
Ucap birin dengan sangat menyesal dan putus asa akan perbuatannya dimasalalu
terhadap sutan rajo bujang yang tidak lain adalah orang dimasa itu yang setiap
saat membantu iya saat kekurangan namun malang siapa yang tau dan nasib siapa
yang jelas? Musuh dalam selimut rupanya adalah birin. Yang mencelakai samsudin
hingga saat berkelahi dengan panghulu basa dan satu kawannya panghulu basa yang
membuat sutan rajo bujang tercabik cabik. Kini semua sesal tiada guna bagi
birin.birin masih saja tertunduk.
Bangunlah!
Ucap sutan rajo bujang.
Tidak tuan! Kalo tuan ingin membunuhku bunuh saja! Aku tidak akan membalas tuan.
Ucapnya dengan wajah yang masih tertunduk.
Lalu harus ku apakan kau untuk membayar hutangmu padaku birin? Ucap sutan rajo bujang
kini menantangkan maut pada birin yang masih menundukan wajah. Semua mata kini
tertuju padanya terkecuali samsudin kini yang memaang benar-benar tak lagi
bernafas. Birin kini mulai berdiri dan maju menghadap sutan rajo bujang. Iya
mengangkat tangan kananya hingga pinggang dan mencabut pisau kuku elangnya.
Ini tuan! Ini pisau pemberianmu dulu sewaktu engkau melatihku. Aku iklhas jika
memang pisau ini yang akan mencabut nyawaku! Ucapnya dengan pasrah. Tapi
seketika pisau itu di keluarkan dari sarang oleh birin iya cepat berbalik badan
dan mengayunkan pisau itu kuat-kuat kedepan. Ternyata iya tau samsudin tadi
hanya pingsan dan saat iya akan berdiri iya melihat mata samsudin berkedip
beberapa kali. Kini iya tau samsudin ingin mencelakai buyung yang ada tepat di
samping sutan rajo bujang. Dengan cepat SUNKNNNN!!! Kuku elang tepat menamcap
di hulu jantung samsudin dan kali ini samsudin benar-benar terkapar kebawah
tanpa mampu bersuara dan tak lama setelahnya iya mati. Birin kembali mencabut
kuku elangnya dengan tenang dan menlapkannya pada baju samsudin.
Kenapa kau lakukan itu padanya birin? Ucap sutan rajo bujang yang heran.
Itu tidak seberapa baginya tuan! Di banding apa yang sudah di lakukan ayahnya
kepada keluargamu!
Maksudmu?
__ADS_1
Ucap sutan kini mulai heran dengan birin. Birin kemudian kembali berdiri
didepan sutan rajo bujang sambil mengulurkan pisau.
Ya tuan! Tak perlu aku sembunyikan lagi setelah ini aku pun akan mati. Ayahnya lah
yang sengaja memberi racun pada istri panghulu basa yang juga istri engkau tanpa
sepengetahuan panghulu basa tuan! Dan tujuannya di persunting siti reno bulan
agar lebih mudah pula untuk menghabisi pnghulu basa sehingga harta pusaka bisa
di kelola dubalang raja dan menggantikan panghulu pucuk. Semua yang mendengar
disana tertegun baik toek dan karapai yang sedari tadi pun sudah ikut pasrah
seperti birin kini mulai menyimak betul-betul yang di sampaikan birin karna
birin memang salah satu tangan kanan panghulu basa yang bertugas mencari
informasi yang akan menjatuhkan tahta panghulu basa.
Apa kau tidak mengada-ada birin.? Ucap sutan kini mulai serius kepadanya.
Selama ini setelah keluargaku di bantai! Aku berniat dalam hati ku untuk selalu
menjaga siti dan istri tuan. Sebab hanya dengan seperti itu aku bisa
menenangkan diri akibat kesalahnku pada tuan. Aku tak ingin nasib siti seperti
anakku tuan yang mati di bantai secara tragis atau dia malah disiksa di rumah
setelah istrinya meninggal itu sering memperhatikan siti saat tidur dan
sesekali matanya juling melihat kearah kamar siti seolah-olah iya ingin
menggaulinya. Namun saya tetap bersamanya agar hal itu tak terjadi. Setahun
lamanya saya perhatikan panghulu basa seperti itu melihat kepada siti. Sampai
pada akhirnya kabar akan siti mau di jodohkan dengan orang yang saya bunuh ini
hampir dekat waktunya. Saya melihat siti malam itu menangis sejadi-jadinya
didalam kamar karna tak ingin di jodohkan dengan samsudin ini. lalu saat siti berusaha kabur dan terlihat oleh saya. Saya sengaja membawa karapai dan juga toek yang kebetulan malam itu
berjaga dengan saya bertigasaya bawa melewati arah belakang rumah gadang
seolah-olah meronda rumah kala-kalau ada maling yang berkeliaran. Saya tau
ketakutan siti saat itu kalau saja iya sampai tertangkap. Meskipun panghulu
basa baik kepadanya tapi saya tau ada niat kotor di balik topengnya itu yang
akan iya lakukan. Seperti apa yang iya lakukan ke istri saya seblum mereka
membantainya.
Maksudmu birin? Sutan yang makin heran dan tidak mengerti apa masalah selama ini yang
__ADS_1
terjadi.
Istri ku di gauli! panghulu basa sebelum iya sempat membantainya karna ingin
mengadukan perbuatan panghulu basa pada ninik mamak yang lain. Sebab itulah iya
menyuruh anak buahnya membantai istriku dan karna pilihan itu pula iya sempat
menjadikan anak gadisku yang masih sepuluh tahun sebagai tameng untuk aku
melakukan hal yang membuat tuan celaka yang akhirnya tetap juga membantai
anakku. Biarpun mereka yang membunuh anak ku itu sudah kubunuhi tapi dendamku pada
panghulu basa sampai saat ini belum lah usai. Matanya menatap kosong kedepan
dan nafasnya memburu turun naik yang membuat dadanya serasa sesak.
Sekarang silakan tuan lakukan tugas tuan! Ucapnya yang kembali mengagetkan sutan.
Plak!! Kuburkan samsudin dengan layak lalu kita kerumah! Sutan menampar wajah birin
yang sedari tadi membuatnya geram dan hiba akan apa yang iya terima dengan
perbuatan yang sudah mencelakai sutan rajo bujang.
Maksud tuan? Birin yang tak mengerti dengan titah yang di berikan sutan ini.
Iya waang kuburkanlah orang yang waang sudahi ini. Aku menunggu kalian sampai
selesei. Setelah itu kita kita pulang! Tanyakan pada dua temanmu itu birin!
Kalau dia mau ikut waang bersamaku! Maka segera membantu mengubar samsudin.
Birin yang tak tau itu air mata senang atau sakit
yang iya rasa saat ini. Air mata yang selama ini kering karna dendam dan
kesalahan. Kini air mata itu jatuh membasahi pip yang sudah mulai berumur itu.
Birin bersujud di tanah. Seperti sujud syukur kemudian mengucap saat sujud itu
lalu kembali berdiri dan bergegas membawa samsudin yang sudah meninggal. Toek
dan juga karapai ikut serta dalam menyelenggarakan menguburkan samsudin yang
tak jauh dari kediaman rumah panjul yang berjarak sekitar sembilan ratus meter
kearah hutan dari rumah panjul itu. Kini jenazah sudah di kuburkan dan mereka
kembali pulang ketempat panjul. Disana sudah ada siti yang menunggu harap-harap
cemas menanti kedatangan buyung, ayah, dan juga panjul yang tak kunjung pulang.
Siti berjalan hilir mudik di depan rumah dan dalam jarak sekitar lima ratus
meter terlihat segerombolan datang menuju kerumah itu. Salah satunya berlari
seperti kijang siapa lagi kalau bukan panjul. Iya segera memberi kabar kepada
__ADS_1
siti bahwa ayahnya dan buyung baik-baik baik saja.