
INYIAK RUBIAH,! Sejak kapan kau kemari? Ujar ampang limo
tanpa menoleh.
Ini adalah tempat yang ku sengaja bikinkan untuk orang
penjual nasi ini makanya di beri namaku ampang limo. Kau saja yang tak tau
sedari tadi aku duduk di dalam dan mendengar pembicaraan kalian!
Mungkin karna kau sudah tua dan lama tak melihatku dan tak
mengeneli aura ku ampang! wajar saja kau tak sadar sedari tadi aku disini.
Dasar inyiak rubiah! Ujar ampang limo sati dalam hati.
Lalu inyiak itu masuk
duduk dalam kawanan mereka menjelaskan bagaimana jalan yang akan di tembus
kesana sekaligus menyuruh siti untuk tetap menjaga buntalan kainya itu yang di ketahui
inyiak rubiah ada katirau didalamnya. si manusia bunyian itu yang di
ketahui mampu menjadi penujuk jalan di malam hari karna itu
jualah tadi ampang
limo sati menahan mereka bergerak lebih dulu dan menunggu senja
datang. Lama
akhirnya mereka disana. buyung yang menyempatkan berbaring
di lantai warung itu
tertidur dengan malin hanya siti, inyiak rubiah dan ampang
limo sati yang
masih terjaga. mereka sengaja membiarkan anak muda itu tidur
guna mengisi
tenaga. lain hal dengan ampang limo yang sudah biasa dengan
hidup keras seorang
pandeka yang melalang buana sampai ke negeri bengkulu sana
dimana batas daerah
kawasan minangkabau sampai kesana. Siti yang masih
memikirkan ayahnya di tigo
lurah hanya menyender sambil membayangkan sudah seperti apa
rupa ayahnya
sekarang ini? Dia hanya termenung. Lalu di kagetkan dengan
bicara ampang limo sati.
Dari mana upik bawa mahkluk itu?
Ampang limo tanpa melihat kearah siti bisa mencium bau dari
mahkluk bunyian itu. Siti yang sudah tau bahwa orang ini termasuk orang yang
berpengetahuan lagi berisi ilmu
spiritual tingkat tinggi tak algi mengelak sudah yakin saja
dia tau apa yang mereka bawa.
Dari bukik kompong kaki gunung talang ini pak!
Dia tidak membuatmu repot dengan ulahnya?
Maksud bapak?
Dia tidak membuatmu capek membawanya kemana-mana?
Tidak pak! Siti senang membawanya, dia tak banyak ulah,
bahkan dia menurut sama siti.
Bagus lah! kalau dia memang menurut berarti kau bisa
berjalan dengan aman nanti malam bersamanya!
Kenapa bapak bisa seyakin itu?
Karna sejak dia bersamamu kau tak bisa di liat orang
sembarangan. ilmu lamunan yang kental dalam dirinya membuat kau yang membawanya
juga tak diperhatikan orang kecuali
__ADS_1
kau sudah jauh melewati orang-orang itu hanya anak muda ini
yang masih bisa
melihatmu dengan jelas dan tak terlamun oleh mahkluk ini.
Siti baru tau kalau dia bisa begitu pak! pantasan saja
setiap orang yang kesini tak ada yang melihat siti. seolah-olah iya tak
memperhatikan ada siti disisni kecuali malin bagindo
dan udabuyung saja!
Ya itulah untungnya kau yang membawanya upik! Hari sudah
hampir sore. bangunkan kedua teman mu itu!. Sebentar lagi kita akan berangkat!
Bapak juga ikut?
Tentunya! sebab tak mungkin rasanya kalian ku lepas dalam
hutan itu tanpa mengenal hutan itu baik-baik. walaupun katirau yang kau bawa
itu mampu membantumu namun disana
hutan itu juga di kenal angker dengan inyiak yang suka
mengurung jalan hingga
kalian di telan rimba itu sebentar lagi temanku akan datang
kesini. Kalian
bersiap-siaplah!
Siti akhirnya membangunkan malin bagindo dan juga buyung. setelah
terbangun beberapa saat teman yang di katakan ampang limo sati itu datang.
lagaknya seperti seorang
yang tak penuh! Mungkin separuh gila dengan baju yang lusuh
bewarna hitam
pudar lengkap dengan endongnya serta satu kain sarung yang
sudah usang.
Berprawakan botak dan seperti agak sedikit idiot. jaalannya
hingga sampai di depan pintu warung. wajah yang agak sedikit
menengadah dan
pandangannya menyapu semua isi warung itu tapi terhenti.
saat ampang limo sati
tersenyum dan kumisnya sedikit bergerak melihat ulah
temannya ini. Lalu dengan
sedikit menunduk dan menghadap ke arah ampanglimo sati ia
menyalami bapak tua itu.
Lama sekali waang datang! Sambil tetap tersenyum menyambut
salam dari panjul
Mmmau bagaimana lagi datuk! Sssttst saya harus hati-hati juga
sampai kesstsini. Kalau tidak
ssstsaya akan di ketahuan karna sudah bergerak menuju tempat
datuk.
Ssstsekarang kita kemana datuk?
Balik ketempatmu!
Kckckckhke tigo lurah datuk?? Dengan wajah yang tak yakin
dengan apa yang iya dengar barusan.
Iya! kita akan ketigo lurah bersama mereka! Kenalakan ini
keponakanku! malin, buyung dan ini anak sahabatku! SUTAN RAJO BUJANG! SITI RENO
BULAN nama anaknya.
Panjul melihati satu persatu dari mereka bertiga. saat
melihat siti iya terperangah.
Datuk! Ini benar anak MAK SUTAN datuk?
__ADS_1
Iya! kenapa panjul?
Saya tidak tau kalau anaknya secantik ini! kalau saya tau
mungkin tak akan sering saya
meledek dia mengatakan dia sutan rajo gaek! Telat saya tau
ternyata mak sutan
punya anak secantik ini. Ucap panjul yang sok kepean itu.
Hahahahahahahahahaha!
Kau jangan begurau panjul..! kau mau di hajar sama calon
menantunya itu? Ampang
limo mengarahkan mata kepada buyung.
Siti yang merah
mukanya menahan malu dan menggigit bibirnya agar senyumnya tak ketahuan. Dalam
hati langkah bahgianya rasanya kalau itu benar terjadi. Laki-laki yang tak
terlalu lama iya kenal intu kini terasa ada dalam hati dan penantianya.
mungkinkah iya saat ini tak bermimpi dengan apa yang disampaikan datuk ampang
limo sati itu. Tapi itu hanya
ucap datuak saja belum ucap dari sibuyung.
Kenalakn! saya buyung da calon suami siti.! Sambil memberi
kode dengan menegakkan kedua alisnya denga cepat dan menurunkan kembali.
Siti yang mendengar demikian merasakan debaran hati yang
sangat kuat. Apakah ungkapan itu hanya untuk melindunginya agar sepanjang perjalanan
tak di ganggu panjul karna ketika iya berbincang tadi berdua dengan ampang limo
dia di beri tau kalau panjul ini agak sedikit
Gila. kalau tak takut dengan ampang limo sati bersamanya
maka semua gadis yang
akan iya temui akan di ganggunya.
Oh tuhan, semoga apa yang di ucap buyung itu kenyataan. Ujar
siti dalam hatinya yang masih menatap aneh kepada bunyung. Tak selang beberapa
lama kini semua sudah bersiap. Buyung, siti, malin, panjul, dan datuak
ampanglimo sati kini bergerak meninggalkan tempat warung inyiak rubiah.
perjalanan di mulai di senja hari selepas mereka shalat magrib
berjamaah di tempat inyiak rubiah kini warung itu kembali
sepi setelah di
tinggal lima orang itu.
PANGLIMA KUMBANG
Inyiak akan kembali kerumah gadang! Ucap inyiak rubiah
kepada pemilik warung yang tak lain adalah pengawalnya.
Baik nyiak! Silakan inyiak duluan. Saya akan tetap disini
bebrapa waktu untuk memastikan cucu inyiak itu kembali denga selamat dan
memberi kabar kepada inyiak.
Jangan lupa kau suruh harimau panglima kumbang untuk tetap
menjaga malin bagindo dan
mengawasinya kalau-kalau dia nanti terdesak dan membutuhkan
pertolongan walau
aku tau ampang limo sati bersama mereka tak perlu ada yang
dirisaukan. tapi
cucuku kalaupun sudah di bilang guru silat, tetap saja
kadang belum bisa mengendalikan diri seperti anak si angku gadang bahan itu.
Aku hanya ingin cucuku selamat pulang pergi bersama mereka.
__ADS_1