
Baiklah nyiak!
Dengan menghentakkan tangannya tiga kali kebumi terdengar
auman seekor harimau
sangat dekat kesana. ternyata itu auman ampanglimo kumbang!
sosok yang
meneyerupai seorang ampanglima yang memakai tongkat dan
berperawakannya yang
sedikit agak sangar mata yang tajam, berjambang, jenggut
yang sepanjang
kepalan, rambutnya yang hingga bahu serta ikat kepala,
dengan motif baju hitam
dari kulit harimau kumbang serta ikat kepala seperti ekor
harimau melingkar dua
lilit dikepalanya.
Assalammualaikum!
Ucap panglimo kumbang sesampai disana.
Walaikum salam!
Ada apa inyiak rubiah sampai memanggilku?
Nati biar punggawa ku yang memberi tahumu panglimo aku akan
segera kerumah gadang. Sudah seharian rumahku ku tinggalakn! Aku permisi pamit
panglimo! Assalammualaikum.
lalu inyiak rubiah membuka tabir gaibnya seperti seberkas
sinar putih terang lalu iya
masuk kedalamnya. Bukan main hebatnya wanita tua itu yang
dengan sekejap
bersamaan dengan cahaya itu hilang. entah kemana perginya
kini tinggalah
punggawa dengan panglimo kumbang. iya menjelaskan akan maksud inyiak rubiah
kepadanya. Maksud untuk mengawasi cucu dari inyiak rubiah
itu. panglimo yang
sudah paham dengan apa yang sudah di sampaikan kepadanya
kini mulai bergerak
dari sana. Menyusul lima orang yang tadi sudah beranjak jauh
dari warung itu.
Namun bagi panglimo yang bisa bergerak cepat tak begitu
sulit untuk mencari
mereka karna panglimo adalah golongan inyiak yang telinganya
seperti telinga
bumi! dalam waktu singkat mungkin mereka akan terlihat
olehnya.
PERTEMUAN DATUAK BARINGIN DAN MANTI SALENDANG DUNIA.
Didalam rumah gadang manti salendang dunia dan datuak
baringin serta keenam dubalang rajo berdiskusi mengenai kekalahan datuak
baringin siang hari tadi datuak yang menceritakan dengan rinci bagaimana
seorang ampang limo sati melumpuhkan dubalang rajo pilih tanding itu. kediaman
rumah gadang yang di tempati manti saat ini tak jauh dari arah warung nenek
rubiah. manti sekaligus orang yang saat ini menjadi pimpinan datuak
baringin menjadi heran dengan berita yang di sampaikan dari
mulut ampang limo sati itu.
apa benar datuk putih
adalah muridnya? Sejak kapan? Dan lebih di
yakinkan dengan ilmu pamungkas datuk putih yang mampu
mengeluarkan api dari
cakaran tanganya persisi seperti ampang limo sati. Manti
salendang dunia kini
__ADS_1
tak tau harus berbuat apa! Yang jelas iya sedang menunggu
siasat apa yang harus
iya lakukan untuk membekuk yang membunuh penghulu mereka
yang bernama datuk
putih. Manti salendang dunia adalah orang keprcayaan
panghulu datuk putih
dimana segala urusan adat selalu di pecahkan dengannya
bersama datuak baringin
dan dublang-dubalangnya. manti salendang dunia adalah orang
yang arif! orang
cendikiawan, tau dengan bayang kata sampai, tau dengan
karang yang akan
menjujung, tau di hutan rimba raya, olah pikir yang seperti
belum terkilas
sudah terkalam, yang nelihat contoh ke yang sudah, yang
mengambil tuah pada yang menang, juga paham akan adat dan agama. kini iya
kebingungan menghadapi polemik yang terjadi di
kaumnya. pada siapa iya akan mencari teman berfikir? Manti
yang kini terdiam
dan memenungi apa yang sudah terjadi. sampai kapan iya harus
mencari tau bak
seperti mencari jarum dalam jerami? bak
mencari sirip di lele?. Perkerjaan yang tak mudah bagi
manti salendang dunie. kini hanya doa yang bisa di sampaikan pada yang esa.
ikhtiar yang di lakukan saat ini masih menghasilakan kenihilan. manti termenung
mengingat dirumah gadang sana meratapi nasib. Istri dan anak si panghulu datuk
putih sebab jelas sesaat di hadapan mereka ayahnya
anak gadis itu menyongsong seorang pencuri keruang tamu dan
berkelahi disana
mulutnya berbusa
serta tulang leher yang patah dalam waktu tidak sampai satu
menit. Sungguh
tragis kejadian itu yang menyisakan luka di hati anak dan
istri datu putih.
Lima belas hari sudah berlalu dari kejadian naas itu. Kini
bagi manti salendang
dunia dan datuak baringin serta dubalamh yang berenam. Hanya
mampu berusaha
menyelidiki kalau-kalau orang yang membunuh datuk putih itu
bisa di temukan dan
di adili secara hukum kerapatan adat mereka. Setelah selesei
merka
bermusyawarah di tempat manti mereka kini melanjutkan tujuan
kerumah gadang
mendiang datuk putih bersama di ikut sertakannya manti
salndang dunia dalam
perjalanan kesana. Mereka yang sekarang berjumlah delapan
orang bersiap-siap
untuk menembus jalan yang di kuasai penyamun di hutan raya
tigo lurah. Segala
bekal dan jenis persenjataan berupa keris dan pisau kuku
alah di siapkan, karna
perjalanan di malam hari menuju tigo lurah dengan melewati
hutan rimba bukanlah
jalan yang mudah, selain penyamun, binatang berbisa dan
__ADS_1
mahkluk aneh yang bisa
menamoakan diri juga harus di hadapi untuk sampai kebatas
pedesaan mereka. Kali
ini, datuak baringin dan manti salendang dunia yang paling
depan berjalan di
iringi oleh enam orang dubalang-bubalang yang sudah masak
ilmu silatnya. Mereka
mulai melangkah dari rumah manti salendang dunia, membawa
harapan semoga mampu
menemukan si pembunuh datuk putih dn mereka selamat melewati
hutan rimba tigo
lurah itu.
PANYAMUN RIMBO TIGO LURAH.
Hari sudah terasa gelap saat melewati semak semak belukar di
kawasan pintu hutan
tigo lurah. bunyian burung hahtu sangat jelas terdengar
nyaringnya. jangkrik
air yang juga membisingkan telinga bertebaran suaranya di
seluruh pelosok
hutan.
kita akan melewati
lurah pertama hutan ini! Kalian harus ingat tak satupun yang boleh menoleh
kebelakang! Ucap ampang limo sati memberi tahukan di hutan tak boleh menoleh
kebelakang. Kita harus segera cepat bergerak kelurah itu. Kalian pegang tangan
ku dan waang panjul! paling belakang mengunci barisan kita! Ucapnya
memberi
ketegasan. Siti, malin bagindo dan buyung tak paham maksud
orang tua ini?
mereka hanya menurut saja dan saat apa yang di perintahkan
itu telah di
lakukan oleh panjul seketika itu mereka melayang seperti
terbang melewati
lurah pertama yang curam. buyung yang melihat lereng tebing
lurah itu menjadi
ngeri akibat tingginya mereka di bawa terbang oleh ampang
limo sati. kini lurah
pertama sudah di lewati dan tampaklah lurah kedua yang
ternyata bukit terjal
karang yang sangat tajam serta air tejun yang setiap saat
bisa mematikan
jikalau melewati kawasan itu sampai tergelincir apalgi
terjatuh dan saat
mereka melewati lurah ketiga mereka mencium bau bangkai yang
sangat menyengat
seperti bangkai manusia yang sengaja di buang kesana. lurah
yang seperti
sumur raksasa dan banyak nya binatang buas didalamnya.
buyung sempat melihat
ada kayu besar seperti beringin yang bergerak tapi saat dia
perhatikan
ternyata itu adalah ular raksasa penunggu lurah ketiga itu.
buyung menelan
ludah! selain takut ular dia sebenarnya takut ketinggian
namun tak ada
pilihan dari pada di makan ular biarlah rasa takut
__ADS_1
ketinggian iya tahan.