THE ANCIENT SILAT

THE ANCIENT SILAT
Episode 34


__ADS_3

“ mana sutan rajo baju bujang? Aku tidak


melihatnya sedari tadi kita disini.” Ujar ampang limo sati yang kala itu masih


duduk di atas batu besar bersama malin, buyung, dan toek.


“ tadi mak sutan katanya mau kerumah gadang


mak. Dia mau memberi makan ternak katanya”. Ucap buyung menjelas kepada ampang


limo sati.


“ kalian kapan akan kembali ke kampung


silasih buyung, malin?”. Ucapa ampang limo kembali bertanya.


“ rencana nya besok pagi pak! Sekalian besok


bisa pamit juga kepada semuanya”. Jawaban buyung kepada ampang limo sati.


“ hmn.. begitu rupanya! Aku sebenar butuh


bantuan kalian kali ini tapi karna kalian tidak bisa dan mungkin tidak bisa


ikut”.


“ ikut bagaimana pak?” ucap malin yang


memutus pembicaraan amapang limo sati.


“ ikut membongkar sabaotase penghulu kacak!”


“penghulu kacak!?. Ucap malin yang tidak tahu


dan kenal orang itu.


“ aku boleh ikut tuan?” ucap birin berseru


dari bawah yang seketika itu mengalihkan perhatian mereka yang duduk di atas


batu besar.


“ aku juga!” ucap toek kembali berseru


melihat temannya ingin ikut.


“ aku juga ikut!” seru karapai yang mendengar


birin barusan berucap dari bawah dan dia masih di depan pintu.


Semua orang di atsa batu itu terdiam termasuk

__ADS_1


ampang limo sati.


“ apa kalian yakin mau ikut?” ucap ampang


limo sati menegaskan kepada mereka.


“ tiada istilah tarik mundur bagi kami datuk


kalau sudah berucap.” Ucap birin kembali meyakinkan ampang limo sati.


Datuk ampang limo sati sesaat menghela


nafas.” Baiklah. Kalian boleh ikut kali ini. Kita tunggu sutan rajo bujang.


Nanti malam kita akan menyusun apa yang harus kalian lakukan.”


Buyung dan malin kala itu hanya menyimak saja


pembicaraan mereka. Dalam hati rasa rindu ingin pulang tak kuasa tertahankan.


Mereka sudah hampir sebulan meninggalkan kampung. Tentunya sudah sangat rindu


untk kembli. Melihat ampang limo sati dalam keadaan begini mereka jadi bimbang.


Harus ikut atau tidak? Mungkin mereka harus berfikir dulu dan menyimak apa yang


sebenarnya teerjadi sambil menanti sutan rajo bujang pulang dan mendengarkan


berita apa yang telah di dapati mereka.


berkumpul termasuk sutan rajo bujang. Ampang limo sati menceritakan duduk


masalah yang beberapa minggu ini terjadi di rumah gadang dtuk putih. Sutan rajo


bujang yang sebelumnya juga sudah tau siapa dalang dari pembunuhan datuk putih


kini menjadi sangat yakin akan keterlibatan penghulu kacak. Malam itu mereka


membagi tugas. Birin, toek dan karapai di suruh menjadi saudara jauh sutan rajo


bujang yang akan berpura-pura mencari dan mengunjungi sutan rajo bujang yang


bekerja dirumah gadang.


Panjul yang biasa lalu lalang di perkampungan


itu di suruh sebagai telik sandi jika nanti ada berita yang perlu di sampaikan


dan rasanya penting. Buyung dan malin yang tadinya ingin berniat besok untuk


pulang mengurungkan niatnya dan ikut bersama mereka dan kebetulan karna

__ADS_1


kejadian tadi siang rumah gadang menyarankan adanya yang berjaga-jaga dirumah


gadang datuk putih. Sutan rajo bujang yang di tugasi langsung oleh manti


salendang dunia untuk mencari penjaga itu dan kebetulan mereka belum kebagian


tugas, segera saja mereka mendapati tugas itu berdua. Malin sangat bersemangat


mendegar iya akan di tugaskan beberapa hari siang dan malam di rumah gadang


datuk putih. Malin yang sebelumnya pernah bertemu dengan pemilik rumah itu kini


rasanya akam kembali bersua. “ akan kah aku akan melihat senyummu lagi puti”


ujara malin dalam hati sesaat pikirannya melayang kejendela rumah gadang tadi


siang. Semua orang yang sibuk membahas masalah itu terhenti dan menoleh kepada


malin yang asik melamun dan senyum-senyum sendiri itu.


“ waang kenapa malin?” ucap buyung yang heran


melihati kawanya itu. Malin tetap saja larut dalam lamunan nya.


“ hem!!. Deheman itu tidak berpengaruh.


“ baiklah. Malin akan di tugaskan untuk


menjaga dan mengawal puti bintang talimo. Dua hari lagi dia akan pergi


berziarah ke makam ayahnya.” Ucap sutan rajo bujang yang mengagetkan malin dari


lamunan itu.


“ apa pak?” ucap kembali berkonsentrasi pada


masalah yang di bahas malam itu.


“ waang di tugaskan untuk mengawal puti


bintang talimo bersama buyung malin.” Ucap panjul mengulangi perkataan sutan


rajo bujang.


“ mmh.. anak muda.” Ucap ampang limo sati


yang sedikit menyindir malin. Malin jadi malu olehnya karena dia tau ampang


limo sati mengetahui kesukaan dia terhadap anak gadis dirumah gadang itu. Malam


itu semua tugas sudah di bagikan. Siti memang tidak di suruh ikut karna

__ADS_1


mengingat iya tidak pandai bersilat dan itu akan mengancam keselamatannya maka


mereka tidak mengikut sertakannya dalam misi ini.


__ADS_2