
“ paja kanciang, paja kalera, anak anjiang! Anak bala” semua
dilontarkan habis-habisan oleh si birin namun karapai hanya memabalasnya dengan
tertawa renyah dan hal itu membuat
marah si bidrin makin meluap tapi apa kan daya iya mengenal
kawanya ini memang
penakut! walaupun berilmu kebal tapi mentalnya sedikit agak
mental kerupuk!
tak sama dengannya ataupun toek yang tak akan mengalah
sebelum di kalahkan.
Hari yang mulai beransur subuh kini kokok ayam jantan rimba
sudah mualai
terdengar. mayat-mayat yang bergelimpangan di biarkan begitu
saja. siapa yang
akan menguburkan semnetara perjalanan jauh masih menunggu
mereka. karapai yang
selain penakut juga penghiba melihat kawannya mati seperti
binatang hanya mampu
menahan sebab dalam dada iya ingin sekali menguburkan namun
jika di kuburkan
iya akan di tinggal samsudin dan kawnnya yang masih hidup!
alamat dia yang akan
jadi santapan binatang buas yang lain nantinya. dalam
perjalanan yang masih
panjang itu tak ada pilihan lain selain mengubur mereka
dengn sedikit di
ttimbuni daun-daun rimba bagaimana hal itu di katakan
mengubur kalo kali dan
tangan mereka saja masih terlihat tapi ntah mengapa tak
seorang pun hiba
kecuali karapai melihat mayat yang tangan dan kakinya sudah
bercerei berai dan
badanya sudah tercabik-cabik itu kini setelah selasai
menutupi mereka dengan
daun dan matahari mulai menampakan cahaya terang perjalanan
pun di lanjutkan,
kini tinggalah samsudin dan tiga orang naka buah panghulu
basa bersamanya,
mencari siti reno bulan yang di bawa entah kemana oleh si
BUYUNG?.
KE NAGARI TIGOLURAH.
Dua hari sudah BUYUNG ,MALIN, SITI RENO BULAN dan KATIRAU melewati
bukik kompong. sudah jauh pula jalan yang iya tempuh! mulai dari KAMPUNG JAWA
sampai sekarang tiba di ujung BUKIK SILEH dan akan menuju TIGO LURAH Yang akan
di tempuh dalam perjalanan setengah hari karna mereka melewati rimba dan hutan
hutan yang berada di kawasan kaki gunung talang hingga pinggang dari kaki
gunung. perjalanan kali ini mungkin tak akan mudah seperti melewati perjalanan
dua hari yang lalu setelah bertemu hantu rau-rau di bukik kompong kaki gunung
__ADS_1
talang! sekarang dilihat dari kondisi jalan dan banyaknya bau amis seperti bau
darah di bukik sileh ini mungkin tak akan mudah rasanya melewati
hutan semacam ini konon kabarnya sangat banyak penyamun dan
bajing loncatnya
yang bergerak seperti ninja-ninja di jepang! hanya saja
mereka tak memakai
samuari tapi memakai jerat! seperti jeratan seorang pemburu
****. Ada banyak
lobang disini yang didalamnya siap dengan bambu-bambu
runcing nan tajam yang
sudah di tegakan kokoh oleh penggali lubang itu yang
dalamnya sangat lumayan!
dua sampai tiga meter kalo di perkirakan lebarnya hanya
selebar lobang sumur saja tapi lubang yang mengandung bisa semacam ini
tak bisa di anggap remeh, selain bambu runcing juga jenis-jenis kelabang putih
sebagai bisa untama penghuni lubang karna yang memasang adalah seorang penyamun
dan yang akan lewat disini kebanyakn adalah kaum pandeka dan
kaum pedagang! makanya lubang itu di beri isian tak
tanggung-tanggung bisanya.
siapa yang tak tau bahaya bisa kelabang putih? Yang satu
gigitan bisa membuat
orang mati di tempat karna sakin kuat dan cepatnya bisa itu
mengerayangi
saluran darah hingga tembus kehulu jantung. Itulah salah
yang sangat berbahaya di pinggang gunung talang ini.
WARUNG GAIB INYIAK
RUBIAH 1
Buyung dan reno bulan masih sarapan di warung nasi INYIAK
RUBIAH warung nasi yang khas dengan masakannya mulai dari SAMBA LADO TAMAT,
GULAI JARIANG, KALIO AYAM, RANDANG CUBADAK, GULAI DAUN TAPAK LEMAN,
GORIANG
BADA KAPAREH, PALAI RINYUAK, UOK UBI, PATAI MUDO MATAH DAN
PATAI MASAK BAABUIH. semua di hidangkan di meja buyung saat ini bersama reno
bulan. malin yang sedari tadi entah kemana belum juga kelihatan muncul
ketempatnya ini padahal
buyung sudah sangat lapar melihat nasi dan samba yang sudah
di hidangkan itu.
lama buyung menunggu hingga malin tak muncul-muncul jua.
singkat saja! karna perutnya yang sudah berbunyi bunyi iya lekas saja mengambil
pinggan kanso yang sudah di sediakan itu lalu ketiding nasi iya geser agak
dekat kearahnya. dia sanduk nasinya lalu setelahnya, pandangannya tertuju pada
gulai jariang dan kalio ayam yang di sampingnya di sambut dengan samba lodo
tomat diiringi goreng bada kapareh yang kering dan renyah. Siti yang melihat
kanso yang di pegang buyung hanya heran-heran saja. bagaimana tidak? bukan
masalah iya makan yang di pikirkan siti tapi bagaimana iya akan memulai menyuap
nasi
kalo selingkaran pinggan nasinya itu di penuhi lauk pauk
__ADS_1
yang menutupi seluruh
bagian nasi putih dalam pinggannya itu.
UDA SANGAT LAPAR?
Ucap siti ragu-ragu serta heran dengan nafsu makan buyung hari ini. Sambil
mengunyah nasi
“HMNNN” Cuman itu yang bisa dia ucap sebab mulutnya sudah
penuh di isi nasi.
iya sangat menikmati
masakan masakan sederhana yang sangat lezat itu. malin yang baru
sampai meliaht buyung menyuap nasi jadi ternganga. mulut
yang penuh dan tangan
yang berisi kiri kanan serta wajah yang sudah berbentuk
buntulan kiri kanan
membuat malin agak sedikit merinding! dalam hatinya iya
berucap
PAJAKO LEI NDAK DI TANGKOK ANU LAPA KO?( Bocah ini jangan
jangan kerasukan hantu lapar? Malin masih saja melihat kearah buyung dengan
berdiri di belakang situ yang sedari tadi kerut keningnya menjadi jadi melihat
buyung menelan nasi.
Alamak.. sudah lama
sekali aku tak makan ini..!!! yang di maksud si buyung adalah PALAI RINYUAK dan
KAPAREH seketika buyung kesedak! disanalah iya baru sadar kalau malin dan siti
reno bulan Agak takut melihatnya makan, tangannya menjangkau gelas bambu
dan saat melihat kearah mereka berdua.
HIHIHIHIHHI, MAAF
KAWAN! AKU SUDAH SEPULUH TAHUN TAK BERTEMU MASAKAN INI! Ujarnya sambil
menyeringai.
malin dan siti mulai
mengambil pinggannya. malin bergeser ketempat buyung lalu menyanduk nasi ke
pinggan kansonyo begitupuun siti. iya mengambil nasi secara bergantian,
lalu mengambi lauk secukupnya dan makan dengan tenang hanya
saja setelah
makan mereka berdua di kagetkan lagi dengan piring-piring
yang licin oleh
buyung. entah setan apa yang bersama buyung itu? yang mampu
menghabiskan
makanan sebegitu banyaknya tanpa ada rimah sedikitpun.
Semuanya licin bak
seperti piring yang sudah bersih. memang yang selesei makan
duluan adalah siti
lalu kemudian di susul malin. iya akan mengira buyung juga
akan selesei karna
dia lihat pinggan kanso yang di pegang buyung sudah licin
tak ada satupun nasi
maupun lauk yang tinggal. buyung meminum air dari gelas
bambunya seteguk dua
teguk lalu ikat pinggangnya di longgarkan.
__ADS_1