_1


Sesudah berpamitan , aku membereskan barangku yang ada diloker. Setelah semuanya selesai , aku melangkah keluar dari kantor ini dengan berat. Karena kantor ini telah begitu banyak membantuku , dan juga begitu banyak kenangannya.


" Nazwa , nanti kamu kerja dimana.? " Tanya Dewi yang mengejarku keluar kantor.


" Ya , untuk sekarang sih aku belum tahu Dew , nanti aku akan mencoba melamar kerja ke tempat lain aja. " Jawabku.


" Aku akan sering mengunjungimu ke rumah. Dahh... !!!! " Ucap Dewi melambaikan tangannya.


Aku pun membalas lambaian tangan Dewi , dengan air mata yang tak tertahankan lagi. Mengalir begitu saja di tulang pipiku.


Galih yang ternyata ada diruangnnya dilantai atas , melihat Nazwa yang berjalan keluar kantor.


Galih memanggil Bu Hilda.


" Bu Hilda , ke ruanngan saya sekarang. " Ucap Galih memanggil Bu Hilda.


Tak berapa lama , Bu Hilda pun datang ke ruangan Galih.


" Ada apa pak.? " Tanya Bu Hilda.


" Nazwa , mau kemana kok dia gak kerja.? " Galih menanyakan Nazwa.


" Oh , Nazwa sudah resain pak dari kantor. "


" Kenapa dia resain.? " Tanya Galih yang kaget mendengar keluarnya Nazwa.


" Saya juga , gak tau pasti sih pak alasannya. Cuma dia datang ke ruangan saya minta resain aja. " Jawab Bu Hilda lagi.


Galih kebingungan dengan keluarnya Nazwa , namun Galih juga tak menyangkalnya pasti ini ada hubungannya dengan Dirinya.


" Oh , yaudah kalo begitu , Bu Hilda bisa keluar. "


" Baik pak. saya permisi. " Jawab Bu Hilda , dan langsung keluar dari ruangan Galih.


Setelah Bu Hilda pergi , Galih memikirkan Nazwa.


" Mungkin Nazwa keluar dari kantor ini , hanya untuk menjauhiku. Dia akan benar-benar melupakanku sekarang. Tapi aku tak heran , karna semua ini salahku juga. " Gumam Galih dalam hati.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2