Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )

Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )
Penantian 1. ( Masih dalam mimpi bisa memilikinya )


__ADS_3

Aku pun sampai di rumah , aku langsung membersihkan badan. Setelah selesai aku bermakan malam dengan nasi yang aku beli didepan gang.


Aku menikmati makan malam ini , karna walau pun makan sederhana ketenangan dan kebebasan dalam pikiranku kini mulai terkubur.


Setelah semua selesai dilakukan , aku rebahkan badanku di kasur. Terasa begitu berat hari ini , bukan hanya karna awal bekerja lagi. Dan karena mulai hari ini aku akan mengabaikan dia yang selalu membuat aku terpesona , dan selalu aku kagumi dari awal ku melihatnya.


Aku begitu cape , sampai-sampai aku tertidur pulas malam itu.


Ke esokan hari nya dia mendatangiku , dan dia bilang masalahnya dengan Yeselin telah terselesaikan. Aku begitu bahagia mendengarnya , hingga tak terasa aku memeluknya dengan gembira.


" Apakah benar , masalahmu dengan Yeselin sudah selesai? " Tanyaku.


Galih hanya mengangguk kan kepalanya , tanda mengiyakan. Karna begitu bahagianya hati ini , aku mencium pipi Galih.


Cupp!!!!......


Namun ketika Galih akan membalas ciuman itu , aku terbangunkan oleh jam wekker yang berbunyi.


Aku terbangun mendengar jam wekker , aku melihat jam dan ternyata waktu nya aku untuk segera bersiap-siap berangkat bekerja.


" Ya Tuhan , itu hanyalah mimpi... Semuanya terasa begitu nyata. Apakah aku masih mengharapkannya? Bantu aku Tuhan , jika dia yang terbaik untukku tolang persatukan. Dan jika tidak tolong buang rasa ini padanya. karna aku begitu sakit tak bisa memilikinya. " Gumamku dalam hati.


Aku menepuk-nepuk pipiku , dan mencubitnya.

__ADS_1


Memastikan apakah ini masih mimpi , atau memang kenyataan. Dan kali ini bukan mimpi , tapi kenyataan.


Beberapa menit kemudian , setelah semuanya selesai aku berangkat kerja dan bersama Dewi seperti biasanya.


Galih yang terbangun masih merasa kaget , dengan penjelasan Ibunya tentang alasan Galih yang di jodohkan dengan Yeselin.


" Aku harus bicara apa pada Nazwa , tentang Perjodohan ini dan dari mana aku memulainya? " Gumam Galih dalam hati.


Galih masih memikirkan semua , hingga tak disadari Galih telat berangkat kekantor.


" Aduh aku sudah telat. " Ucap Galih sambil berlari ke kamar mandi untuk bersiap-siap ke kantor.


Aku yang sudah sampai dikantor terlebih dahulu mengganti baju , baru setelah itu bekerja.


Dengan sedikit perasaan deg-degan , aku memberanikan diri masuk dan ternyata Galih belum ada dikantor.


Setelah melihat Galih yang belum datang , aku terburu-buru membersihkan ruangannya.


Dan tak lama Galih pun datang , dan ketika Galih memasuki ruangannya sudah bersih.


Dan aku pun sudah keluar dan kembali ke bawah , tanpa sepengetahuan Galih.


Seperti biasa , Galih menyuruh Bu Hilda agar aku membuatkan kopi untuknya dan mengantarkannya.

__ADS_1


...****************...


Aku membuat kopi dan mengantarkan ke ruangannya.


Tok , tok ,tok !!!


" Permisi pak ini kopinya " Ucapku dengan masuk ke ruangannya.


Aku pun keluar dari ruangan itu , namun Galih tak melihat atau bergeming padaku.


" Hm , kenapa dia kok diem gitu? Atau mungkin dia sudah mulai membiasakan dirinya tanpa aku? Yasudah lah itu lebih baik buat ku. " Gumamku dalam hati , sembari melangkah menuju dapur kantor.


Setelah seharian bekerja membersihkan kan , waktunya jam pulang. Aku berganti baju dan pulang bersama Dewi.


Saat aku berjalan pulang , aku bicara tentang perubahan Galih padaku namun menurut Dewi.


" Bagis lah jika begitu , jadi dia tak terus menberimu harapan palsu. Dan itu juga memudahkan mu untu move on. " Ucap Dewi.


" Tapi , menurut mu apa aku salah menggaguminya?. " Tanya ku kembali.


" Tidak salah kok , tapi mengguminya jangan memakai perasaan lebih lagi. " Lanjut Dewi menjawab pertanyaanku.


Aku tersenyum dan merasa puas dengan semua jawaban Dewi. Tak begitu lama , kami berdua berpisah di gang berbeda. Dan pulang ke rumah masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2