
Siti yang mendengarkan ucapan demikian menjadi tersipu dan
darahnya turun naik serta
jantungnya berdegup kencang. entah senang atau malu tapi
rasanya dalam hatinya
ingin melompat-lompat kegirangan. wajahnya memerah seketika,
untuanglah di
tetap menunduk dan tenang sehingga wajahnya yang memerah
menahan malu itu dan
gugup tak terlihat oleh buyung maupun malin yang sedari tadi
mengejek terus
kepada buyung. lain hal nya buyung hanya menanggapi hal itu
dengan tertawa
terkekeh-kekeh karna malin belum tau sebenarnya gadis itu
adalah orang yang sempat
di cari TOEK dan BIRIN tempo hari lalu dengan sekilas
menatap kearah siti yang
menunduk dan sdikit gemetar iya lanjutkan makannya. dia mana
tau bagaimana
seorang wanita kalo seandainya menaruh hati pada lelaki!
kerja sibuyung kan
hanya kesawah kehutan. mana pernah iya belajar masalah
cinta! yang dia pahami
saat ini wanita itu butuh tempat yang nyaman untuk sementara
waktu. Siang itu
berlalu dan sore sudah mulai tiba. siti dan reno sudah
sedari tadi balik
duluan setelah makan siang selesei. kini kembali buyung
istirahat untuk yang
kedua kalinya dan istirahat kali ini memang di sengaja karna
tak enak hati
melihat malin sendirian bergelimpangan di pondok itu seperti
lintah
kekenyangan. Malin segera saja duduk di dekat buyung yang
sudah sampai di pondok
itu sambil iya mengipas-kipaskan tudungnya.
“ siti tadi calon waang malin?” ujar malin yang sedari tadi
sudah sangat penasaran dengan buyung.
”tidak” ucap buyung sambil tetap menipaskan tudungnya.
“ lalu kenapa dia dirumahmu? Apa dia keponakan ayahmu? Setau
ku ayahmu itu tak pernah punya ponakan seperti dia!”
cantik maksud waang?” balas malin bicara pada malin.
” Bukan.. maksudku ayahmu tidak ada punya ponakan perempuan”
ujarnya malin meluruskan perkataannya.
waang ingin tau siapa gadis itu? sambil iya menatap kearah
malin dan bertanya.
sambil mengerutkan keningnya. maksud waang buyung? dengan
logat dan rasa yang sangat
penasaran kepada buyung dengan bicara buyung yang tak
sampai-sampai memberi
tahunya
dialah SITI RENO BULAN malin!
seketika ingatannya berbalik pada kejadian iya menyekap toek
dan birin tempo hari.
orang yang di cari anak buah panghulu basa rimbo data itu
buyung?
__ADS_1
tanya si malin ingin memastikan
benar! Dialah anak panghulu pucuk di rimbo data itu!
cantikan dia?
ucap buyung sambil sedikit tersenyum-senyum melihat malin
yang kaget mendengar kabar itu.
hamboyyyh! baru aku paham kenapa dia ada disini.
Singkat cerita mereka berbicara disana menjelaskan kenapa
siti reno bulan ada dirumah si
buyung, lalu tidak lama setelah itu mereka berkemas untuk
segera pulang. Pada
saat melewati jemabatan menyeberangi sungai buyung melihat
wajah orang yang
tidak asing di matanya, namun kali ini mereka datang dengan
jumlah yang agak
banyak sekitar sembilan orang. si malin juga rasanya
menegenal salah seoarang
dari mereka ya itu si toek dan si birin jelas wajahnya masih
ingat oleh
mereka karna memang pernah bertarung dengan mereka saat
mereka mengendap-endap
wktu itu seperti maling. Kini mereka dtang membawa kawanan
dalam jumlah yang
lumayan mungkin mereka akan siap bertaruh nyawa untuk
mencari siti reno bulan
yang selama ini ada di rumah buyung. Seketika melintasi
jembatan dengan arah
berlawanan dari kumpulan orang-orang itu yang mungkin baru
balik dari kampung
buyung, berpapasan disana. mata salah seorang yang mungkin
itu nebgarah tajam pada malin. buyung hanya diam dan memberi
jalan sambil
memperhatikan beberapa saat mereka lewat. lalu sambil
rombongan itu lewat
terdengar salah satu dari mereka berujar,
“ sudah ku bilang tuan.. siti reno bulan tak ada di kampung
itu”
saat jelas suara itu adalah suara toek buyung yang tak
sengaja medengar pembicaraan orang lewat itu segera saja bergegas pulang yang
di susul cepat oleh malin Namun gerakan itu tersa mencurigakan oleh rombongan
itu samsudin lalu menyuruh karapai diam diam mngikuti dan
mengawasinya. Memang firasat seoarang anak raja sedikit saja
keganjalan yang
iya rasa langsung saja iya bergerak dan memang firasat
samsudin tak pernah
melset namun buyung yang kuat indra pendengarannya sudah
merasa kalau iya di
ikuti oleh seseorang. singkat saja iya langsung berbalik dan
memutar arah
malin yag heran hanya mengikuti saja karna tak tau sedang
apa buyung ini lalu
tiba-tiba iya sudah sampai saja di belakang orang yang
membututinya tadi
dengan masih mengendap endap dan mundur perlahan kebalakang.
saat ingin berdiri
dan memutar badan. karapai ini langsung saja kaget
__ADS_1
“ondeh made” ucapnya saat itu.
Untuk apa kalian membututi kami kawan? Ucap buyung dengan
nada yang dingin.
” Nganu tuan, saya pikir tuan tau di mana orang yang saya
cari” ucapnya
kontan sekaligus mentalnya ciut karna dia tau orang bedua
ini yang menyudahi
toek dan birin dengan silatnya.
“ siapa?” tanya malin menyahut dari belakang buyung.
“ siti tuan siti reno bulan! kami di tugaskan oleh ayahnya
untuk
membawa kembali iya pulang kerimbo data.
Mendengar kabar yang di sampaikan oleh orang itu malin
dan buyung saling tatap
lalu kembli menatap kearah orang itu.
” siapa nama waang? Malin kembali bertanya.
Karapai tuan..
Sampai kan kepada tuan waang tidak ada yang bernama siti
reno bulan di kampung ini! kalau masih saya liat waang membututi kami! akan
kami hanyutkan waang ke sungai tadi! ucap malin yang jengkel saat tau
orang-orang itu ternyata benar mencari siti. orang itu mereka lepaskan dan
membiarkannya pergi. Malin dan buya melanjutkan perjalanan
pulang menuju rumah
amak aminah amaknya buyung. Sesampai dirumah
” assalammualaikum” buyung mengucap salam dan masuk bersama
dengan malin. Kebetulan siti juga didalam
sedang santai, lalu buyung segera saja bertanya,
apa sebenarnya masalahmu dengan toek.karapai dan birin itu
siti? serta orang-orang
yang tadi berpapasan dengn kami di dekat sungai. ujar
buyung yang tidak tahan
dengan rasa penasarannya yang sudah selama itu dia tahan
terhadap siti
Siti terkaget
mendengar nama-nama yang di sebutkan itu keluar dari mulut
buyung, dan dalam
keadaan masih kaget itu siti kembali bertanya. dari mana uda
tau mereka,?
bukan hanya mereka tapi aku juga tau nama ayahmu. Panghulu
basa!!
Kalau ada petir yang menyambar mungkin saat itu yang
tersamabr adalah jantung siti. dari mana
sibuyung tau semua itu sedang iya belum sempat menceritakan
semuanya itu pada
buyung. Lalu siti menunduk dan menangis air matanya saat
menunduk itu jatuh
membasahi dada bajunya. emak yang sedari tadi hanya
mendengar buyung bicara
melihat saja dari bilik. kini segera menyusul ketempat siti
dan merengkul
kepala anak gadis cantik itu dan memluknya sambil
mengusap-usap kepala
perempuan itu yang makin menangis tersedu-sedu. Lalu amak
aminah mulai bicara
padanya dengan mengangkatkan wajah siti lalu menatap anak
__ADS_1
itu.