THE ANCIENT SILAT

THE ANCIENT SILAT
Episode 8


__ADS_3

Siti yang mendengarkan ucapan demikian menjadi tersipu dan


darahnya turun naik serta


jantungnya berdegup kencang. entah senang atau malu tapi


rasanya dalam hatinya


ingin melompat-lompat kegirangan. wajahnya memerah seketika,


untuanglah di


tetap menunduk dan tenang sehingga wajahnya yang memerah


menahan malu itu dan


gugup tak terlihat oleh buyung maupun malin yang sedari tadi


mengejek terus


kepada buyung. lain hal nya buyung hanya menanggapi hal itu


dengan tertawa


terkekeh-kekeh karna malin belum tau sebenarnya gadis itu


adalah orang yang sempat


di cari TOEK dan BIRIN tempo hari lalu dengan sekilas


menatap kearah siti yang


menunduk dan sdikit gemetar iya lanjutkan makannya. dia mana


tau bagaimana


seorang wanita kalo seandainya menaruh hati pada lelaki!


kerja sibuyung kan


hanya kesawah kehutan. mana pernah iya belajar masalah


cinta! yang dia pahami


saat ini wanita itu butuh tempat yang nyaman untuk sementara


waktu. Siang itu


berlalu dan sore sudah mulai tiba. siti dan reno sudah


sedari tadi balik


duluan setelah makan siang selesei. kini kembali buyung


istirahat untuk yang


kedua kalinya dan istirahat kali ini memang di sengaja karna


tak enak hati


melihat malin sendirian bergelimpangan di pondok itu seperti


lintah


kekenyangan. Malin segera saja duduk di dekat buyung yang


sudah sampai di pondok


itu sambil iya mengipas-kipaskan tudungnya.


“ siti tadi calon waang malin?” ujar malin yang sedari tadi


sudah sangat penasaran dengan buyung.


”tidak” ucap buyung sambil tetap menipaskan tudungnya.


“ lalu kenapa dia dirumahmu? Apa dia keponakan ayahmu? Setau


ku ayahmu itu tak pernah punya ponakan seperti dia!”


cantik maksud waang?” balas malin bicara pada malin.


” Bukan.. maksudku ayahmu tidak ada punya ponakan perempuan”


ujarnya malin meluruskan perkataannya.


waang ingin tau siapa gadis itu? sambil iya menatap kearah


malin dan bertanya.


sambil mengerutkan keningnya. maksud waang buyung? dengan


logat dan rasa yang sangat


penasaran kepada buyung dengan bicara buyung yang tak


sampai-sampai memberi


tahunya


dialah SITI RENO BULAN malin!


seketika ingatannya berbalik pada kejadian iya menyekap toek


dan birin tempo hari.


orang yang di cari anak buah panghulu basa rimbo data itu


buyung?

__ADS_1


tanya si malin ingin memastikan


benar! Dialah anak panghulu pucuk di rimbo data itu!


cantikan dia?


ucap buyung sambil sedikit tersenyum-senyum melihat malin


yang kaget mendengar kabar itu.


hamboyyyh! baru aku paham kenapa dia ada disini.


Singkat cerita mereka berbicara disana menjelaskan kenapa


siti reno bulan ada dirumah si


buyung, lalu tidak lama setelah itu mereka berkemas untuk


segera pulang. Pada


saat melewati jemabatan menyeberangi sungai buyung melihat


wajah orang yang


tidak asing di matanya, namun kali ini mereka datang dengan


jumlah yang agak


banyak sekitar sembilan orang. si malin juga rasanya


menegenal salah seoarang


dari mereka ya itu si toek dan si birin jelas wajahnya masih


ingat oleh


mereka karna memang pernah bertarung dengan mereka saat


mereka mengendap-endap


wktu itu seperti maling. Kini mereka dtang membawa kawanan


dalam jumlah yang


lumayan mungkin mereka akan siap bertaruh nyawa untuk


mencari siti reno bulan


yang selama ini ada di rumah buyung. Seketika melintasi


jembatan dengan arah


berlawanan dari kumpulan orang-orang itu yang mungkin baru


balik dari kampung


buyung, berpapasan disana. mata salah seorang yang mungkin


itu nebgarah tajam pada malin. buyung hanya diam dan memberi


jalan sambil


memperhatikan beberapa saat mereka lewat. lalu sambil


rombongan itu lewat


terdengar salah satu dari mereka berujar,


“ sudah ku bilang tuan.. siti reno bulan tak ada di kampung


itu”


saat jelas suara itu adalah suara toek buyung yang tak


sengaja medengar pembicaraan orang lewat itu segera saja bergegas pulang yang


di susul cepat oleh malin Namun gerakan itu tersa mencurigakan oleh rombongan


itu samsudin lalu menyuruh karapai diam diam mngikuti dan


mengawasinya. Memang firasat seoarang anak raja sedikit saja


keganjalan yang


iya rasa langsung saja iya bergerak dan memang firasat


samsudin tak pernah


melset namun buyung yang kuat indra pendengarannya sudah


merasa kalau iya di


ikuti oleh seseorang. singkat saja iya langsung berbalik dan


memutar arah


malin yag heran hanya mengikuti saja karna tak tau sedang


apa buyung ini lalu


tiba-tiba iya sudah sampai saja di belakang orang yang


membututinya tadi


dengan masih mengendap endap dan mundur perlahan kebalakang.


saat ingin berdiri


dan memutar badan. karapai ini langsung saja kaget

__ADS_1


“ondeh made” ucapnya saat itu.


Untuk apa kalian membututi kami kawan? Ucap buyung dengan


nada yang dingin.


” Nganu tuan, saya pikir tuan tau di mana orang yang saya


cari” ucapnya


kontan sekaligus mentalnya ciut karna dia tau orang bedua


ini yang menyudahi


toek dan birin dengan silatnya.


“ siapa?” tanya malin menyahut dari belakang buyung.


“ siti tuan siti reno bulan! kami di tugaskan oleh ayahnya


untuk


membawa kembali iya pulang kerimbo data.


Mendengar kabar yang di sampaikan oleh orang itu malin


dan buyung saling tatap


lalu kembli menatap kearah orang itu.


” siapa nama waang? Malin kembali bertanya.


Karapai tuan..


Sampai kan kepada tuan waang tidak ada yang bernama siti


reno bulan di kampung ini! kalau masih saya liat waang membututi kami! akan


kami hanyutkan waang ke sungai tadi! ucap malin yang jengkel saat tau


orang-orang itu ternyata benar mencari siti. orang itu mereka lepaskan dan


membiarkannya pergi. Malin dan buya melanjutkan perjalanan


pulang menuju rumah


amak aminah amaknya buyung. Sesampai dirumah


” assalammualaikum” buyung mengucap salam dan masuk bersama


dengan malin. Kebetulan siti juga didalam


sedang santai, lalu buyung segera saja bertanya,


apa sebenarnya masalahmu dengan toek.karapai dan birin itu


siti? serta orang-orang


yang tadi berpapasan dengn kami di dekat sungai.  ujar


buyung yang tidak tahan


dengan rasa penasarannya yang sudah selama itu dia tahan


terhadap siti


 Siti terkaget


mendengar nama-nama yang di sebutkan itu keluar dari mulut


buyung, dan dalam


keadaan masih kaget itu siti kembali bertanya. dari mana uda


tau mereka,?


bukan hanya mereka tapi aku juga tau nama ayahmu. Panghulu


basa!!


Kalau ada petir yang menyambar mungkin saat itu yang


tersamabr adalah jantung siti. dari mana


sibuyung tau semua itu sedang iya belum sempat menceritakan


semuanya itu pada


buyung. Lalu siti menunduk dan menangis air matanya saat


menunduk itu jatuh


membasahi dada bajunya. emak yang sedari tadi hanya


mendengar buyung bicara


melihat saja dari bilik. kini segera menyusul ketempat siti


dan merengkul


kepala anak gadis cantik itu dan memluknya sambil


mengusap-usap kepala


perempuan itu yang makin menangis tersedu-sedu. Lalu amak


aminah mulai bicara


padanya dengan mengangkatkan wajah siti lalu menatap anak

__ADS_1


itu.


__ADS_2