THE ANCIENT SILAT

THE ANCIENT SILAT
Episode 16


__ADS_3

INYIAK RUBIAH,! Sejak kapan kau kemari? Ujar ampang limo


tanpa menoleh.


Ini adalah tempat yang ku sengaja bikinkan untuk orang


penjual nasi ini makanya di beri namaku ampang limo. Kau saja yang tak tau


sedari tadi aku duduk di dalam dan mendengar pembicaraan kalian!


Mungkin karna kau sudah tua dan lama tak melihatku dan tak


mengeneli aura ku ampang! wajar saja kau tak sadar sedari tadi aku disini.


Dasar inyiak rubiah! Ujar ampang limo sati dalam hati.


 Lalu inyiak itu masuk


duduk dalam kawanan mereka menjelaskan bagaimana jalan yang akan di tembus


kesana sekaligus menyuruh siti untuk tetap menjaga buntalan kainya itu yang di ketahui


inyiak rubiah ada katirau didalamnya. si manusia bunyian itu yang di


ketahui mampu menjadi penujuk jalan di malam hari karna itu


jualah tadi ampang


limo sati menahan mereka bergerak lebih dulu dan menunggu senja


datang. Lama


akhirnya mereka disana. buyung yang menyempatkan berbaring


di lantai warung itu


tertidur dengan malin hanya siti, inyiak rubiah dan ampang


limo sati yang


masih terjaga. mereka sengaja membiarkan anak muda itu tidur


guna mengisi


tenaga. lain hal dengan ampang limo yang sudah biasa dengan


hidup keras seorang


pandeka yang melalang buana sampai ke negeri bengkulu sana


dimana batas daerah


kawasan minangkabau sampai kesana. Siti yang masih


memikirkan ayahnya di tigo


lurah hanya menyender sambil membayangkan sudah seperti apa


rupa ayahnya


sekarang ini? Dia hanya termenung. Lalu di kagetkan dengan


bicara ampang limo sati.


Dari mana upik bawa mahkluk itu?


Ampang limo tanpa melihat kearah siti bisa mencium bau dari


mahkluk bunyian itu. Siti yang sudah tau bahwa orang ini termasuk orang yang


berpengetahuan lagi berisi ilmu


spiritual tingkat tinggi tak algi mengelak sudah yakin saja


dia tau apa yang mereka bawa.


Dari bukik kompong kaki gunung talang ini pak!


Dia tidak membuatmu repot dengan ulahnya?


Maksud bapak?


Dia tidak membuatmu capek membawanya kemana-mana?


Tidak pak! Siti senang membawanya, dia tak banyak ulah,


bahkan dia menurut sama siti.


Bagus lah! kalau dia memang menurut berarti kau bisa


berjalan dengan aman nanti malam bersamanya!


Kenapa bapak bisa seyakin itu?


Karna sejak dia bersamamu kau tak bisa di liat orang


sembarangan. ilmu lamunan yang kental dalam dirinya membuat kau yang membawanya


juga tak diperhatikan orang kecuali

__ADS_1


kau sudah jauh melewati orang-orang itu hanya anak muda ini


yang masih bisa


melihatmu dengan jelas dan tak terlamun oleh mahkluk ini.


Siti baru tau kalau dia bisa begitu pak! pantasan saja


setiap orang yang kesini tak ada yang melihat siti. seolah-olah iya tak


memperhatikan ada siti disisni kecuali malin bagindo


dan udabuyung saja!


Ya itulah untungnya kau yang membawanya upik! Hari sudah


hampir sore. bangunkan kedua teman mu itu!. Sebentar lagi kita akan berangkat!


Bapak juga ikut?


Tentunya! sebab tak mungkin rasanya kalian ku lepas dalam


hutan itu tanpa mengenal hutan itu baik-baik. walaupun katirau yang kau bawa


itu mampu membantumu namun disana


hutan itu juga di kenal angker dengan inyiak yang suka


mengurung jalan hingga


kalian di telan rimba itu sebentar lagi temanku akan datang


kesini. Kalian


bersiap-siaplah!


Siti akhirnya membangunkan malin bagindo dan juga buyung. setelah


terbangun beberapa saat teman yang di katakan ampang limo sati itu datang.


lagaknya seperti seorang


yang tak penuh! Mungkin separuh gila dengan baju yang lusuh


bewarna hitam


pudar lengkap dengan endongnya serta satu kain sarung yang


sudah usang.


Berprawakan botak dan seperti agak sedikit idiot. jaalannya


hingga sampai di depan pintu warung. wajah yang agak sedikit


menengadah dan


pandangannya menyapu semua isi warung itu tapi terhenti.


saat ampang limo sati


tersenyum dan kumisnya sedikit bergerak melihat ulah


temannya ini. Lalu dengan


sedikit menunduk dan menghadap ke arah ampanglimo sati ia


menyalami bapak tua itu.


Lama sekali waang datang! Sambil tetap tersenyum menyambut


salam dari panjul


Mmmau bagaimana lagi datuk! Sssttst saya harus hati-hati juga


sampai kesstsini. Kalau tidak


ssstsaya akan di ketahuan karna sudah bergerak menuju tempat


datuk.


Ssstsekarang kita kemana datuk?


Balik ketempatmu!


Kckckckhke tigo lurah datuk?? Dengan wajah yang tak yakin


dengan apa yang iya dengar barusan.


Iya! kita akan ketigo lurah bersama mereka! Kenalakan ini


keponakanku! malin, buyung dan ini anak sahabatku! SUTAN RAJO BUJANG! SITI RENO


BULAN nama anaknya.


Panjul melihati satu persatu dari mereka bertiga. saat


melihat siti iya terperangah.


Datuk! Ini benar anak MAK SUTAN datuk?

__ADS_1


Iya! kenapa panjul?


Saya tidak tau kalau anaknya secantik ini! kalau saya tau


mungkin tak akan sering saya


meledek dia mengatakan dia sutan rajo gaek! Telat saya tau


ternyata mak sutan


punya anak secantik ini. Ucap panjul yang sok kepean itu.


Hahahahahahahahahaha!


Kau jangan begurau panjul..! kau mau di hajar sama calon


menantunya itu? Ampang


limo mengarahkan mata kepada buyung.


 Siti yang merah


mukanya menahan malu dan menggigit bibirnya agar senyumnya tak ketahuan. Dalam


hati langkah bahgianya rasanya kalau itu benar terjadi. Laki-laki yang tak


terlalu lama iya kenal intu kini terasa ada dalam hati dan penantianya.


mungkinkah iya saat ini tak bermimpi dengan apa yang disampaikan datuk ampang


limo sati itu. Tapi itu hanya


ucap datuak saja belum ucap dari sibuyung.


Kenalakn! saya buyung da calon suami siti.! Sambil memberi


kode dengan menegakkan kedua alisnya denga cepat dan menurunkan kembali.


Siti yang mendengar demikian merasakan debaran hati yang


sangat kuat. Apakah ungkapan itu hanya untuk melindunginya agar sepanjang perjalanan


tak di ganggu panjul karna ketika iya berbincang tadi berdua dengan ampang limo


dia di beri tau kalau panjul ini agak sedikit


Gila. kalau tak takut dengan ampang limo sati bersamanya


maka semua gadis yang


akan iya temui akan di ganggunya.


Oh tuhan, semoga apa yang di ucap buyung itu kenyataan. Ujar


siti dalam hatinya yang masih menatap aneh kepada bunyung. Tak selang beberapa


lama kini semua sudah bersiap. Buyung, siti, malin, panjul, dan datuak


ampanglimo sati kini bergerak meninggalkan tempat warung inyiak rubiah.


perjalanan di mulai di senja hari selepas mereka shalat magrib


berjamaah di tempat inyiak rubiah kini warung itu kembali


sepi setelah di


tinggal lima orang itu.


 


PANGLIMA KUMBANG


 Inyiak akan kembali kerumah gadang! Ucap inyiak rubiah


kepada pemilik warung yang tak lain adalah pengawalnya.


Baik nyiak! Silakan inyiak duluan. Saya akan tetap disini


bebrapa waktu untuk memastikan cucu inyiak itu kembali denga selamat dan


memberi kabar kepada inyiak.


Jangan lupa kau suruh harimau panglima kumbang untuk tetap


menjaga malin bagindo dan


mengawasinya kalau-kalau dia nanti terdesak dan membutuhkan


pertolongan walau


aku tau ampang limo sati bersama mereka tak perlu ada yang


dirisaukan. tapi


cucuku kalaupun sudah di bilang guru silat, tetap saja


kadang belum bisa mengendalikan diri seperti anak si angku gadang bahan itu.


Aku hanya ingin cucuku selamat pulang pergi bersama mereka.

__ADS_1


__ADS_2