
Aku menyebrang dari halte bis , menuju pantai tersebut. Aku berjalan selangkah demi selangkah , sambil mengingat pertama kali aku ke pantai ini dengannya.
" Ya Tuhan , aku kembali ke tempat ini. Kenangan ku bersamanya. Kini aku datang sendiri tanpa dia. " Gumamku dalam hati.
Akhirnya aku sampai ditepian pantai ini , aku menjerit sekeras-kerasnya.
" Aaa.........!!!! Aaa........!!! TOLONG BUANG RASA INI TUHAN AKU TAK BISA TERUS MENAHAN KESAKITAN INI. JIKA DIA JODOHKU BERIKAN AKU JALAN UNTUK BERSAMANYA. JIKA SEBALIKNYA DIA BUKAN JODOHKU , BUANG RASA INI , BUANG DIA DALAM PIKIRANKU TUHAN. AKU MOHON PADAMU.... !!!! " Ucapku berteriak sendirian disana.
Aku menangis sejadi-jadinya , meluapkan amarah , rasa kecewaku padanya. Aku tersungkur dipesisir pantai , dibasahi oleh ait laut yang kini mulai meninggi oleh angin. Merasa Dunia pun tahu bahwa ku tengah bersedih.
Aku terus menangis sejadi-jadinya , hingga beberapa menit kemudian aku mulai merasa tenang. Karena telah meluapkan amarahku , meluapkan air mataku yang sudah tak bisa aku bendung lagi.
" Aku harus bangkit , ini bukan akhir dari segalanya. Kini aku yang akan berjuang mempertahan kan Perasaan ini padanya. Jika semua nya masih tetap sia-sia , aku akan mencoba ikhlas. " Ucapku dengan berdiri.
Setelah aku mulai tenang , aku pergi dari tempat itu. Aku berjalan menyusuri jalanan yang ramai oleh kendaraan lain. Yang tak lama hujan turun , mengguyur tubuhku yang sudah basah oleh air laut.
Aku berjalan dan terus berjalan , hingga ada seseorang dari belakang yang memayungiku.
Aku berbalik , dan ternyata itu Galih.
Sesudah aku keluar kantor sendirian , Dewi mencari-cari aku yang tidak ada di dapur. Dan saat Dewi mencariku , Dewi bertemu dan meminta bantuan Galih bahwa aku tidak ada didapur dan pergi entah kemana.
Galih mencari-cariku , menghubungiku namun telponku tak aktif. Hingga Galih bertanya pada satpam yang berjaga didepan.
" Pak satpam , tadi kamu lihat Nazwa keluar kantor gak?. " Tanya Galih.
" Oh Nazwa pak , tadi saya lihat dia pergi menaiki bis ke arah sana. " Jawab Satpam sambil menujukan arah.
Ketika Galih melihat arahnya , dia teringat ke pantai yang dia pernah tunjukan pada Nazwa.
Maka sampailah Galih , yang kini sedang ada didepan mataku bersamaku.
" Jangan berjalan sendirian , apalagi dengan baju yang basah kuyup. " Ucap Galih.
Aku hanya bisa terus menatap matanya. Pandangan mataku yang hanya ingin melihatnya lebih dekat.
__ADS_1
Aku mendekatinya dan memeluknya.
" Aku akan mencoba perjuangan perasaaku padamu , dengan caraku sendiri. Tapi aku mohon jika semuanya tetap sia-sia , pergilah sejauh mungkin agar aku tak bisa melihatmu bahagia dengan yang lain. " Ucapku dengan memeluk Galih.
Galih yang tadinya berdiam diri , akhirnya membalas pelukanku hingga payung yang dia pakai , diterpa oleh angin. Dan kini aku dan Galih berpelukan dibawah rintikan hujan.
Kami menikmati momen ini , kami berdua saling bertatapan dan berpelukan dengan erat melepas rasa rindu yang sudah lama terpendam.
...****************...
Setelah berpelukan tak terasa bibirku dan bibirnya saling berdekatan hingga tejadi.
Cuppp....!!!!
Ciuman pertama kita berdua , yang pernah aku mimpikan dimalam kemarin. Semuanya menjadi kenyataan.
" Ayo kita pergi ke mobilku , hujan nya makin deras. " Ajak Galih padaku.
Aku menganggukan kepala , tanda mengiyakan ajakan Galih untuk pulang bersama.
Kami berdua pun masuk mobil dengan keadaan baju yamg basah.
BrumMm....!!!!
Tak lama kemudian , Galih berhenti dipusat berbelanja untuk membeli pakian. Dia keluar dari mobil dan meminta aku menunggu disana sebentar.
Dan tak lama Galih pun kembali lagi ke mobil. Dia ingin aku ikut kedalam mencari baju dan langsung menggantinya.
" Kedalam aja yuk. Supaya kamu bisa langsung berganti pakaian. " Ucap Galih sembari mengajak ku kedalam.
Aku menurutinya dan masuk ke dalam , karna kini badan ku yang mulai kedinginan. Tak lama aku masuk ke dalam. Memilih baju dan langsung mengganti baju ku yang basah dengan tadi aku pilih.
Kami berdua pergi ke kasih , dan langsung membayar semua baju ku dan Galih. Kami melanjutkan lagi perjalanan pulang.
Galih berkata " Nazwa , maaf kan tadi yah di kantor karna Yeselin kamu menjadi terluka lagi. " Sambil menyetir mobil.
__ADS_1
" Tidak apa-apa , itu akan menjadi kekuatan ku untuk perjuangkan perasaan ku padamu. Maka berjuang lah denganku yah , agar kita bisa bersama. " Jawabku tersenyum menatapnya.
Galih membalas senyumku , namun tak berapa lama sampailah di depan jalan gang rumahku.
" Aku pulang dulu yah , hati-hati kamu di jalan. " Ucapku pada Galih , dengan senyum dan melambaikan tangan.
Galih yang langsung menancap gas , dan pergi dari sini. Aku berjalan sendirian di jalan , karna kini hujan mulai reda. Tak berapa lama sampai di depan rumahku. Aku langsung masuk dan beristirahat dikasur , hingga tertidur.
Galih yang setelah mengantarkanku pulang , dia pun bergegas pulang. Hingga ketika sampai dirumahnya dia langsung menghampiri Ayah dan Ibunya yang tengah berbincang diruangan tengah.
" Papah... Maaf perjodohan ini harus dibatalkan , karna aku mencintai wanita lain bukan Yeselin. " Ucap Galih sedikit menantang.
" Apa...??? Kamu mau membatalkannya , mau ditaro dimana muka Papah hah... !!! " Jawab Ayahnya yang emosi.
Ibunya hanya bisa menenangkan Ayah nya yang emosi.
" Maaf Pah , tapi jika alasan Papah hanya berhutang budi karna telah membantu. Maka berikanlah aku waktu untuk membayar semua , yang telah diberikan Ayah Yeselin pada perusahan kita. " Lanjut Galih , dan langsung meninggalkan orang tuanya dan pergi ke kamar.
" Galihh...!!!! Galihh .... !!! Dasar anak gak tau diuntung.. !!!! " Ucap Ayahnya memanggil Galih yang tetap tak memperdulikannya.
Galih membuka dan menutup pintu kamar dengan keras sampai terdengar ke ruangan tengah.
Brukkkkk.... !!!!
Galih langsung terlentang diatas kasur , sembari membayangkan ciuman pertama dengan Nazwa.
" Semuanya begitu indah , ketika dunia pun menyempurnakan pertemuan aku dan Nazwa tadi. " Gumam Galih.
Ketika dia sedang membayangkan Nazwa , tak lama terdengar suara ketukan pintu.
Tok, tok , tok... !!!!
" Galih , boleh mamah masuk nak.? " Panggil Ibuya didepan pintu kamar Galih.
"Maaf Mah , saat ini aku pengen sendiri dulu. " Jawab Galih dalam kamar.
__ADS_1
Ibu nya pergi meninggalkan kamar Galih. Karna Ibunya mengerti dengan posisi Galih saat ini , yang butuh waktu untuk memikirkan tentang ucapanya yang tadi.
...****************...