
Api sudah berkobar di
depan mereka malin yang membawa bungkusan bekal mengeluarkan
tiga buah ubi
jalar sebesar kepalan tinju orang dewasa,
“ini makanlah, aku tau kalian sedari tadi belum makan,
makanya aku sengaja membawa ini” ujarnya sambil menyodorkan
ke sibuyung dua buah ubi jalar rebus itu lalu yang satunya
di berikan pada
siti. Saat sedang menikmati ubi jalar itu telinga buyung
menangkap suara-suara
aneh! suara langkah kaki tapi bukan manusia ataupun
binantang. entah apa yang
melangkah kedekat mereka yang jelas buyung tidak mau membuat
siti panik atau
pun malin terkagetkan akan suara itu langakah yang berjalan
yang di tangkap telingannya
itu seperti langkah-langkah kecil di ujung daun tapi mana
mungkin ada
bianatang yang bisa berjalan di ujung daun. buyung berdiri
lalu pergi kebalik
pohon besar dekat mereka duduk seperti ingin buang air
kecil. dari balik pohon
besar itu iya memusatkan konsentrasinya dan mempertajam
telinganya tanpa
sadar tangannya mulai bergerak seperti suatu sinyal yang
menjalar kian kemari
lalu saat ada gerakan yang tertangkap.
HIAK!!! DAPAT!
SITI dan MALIN sontak berbalik melihat kerarah balik pohon
besar itu dimana tadi BUYUNG berjalan
kesana namun anehnya BUYUNG tak ada disana ternyata iya
sudah jauh berada di
daerah berlawanan dari tempat iya masuk tadi yang di ujung
sana tak jauh dari
tempat mereka duduk! bisa dikatakan jaraknya hanya tiga
puluh depa saja lalu
terdengar pekikan seperti monyet yang terkurung perangkap.
si buyung tak segera
membawanya kesana karena di lihat dari ukurannya yang kecil
dari seekor anak
monyet dan tenaga kuat seperti monyet dewasa buyung jadi
kaget,
” KALERA! MAKHLUK APA INI?” sambil tangannya memegang
erat-erat mahkluk itu MALIN segera
menyusul kesana dimana kini iya juga tercengang dengan
penemuan mahkluk di
kaki gunung talang itu lalu cepat cepat iya menyuruh buyung
membawanya kedekat
api unggun mereka dan di tempat yang ada cahaya itu lah
mereka berdua terkejut
melihat apa yang di tangkap buyung itu,
“ ASTAGFIRULLAH! KATIRAU! “ yah
katirau simanusia mini berambut gondrong yang tingginya
hanya sejengkal dan
memiliki dua pasang susu dan empat putingnya yang biasa di
sebut orang salah
satu BANGSA BUNYIAN yang berada DI gunung talang namun saat
terkejut dan
terlepas dari tangan si buyung tadi sedikitpun makhluk ini
tak melawan. iya
hanya memegangi perutnya. MALIN dan BUYUNG yang heran
melihat tingkah laku
__ADS_1
KATIRAU ini tak berani mendekatinya. selain bulunya yang
kasar seperti bulu
**** juga bentuk wajahnya yang agak sedikit berbeda. mahkluk
ini tak punya
batang hidung alias datar. bulu tengkuk kedua pandeka ini
berdiri melihat
mahkluk aneh yang tadi iya tangkap! beda hal dengan SITI.
mungkin karna iya
pernah mendengar mitos dan cerita tentang mahkluk ini yang
suka mencari makan
di ladang iya segera saja memberikan ubi jalar rebus yang
sebelumnya sudah iya
keping terlebih dahulu. mahkluk itu saat melihat makanan
seperti malu-malu, dan
melihat sekelilingnya setelah rasanya aman iya ambil ubi
jalar yang di
berikan siti itu lalu memakannya dan sesaat setelah itu dia
mendekat kepada
siti dengan berjalan terpincang-pincang! barang kali kakinya
luka atau tadi ada
pemburu yang sudah kemari sehingga anjing-anjing di lepas
untuk memburu ****,
malangnya yang di kejar mungkin bukan **** melainkan KATIRAU
ini. Ketika iya
mendekat dan terus mendekat kepada SITI, SITI lalu mengusap
kepalanya dan
sontak saja iya melompat kepada siti dan duduk di pahanya
seperti anak monyet.
BUYUNG dan juga MALIN yang melihat tingkah aneh KATIRAU itu
hanya
tersenyum-senyum saja. di balik lelahnya mereka berjalan ada
saja hal aneh
yang mereka temui untuk menghibur mereka namun saat SITI mengelus-elus
KATIRAU
buyung tapi juga
malin lalu iya melihat kearah katirau secara bersamaan.
katirau itu menyudut
kebadan siti seperti ketakutan. tapi benar apa yang di
gambarkan katirau itu
adalah suatu adanya bahaya. dengan siap sedia malin
mengeluarkan karambitnya
dari dalam buntalan kain untuk berjaga-jaga kalau-kalau yang
datang ini adalah
seekor binatang buas. Buyung yang masih memusatkan pikiran
tak mendengar apapun
ddari langkah suara ataupun daun yang jatuh. hanya hawa yang
begitu dingin kini
menyelinap rasanya ke daerah mereka berada lalu mereka
dikagetkan dengan
datangnya suara seperti mendesah namun mengerikan dan tdak
lama setelah itu
perkataan itu terulang kembali sambil iya memperlihatkan
diri
” mau kemana cucu-cucu nenek ini? “ sambil melihatkan wujud
berupa nenek-nenek yang
berpakaian kebaya gunting lama dan berserongkan kain panjang
serta rambut putih
panjang yang bertebaran se[erti tidak terurus. Malin hanya
melihat heranke
orang itu. bagaimana mungkin ada nenek-nenek di hutan
belantara begini?
kalaupun ada mungkin umur atau orangnya tidak serapuh dan
__ADS_1
setua ini yang
berjalan sendirian seoalah-olah di sangat hafal daerah itu.
Buyung yang
memiliki firasat kuat memandang sekilas dari gelagat
katirrau yang makin merasa
ketakutan akan datangnya nenek peot ini iyapun sempat
mendengar cerita hantu
rawu-rawu yang bisa menjelma menjadi nenek-nenek yang bisa
membawa orang kealam
bunyian di kaki gunung talang kawasan itu adalah salah
satunya bukit kompong,
tempat dimana sekarang iya kin berada.
“ kenapa kalian disini cu? Mampirlah ke pondok nenek disana!
tak jauh dari tempat kalian ini! Itu pondok nenek!” ketika nenek itu menujuk
kearah barat tiba-tiba saja sudah ada pondok kecil dengan
lampu lentera di dalam dan di dekat pintunya bulu kuduk
malin berdiri sampai
bulu kakinya ikut berdiri melihat sudah ada saja pondok
ilalang di hutan itu.
Siti yang kebingungan serta pikirannya di alihkan oleh
KATIRAU ITU tak melihat
sedikitpun apa yang di lihat oleh MALIN dan BUYUNG. yang iya
lihat hanya
KATIRAU yang menggigil ketakutan lalu iya mengelus-elusnya
untuk menenangkan
KATIRAU yang ketakutan itu.
“ siapa kau?” ujar BUYUNG yang sudah tau kalo perempuan itu
bukan manusia lalu malin melihat lagi kearah barat bersamaan dengan ujar buyung
barusan. malin terkaget melihat tak ada lagi pondok ilalang
itu disana atau pun lampu lentara yang bersinar lalu iya
melihat kearah nenek
itu kembali.
” Siapa kau?” untuk kedua kalinya malin bertanya dengan
nadanya yang
tenang.
Nenek itu menyeringai riang dan tertawa sambil mengangkat
kepalanya,
tiba-tiba malin di kagetkan kembali dengan mulut sinenek
yang tertawa itu
menganga sebesaar-besarnya dan seleber-lebarnya sampai pada
tulang rahang di
belakang mulutnya sinenek itu ternganga, saat itulah malin
menyadari nahwa si
nenek bukan manusia melainkan setan atau biasa yang disebut
penduduk di sana
antu rau-rau atau hantu rawu-rawu. Belum habis kaget si
malin kini si nenek
segera saja menyerang tiba-tiba tanpa lagi kakinya menempel
di tanah nenek itu
melayang layang di udara. buyung yang sudah tau sedari tadi
kalau mahkluk itu
separuh siluman berusaha supaya tetap tenaang, dan saat si
nenek mulai mendekat
dan mengarah kepada SITI tiba-tiba nenek itu terpental dan
meraung seakan
memecah hutan belantara di kaki gunung talang itu. buyung
yang tau itu ulah
katirau yang menyerangnya segera mengambil tempat duduk dan
bersila seperti
orang yang akan ber zikir nafasnya tenang. bibirnya di
katupkan dan anak
lidahnya di tempelkan kelangit-langit tangannya di biarkan
__ADS_1
lemas di atas
lututnya yang bersila lalu tiba-tiba.