THE ANCIENT SILAT

THE ANCIENT SILAT
Episode 25


__ADS_3

Aku tidak mau!


Kenapa?


Bapak tidak kira-kira kalau mau mengajak ku bertarung. Iya


kesal karna dalam keadaan tidak


siap di serang oleh ampang limo sati.


Ahhahaha!


Apa musuhmu akan menunggu kau siap saat hendak menyerangmu


anak muda? Ucapnya pasti.


Maksud bapak? Malin ingin kejalasan dari ampang limo sati


Didunia ini sebenarnya kita hanya menunggu anak muda! menunggu


hal yang pasti dan tidak


Pasti. kau sendiri sudah tentu paham! Saat kau bertarung kau


perlu perhitungan


yang matang untuk mematahkan dan mengalahkan lawan-lawanmu!


tentunya di saat


kau menyerang itu ada hal yang kau tuju dengan pasti dan


tidak pasti. Apa kau


mengerti maksudku anak muda?


Dalam silat yang kau warisi ada wasilah yang harus kau


pahami!


Gerak, gerik, rasa, dan perikasa. Pikirmu adalah pelita hati


anak muda.


Jika hal itu tidak kamu yakini kebenarannya maka bagimu


terbujur lalu dan terbelintang patah! Tak ada pilihan yang bijaksana


didalamnya. Dalam silek ada unsur spiritual yang harus kau pahami anak muda!


Lahir silek mencari kawan, bathin silek mencari tuhan, dan hak sembahmu kepada


allah.


Aku tidak mengerti apa yang bapak maksudkan! Malin menggaruk


garuk kepala karna tak


paham apa yang sudah di katakan ampang limo sati kepadanya.


Begini saja. kalau kau lapar apa yang kau lakukan?


Aku makan! Jawabnya dengan cepat.


Kapan kau tau kau lapar?


Kapan ya! Iya mulai kembali berfikir.


Saat perutmu kosong? saat kau letih bekerja, atau saat kau


sudah tau lapar itu akan


segera tiba atau malah kau tak pernah tau kapan laparmu


datang?


Malin makin di buat pusing oleh penjelasan orang tua ini.


baginya kalau lapar ya


makan tak perlu di uarai panjang lebar begitu.


Ah sudah lah pak! aku tak paham apa yang bapak maksudkan


kepadaku. Aku haus aku


ibgin minum dulu, ujarnya pusing dengan apa yang di


sampaikan orang tua itu


kepadanya. dalam pikiranya apa sebenarnya yang harus di


pecahkan dari apa yang


sudah diberi tau orang tua itu kepadanya. Iya terus saja

__ADS_1


berjalan menuju pintu


rumah. ampanglimo sati memperhatikan iya terus hingga sampai


di depan pintu.


Ternyata sudah ada buyung yang berdiri disana bersama siti


yang dari tadi


mendengar apa yang iya sampaikan.


Apa kau tau buyung? Ucapnya kepada buyung yang masih berdiri


didepan pintu yang


mengagetkan malin yang berjalan menunduk kesana.


Sejak kapan kau di sini buyung? Ucap malin yang baru sadar


bahwa mereka sedari tadi


sudah di perhatikan mereka berdua. Buyung tak menjawab


pertanyaan itu. iya


lebih tertarik dengan kiasan yang di sampaikan oleh ampang


limo sati barusan.


Aku tau bahwa tujuan hidup adalah menunggu! Ujarnya tenang


yang membuat malin tertegun


kembali dengan jawaban itu.


Menunggu hal yang pasti dan tidak pasti. Yang pasti adalah


kematian dan masa yang sudah


kita lewati! dan yang tak pasti adalah hari ini dan


kedepannya! waktu ini dan


dan wakru yang berjalan. tidak pasti bagi kita yang menunggu


apa yang akan


kita terima dan lewati. Entah kematian atau malah kehidupan


sambil menghela nafas.


Silek adalah rasa! Rasa adalah diri! Sedang diri allah yang


ciptakan! Bagaimana kita bisa yakin dan mampu mengenali diri tanpa tau siapa


diri kita? Itulah silek! Itulah diri! Tapi diri bukanlah tuhan yang bisa


berkehendak semaunya! Ada batas antara diri dan tuhan. Jika ada yang mengatakan


diri adalah tuhan! Maka itu adalah tuhan dalam dirinya yang iya ciptakan dan


bukan tuhan yang menciptakannya! Sebab diri adalah hak sembah kepada allah yang


menjadi batas antara diri dan tuhan yang membedakan yang di cipta dan yang


mencipta! Sebab allah telah menjelaskan hal itu dalam firmannya dan beliau


berkata! Sembah lah aku (allah) sembahlah tuhanmu (allah) yang esa. Dan sebagai


penjelas yang lain juga pernah allah sampaikan bahwa dirikan sabar dan shalat


dalam dirimu! Itulah batasan diri dengan tuhan! Sebagaimana puncak dari silek


adalah ilmu tanpa batas jikalau orang itu sampai ketahap ini dan


mempelajarinya.


Yang aku tau aku hidup untuk menjalani apa yang sudah


tertulis untuk ku di lawful


mahfudz sana. dan yang tak pasti untuk ku adalah surga atau


neraka dan surga


atau neraka dunia yang aku jalani sekarang. Ucapnya kembali


memperjelas apa


yang di tanyakan oleh ampang limo sati.


Ampang limo sati tersenyum mendegar jawaban si buyung. malin


yang baru paham apa yang

__ADS_1


di tanya orang tua itu akhirnya mengangguk-angguk. siti yang


menatap diam


kepada buyung merasa heran serta kagum!


ternyata orang ini selain ulet juga pintar dan juga tampan!


Ucap siti reno bulan yang kagum melihat kepintara anak muda itu dalam menjawab


pertanyaan yang penuh teka-teki itu. Lama keheningan terjadi setelah buyung


selesei menjawab pertanyaan ampang limo sati itu. Dan


dari jarak dua ratus meter datang lah dua orang yang menuju


arah ketempat


mereka yang satunya adalah orang yang mereka kenal dan yang


satu lagi yang


sepertinya tidak beberapa jauh umurnya dari ampang limo sati


itu tidak


sdikitpun mereka ketahui siapa dia.


 


Panjul dengan siapa kesini? Ucap malin yang penasaran dengan


orang tua bersama panjul itu.


Kita tunggu saja disini! Siti kau siapkan makanan! Kita akan


makan bersama sebentar


lagi. ucapan ampanglimo menyuruh siti untuk menghidangkan


makanan didalam.


Baik pak! Akan siti siapkan. Lalu iya berlalu kedalam


mempersiapkan apa yang di


suruh ampang limo. Panjul dan orang yang bersmanya akhirnya


sampai disana.


Maaf datuak! Kami terlambat kesini. Ujar orang yang bersama


panjul, yang mengejutkan hati siti,


Sepertinya aku kenal suara ini! Ujar siti dalam hati.


Tidak apa! duduklah sebentar sembari siti didalam menyiapkan


makanan kita. Ucap


ampang limo kepada orang yang bersama panjul.


Kenalkan ini kawan-kawan ku! malin bagindo dan buyung anak


angku gadang bahan. Ampang limo memperkenalkan anak muda itu kepada orang yang


bersama panjul itu. Lalu


mereka menyalaminya.


Apa kau kenal dia sutan? Ucap ampang limo sati yang menunjuk


kearah malin bagindo.


Malin bagindo juga terheran kenapa dia yang di tunjuk bapak


tua itu.  siti yang darahnya berdesir


mendengar nama sutan itu tapi bagaimana iya akan keluar? terlebih makanan belum


siap iya hidang kan. siti kini bergegas menyelesaikan hidangan itu agar segera


bisa melihat keluar.


Siapa dia datuk.? Ucap orang yang di panggil sutan oleh


ampang limo itu.


Ternyata matamu tidak jeli sutan. bagaimana kau tidak bisa


mengenali nya? bukankah dia


adalah anak temanmu dulu? Sutan itu disuruh untuk kembali


mengingat masa

__ADS_1


lalunya dan sontak.


__ADS_2