
Persiapan menjelang hari pertunangan Galih dan Yeselin , yang sudah rampung 99%.
Menghadapi pertunangan yang tidak dia ingin , membuatnya semakin tertekan. Karena perasaan yang dia kubur , tak kunjung hilang. Malah kini menjadi semakin memberontak.
Pagi-pagi sekali sebelum menjemput Yeselin , Galih pergi terlebih dahulu ke kosan Nazwa.
Sesampainya disana , Galih melihat Nazwa yang sedang dijemput oleh seorang laki-laki.
Melihat Nazwa dengan laki-laki lain , membuat Galih terbakar cemburu. Galih keluar dari mobil saat Nazwa akan berangkat.
" Nazwa.. !!! " Panggil Galih.
Nazwa yang melihat Galih , datang ke kosannya membuatnya kaget.
" Tunggu dulu yah , aku ada urusan sebentar. " Ucap Nazwa pada Radit.
Radit hanya menganggukkan kepalanya.
Nazwa menghampiri Galih yang tadi memanggilnya.
" Ngapain kamu kesini.? " Tanya Nazwa.
" Aku pengen kita bicara. " Jawab Galih.
" Gak ada yang harus dibicarakan lagi antara kamu dan aku. Sudah cukup , sampai kemarin kamu memutuskan aku dan memilih bersama Yeselin. Sudah cukup buat ku sakit hati hingga saat ini. " Ucap Nazwa dengan sedikit emosi.
" Iyah maaf kan aku , aku hanya ingin yang terbaik buat kamu. Tapi , semuanya itu hanya membuat aku dan kamu saling menyakiti. Aku mohon dengerin aku dulu. " Dengan wajah memelas.
Nazwa meninggalkan Galih disana , dia tidak mempedulikannya lagi.
" Ayo Radit , kita berangkat... " Ajak Nazwa.
" Tqpi , dia gimana.? "
" Biarkan aja , ayo kita pergi. " Ajak Nazwa tang keukeuh ingin meninggalkan Galih.
" Nazwa.. Nazwa.. Aku mohon dengerin aku sekali aja. " Panggil Galih mengejar Nazwa yang sudah berangkat dengan Radit memakai motor.
Radit dan Nazwa pergi meninggalkan Galih , dan bergegas ke tempat kerja yang baru.
Galih yang melihat Nazwa bersama orang lain , dan menghiraukannya membuat dirinya semakin hancur.
" Ahhhhhhhh..... !!!!! " Teriak Galih menyesali semua yang telah terjadi.
...****************...
Saat di perjalan menuju tempat kerja baru bersama Radit.
" Nazwa , siapa laki-laki yang barusan kamu temui? Sepertinya dia merasa bersalah banget. " Tanya Radit pada Nazwa.
" Sudah lah , gak usah ngomongin itu. Mending sekarang kita cepat-cepat sampai di caffe. " Jawab Nazwa menyela pertanyaan Radit.
Setelah beberapa menit kemudian , sampailah mereka di mall kemarin. Mereka lekas masuk dan bergegas ke lantai 3 tempat caffe itu berada.
__ADS_1
Mereka berlarian ke atas , hingga beberapa saat mereka berdua sampai di caffe tersebut.
" Maaf pak , kami berdua telat. " Ucap Radit.
" Yasudah gapapa soalnya belum rame ini caffenya. " Jawap Manager.
" Sekarang kalian langsung ganti pakaian , Pakaian kalian sudah ada diloker. " Lanjutnya.
" Siap pak. " Jawab kami berdua.
Aku dan Radit pergi ke belakang , berganti pakaian. Selepas berganti , kami berdua berbagi tugas masing-masing.
Aku melakukan tugasku , Radit melakukan tugasnya juga. Saat waktu lenggang aku dan Radit istirahat sejenak.
" Radit , gimana pekerjaanmu. " Tanyaku.
" Lumayan cape juga sih , apalagi kalo rame. " Jawab Radit.
" Iyah nih , kaki ku juga berasa pegal banget. Soalnya aku biasa kerja santai. "
" Emang nya kamu , awalnya kerja apa sih.? Kenapa juga kamu keluar dari kerja kamu.? " Tanya Radit lagi.
" Hemmm ... " Aku enggan menjawab tak ingin mengingatnya lagi.
" Kita kerja lagi aja yuk , nanti malu dilihat bos kalo kita istirahat gini. " Jawabku menyela pertanyaan Radit.
Aku melanjutkan pekerjaan ku , karena pengunjung caffe mulai berdatangan lagi.
Beralih ke Galih. ~~~
Setelah di tinggalkan Nazwa , Galih pergi ke rumah Yeselin.
" Galih , kok jam segini kamu baru datang sih. Kan aku udah bilang sama kamu , supaya pagi-pagi kamu kesini. " Tanya Yeselin dengan marah pada Galih yang baru sampai.
" Maaf aku kesiangan bangun tidurnya. " Jawab Galih dengan nada ketus.
" Ih , yaudah deh sekarang kita langsung pergi yah. Kita pergi ke Pencetakan Undangan yang ada di mall dulu yah. " Ujar Yeselin , yang langsung masuk kedalam mobil Galih.
Galih hanya menuruti kemauan Yeselin. Mereka pun pergi ke mall terlebih dahulu , untuk mengambil undangan.
Sesampainya di mall tersebut , Galih langsung memarkirnya mobilnya. Setelah memarkirkan mobil , Yeselin dan Galih turun dari mobil dan masuk kedalam mall.
Yeselin menggandeng tangan Galih , ternyata tempat Galih dan Yeselin membawa undangan berdekatan dengan Restaurant caffe tempat Nazwa Bekerja.
Setelah mengambil undangan , Galih dan Yeselin mampir ke restaurant disampingnya.
Saat Galih dan Yeselin masuk kedalam , Nazwa melihat mereka berdua.
" Aduhh , kenapa Galih kesini. " Gumamku dalam hati.
Galih dan Yeselin duduk di meja depan caffe.
Dan Yeselin memanggilku.
__ADS_1
" Waiters.. !!! " Panggil Yeselin.
" Aduh gimana nih , Yeselin panggil lagi. " Gumamku dalam hati.
Melihat Nazwa yang gugup , Radit menghampiri Nazwa.
" Kamu kenapa , kok keliatan gugup sih. " Tanya Radit.
" Itu lihat , ada cowok yang tadi pagi datang ke kosan. Dia datang sama ceweknya. Aku takut dia tahu kalo aku kerja disini. " Jelasku pada Radit.
" Yaudah biar aku aja , sini buku menunya. " Ujar Radit yang akhirnya menghampiri Yeselin dan Galih.
Radit bergegas menghampiri mereka berdua.
" Permisi , mau pesan apa yah.. ? " Tanya Radit menyodorkan buku menu.
Kemudian Galih dan Yeseli beberapa makanan dan minuman untuk mereka berdua. Radit langsung menuliskan pesanan mereka.
" Tunggu sebentar yah. " Ucapku yang langsung kembali ke dapur menyerahkan pesanan.
" Makasih yah , kamu mau bantu aku. " Ucapku.
" Iyah gapapa kok. " Jawab Radit.
Radit pun kembali dengan membawakan pesanan mereka berdua.
" Ini pesanannya. Selamat Menikmati. " Ucap Radit.
Saat Galih melihat wajah Radit , dia mengenalinya. Galih sadar bahwa laki-laki yang mengantarkan makanan untuknya , adalah laki-laki yang menjemput Nazwa.
" Itu kan laki-laki yang tadi pagi jemput Nazwa. Aku yakin pasti Nazwa juga ada disini. " Gumam Galih dalam hati.
Galih melihat ke sekeliling restaurant , namun dia tak melihat Nazwa. Namun , ketika melihat ke arah pintu dapur. Galih melihat seseorang wanibta tapi hanya melihat belakangnya saja.
" Itu kaya Nazwa.. ? " Gumamnya dalam hati.
Ketika Galih sedang memperhatikan wanita itu , Yeselin menepuk pundaknya.
" Kamu lihat apa , kok sampe segitunya. " Tanya Yeselin.
" Enggak , gak lihat apa-apa kok. " Jawabku menyembunyikan sesuatu.
" Oh , yaudah kita makan dulu. Dari sini kita langsung bagikan undangan ke sanak sodara kita. " Ujar Yeselin.
" Iyah , iyah... " Jawab Galih dengan gugup. Namun matanya tetap melihat ke arah pintu dapur.
Sesudah makan Galih dan Yeselin , pergi meninggalkan restaurant saat sudah membayar.
Yeselin menggandeng tangan Galih lagi. Namun terlihat dari dalam restaurant , Nazwa melihat mereka berdua membuat sakit hatinya temerasa kembali.
Hingga tak terasa air mata mengalir di pipi ini.
...****************...
__ADS_1