
mungkin orang
itu menyamar malam hari dengan mengubur badanya dengan
rumput dan tak terlihat.
tapi di lihat dari serangan yang tepat di arah ************
dan bercak darah
itu masih membekas di celana mungkin ada faktor kesengajaan
hingga orang itu
tak sempat berdiri! samsudin kini sudah hampir sampai di
pintu perkampungan
dan sangat bnyak mayat yang iya temui mati bergelimpangan.
Entah siapa yang membunuh mereka dan entah berapa orangnya? Yang jelas ini kali
pertama yang ada dalam sejarah hutan tigo lurah ada begitu banyak mayat yang
mati bergelimpangn. Samsudin makin penasaran dan sangat ingin mencoba
orang-orang yang sudah mengalah para penyamun itu! iya makin bersemangat untuk
terus melangkah. entah kini niat untuk mencari siti atau mencari orang
yang telah membunuh penyamun itu? yang jelas samsudin sangat
ingin mencari
keduanya. Dan sekarang karapai mukanya kemabli berdarah
setelah melihat pintu
perkampungn dari atas bukit. lelah yang tadi iya rasakan
saat melewati bahaya
tak lagi terasa. mereka segera turun keperkampungan itu dan
segera menuruni
bukit yang di hiasi rumput ilalang yang menadakan tak ada lagi hutan rimba
pekat yang akan mereka lalaui.
SUTAN RAJO BUJANG
Sudah sehari buyung, siti reno bulan, malin bagindo, dan
ampang limo sati di rumah
panjul di batas perkampungan tigo lurah. hari yang sudah
siang di tandai dengan
terik matahari yang mulai memansi bumi. panjul yang
sedaritadi kepasar belum
juga menampakan diin disana ampang limo sati yang dari tadi
duduk di hamparan
batu besar seperti bertapa di lihat saja oleh malin.
Dalam pikirnya “ apa
yang di lakukan bapak tua itu di atas batu? Sedari subuh tadi dan sudah hampir meninggi
pula matahari iya masih disana” malin sedari tadi melihati saja bapak
tua itu sambil memangku tangan dan menyenderkan badanya
didepan pintu.
Aneh! Apa yang di lakukannya disana? Ujar malin yang bicara
sendiri.
Malin sekarang mulai mendekati bapak itu. langkah kaki mulai
di ayunkan dan
tangannya yang mengikuti irama hingga sampai di dekat ampang
limo sati sekitar jarak dua depa.
Kau heran anak muda kenapa sedari tadi aku berdiam disini!
Ujar ampang limo sati
yang menebak tepat apa yang di pikirkan malin bagindo.
Sudah lah! mendekatlah waang kemari! duduk lah di sampingku!
Iya kembali berucap
kepada simalin dan setelah malin duduk disana di atas
hamparan batu yang
__ADS_1
datar itu. ampang limo membalik badan dan kini iya saling
berhadapan duduk
bersila dan saling menatap.
Waang siap? Ucap ampang limo kembali kepada malin.
Siap! Maksud bapak? Iya tidak mengerti apa yang di maksudkan
ampang limo sati
kepadanya.
Namun ampang limo sati tak menghiraukan kebingungan malin
bagindo.
HUFT!! Satu pukulan
yang cepat melayang telah keleher malin bagindo. iya terkejut dalam
keadaan tidak siap itu serangan tiba-tiba datang kepadanya.
untung lah guru
silat ini cepat dan tanggap. iya segera mengelak dengan cara
memutar setengan
badan kesamping depan. Kemudian di susul serangan kedua dari
ampang limo dari
tangan yang memukul tadi keni berobah menjadi cakar yang di
tarik menyerepet
keleher bagindo malin. iya segera menyentakkan tangan keatas
kemudia menunduk
lalu kembali tegap dengan keadaan bersila dan tak habis
disana kini ampang limo
kembali memberi pukulan ke arah hulu hati dan tangannya yang
satu lagi menyusul
kearah rusuk seperti jurus silat langkah empat yang di
namakan CACAK! malin
bagindo kembali memiringkan setengah badannya dan
itu dengan telapak tangan lalu menyikut kebelakang yang
tepat mengahntam
cakaran ampang limo dan dengan sedikit menarik tangan yang
mengebas tadi ke
belakang iya langsung menyentakan tangan kedepan tepat
kearah dada ampanglimo
dengan kekuatan yang penuh dan cepat! tapi yang dia lawan
ini bukan pula orang
sembarangan. makan tangannya sudah banyak pula di ketahui
petinggi-petinggi
silat minangkabau. kini serangan itu tiba kepadanya! dengan
mudah iya menyambar
seperti cakar tepat di pergelangan tangan si malin lalu
mempelintirnya.
AAAKH!!! Malin terpekik. mengagetkan orang yang ada di dalam
rumah. buyung yang
tertidur di dalam rumah panjul dan siti yang sedang memasak
nasi berhamburan
keluar mendengar pekikan si malin. saat dia tiba di luar iya
tertegun melihat malin
dan ampang limo sati yang duduk di hamparan batu besar tapi
seperti orang
berkelahi, buyung memperhatikan bagai mana ampanglimo kini
mempelintir
pergelangan tangan malin. malin segera menyambar kelingking
__ADS_1
ampang limo sati
dan mematahkannya kebelakang namun bapak tua itu tersenyum
sambil menyambar
ibu jari tangan malin dan kedua kalinya.
AAAKH!!! Dan dengan
cepat malin menampar kuat kearah tangan ampang limo sati dan ibu jarinya
selamat dari maut. bukan main jeli orang tua ini. semua makanan kunci malin
mudah terbaca olehnya.
Kali ini malin tak mau menjadi penunggu serangan. iya
sekarang lebih dulu menyerang dengan tangan meliuk liuk dan mengarah pada mata
ampang limo.
yang meliuk adalah tangan kananya. setelah sampai di depan
mata amapang limo
tangan yang semula empat jari di rapatkan kini merengang
seperti ketapel
mengarah ke arah dua bola mata ampang limo. ampanglimo
dengan cepat menahan
tangan itu dengan tangan kiri yang di tahan kan di sela jari
malin bagindo.
pukulan dengan tangan kiri yang cepat menuju arah jakun
ampang limo dari
malin ini segera sampai tapi di kebaskan oleh ampang limo
menggunakan tangan
yang tadi menahan di sela jari malin. iya memiringkan badan
kedepan lalu
tangan ampang limo yang semula di atas turun dengan
membentuk lengkungan
mengebas pukulan itu dengan kuat yang membuat duduk malin
bergeser kesamping.
tangan itu melaju cepat memburu bahu kiri malin. malin
menengkis tapi malang iya kalah cepat. duduk menyamping itu membuat iya celaka.
malin melosoh jatu dari batu itu
kebawah dan kepala menyundul kerikil runcing tepat di
ubun-ubu.
HUXXX! Malin tertahan nafasnya karna menhan sakit di kepala
dan badanya yang
terjatuh dari batu membuat bajunya kini kotor oleh debu dan
lumt kering yang
melekat di batu besar itu. Sementara itu buyung dan siti
reno bulan masih
berdiam diri di depan pintu.iya sangat takjub melihat
kecepatan orang tua itu
tidak terikuti oleh malin. ampang limo sati melihat ke arah
malin sembari berujar.
Emosi yang menguasi diri tak akan mempercepat gerak anak
muda!
Aduuuh!!!
Sakit kepala ku! sambil malin terus memegangi kepalanya yang
kena benda keras
tadi. Ternyata itu tujuan bapak tua itu menyuruhnya keatas.
Bapak tua itu mengajak berlatih dan hasilnya malin bergeruntangan kebawah.
Sungguh nasib buruk saat itu menimpa malin.
__ADS_1
Ayok naik lagi! ucap ampang limo kepada malim.