Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )

Terpesona Direktur Tampan ( Cinta Terhalang Jodoh Pilihan Orang Tua )
Keegoisanku


__ADS_3

Saat aku melihat Galih di ruangannya yang sedang marah , Aku terus memikirkan apa yang membuat Galih marah.


Aku mengirim chat pada Galih , menanyakan apa yang terjadi padanya.


" Galih , kamu kenapa kok datang ke kantor marah2? apa yang terjadi? "


Galih menerima pesan chat dari Nazwa , Galih membuka pesan itu.


Dan Galih membalas chat itu " Enggak kenapa2 kok , aku cuma kesal aja. " Jawab Galih yang tak memberikan jawab yang pasti.


Setelah membaca chat jawaban dari Galih , aku semakin penasaran bahwa ada yang disembunyikan oleh Galih.


" Aku harus cari tahu , masalah apa yang sedang disembunyikan oleh Galih? " Gumamku.


Aku melanjutkan pekerjaanku yang tertunda , namun pikiranku saat ini masih pada Galih.


Saat aku bekerja sambil melamun Bu Hilda memanggil-manggil namaku namun aku hanya terdiam.


Sampai Bu Hilda menghanpiriku dan mengagetkanku.


" Nazwa , kalo bekerja jangan sambil melamun. " Ucap Bu Hilda sedikit marah.


" Iyah bu maaf. Bu Hilda emangnya ada apa memanggil saya?. " Jawabku , dan menanyakan untuk apa Bu Hilda memanggilku.


" Kemana Dewi? Kok , gak kelihatan dari pagi? "


" Oh iyah bu , saya lupa beritahu ibu kalo Dewi tidak bisa masuk kantor sekarang. Karna dia masih harus istirahat. " Jawabku.


" Oh , ya sudah tak apa. Kamu juga kalo kerja jangan banyak melamun , nanti kaya Dewi gak fokus dan terjadi lah kecelakaan. " Lanjut Bu Hilda meninggalkanku.


Saat jam istirahat aku pergi ke caffe disebrang kantor , aku berjalam sambil menelpon Galih untuk makan siang bersama. Galih pun mengiyakan ajakanku , dan kami berjanjian di caffe ini.

__ADS_1


Aku langsung masuk dan memilih meja makan , aku duduk di pojokan caffe. Tak lama Galih pun menyusul datang ke caffe. Kami berdua langsung memanggil pelayan dan memesan makanan.


Tak lama pesanan kami berdua datang. Sambil makan aku mulai bertanya lagi tentang marahnya Galih waktu pagi.


" Galih tadi pagi , kamu kenapa? " Tanyaku sambil mengunyah makanan.


" Hm , tadi aku marah gara-gara aku membatah Papahku. " Jawab Galih.


" Membatah kenapa , maaf aku jadi kepo soalnya kamu gak mau jujur sih. " Tanyaku lagi.


Galih langsung menjelaskan kejadian di pagi hari waktu sarapan pagi. Papahnya yang membanding-bandingkan aku dan Yeselin.


"Oh jadi begitu , ya gapapa kenapa kamu harus marah. Itu kan pandangan orang tua , karna mereka pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Ya.. walau pun itu terbaik untuk nya , bukan untuk anaknya. " Ucapku setelah mendengar ceritaan dari Galih.


...****************...


Setelah selesai makan , dan berbincang aku dan Galih kembali ke kantor secara bergantian seperti biasa. Aku terlebih dahulu masuk ke kantor , dan tak lama Galih menyusul.


" Hallo Dewi... " Ucapku.


" Kamu lagi kerja , aku ganggu gak? " Tanya Dewi.


" Enggak kok , baru selesai makan siang. Ada apa? " Jawabku. Dan menanyakan ada hal apa Dewi menghubungiku.


Dewi menceritakan , kalo tadi pagi ada Yeselin datang ke rumah Dewi. Yeselin memberitahukan jika Dewi sampai sakit , karena aku. Dan Yeselin juga bilang jika Dewi masih dekat denganku , dan mendukung ku bersama Galih. Dewi juga bakalan terkena berbagai ancaman dan teror seperti aku.


Mendengar ceritaan itu Dewi , aku kaget ternyata Yeselin bisa senekat ini. Aku menjelaskan pada Dewi bahwa yang dikatakan Yeselin itu benar.


Dewi yang marah mendengar penjelasanku , langsung mematikan telponku. Aku telpon balik Dewi , namun nomor ku ternyata langsung diblokir oleh Dewi.


Aku yang kebingungan , kini tak mempunyai teman untuk sekedar tempat berbagi cerita.

__ADS_1


" Aku harus bagaimana sekarang , Dewi kini menjauhiku karena aku tetap bersama Galih.


Aku bingung....??? " Gumamku dalam hati.


Aku meninggalkan pekerjaanku dan pergi kehalaman belakang kantor untuk sekedar menenangkan diri.


Aku duduk disana sendirian , memikirkan apa yang harus aku lakukan sekarang. Namun tiba-tiba telponku berbunyi.


Kringgg..... !!!


Aku mengangkat telpon , dan ternyata dari Yeselin.


" Halo Nazwa ... !!! " Ucap Yeselin.


" Ini siapa. ? " Tanyaku.


" Aku Yeselin , tunangannya Galih. " Dengan terdengar senyuman jahat.


" Ngapain kamu telpon aku hah , gak cukup buat aku berpisah dengan sahabatku? " Tanyaku dengan amarah.


" Ini belum seberapa Nazwa , semua ini hanya permulaan saja. Kalo kamu masih ingin terus bersama Galih , aku pastikan kamu bakalan lebih hancur dari ini Ngerti.... !!!! " Ancam Yeselin. Dan menutup telponnya.


Mendengar ancaman itu aku menjadi takut.


" Aku harus bicara dengan Galih , kalo Yeselin mengancamku dan mengancam Dewi juga. " Gumamku dalam hati.


Aku lekas pergi ke ruangan Galih , sampai di depan pintu ternyata Yeselin ada disana.


Aku mundur dengan perlahan menjauhi ruangan itu , karena jika Yeselin tau aku akan mengadukan ancamannya. Aku takut Yeselin semakin nekat , bahkan lebih dari ini.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2