
ceritalah nak! apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa ayahmu
sampai begitunya mencarimu.
ujar amak yang kembali merangkul kepala siti kedadanya dan
mengusap-usap kepala
anak itu dengan rasa sayang dan hiba
Siti dalam keadaan menangis tersedu sedu mencoba bicara
perlahan sambil tetap memeluk amak aminah. apa siti tak boleh mak menentukan
kebahagian siti sendiri?
Pernyataan siti itu di sambut heran oleh semua yang
mendengar termasuk reno geni yang menyimak
pembicaraan itu dari bilik kamar lalu dia melanjutkan
ujarnya yang terputus
siti tidak mau di nikahkan dengan orang yang hampir
memperkosa siti mak!!. air matanya
terus mengalir saat bercerita. bagaimana mungkin siti akan
menceritakan itu
pada ayah! Ayah adalah orang yang teguh dan sangat memegang
janji! tidak
mungkin iya akan memepercayai siti begitu saja. sementara
orang yang hampir
menodai siti di kenal baik oleh ayah.
Dalam keadaan masih menangis terisak isak buyung segera
menyautnya,
maksudmu SAMSUDIN siti?
Tangis siti terhenti di kala nama itu tergiang di
telinganya. Lalu ia megakakn kepalanya
dan perlahan dia dudu sambil menatap tajam pada buyung.
Uda buyug tau dari mana dengan samsudin itu da? Tanya siti
yang penasaran dari mana buyung tau
seluk beluk tentang dirinya.
aku tau dari anak buah ayahmu yang tempo hari hampir juga
nenperkosanu setelah iya membuatmu
jatuh pingsan siti dan malamnya kami berkelahi dengan mereka
dan dapat
melumpuhkan mereka! dari sanalah kami tau kalu kau sedang
dicari cari. mungkin
rombongan tadi juga mencarimu dan barang kali samsudin itu
ikut dalam
rombongan yang tadi mencarimu juga.
Belum habis lagi kaget siti dengan apa yang buyung sampaikan
kini kembali dia di beri tahu
kalau samsudin ikut dalam pencariannya ini akan menimbulkan
petaka. siapa yang
tak paham sikap samsudin yang makan masak mentah! apa yang
dia mau harus di
dapati dan inilah ketakutan siti yang sebenarnya. iya segera
menghapus air
matanya dan badanya mulai menggigil tak karuan, amak yang
berada di dekatnya
panik meliaht siti seperti itu.
kenapa siti kenapa? amak yang cemas melihat siti
seperti itu berujar.
siti takut mak..!! siti takut bertemu dengan dia. dengan
badan yang masih menggigil dia
teruskan bicaranya. kalau sampai dia menemukan siti, siti
tak tau kekajaman apa
yang akan di perbuatnya kepada siti sebelum dia membawa siti
pulang.
Buyung yang merasa kasian meliahta siti seperti itu segera
memberikan jalan
__ADS_1
berdirilah! ucapnya buyung dengan tenang.
lalu di lanjutkan kembali.
kesilah! Aku akan membawamu pergi sementara waktu
dari sini siti sampai kampung ini benar-benar aman dari
pencarian mereka.
Mendengar ucapan buyung yang seperti itu siti segera saja
berdiri lalu mengejar buyung tanpa
sadar ia sudah memeluk buyung dan menangis terisak-isak.
buyung yang merah
pipinya menahan malu sekaligus senang melihat ada semngat
baru dari wajah siti
tak kuasa melpaskan pelukan itu dari tubuhnya. hany asaja
amak yang sedari tadi
melihati buyung malah tersenyum sambil menghela nafas
“anak muda!!”
buyung sangat merah mukanya ketika amak tetap saja melihat siti
memluk nya dengan
erat. bagaimana tidak? selama hayat masih di kandung badan
baru kali ini iya
di peluk perempuan selain amaknya dan reno. malin yang
melihat keadaan semacam itu ikut haru
menyaksikan betapa hibanya dia kepada siti itu. dibalik
kemewahan yang iya
dapat namun kebahgiannya harus di tentukan oleh sikap
ayahnya yang tak tau apa
yang di ingini anak gadisnya. tangis siti memecah senja di
kala itu dan pada
malam harinya setelah siti dan buyung berkemas, datang lah
malin dengan
membawa bekal pula mungkin juga akan ikut bersama buyung dan
siti itu tapi
akan menjaga
kampung ini dan mengajar anak-anak untuk bersilat tapi malin
sudah menjelaskan
semuanya itu kepada buyung. mau tidak mau niat baik kawannya
itu untuk
enemaninya mengantar siti harus iya terima dengan lapang
dada. Malam itu mereka
berangkat. Malin yang berjalan duluan didepan memandang dan
melirik kiri dan
kanan agar mereka tak ada yang membututi seperti sore tadi
dan seketika
terdengar jelas ada segerombolan orang masuk ke kampung itu
jumlahnya sekitar
sembilan orang! ya persis orang –orang yang tadi berpapasan
degan mereka di
jembatan. buyung yang sedari tadi sudah mendengar langkah
kaki itu sengaja
lebih dahulu membawa siti berjalan kearah lain, dan malin
kearah yang berbeda,
sambil mengawasi kalau-kalau mereka berbalik dan
mengikutinya tapi untunglah
mereka tidak curiga sama sekali dan malin melanjutkan
perjalanannya seorang
diri sampai di ujung jalan sana bertemu kembali dengan
buyung yang mengandeng
tangan siti. saat iya melihat pemandangan seperti itu sontak
saja ledekannya
keluar
” alamak!! Iri kali aku melihat waang buyung” buyung yang
__ADS_1
tak paham apa
yang di maksud kawannya ini hanya celingak velinguk saja
sampai jari jari
malin menunjuk arah ketangan yang berpegangan itu! sontak
saja iya melepaskan
genggaman tangan itu dan mukanya merah! tapi damalam hari
mana kelihatan
merahnya dan segera saja mereka melewati arah jalan menuju
bukit kinari bukit
yang di kenal sebagai salah satu bagian bukit barisan juga
yang terhubung
dekat dengan gunung TALANG. bukit ini dari daerah silasih
atau lubuk selasih
hanya di batasi daerah daerah kecil mulai dari KAYUARO,
SUKURAMI, GUGUAK,
TALANG, CUPAK , SUNGAI JANIAH, DAN KOTO ANAU. Daerah ini lah
yang menjadikan
jarak antara silasiah dengan daerah kinari untuk menuju ke
TIGO LURAH, MALIN,
SITI RENO BULAN dan BUYUNG segera memulai perjalanan setelah
sampai di ujug
jalan setapak di kelok batuang, dari sana mereka bergerak
menuju KAYU ARO,
untuk menembus jalan pintas ke bukik sileh melewati jalan
tinggal di bukik
kompong. Ya dari sanalah mereka akan bergerak lebih cepat
untuk sampai membawa
SITI ke tempat yang aman dari pencarian SAMSUDIN, dan tanpa
menyia-nyiakan
waktu juga hanya berbekal seadanya, mereka menyegerakan
perjalanan itu di malam
yang mulai larut, lama mereka berjalan tanpa istirahat. siti
yag hanya seorang
perempuan dan tak terbiasa berjalan jauh seperti itu
mereasakan keletihan yang
amat sangat. nafasnya memburu saat tiba di pendakian bukik
kompong menuju jalan
setapak yang ssudah lama tak di injaki penduduk.
sesampainya disana di jalan
setapak yang sudah lama tertinggal itu bunyung
menginstruksikan agar disana
beristirahat sejenak karna iya melihat siti yang sudah mulai
sangat kelalahan,
dalam istirahatnya disana, malin encari beberapa kayu
ranting kering untuk
membuat unggun api agar tidak menjadi makanan nyamuk rimba
atau di ganggu
binatang buas. wajar saja dalam hutan rimba belantara
seperti itu tanpa
adanya api unggun mudah saja bagi binatang buas untuk
menerkamnya. walau
mereka berdua dalam ilmu bersilat sangat mahir tapi karna
perjalan yang cukup
jauh dari tadi tak mungkin tenaganya kan bisa di pergunakan
maksimal saat
mengahdapi musuh apapun itu entah berung harimau atau pun
ular! yang jelas
selain letih serta lapar yang sudah mulai terasa tak mungkin
baginya untuk
menghadapi semua itu di malam gelap gulita seperti
__ADS_1
ini.