THE ANCIENT SILAT

THE ANCIENT SILAT
Episode 10


__ADS_3

 Api sudah berkobar di


depan mereka malin yang membawa bungkusan bekal mengeluarkan


tiga buah ubi


jalar sebesar kepalan tinju orang dewasa,


“ini makanlah, aku tau kalian sedari tadi belum makan,


makanya aku sengaja membawa ini” ujarnya sambil menyodorkan


ke sibuyung dua buah ubi jalar rebus itu lalu yang satunya


di berikan pada


siti. Saat sedang menikmati ubi jalar itu telinga buyung


menangkap suara-suara


aneh! suara langkah kaki tapi bukan manusia ataupun


binantang. entah apa yang


melangkah kedekat mereka yang jelas buyung tidak mau membuat


siti panik atau


pun malin terkagetkan akan suara itu langakah yang berjalan


yang di tangkap telingannya


itu seperti langkah-langkah kecil di ujung daun tapi mana


mungkin ada


bianatang yang bisa berjalan di ujung daun. buyung berdiri


lalu pergi kebalik


pohon besar dekat mereka duduk seperti ingin buang air


kecil. dari balik pohon


besar itu iya memusatkan konsentrasinya dan mempertajam


telinganya tanpa


sadar tangannya mulai bergerak seperti suatu sinyal yang


menjalar kian kemari


lalu saat ada gerakan yang tertangkap.


HIAK!!! DAPAT!


SITI dan MALIN sontak berbalik melihat kerarah balik pohon


besar itu dimana tadi BUYUNG berjalan


kesana namun anehnya BUYUNG tak ada disana ternyata iya


sudah jauh berada di


daerah berlawanan dari tempat iya masuk tadi yang di ujung


sana tak jauh dari


tempat mereka duduk! bisa dikatakan jaraknya hanya tiga


puluh depa saja lalu


terdengar pekikan seperti monyet yang terkurung perangkap.


si buyung tak segera


membawanya kesana karena di lihat dari ukurannya yang kecil


dari seekor anak


monyet dan tenaga kuat seperti monyet dewasa buyung jadi


kaget,


” KALERA! MAKHLUK APA INI?” sambil tangannya memegang


erat-erat mahkluk itu MALIN segera


menyusul kesana dimana kini iya juga tercengang dengan


penemuan mahkluk di


kaki gunung talang itu lalu cepat cepat iya menyuruh buyung


membawanya kedekat


api unggun mereka dan di tempat yang ada cahaya itu lah


mereka berdua terkejut


melihat apa yang di tangkap buyung itu,


“ ASTAGFIRULLAH! KATIRAU! “ yah


katirau simanusia mini berambut gondrong yang tingginya


hanya sejengkal dan


memiliki dua pasang susu dan empat putingnya yang biasa di


sebut orang salah


satu BANGSA BUNYIAN yang berada DI gunung talang namun saat


terkejut dan


terlepas dari tangan si buyung tadi sedikitpun makhluk ini


tak melawan. iya


hanya memegangi perutnya. MALIN dan BUYUNG yang heran


melihat tingkah laku

__ADS_1


KATIRAU ini tak berani mendekatinya. selain bulunya yang


kasar seperti bulu


**** juga bentuk wajahnya yang agak sedikit berbeda. mahkluk


ini tak punya


batang hidung alias datar. bulu tengkuk kedua pandeka ini


berdiri melihat


mahkluk aneh yang tadi iya tangkap! beda hal dengan SITI.


mungkin karna iya


pernah mendengar mitos dan cerita tentang mahkluk ini yang


suka mencari makan


di ladang iya segera saja memberikan ubi jalar rebus yang


sebelumnya sudah iya


keping terlebih dahulu. mahkluk itu saat melihat makanan


seperti malu-malu, dan


melihat sekelilingnya setelah rasanya aman iya ambil ubi


jalar yang di


berikan siti itu lalu memakannya dan sesaat setelah itu dia


mendekat kepada


siti dengan berjalan terpincang-pincang! barang kali kakinya


luka atau tadi ada


pemburu yang sudah kemari sehingga anjing-anjing di lepas


untuk memburu ****,


malangnya yang di kejar mungkin bukan **** melainkan KATIRAU


ini. Ketika iya


mendekat dan terus mendekat kepada SITI, SITI lalu mengusap


kepalanya dan


sontak saja iya melompat kepada siti dan duduk di pahanya


seperti anak monyet.


BUYUNG dan juga MALIN yang melihat tingkah aneh KATIRAU itu


hanya


tersenyum-senyum saja. di balik lelahnya mereka berjalan ada


saja hal aneh


yang mereka temui untuk menghibur mereka namun saat SITI mengelus-elus


KATIRAU


buyung tapi juga


malin lalu iya melihat kearah katirau secara bersamaan.


katirau itu menyudut


kebadan siti seperti ketakutan. tapi benar apa yang di


gambarkan katirau itu


adalah suatu adanya bahaya. dengan siap sedia malin


mengeluarkan karambitnya


dari dalam buntalan kain untuk berjaga-jaga kalau-kalau yang


datang ini adalah


seekor binatang buas. Buyung yang masih memusatkan pikiran


tak mendengar apapun


ddari langkah suara ataupun daun yang jatuh. hanya hawa yang


begitu dingin kini


menyelinap rasanya ke daerah mereka berada lalu mereka


dikagetkan dengan


datangnya suara seperti mendesah namun mengerikan dan tdak


lama setelah itu


perkataan itu terulang kembali sambil iya memperlihatkan


diri


” mau kemana cucu-cucu nenek ini? “ sambil melihatkan wujud


berupa nenek-nenek yang


berpakaian kebaya gunting lama dan berserongkan kain panjang


serta rambut putih


panjang yang bertebaran se[erti tidak terurus. Malin hanya


melihat heranke


orang itu. bagaimana mungkin ada nenek-nenek di hutan


belantara begini?


kalaupun ada mungkin umur atau orangnya tidak serapuh dan

__ADS_1


setua ini yang


berjalan sendirian seoalah-olah di sangat hafal daerah itu.


Buyung yang


memiliki firasat kuat memandang sekilas dari gelagat


katirrau yang makin merasa


ketakutan akan datangnya nenek peot ini iyapun sempat


mendengar cerita hantu


rawu-rawu yang bisa menjelma menjadi nenek-nenek yang bisa


membawa orang kealam


bunyian di kaki gunung talang kawasan itu adalah salah


satunya bukit kompong,


tempat dimana sekarang iya kin berada.


“ kenapa kalian disini cu? Mampirlah ke pondok nenek disana!


tak jauh dari tempat kalian ini! Itu pondok nenek!” ketika nenek itu menujuk


kearah barat tiba-tiba saja sudah ada pondok kecil dengan


lampu lentera di dalam dan di dekat pintunya bulu kuduk


malin berdiri sampai


bulu kakinya ikut berdiri melihat sudah ada saja pondok


ilalang di hutan itu.


Siti yang kebingungan serta pikirannya di alihkan oleh


KATIRAU ITU tak melihat


sedikitpun apa yang di lihat oleh MALIN dan BUYUNG. yang iya


lihat hanya


KATIRAU yang menggigil ketakutan lalu iya mengelus-elusnya


untuk menenangkan


KATIRAU yang ketakutan itu.


“ siapa kau?” ujar BUYUNG yang sudah tau kalo perempuan itu


bukan manusia lalu malin melihat lagi kearah barat bersamaan dengan ujar buyung


barusan. malin terkaget melihat tak ada lagi pondok ilalang


itu disana atau pun lampu lentara yang bersinar lalu iya


melihat kearah nenek


itu kembali.


” Siapa kau?” untuk kedua kalinya malin bertanya dengan


nadanya yang


tenang.


Nenek itu menyeringai riang dan tertawa sambil mengangkat


kepalanya,


tiba-tiba malin di kagetkan kembali dengan mulut sinenek


yang tertawa itu


menganga sebesaar-besarnya dan seleber-lebarnya sampai pada


tulang rahang di


belakang mulutnya sinenek itu ternganga, saat itulah malin


menyadari nahwa si


nenek bukan manusia melainkan setan atau biasa yang disebut


penduduk di sana


antu rau-rau atau hantu rawu-rawu. Belum habis kaget si


malin kini si nenek


segera saja menyerang tiba-tiba tanpa lagi kakinya menempel


di tanah nenek itu


melayang layang di udara. buyung yang sudah tau sedari tadi


kalau mahkluk itu


separuh siluman berusaha supaya tetap tenaang, dan saat si


nenek mulai mendekat


dan mengarah kepada SITI tiba-tiba nenek itu terpental dan


meraung seakan


memecah hutan belantara di kaki gunung talang itu. buyung


yang tau itu ulah


katirau yang menyerangnya segera mengambil tempat duduk dan


bersila seperti


orang yang akan ber zikir nafasnya tenang. bibirnya di


katupkan dan anak


lidahnya di tempelkan kelangit-langit tangannya di biarkan

__ADS_1


lemas di atas


lututnya yang bersila lalu tiba-tiba.


__ADS_2