THE ANCIENT SILAT

THE ANCIENT SILAT
Episode 15


__ADS_3

Tunggulah waktu senja nak! Uacapan yang di potong orang yang


membelakangi siti.


Bapak bukannya yang tadi di keroyok para dubalang itu? Ucap


buyung menanyakan


dengan sopan.


Mereka tidak mengeroyokku! Dia hanya sedikit kuberi


pelajaran Baru!


 maksud bapak? Ucap


malin yang heran kepadanya.


Dia adalah murid panghulu datuak putiah di tigo lurah yang


mati secara sadis dirumahnya didepan anak gadis dan istrinya. orang itu


berpakaian seperti ku ini di kala malam itu


menghabisi datuak putih dan dubalang-dubalang tadi yakin itu


adalah aku!


makanya aku beri mereka pelajaran sedikit, bagaimana tidak


langsung menghakim


orang sebelum bukti itu jelas oleh mereka! sobekan kain dan


bandul ini yang


sempat ku ambil dari kamar datuak putiah adalah jejak si


pembunuhnya. Ini lihat


lah! Mereka yang masih bingung dengan apa yang di bicarakan


ampanglimo ini


hanya menunggu kelanjutan beliau berujar.


Maksud bapak? Ucap bungsu yang masih belum paham!


Aku kenal bandul dan pakaian itu buyung! Aku tau mereka


adalah penyamun di hutan rimbo data yang akan kalian tempuh. apalagi kalian


membawa anak penghulu basa ini! berarti kalian harus siap pula mandi darah


disana untuk bisa keluar hidup hidup dan mempertahan kan gadis ini di tangan


kalian.


Ucapan itu membuat kaget siti dan buyung. dari mana bapak


ini tau bahwa siti adalah


anak penghulu basa! Kalo dia di panggil buyung itu sah saja


karna laki-laki


minang yang tak di kenal namanya biasa di panggil buyung.


ucap buyung dalam


hatinya.


Bapak tau dari mana siti ini anak ayah penghulu basa? Siti


penasaran dengan orang ini yang tau tentang ayahnya.


Mungkin kau tak ingat bapak nak!


Tapi aku ingat sekali siapa ayahmu dan bagaimana iya merebut


ibumu dari ayah kandungmu itu! Mendengar ucap dari bapak ini siti seolah


tersambar petir


tunggal yang menembus ubun-ubun dan menjalar keseluruh


tubuhnya.


Apa kau tak ingat! siapa yang menyelamatkan ayahmu kehutan


rimba upik?


 Ucapan itu mengembalikan


ingatan siti dua belas tahun silam dimana saat itu dia masih


berumur sepuluh tahun. ayahnya di hajar habis-habisan oleh


panghulu basa dan


iya tak bisa berbuat apa-apa. setelah ayahnya tergeletak


pingsan di belakang

__ADS_1


rumah. siti hanya bisa menangis dan melihati ayahnya yang


terbujur itu di


rebut-rebut senja yang tiba. muncullah seorang bapak yang


memakai tudung itu


dan tetap dengan gayanya yang berjanggut runcing. dialah


yang membawa pergi


ayah siti dan mengganti tempat ayahnya terkapar itu dengan


dara rusa yang


berserakan kemana-mana. Sehingga orang akan mengira bahwa


ayah siti mati di


terkam harimau lalu dimakannya dan setelah itu siti disuruh


tutup mulut oleh


orang yang menolong ayahnya yang tak lain adalah ampang limo


sati. Setelah


kejadian itu siti yang biasa tinggal dengan ibunya di tepi


hutan itu di jemput


oleh penghulu basa. dia menikahi ibu siti setelah tiga bulan


iya kunjungi


kerumah dan membujuk ibunya itu untuk menikah denganya. siti


yang tau ulah


penghulu basa itu hampir menghabisi ayahnya hanya diam dan


takut sampai apa


saja yang di perintahkan ayah tirinya itu tak satupun iya


bantah tapi saat iya


akan di jodohkan dengan samsudin entah keberanian muncul


dari mana yang


membawanya hingga bisa berani melarikan diri dari rumah


gadang panghulu basa


itu.


habis iya berucap air matanya sudah jatuh terlebih dahulu. dadanya sebak dan


suaranya hilang. siti menutup mulutnya dengan sepuluh


jari jemarinya nan lentik. buyung yang heran melihat siti


ini ini hanya


tertegun seketika dia menoleh dan kebetulan di samping siti


sontak saja iya


kembali memluk buyung. untuk kedua kalinya setelah dulu


dirumah seblum berangkat


kejadian itu terulang lagi sekarang di depan malin. kali ini


malin tak berani


mencandai mereka karna iya makin hiba dengan nasib siti.


siti menangis


sejadi-jadinya di dada buyung. buyung yang tak kuasa menahan


siti demikian


hanya mengusap-usap kepala siti dan mencoba menenangkannya


lalu iya kemabli


menyimak.


Ayah siti masih hidup? Ucap malin bertanya.


Masih! Satu kata yang membuat kepala siti tertegak dan


terdiam dari tangisnya.


Iya berada dirumah datuak putih sebagai pengembala ternak


sapi oleh datuak itu, sampai sekarang iya masih disana. Sengaja saya suruh


disana!

__ADS_1


“maksud bapak?


Sebab saya ingin tau siapa musuh dalam selimut yang telah


memberi aib di muka ku dengan


membunuh datuk putih sekaligus menfitnah ku. !! nadanya yang


pasti itu membuat


siti tercengang.


 apa maksud orang ini


menempatkan ayahnya seperti mata-mata itu tapi belum habis ucapnya dalam hati


ampanglimo kembali melanjutkan bicaranya.


Yang menjadi aib mungkin tak akan membuatku marah. tapi kalo


untuk memunah keturunan datuak putih aku tak akan segan menghabisi orangnya!


hanya saja aku belum yakin


dengan orang yang selama ini menginginkan hancurnya keluarga


penghulu pucuk


itu. Maka dari itu aku sengaja menempatkan ayahmu disana


sebagai kundik kandang


nak! Tapi kau tak usah ragu! ayahmu masih orang yang dulu.


di tambah kepandaian


ku yang juga sudah separuh didalam dirinya. ayahmu akan


baik-baik saja. Ujarnya


kepada siti reno bulan dengan tenang.


Siti yang mersa sangat gembira dengan kabar yang di jelaskan


ampang limo sati itu membuat matanya kembali basah. rindu yang selama inilah


yang membuat iya kubur dalam bersama ketakutanya terhadap penghulu basa kini


terasa akan kesampaian setelah kabar itu benar-benar jelas buktinya. mungkin


hal itu juga yang membawa iya tergerak untuk


melarikan diri dari rumah gadang di rimbo data itu diamana


ada seorang ayah


yang selama ini juga baik terhadapnya. ayah yang juga


sekaligus telah hampir


mencelakai ayah kandungnya sendiri. kini tiada lagi yang


akan di takuti selepas


dari datuak panghulu basa di tambah sosok si buyung yang


setiap saat terasa


membuat hatinya damai walau terlihat agak cuek di luar tapi


siti yakin buyung


tak benar-benar begitu padanya. di mata si buyung iya lihat


ada rasa yang


sangat tulus kepadanya.


INYIAK RUBIAH


Lama mereka bercerita disana anatara buyung, malin, siti


reno bulan, dan juga ampang limo


sati yang kini membahas tentang ranjau yang di pasang para


penyamun di rimba


hutan daerah tigo lurah itu. saat iya mencari tau bagaimana


cara membedakan


antara tempat yang di pasangi jerat dan lubang itu dengan


jalan yang tidak. yang ampang limo tau, hanya sosok urang bunyian yang bisa


mendeteksi tempat semacam itu. lalu seseorang memotong pembicaraan dari arah


warung itu.


  KATIRAU! Nama itu iya sebutkan.


ampang limo yang sangat kenal dengan suara itu langsung tau siapa yang bicara dan dia tak

__ADS_1


menoleh beda hal dengan mereka bertiga yang kaget mendengar nama dan orang yang


bicara itu perempuan. Perempuan seperti bundo kanduang.


__ADS_2