THE ANCIENT SILAT

THE ANCIENT SILAT
Episode 9


__ADS_3

ceritalah nak! apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa ayahmu


sampai begitunya mencarimu.


ujar amak yang kembali merangkul kepala siti kedadanya dan


mengusap-usap kepala


anak itu dengan rasa sayang dan hiba


Siti dalam keadaan menangis tersedu sedu mencoba bicara


perlahan sambil tetap memeluk amak aminah. apa siti tak boleh mak menentukan


kebahagian siti sendiri?


Pernyataan siti itu di sambut heran oleh semua yang


mendengar termasuk reno geni yang menyimak


pembicaraan itu dari bilik kamar lalu dia melanjutkan


ujarnya yang terputus


siti tidak mau di nikahkan dengan orang yang hampir


memperkosa siti mak!!. air matanya


terus mengalir saat bercerita. bagaimana mungkin siti akan


menceritakan itu


pada ayah! Ayah adalah orang yang teguh dan sangat memegang


janji! tidak


mungkin iya akan memepercayai siti begitu saja. sementara


orang yang hampir


menodai siti di kenal baik oleh ayah.


Dalam keadaan masih menangis terisak isak buyung segera


menyautnya,


maksudmu SAMSUDIN siti?


Tangis siti terhenti di kala nama itu tergiang di


telinganya. Lalu ia megakakn kepalanya


dan perlahan dia dudu sambil menatap tajam pada buyung.


Uda buyug tau dari mana dengan samsudin itu da? Tanya siti


yang penasaran dari mana buyung tau


seluk beluk tentang dirinya.


aku tau dari anak buah ayahmu yang tempo hari hampir juga


nenperkosanu setelah iya membuatmu


jatuh pingsan siti dan malamnya kami berkelahi dengan mereka


dan dapat


melumpuhkan mereka! dari sanalah kami tau kalu kau sedang


dicari cari. mungkin


rombongan tadi juga mencarimu dan barang kali samsudin itu


ikut dalam


rombongan yang tadi mencarimu juga.


Belum habis lagi kaget siti dengan apa yang buyung sampaikan


kini kembali dia di beri tahu


kalau samsudin ikut dalam pencariannya ini akan menimbulkan


petaka. siapa yang


tak paham sikap samsudin yang makan masak mentah! apa yang


dia mau harus di


dapati dan inilah ketakutan siti yang sebenarnya. iya segera


menghapus air


matanya dan badanya mulai menggigil tak karuan, amak yang


berada di dekatnya


panik meliaht siti seperti itu.


kenapa siti kenapa?  amak yang cemas melihat siti


seperti itu berujar.


siti takut mak..!! siti takut bertemu dengan dia. dengan


badan yang masih menggigil dia


teruskan bicaranya. kalau sampai dia menemukan siti, siti


tak tau kekajaman apa


yang akan di perbuatnya kepada siti sebelum dia membawa siti


pulang.


Buyung yang merasa kasian meliahta siti seperti itu segera


memberikan jalan

__ADS_1


berdirilah! ucapnya buyung dengan tenang.


lalu di lanjutkan kembali.


kesilah! Aku akan membawamu pergi sementara waktu


dari sini siti sampai kampung ini benar-benar aman dari


pencarian mereka.


Mendengar ucapan buyung yang seperti itu siti segera saja


berdiri lalu mengejar buyung tanpa


sadar ia sudah memeluk buyung dan menangis terisak-isak.


buyung yang merah


pipinya menahan malu sekaligus senang melihat ada semngat


baru dari wajah siti


tak kuasa melpaskan pelukan itu dari tubuhnya. hany asaja


amak yang sedari tadi


melihati buyung malah tersenyum sambil menghela nafas


“anak muda!!”


buyung sangat merah mukanya ketika amak tetap saja melihat siti


memluk nya dengan


erat. bagaimana tidak? selama hayat masih di kandung badan


baru kali ini iya


di peluk perempuan selain amaknya dan reno. malin yang


melihat keadaan semacam itu ikut haru


menyaksikan betapa hibanya dia kepada siti itu. dibalik


kemewahan yang iya


dapat namun kebahgiannya harus di tentukan oleh sikap


ayahnya yang tak tau apa


yang di ingini anak gadisnya. tangis siti memecah senja di


kala itu dan pada


malam harinya setelah siti dan buyung berkemas, datang lah


malin dengan


membawa bekal pula mungkin juga akan ikut bersama buyung dan


siti itu tapi


akan menjaga


kampung ini dan mengajar anak-anak untuk bersilat tapi malin


sudah menjelaskan


semuanya itu kepada buyung. mau tidak mau niat baik kawannya


itu untuk


enemaninya mengantar siti harus iya terima dengan lapang


dada. Malam itu mereka


berangkat. Malin yang berjalan duluan didepan memandang dan


melirik kiri dan


kanan agar mereka tak ada yang membututi seperti sore tadi


dan seketika


terdengar jelas ada segerombolan orang masuk ke kampung itu


jumlahnya sekitar


sembilan orang! ya persis orang –orang yang tadi berpapasan


degan mereka di


jembatan. buyung yang sedari tadi sudah mendengar langkah


kaki itu sengaja


lebih dahulu membawa siti berjalan kearah lain, dan malin


kearah yang berbeda,


sambil mengawasi kalau-kalau mereka berbalik dan


mengikutinya tapi untunglah


mereka tidak curiga sama sekali dan malin melanjutkan


perjalanannya seorang


diri sampai di ujung jalan sana bertemu kembali dengan


buyung yang mengandeng


tangan siti. saat iya melihat pemandangan seperti itu sontak


saja ledekannya


keluar


” alamak!! Iri kali aku melihat waang buyung” buyung yang

__ADS_1


tak paham apa


yang di maksud kawannya ini hanya celingak velinguk saja


sampai jari jari


malin menunjuk arah ketangan yang berpegangan itu! sontak


saja iya melepaskan


genggaman tangan itu dan mukanya merah! tapi damalam hari


mana kelihatan


merahnya dan segera saja mereka melewati arah jalan menuju


bukit kinari bukit


yang di kenal sebagai salah satu bagian bukit barisan juga


yang terhubung


dekat dengan gunung TALANG. bukit ini dari daerah silasih


atau lubuk selasih


hanya di batasi daerah daerah kecil mulai dari KAYUARO,


SUKURAMI, GUGUAK,


TALANG, CUPAK , SUNGAI JANIAH, DAN KOTO ANAU. Daerah ini lah


yang menjadikan


jarak antara silasiah dengan daerah kinari untuk menuju ke


TIGO LURAH, MALIN,


SITI RENO BULAN dan BUYUNG segera memulai perjalanan setelah


sampai di ujug


jalan setapak di kelok batuang, dari sana mereka bergerak


menuju KAYU ARO,


untuk menembus jalan pintas ke bukik sileh melewati jalan


tinggal di bukik


kompong. Ya dari sanalah mereka akan bergerak lebih cepat


untuk sampai membawa


SITI ke tempat yang aman dari pencarian SAMSUDIN, dan tanpa


menyia-nyiakan


waktu juga hanya berbekal seadanya, mereka menyegerakan


perjalanan itu di malam


yang mulai larut, lama mereka berjalan tanpa istirahat. siti


yag hanya seorang


perempuan dan tak terbiasa berjalan jauh seperti itu


mereasakan keletihan yang


amat sangat. nafasnya memburu saat tiba di pendakian bukik


kompong menuju jalan


setapak yang ssudah lama tak di injaki penduduk.


sesampainya disana di jalan


setapak yang sudah lama tertinggal itu bunyung


menginstruksikan agar disana


beristirahat sejenak karna iya melihat siti yang sudah mulai


sangat kelalahan,


dalam istirahatnya disana, malin encari beberapa kayu


ranting kering untuk


membuat unggun api agar tidak menjadi makanan nyamuk rimba


atau di ganggu


binatang buas. wajar saja dalam hutan rimba belantara


seperti itu tanpa


adanya api unggun mudah saja bagi binatang buas untuk


menerkamnya. walau


mereka berdua dalam ilmu bersilat sangat mahir tapi karna


perjalan yang cukup


jauh dari tadi tak mungkin tenaganya kan bisa di pergunakan


maksimal saat


mengahdapi musuh apapun itu entah berung harimau atau pun


ular! yang jelas


selain letih serta lapar yang sudah mulai terasa tak mungkin


baginya untuk


menghadapi semua itu di malam gelap gulita seperti

__ADS_1


ini.


__ADS_2