THE ANCIENT SILAT

THE ANCIENT SILAT
Episode 13


__ADS_3

“ paja kanciang, paja kalera, anak anjiang! Anak bala” semua


dilontarkan habis-habisan oleh si birin namun karapai hanya memabalasnya dengan


tertawa renyah dan hal itu membuat


marah si bidrin makin meluap tapi apa kan daya iya mengenal


kawanya ini memang


penakut! walaupun berilmu kebal tapi mentalnya sedikit agak


mental kerupuk!


tak sama dengannya ataupun toek yang tak akan mengalah


sebelum di kalahkan.


Hari yang mulai beransur subuh kini kokok ayam jantan rimba


sudah mualai


terdengar. mayat-mayat yang bergelimpangan di biarkan begitu


saja. siapa yang


akan menguburkan semnetara perjalanan jauh masih menunggu


mereka. karapai yang


selain penakut juga penghiba melihat kawannya mati seperti


binatang hanya mampu


menahan sebab dalam dada iya ingin sekali menguburkan namun


jika di kuburkan


iya akan di tinggal samsudin dan kawnnya yang masih hidup!


alamat dia yang akan


jadi santapan binatang buas yang lain nantinya. dalam


perjalanan yang masih


panjang itu tak ada pilihan lain selain mengubur mereka


dengn sedikit di


ttimbuni daun-daun rimba bagaimana hal itu di katakan


mengubur kalo kali dan


tangan mereka saja masih terlihat tapi ntah mengapa tak


seorang pun hiba


kecuali karapai melihat mayat yang tangan dan kakinya sudah


bercerei berai dan


badanya sudah tercabik-cabik itu kini setelah selasai


menutupi mereka dengan


daun dan matahari mulai menampakan cahaya terang perjalanan


pun di lanjutkan,


kini tinggalah samsudin dan tiga orang naka buah panghulu


basa bersamanya,


mencari siti reno bulan yang di bawa entah kemana oleh si


BUYUNG?.


KE NAGARI TIGOLURAH.


Dua hari sudah BUYUNG ,MALIN, SITI RENO BULAN dan KATIRAU  melewati


bukik kompong. sudah jauh pula jalan yang iya tempuh! mulai dari KAMPUNG JAWA


sampai sekarang tiba di ujung BUKIK SILEH dan akan menuju TIGO LURAH Yang akan


di tempuh dalam perjalanan setengah hari karna mereka melewati rimba dan hutan


hutan yang berada di kawasan kaki gunung talang hingga pinggang dari kaki


gunung. perjalanan kali ini mungkin tak akan mudah seperti melewati perjalanan


dua hari yang lalu setelah bertemu hantu rau-rau di bukik kompong kaki gunung

__ADS_1


talang! sekarang dilihat dari kondisi jalan dan banyaknya bau amis seperti bau


darah di bukik sileh ini mungkin tak akan mudah rasanya melewati


hutan semacam ini konon kabarnya sangat banyak penyamun dan


bajing loncatnya


yang bergerak seperti ninja-ninja di jepang! hanya saja


mereka tak memakai


samuari tapi memakai jerat! seperti jeratan seorang pemburu


****. Ada banyak


lobang disini yang didalamnya siap dengan bambu-bambu


runcing nan tajam yang


sudah di tegakan kokoh oleh penggali lubang itu yang


dalamnya sangat lumayan!


dua sampai tiga meter kalo di perkirakan lebarnya hanya


selebar lobang  sumur saja tapi lubang yang mengandung bisa semacam ini


tak bisa di anggap remeh, selain bambu runcing juga jenis-jenis kelabang putih


sebagai bisa untama penghuni lubang karna yang memasang adalah seorang penyamun


dan yang akan lewat disini kebanyakn adalah kaum pandeka dan


kaum pedagang! makanya lubang itu di beri isian tak


tanggung-tanggung bisanya.


siapa yang tak tau bahaya bisa kelabang putih? Yang satu


gigitan bisa membuat


orang mati di tempat karna sakin kuat dan cepatnya bisa itu


mengerayangi


saluran darah hingga tembus kehulu jantung. Itulah salah


yang sangat berbahaya di pinggang gunung talang ini.


WARUNG GAIB INYIAK


RUBIAH 1


Buyung dan reno bulan masih sarapan di warung nasi INYIAK


RUBIAH warung nasi yang khas dengan masakannya mulai dari SAMBA LADO TAMAT,


GULAI JARIANG, KALIO AYAM, RANDANG CUBADAK, GULAI  DAUN TAPAK LEMAN,


GORIANG


BADA KAPAREH, PALAI RINYUAK, UOK UBI, PATAI MUDO MATAH DAN


PATAI MASAK BAABUIH. semua di hidangkan di meja buyung saat ini bersama reno


bulan. malin yang sedari tadi entah kemana belum juga kelihatan muncul


ketempatnya ini padahal


buyung sudah sangat lapar melihat nasi dan samba yang sudah


di hidangkan itu.


lama buyung menunggu hingga malin tak muncul-muncul jua.


singkat saja! karna perutnya yang sudah berbunyi bunyi iya lekas saja mengambil


pinggan kanso yang sudah di sediakan itu lalu ketiding nasi iya geser agak


dekat kearahnya. dia sanduk nasinya lalu setelahnya, pandangannya tertuju pada


gulai jariang dan kalio ayam yang di sampingnya di sambut dengan samba lodo


tomat diiringi goreng bada kapareh yang kering dan renyah. Siti yang melihat


kanso yang di pegang buyung hanya heran-heran saja. bagaimana tidak? bukan


masalah iya makan yang di pikirkan siti tapi bagaimana iya akan memulai menyuap


nasi


kalo selingkaran pinggan nasinya itu di penuhi lauk pauk

__ADS_1


yang menutupi seluruh


bagian nasi putih dalam pinggannya itu.


 UDA SANGAT LAPAR?


Ucap siti ragu-ragu serta heran dengan nafsu makan buyung hari ini. Sambil


mengunyah nasi


“HMNNN” Cuman itu yang bisa dia ucap sebab mulutnya sudah


penuh di isi nasi.


 iya sangat menikmati


masakan masakan sederhana yang sangat lezat itu. malin yang baru


sampai meliaht buyung menyuap nasi jadi ternganga. mulut


yang penuh dan tangan


yang berisi kiri kanan serta wajah yang sudah berbentuk


buntulan kiri kanan


membuat malin agak sedikit merinding! dalam hatinya iya


berucap


PAJAKO LEI NDAK DI TANGKOK ANU LAPA KO?( Bocah ini jangan


jangan kerasukan hantu lapar? Malin masih saja melihat kearah buyung dengan


berdiri di belakang situ yang sedari tadi kerut keningnya menjadi jadi melihat


buyung menelan nasi.


 Alamak.. sudah lama


sekali aku tak makan ini..!!! yang di maksud si buyung adalah PALAI RINYUAK dan


KAPAREH seketika buyung kesedak! disanalah iya baru sadar kalau malin dan siti


reno bulan Agak takut melihatnya makan, tangannya menjangkau gelas bambu


dan saat melihat kearah mereka berdua.


 HIHIHIHIHHI, MAAF


KAWAN! AKU SUDAH SEPULUH TAHUN TAK BERTEMU MASAKAN INI! Ujarnya sambil


menyeringai.


 malin dan siti mulai


mengambil pinggannya. malin bergeser ketempat buyung lalu menyanduk nasi ke


pinggan kansonyo begitupuun siti. iya mengambil nasi secara bergantian,


lalu mengambi lauk secukupnya dan makan dengan tenang hanya


saja setelah


makan mereka berdua di kagetkan lagi dengan piring-piring


yang licin oleh


buyung. entah setan apa yang bersama buyung itu? yang mampu


menghabiskan


makanan sebegitu banyaknya tanpa ada rimah sedikitpun.


Semuanya licin bak


seperti piring yang sudah bersih. memang yang selesei makan


duluan adalah siti


lalu kemudian di susul malin. iya akan mengira buyung juga


akan selesei karna


dia lihat pinggan kanso yang di pegang buyung sudah licin


tak ada satupun nasi


maupun lauk yang tinggal. buyung meminum air dari gelas


bambunya seteguk dua


teguk lalu ikat pinggangnya di longgarkan.

__ADS_1


__ADS_2