
Tunggulah waktu senja nak! Uacapan yang di potong orang yang
membelakangi siti.
Bapak bukannya yang tadi di keroyok para dubalang itu? Ucap
buyung menanyakan
dengan sopan.
Mereka tidak mengeroyokku! Dia hanya sedikit kuberi
pelajaran Baru!
maksud bapak? Ucap
malin yang heran kepadanya.
Dia adalah murid panghulu datuak putiah di tigo lurah yang
mati secara sadis dirumahnya didepan anak gadis dan istrinya. orang itu
berpakaian seperti ku ini di kala malam itu
menghabisi datuak putih dan dubalang-dubalang tadi yakin itu
adalah aku!
makanya aku beri mereka pelajaran sedikit, bagaimana tidak
langsung menghakim
orang sebelum bukti itu jelas oleh mereka! sobekan kain dan
bandul ini yang
sempat ku ambil dari kamar datuak putiah adalah jejak si
pembunuhnya. Ini lihat
lah! Mereka yang masih bingung dengan apa yang di bicarakan
ampanglimo ini
hanya menunggu kelanjutan beliau berujar.
Maksud bapak? Ucap bungsu yang masih belum paham!
Aku kenal bandul dan pakaian itu buyung! Aku tau mereka
adalah penyamun di hutan rimbo data yang akan kalian tempuh. apalagi kalian
membawa anak penghulu basa ini! berarti kalian harus siap pula mandi darah
disana untuk bisa keluar hidup hidup dan mempertahan kan gadis ini di tangan
kalian.
Ucapan itu membuat kaget siti dan buyung. dari mana bapak
ini tau bahwa siti adalah
anak penghulu basa! Kalo dia di panggil buyung itu sah saja
karna laki-laki
minang yang tak di kenal namanya biasa di panggil buyung.
ucap buyung dalam
hatinya.
Bapak tau dari mana siti ini anak ayah penghulu basa? Siti
penasaran dengan orang ini yang tau tentang ayahnya.
Mungkin kau tak ingat bapak nak!
Tapi aku ingat sekali siapa ayahmu dan bagaimana iya merebut
ibumu dari ayah kandungmu itu! Mendengar ucap dari bapak ini siti seolah
tersambar petir
tunggal yang menembus ubun-ubun dan menjalar keseluruh
tubuhnya.
Apa kau tak ingat! siapa yang menyelamatkan ayahmu kehutan
rimba upik?
Ucapan itu mengembalikan
ingatan siti dua belas tahun silam dimana saat itu dia masih
berumur sepuluh tahun. ayahnya di hajar habis-habisan oleh
panghulu basa dan
iya tak bisa berbuat apa-apa. setelah ayahnya tergeletak
pingsan di belakang
__ADS_1
rumah. siti hanya bisa menangis dan melihati ayahnya yang
terbujur itu di
rebut-rebut senja yang tiba. muncullah seorang bapak yang
memakai tudung itu
dan tetap dengan gayanya yang berjanggut runcing. dialah
yang membawa pergi
ayah siti dan mengganti tempat ayahnya terkapar itu dengan
dara rusa yang
berserakan kemana-mana. Sehingga orang akan mengira bahwa
ayah siti mati di
terkam harimau lalu dimakannya dan setelah itu siti disuruh
tutup mulut oleh
orang yang menolong ayahnya yang tak lain adalah ampang limo
sati. Setelah
kejadian itu siti yang biasa tinggal dengan ibunya di tepi
hutan itu di jemput
oleh penghulu basa. dia menikahi ibu siti setelah tiga bulan
iya kunjungi
kerumah dan membujuk ibunya itu untuk menikah denganya. siti
yang tau ulah
penghulu basa itu hampir menghabisi ayahnya hanya diam dan
takut sampai apa
saja yang di perintahkan ayah tirinya itu tak satupun iya
bantah tapi saat iya
akan di jodohkan dengan samsudin entah keberanian muncul
dari mana yang
membawanya hingga bisa berani melarikan diri dari rumah
gadang panghulu basa
itu.
habis iya berucap air matanya sudah jatuh terlebih dahulu. dadanya sebak dan
suaranya hilang. siti menutup mulutnya dengan sepuluh
jari jemarinya nan lentik. buyung yang heran melihat siti
ini ini hanya
tertegun seketika dia menoleh dan kebetulan di samping siti
sontak saja iya
kembali memluk buyung. untuk kedua kalinya setelah dulu
dirumah seblum berangkat
kejadian itu terulang lagi sekarang di depan malin. kali ini
malin tak berani
mencandai mereka karna iya makin hiba dengan nasib siti.
siti menangis
sejadi-jadinya di dada buyung. buyung yang tak kuasa menahan
siti demikian
hanya mengusap-usap kepala siti dan mencoba menenangkannya
lalu iya kemabli
menyimak.
Ayah siti masih hidup? Ucap malin bertanya.
Masih! Satu kata yang membuat kepala siti tertegak dan
terdiam dari tangisnya.
Iya berada dirumah datuak putih sebagai pengembala ternak
sapi oleh datuak itu, sampai sekarang iya masih disana. Sengaja saya suruh
disana!
__ADS_1
“maksud bapak?
Sebab saya ingin tau siapa musuh dalam selimut yang telah
memberi aib di muka ku dengan
membunuh datuk putih sekaligus menfitnah ku. !! nadanya yang
pasti itu membuat
siti tercengang.
apa maksud orang ini
menempatkan ayahnya seperti mata-mata itu tapi belum habis ucapnya dalam hati
ampanglimo kembali melanjutkan bicaranya.
Yang menjadi aib mungkin tak akan membuatku marah. tapi kalo
untuk memunah keturunan datuak putih aku tak akan segan menghabisi orangnya!
hanya saja aku belum yakin
dengan orang yang selama ini menginginkan hancurnya keluarga
penghulu pucuk
itu. Maka dari itu aku sengaja menempatkan ayahmu disana
sebagai kundik kandang
nak! Tapi kau tak usah ragu! ayahmu masih orang yang dulu.
di tambah kepandaian
ku yang juga sudah separuh didalam dirinya. ayahmu akan
baik-baik saja. Ujarnya
kepada siti reno bulan dengan tenang.
Siti yang mersa sangat gembira dengan kabar yang di jelaskan
ampang limo sati itu membuat matanya kembali basah. rindu yang selama inilah
yang membuat iya kubur dalam bersama ketakutanya terhadap penghulu basa kini
terasa akan kesampaian setelah kabar itu benar-benar jelas buktinya. mungkin
hal itu juga yang membawa iya tergerak untuk
melarikan diri dari rumah gadang di rimbo data itu diamana
ada seorang ayah
yang selama ini juga baik terhadapnya. ayah yang juga
sekaligus telah hampir
mencelakai ayah kandungnya sendiri. kini tiada lagi yang
akan di takuti selepas
dari datuak panghulu basa di tambah sosok si buyung yang
setiap saat terasa
membuat hatinya damai walau terlihat agak cuek di luar tapi
siti yakin buyung
tak benar-benar begitu padanya. di mata si buyung iya lihat
ada rasa yang
sangat tulus kepadanya.
INYIAK RUBIAH
Lama mereka bercerita disana anatara buyung, malin, siti
reno bulan, dan juga ampang limo
sati yang kini membahas tentang ranjau yang di pasang para
penyamun di rimba
hutan daerah tigo lurah itu. saat iya mencari tau bagaimana
cara membedakan
antara tempat yang di pasangi jerat dan lubang itu dengan
jalan yang tidak. yang ampang limo tau, hanya sosok urang bunyian yang bisa
mendeteksi tempat semacam itu. lalu seseorang memotong pembicaraan dari arah
warung itu.
KATIRAU! Nama itu iya sebutkan.
ampang limo yang sangat kenal dengan suara itu langsung tau siapa yang bicara dan dia tak
__ADS_1
menoleh beda hal dengan mereka bertiga yang kaget mendengar nama dan orang yang
bicara itu perempuan. Perempuan seperti bundo kanduang.