THE ANCIENT SILAT

THE ANCIENT SILAT
Episode 24


__ADS_3

mungkin orang


itu menyamar malam hari dengan mengubur badanya dengan


rumput dan tak terlihat.


tapi di lihat dari serangan yang tepat di arah ************


dan bercak darah


itu masih membekas di celana mungkin ada faktor kesengajaan


hingga orang itu


tak sempat berdiri! samsudin kini sudah hampir sampai di


pintu perkampungan


dan sangat bnyak mayat yang iya temui mati bergelimpangan.


Entah siapa yang membunuh mereka dan entah berapa orangnya? Yang jelas ini kali


pertama yang ada dalam sejarah hutan tigo lurah ada begitu banyak mayat yang


mati bergelimpangn. Samsudin makin penasaran dan sangat ingin mencoba


orang-orang yang sudah mengalah para penyamun itu! iya makin bersemangat untuk


terus melangkah. entah kini niat untuk mencari siti atau mencari orang


yang telah membunuh penyamun itu? yang jelas samsudin sangat


ingin mencari


keduanya. Dan sekarang karapai mukanya kemabli berdarah


setelah melihat pintu


perkampungn dari atas bukit. lelah yang tadi iya rasakan


saat melewati bahaya


tak lagi terasa. mereka segera turun keperkampungan itu dan


segera menuruni


bukit yang di hiasi rumput ilalang  yang menadakan tak ada lagi hutan rimba


pekat yang akan mereka lalaui.


SUTAN RAJO BUJANG


Sudah sehari buyung, siti reno bulan, malin bagindo, dan


ampang limo sati di rumah


panjul di batas perkampungan tigo lurah. hari yang sudah


siang di tandai dengan


terik matahari yang mulai memansi bumi. panjul yang


sedaritadi kepasar belum


juga menampakan diin disana ampang limo sati yang dari tadi


duduk di hamparan


batu besar seperti bertapa di lihat saja oleh malin.


 Dalam pikirnya “ apa


yang di lakukan bapak tua itu di atas batu? Sedari subuh tadi dan sudah hampir meninggi


pula matahari iya masih disana” malin sedari tadi melihati saja bapak


tua itu sambil memangku tangan dan menyenderkan badanya


didepan pintu.


Aneh! Apa yang di lakukannya disana? Ujar malin yang bicara


sendiri.


Malin sekarang mulai mendekati bapak itu. langkah kaki mulai


di ayunkan dan


tangannya yang mengikuti irama hingga sampai di dekat ampang


limo sati sekitar jarak dua depa.


Kau heran anak muda kenapa sedari tadi aku berdiam disini!


Ujar ampang limo sati


yang menebak tepat apa yang di pikirkan malin bagindo.


Sudah lah! mendekatlah waang kemari! duduk lah di sampingku!


Iya kembali berucap


kepada simalin dan setelah malin duduk disana di atas


hamparan batu yang

__ADS_1


datar itu. ampang limo membalik badan dan kini iya saling


berhadapan duduk


bersila dan saling menatap.


Waang siap? Ucap ampang limo kembali kepada malin.


Siap! Maksud bapak? Iya tidak mengerti apa yang di maksudkan


ampang limo sati


kepadanya.


Namun ampang limo sati tak menghiraukan kebingungan malin


bagindo.


 HUFT!! Satu pukulan


yang cepat melayang telah keleher malin bagindo. iya terkejut dalam


keadaan tidak siap itu serangan tiba-tiba datang kepadanya.


untung lah guru


silat ini cepat dan tanggap. iya segera mengelak dengan cara


memutar setengan


badan kesamping depan. Kemudian di susul serangan kedua dari


ampang limo dari


tangan yang memukul tadi keni berobah menjadi cakar yang di


tarik  menyerepet


keleher bagindo malin. iya segera menyentakkan tangan keatas


kemudia menunduk


lalu kembali tegap dengan keadaan bersila dan tak habis


disana kini ampang limo


kembali memberi pukulan ke arah hulu hati dan tangannya yang


satu lagi menyusul


kearah rusuk seperti jurus silat langkah empat yang di


namakan CACAK! malin


bagindo kembali memiringkan setengah badannya dan


itu dengan telapak tangan lalu menyikut kebelakang yang


tepat mengahntam


cakaran ampang limo dan dengan sedikit menarik tangan yang


mengebas tadi ke


belakang iya langsung menyentakan tangan kedepan tepat


kearah dada ampanglimo


dengan kekuatan yang penuh dan cepat! tapi yang dia lawan


ini bukan pula orang


sembarangan. makan tangannya sudah banyak pula di ketahui


petinggi-petinggi


silat minangkabau. kini serangan itu tiba kepadanya! dengan


mudah iya menyambar


seperti cakar tepat di pergelangan tangan si malin lalu


mempelintirnya.


AAAKH!!! Malin terpekik. mengagetkan orang yang ada di dalam


rumah. buyung yang


tertidur di dalam rumah panjul dan siti yang sedang memasak


nasi berhamburan


keluar mendengar pekikan si malin. saat dia tiba di luar iya


tertegun melihat malin


dan ampang limo sati yang duduk di hamparan batu besar tapi


seperti orang


berkelahi, buyung memperhatikan bagai mana ampanglimo kini


mempelintir


pergelangan tangan malin. malin segera menyambar kelingking

__ADS_1


ampang limo sati


dan mematahkannya kebelakang namun bapak tua itu tersenyum


sambil menyambar


ibu jari tangan malin dan kedua kalinya.


 AAAKH!!! Dan dengan


cepat malin menampar kuat kearah tangan ampang limo sati dan ibu jarinya


selamat dari maut. bukan main jeli orang tua ini. semua makanan kunci malin


mudah terbaca olehnya.


Kali ini malin tak mau menjadi penunggu serangan. iya


sekarang lebih dulu menyerang dengan tangan meliuk liuk dan mengarah pada mata


ampang limo.


yang meliuk adalah tangan kananya. setelah sampai di depan


mata amapang limo


tangan yang semula empat jari di rapatkan kini merengang


seperti ketapel


mengarah ke arah dua bola mata ampang limo. ampanglimo


dengan cepat menahan


tangan itu dengan tangan kiri yang di tahan kan di sela jari


malin bagindo.


pukulan dengan tangan kiri yang cepat menuju arah jakun


ampang limo dari


malin ini segera sampai tapi di kebaskan oleh ampang limo


menggunakan tangan


yang tadi menahan di sela jari malin. iya memiringkan badan


kedepan lalu


tangan ampang limo yang semula di atas turun dengan


membentuk lengkungan


mengebas pukulan itu dengan kuat yang membuat duduk malin


bergeser kesamping.


tangan itu melaju cepat memburu bahu kiri malin. malin


menengkis tapi malang iya kalah cepat. duduk menyamping itu membuat iya celaka.


malin melosoh jatu dari batu itu


kebawah dan kepala menyundul kerikil runcing tepat di


ubun-ubu.


HUXXX! Malin tertahan nafasnya karna menhan sakit di kepala


dan badanya yang


terjatuh dari batu membuat bajunya kini kotor oleh debu dan


lumt kering yang


melekat di batu besar itu. Sementara itu buyung dan siti


reno bulan masih


berdiam diri di depan pintu.iya sangat takjub melihat


kecepatan orang tua itu


tidak terikuti oleh malin. ampang limo sati melihat ke arah


malin sembari berujar.


 


Emosi yang menguasi diri tak akan mempercepat gerak anak


muda!


Aduuuh!!!


Sakit kepala ku! sambil malin terus memegangi kepalanya yang


kena benda keras


tadi. Ternyata itu tujuan bapak tua itu menyuruhnya keatas.


Bapak tua itu mengajak berlatih dan hasilnya malin bergeruntangan kebawah.


Sungguh nasib buruk saat itu menimpa malin.

__ADS_1


Ayok naik lagi! ucap ampang limo kepada malim.


__ADS_2