
“ mana sutan rajo baju bujang? Aku tidak
melihatnya sedari tadi kita disini.” Ujar ampang limo sati yang kala itu masih
duduk di atas batu besar bersama malin, buyung, dan toek.
“ tadi mak sutan katanya mau kerumah gadang
mak. Dia mau memberi makan ternak katanya”. Ucap buyung menjelas kepada ampang
limo sati.
“ kalian kapan akan kembali ke kampung
silasih buyung, malin?”. Ucapa ampang limo kembali bertanya.
“ rencana nya besok pagi pak! Sekalian besok
bisa pamit juga kepada semuanya”. Jawaban buyung kepada ampang limo sati.
“ hmn.. begitu rupanya! Aku sebenar butuh
bantuan kalian kali ini tapi karna kalian tidak bisa dan mungkin tidak bisa
ikut”.
“ ikut bagaimana pak?” ucap malin yang
memutus pembicaraan amapang limo sati.
“ ikut membongkar sabaotase penghulu kacak!”
“penghulu kacak!?. Ucap malin yang tidak tahu
dan kenal orang itu.
“ aku boleh ikut tuan?” ucap birin berseru
dari bawah yang seketika itu mengalihkan perhatian mereka yang duduk di atas
batu besar.
“ aku juga!” ucap toek kembali berseru
melihat temannya ingin ikut.
“ aku juga ikut!” seru karapai yang mendengar
birin barusan berucap dari bawah dan dia masih di depan pintu.
Semua orang di atsa batu itu terdiam termasuk
__ADS_1
ampang limo sati.
“ apa kalian yakin mau ikut?” ucap ampang
limo sati menegaskan kepada mereka.
“ tiada istilah tarik mundur bagi kami datuk
kalau sudah berucap.” Ucap birin kembali meyakinkan ampang limo sati.
Datuk ampang limo sati sesaat menghela
nafas.” Baiklah. Kalian boleh ikut kali ini. Kita tunggu sutan rajo bujang.
Nanti malam kita akan menyusun apa yang harus kalian lakukan.”
Buyung dan malin kala itu hanya menyimak saja
pembicaraan mereka. Dalam hati rasa rindu ingin pulang tak kuasa tertahankan.
Mereka sudah hampir sebulan meninggalkan kampung. Tentunya sudah sangat rindu
untk kembli. Melihat ampang limo sati dalam keadaan begini mereka jadi bimbang.
Harus ikut atau tidak? Mungkin mereka harus berfikir dulu dan menyimak apa yang
sebenarnya teerjadi sambil menanti sutan rajo bujang pulang dan mendengarkan
berita apa yang telah di dapati mereka.
berkumpul termasuk sutan rajo bujang. Ampang limo sati menceritakan duduk
masalah yang beberapa minggu ini terjadi di rumah gadang dtuk putih. Sutan rajo
bujang yang sebelumnya juga sudah tau siapa dalang dari pembunuhan datuk putih
kini menjadi sangat yakin akan keterlibatan penghulu kacak. Malam itu mereka
membagi tugas. Birin, toek dan karapai di suruh menjadi saudara jauh sutan rajo
bujang yang akan berpura-pura mencari dan mengunjungi sutan rajo bujang yang
bekerja dirumah gadang.
Panjul yang biasa lalu lalang di perkampungan
itu di suruh sebagai telik sandi jika nanti ada berita yang perlu di sampaikan
dan rasanya penting. Buyung dan malin yang tadinya ingin berniat besok untuk
pulang mengurungkan niatnya dan ikut bersama mereka dan kebetulan karna
__ADS_1
kejadian tadi siang rumah gadang menyarankan adanya yang berjaga-jaga dirumah
gadang datuk putih. Sutan rajo bujang yang di tugasi langsung oleh manti
salendang dunia untuk mencari penjaga itu dan kebetulan mereka belum kebagian
tugas, segera saja mereka mendapati tugas itu berdua. Malin sangat bersemangat
mendegar iya akan di tugaskan beberapa hari siang dan malam di rumah gadang
datuk putih. Malin yang sebelumnya pernah bertemu dengan pemilik rumah itu kini
rasanya akam kembali bersua. “ akan kah aku akan melihat senyummu lagi puti”
ujara malin dalam hati sesaat pikirannya melayang kejendela rumah gadang tadi
siang. Semua orang yang sibuk membahas masalah itu terhenti dan menoleh kepada
malin yang asik melamun dan senyum-senyum sendiri itu.
“ waang kenapa malin?” ucap buyung yang heran
melihati kawanya itu. Malin tetap saja larut dalam lamunan nya.
“ hem!!. Deheman itu tidak berpengaruh.
“ baiklah. Malin akan di tugaskan untuk
menjaga dan mengawal puti bintang talimo. Dua hari lagi dia akan pergi
berziarah ke makam ayahnya.” Ucap sutan rajo bujang yang mengagetkan malin dari
lamunan itu.
“ apa pak?” ucap kembali berkonsentrasi pada
masalah yang di bahas malam itu.
“ waang di tugaskan untuk mengawal puti
bintang talimo bersama buyung malin.” Ucap panjul mengulangi perkataan sutan
rajo bujang.
“ mmh.. anak muda.” Ucap ampang limo sati
yang sedikit menyindir malin. Malin jadi malu olehnya karena dia tau ampang
limo sati mengetahui kesukaan dia terhadap anak gadis dirumah gadang itu. Malam
itu semua tugas sudah di bagikan. Siti memang tidak di suruh ikut karna
__ADS_1
mengingat iya tidak pandai bersilat dan itu akan mengancam keselamatannya maka
mereka tidak mengikut sertakannya dalam misi ini.